Showing posts with label Sejarah Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Sejarah Indonesia. Show all posts

Kerajaan Demak, Latar Belakang, dan Sejarah Kerajaan Demak Lengkap

Kerajaan Demak adalah kerajaan islam pertama di pulau jawa yang berperan penting dalam perkembangan islam di tanah jawa. Letak Kerajaan Demak berada di wilayah Glagah atau Bintoro (bekas majapahit). Kerajaan Ini awalnya merupakan sebuah kadipaten atau kabupaten yang berada dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit.

kerajaan demak
Masjid Agung Demak

Pada masa Kerajaan Majapahit, Demak merupakan sebuah wilayah bernama Glagah atau Bintoro. Setelah Kerajaan Majapahit runtuh, Demak memisahkan diri dari ibukota Bintoro. Keruntuhan Majapahit ternyata menjadikan Kerajaan Demak menjadi pusat perdagangan dan penyebaran agama Islam di tanah jawa dan wilayah timur Indonesia. 

Latar Belakang Berdirinya Kerajaan Demak

Latar belakang berdirinya Kerajaan Demak bermula dari runtuhnya kerajaan Majapahit. Kemudian Glagah atau Bintoro berkembang menjadi sebuah pusat perdagangan dan penyebaran agama di Indonesia. Dua hal ini menjadi cikal bakal berdirinya Kerajaan Demak yang akhirnya menjadi sebuah kerajaan islam pertama di pulau jawa dan wilayah timur Indonesia.

Pendiri Kerajaan Demak

Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1478 sampai 1518. Hal ini dipengaruhi oleh kenaikan tahta Raden patah sehingga mendapatkan gelar Sultan Alam Akbar Al Fatah. Beliau berhasil membawa pengaruh besar pada wilayah bintoro dan sekitarnya. Demak Bintoro menjadi maju dan akhirnya Raden Patah mendirikan kerajaan Islam pertama di tanah jawa yaitu Kerajaan Demak.

Menurut Sejarah Pulau Jawa (babad tanah jawi) Raden Patah merupakan anak dari Raja terakhir Majapahit yaitu Brawijaya V. Putra dari hasil perkawinan dengan putri dari Campa pada masa pemerintahannya. Selain itu, Raden Patah merupakan salah satu murid dari Sunan Ampel di Provinsi Jawa Timur. Dari latar belakang Raden Patah sangat wajar jika Demak menjadi kerajaan yang berpengaruh di pulau jawa bahkan Indonesia.

Setelah Raden patah masuk islam dengan bantuan para walisongo demak menjadi kerajaan besar di tanah jawa. Raden Patah berhasil memberi pengaruh yang besar pada wilayah bekas kerajaan Majapahit. Hal ini membuat wilayah bekas majapahit tersebut menjadi daerah kekuasaan Kerajaan Demak. Hal ini menjadikan Demak semakin berkembang pesat dan menjadi kerajaan yang maju. Berikut ini adalah faktor-faktor pendorong kemajuan demak
  1. Letak Demak yang strategis, terletak di daerah pantai sehingga hubungan dan komunikasi dengan wilayah lain mudah.
  2. Pelabuhan Bergota di Semarang. Pelabuhan ini menjadi jembatan ekspor dan impor yang penting bagi Kerajaan Demak.
  3. Banyaknya Sungai Penghubung. Sungai merupakan sarana transportasi penghubung yang membantu pengangkutan hasil pertanian dan perdagangan di demak.
  4. Runtuhnya kerajaan majapahit dan bergabungnya wilayah bekas majapahit menjadi faktor utama berdirinya Demak.

Sejarah Kerajaan Demak

Demak tidak hanya berkembang sebagai kerajaan maju dalam bidang perdagangan hasil ekspor dan impor. Pada masa kejayaan Raden Patah, kerajaan ini berkembang menjadi kerajaan maritim, Raden Patah terus memperkuat angkatan laut dan terus memperluas wilayah kekuasaan. 

Pada saat itu Demak berusaha menyerang Portugis yang menguasai Malaka. Alasannya tentu kekuasaan, karena saat itu Malaka merupakan pusat perdagangan dunia di belahan bumi selatan. Raden Patah membantu Malaka keluar dari kekuasaan Portugis yang telah memonopoli perdagangan disana, Namun seperti yang kita ketahui serangan tersebut gagal dan Armada Raden Patah harus mundur dari Malaka.

Kemajuan Demak lainnya adalah di bidang Keagamaan. Kerajaan Islam Pertama di Jawa ini menjadi pusat penyebaran agama islam dengan bantuan Wali Sanga. Pada masa pemerintahan Raden Patah, beliau mendirikan sebuah masjid yang megah dan terkenal sampai sekarang yaitu Masjid Agung Demak.
Kerajaan Demak
Masjid Agung Demak Masa Lalu

Setelah masa pemerintahan Raden Patah, Kerajaan Demak dipimpin oleh beberapa raja hingga mencapai masa kejayaan dan keruntuhan. Berikut ini adalah raja-raja yang pernah memimpin Demak:
  1. Raden Patah (1478-1518)
  2. Pati Unus (1518-1521)
  3. Sultan Trenggono (1521-1546)
  4. Sunan Prawoto (-)
  5. Arya Penangsang (-)
  6. Jaka Tingkir (memindahkan kekuasaan menjadi Kerajaan Pajang)

Masa Kejayaan Kerajaan Demak

Kerajaan Demak mengalamai masa kejayaan tahun 1521 sampai 1526 pada masa pemerintahan Sultan Trenggono. Sultan Trenggono merupakan raja ketiga kerajaan demak setelah Pati Unus. Sultan Trenggono adalah anak dari Raden Patah yang merupakan adik kandung dari Pati Unus. 

Pada masa pemerintahan Sultan Trenggono, Demak berhasil menguasai Sunda Kelapa dan mengusir Portugis dari beberapa daerah. Portugis berhasil diusir atau dihalau oleh Sultan Trenggono di daerah Sunda Kelapa, Tuban, Surabaya, dan Pasuruan pada tahun 1527. Selain itu Portugis juga berhasil diusir di daerah Madiun (1529), Malang (1545), dan Blambangan (1546). 

Sultan Trenggono meninggal pada tahun 1546. Beliau meninggal dalam pertempuran di daerah Tuban pada tahun itu. Sepeninggal Sultan Trenggono, Kerajaan Demak mengalami kemunduran dan kehancuran dikarenakan perang saudara.

Kerajaan Demak
Peta Kerajaan Demak

Runtuhnya Kerajaan Demak

Keruntuhan Kerajaan Demak terjadi setelah Sultan Trenggono meninggal. Raja Ketiga Demak tersebut tidak mempunyai keturunan yang cukup untuk meneruskan kejayaan demak. Hal ini menyebabkan perebutan kekuasaan dan perang saudara yang menjadikan Kerajaan Demak hancur.

Meninggalnya Sultan Trenggono menyebabkan konflik perebutan kekuasaan antar saudara. Pengganti Sultan Trenggono, Pangeran Sido Lapen yang merupakan saudara Sultan Trenggono dibunuh oleh anak dari Sultan Trenggono yaitu Sunan Prawoto. Perebutan kekuasaan ini terus berkelanjutan dan menjadi konflik yang besar di Demak. Anak dari Pangeran Sido Lapen yaitu Arya Penangsang membunuh Sunan Prawoto dan berhasil menjadi raja Demak.

Pada masa pemerintahan Arya Penangsang ternyata membuat Demak menjadi kerajaan yang menyukai perang dan penjajahan. Beberapa kadipaten di serang dan Arya Penangsang terbunuh dalam peperang dengan kadipaten Pajang. Beliau dibunuh oleh Sutawijaya yang merupakan anak angkat Jaka Tingkir. 

Jaka Tingkir berhasil menguasai Demak Bintoro dan memindahkan kekuasaan ke Pajang. Kemudian Jaka tingkir membuat daerah Pajang menjadi sebuah kerajaan bernama Kerajaan Pajang. Begitulah Sejarah keruntuhan Kerajaan Demak dikarenakan perang saudara.

Demikian Penjelasan tentang Kerajaan Demak, Latar belakang berdirinya Demak, dan Sejarah-Sejarah Demak dari masa kejayaan hingga runtuh. Semoga bermanfaat bagi kalian semua. Silahkan lihat pengetahuan umum menarik lain di situs Klik Pengetahuan.

Sejarah Candi Borobudur dan Harga Tiket Masuk Beserta Foto Candi Borobudur

Sejarah Candi Borobudur - Candi Borobudur merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia yang berada di Indonesia. Candi Borobudur terletak di Provinsi Jawa tengah tepatnya dikota Magelang. Harga tiket masuk candi borobudur cukup terjangkau bagi kalian yang ingin berkunjung ke wisata internasional ini. Berikut Harga tiket masuk Candi Borobudur Terbaru:

Sejarah Candi Borobudur
Candi Borobudur

Harga Tiket Masuk Candi Borobudur


Umum *Rp. 30.000,00
Anak-Anak * Rp. 12.500,00
Wisatawan Asing *20 USD

Keterangan:
  1. Umum : Usia 6 tahun ke Atas
  2. Anak-Anak : Usia dibawah 6 tahun
  3. Wisatawan Asing : Pelancong dari Negara Asing atau Mancanegara
tiket masuk candi borobudur
Wisata Candi Borobudur

Sejarah Candi Borobudur

Candi Budha terbesar di dunia ini terkenal di seluruh dunia dan telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia.  Selain itu candi borobudur menjadi salah satu tempat wisata dunia yang terkenal dan menjadi wisata pengetahuan dan wisata religi saat ini.

Sejarah Candi Borobudur
Gambar Candi Borobudur

Candi Borobudur dikenal oleh dunia saat ditemukan oleh HC Cornelius pada tahun 1814 atas perintah dari Sir Thomas Stamford Raflles. Proses penemuan candi terbesar di dunia ini melalui proses penggalian karena tertimbun tanah ratusan tahun lamanya. Penggalian tersebut dilanjutkan oleh pemerintah belanda dibawah pimpinan Hotman dan menjadi pusat perhatian para arkeolog saat itu. Mereka berlomba-lomba mencari asal usul sejarah berdirinya candi borobudur.

Asal Usul Sejarah Candi Borobudur

Candi Borobudur merupakan bukti kekayaan sejarah bangsa Indonesia. Candi yang memiliki stupa tertua dan kompleks stupa terbesar di dunia ini didirikan pada masa Dinasti Syailendra. Candi ini didirikan pada masa pemerintahan Samaratungga dari kerajaan mataram kuno dan menghabiskan waktu sekitar 50 tahun. 

Candi terbesar di dunia ini selesai dibangun pada abab ke 8 Masehi. Pembangunan Candi Borobudur dimulai tahun 778 - 868 Masehi atau 300 tahun sebelum Candi Angkor Wat (Kamboja) dan 200 tahun sebelum Candi Notre Dame.
Nama asli Candi Borobudur sendiri masih menjadi misteri yang belum terkuak sampai saat ini. Tidak adanya sumber sejarah baik prasasti maupun buku yang menjelaskan nama asli Candi Borobudur. Berbagai pendapat bermunculan dalam menguak misteri nama Borobudur, Penting kalian ketahui bahwa pemberian nama Candi Borobudur merupakan Pemberian dari Sir Thomas Stamford Raffles.

Relief Candi Borobudur
Relief Candi Borobudur

Ada Pendapat yang mengatakan bahwa nama Borobudur berasal dari kata "Samara Budhara" yang memiliki arti gunung yang lerengnya terletak di teras. Pendapat lain mengatakan bahwa nama Borobudur berasal dari ucapan Buddha yang mengalami pergeseran kata yaitu bore (desa) dan budur (purba). 

Selain pendapat diatas nama "Borobudur" diprediksi berasal dari bahasa Sansekerta Vihara Buddha Ur yang artinya Kuil Buddha dari puncak gunung. Meskipun belum ada kepastian nama, namun kita wajib menghargai dan bangga terhadap warisan budaya ini. Mari kita jaga dan lestarikan agar Candi Borobudur tetap menjadi salah satu kekayaan budaya dunia.

Sejarah Candi Borobudur : Bentuk Bangunan dan Relief Candi Borobudur

Candi Borobudur memiliki bentuk piramida berundak yang terbagi menjadi 9 lapis atau lantai. Enam lapis lantai bagian bawah mempunyai bentuk bujur sangkar dan lingkaran luarnya merupakan galeri relief. Relief Candi Borobudur merupakan pusat atau gudang sejarah yang tersohor di dunia. Panjang relief Candi mencapai 2,5 km yang artinya hampir sama dengan Piramida Mesir.

Sejarah Candi Borobudur
Sejarah Candi Borobudur

Candi yang terletak di kota magelang ini awalnya mempunyai ketinggian 42 meter. Setelah beberapa renovasi yang dilakukan pemerintah tingginya berkurang menjadi sekitar 35 meter. Hingga saat ini Borobudur sudah direnovasi sebanyak 2 kali pada tahun 1905 sampai 1910, dan tahun 1973 sampai 1983.

Ukuran dan bentuk spesifik Candi Borobudur yaitu:
  • Lantai 1 sampai 6 berbentuk bujur sangkar.
  • Lantai 7 sampai 10 berbentuk lingkaran.
  • Lantai 10 mempunyai dimensi 123x123 m 

Candi Buddha terbesar di dunia ini terdiri dari 1460 panel yang masing-masing mempunyai lebar 2 meter. Luas seluruh dinding candi adalah 2500 meter persegi dan di luarnya tertempel relief-relief yang berjumlah 1212. Jumlah Stupa (Patung Buddha) yang berada si kompleks borobudur adalah 504. Sebanyak 72 Stupa mempunyai bentuk lonceng ajaib. Sementara Stuppa terbesar terletak di puncak Candi Borobudur.

Gambar Stupa Candi Borobudur
Stupa Candi Borobudur

Sejarah Candi Borobudur memang sampai saat ini masih menyimpan berbagi misteri yang belum terpecahkan. Saat para ilmuan menggambar denah candi borobudur, mereka menemukan pola-pola aneh yang mengarah pada fungsi borobudur. Berikut hasil penelitian sejarah pada bentuk dan bangunan fungsi Candi Borobudur:

Sebagai Jarum Jam yaitu jarum jam diilustrasikan bayangan stupa yang besar dan jatuh tepat di stupa lantai bawah. Namun menurut penelitian sejarah lain menghasilkan hasil lain bahwa jam pada candi ini menunjukan tanda kapan masa bercocok tanam atau masa panen rakyat di sekitar Candi Borobudur.

Demikian Penjelasan lengkap tentang Sejarah Candi Borobudur dan Harga Tiket Masuk Candi Borobudur. Semoga Setelah membaca artikel ini kita lebih menghargai warisan budaya Indonesia dan Bangga dengan bangunan-bangunan sejarah di Indonesia.

Klik Pengetahuan, Situs Pengetahuan Umum dan Materi Pelajaran Terlengkap

90 Fakta Sejarah PKI di Indonesia Lengkap dengan Tanggal Kejadian

Sejarah Partai Komunis Indonesia (PKI) bisa dibilang sejarah terburuk yang pernah terjadi. Pada masa itu banyak orang tak berdosa dibantai secara masal. Meski sampai saat ini PKI masih menjadi perdebatan di masyarakat sampai saat ini, namun jangan pernah kalian melupakan sejarah!

Kejadian G30S/PKI merupakan kasus pelanggaran HAM berat yang pernah terjadi di Indonesia. Hal ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus ini. Akan tetapi yang terjadi saat ini seolah-olah kasus ini hilang ditelan masa.

Hasilnya dapat kita lihat sendiri kasus PKI seolah menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja. Bibit-bibit komunis mulai terdengar di masyarakat, bahkan tak sedikit siswa sekolah mengidolakan mereka. Ironis sekali bangsa ini, semoga kita berharap hal yang baik bisa terjadi untuk menyelesaikan pro kontra PKI ini.

sejarah PKI
Ironisnya banyak rakyat tak paham seberapa besar dosa PKI terhadap bangsa Indonesia

Sejarah Partai Komunis Indonesia

Pada materi kali ini saya akan memberikan informasi berupa fakta sejarah tentang perjalanan Partai Komunis Indonesia (PKI) berserta tanggal kejadiannya. Dari semua itu ada 3 peristiwa penting yang saya garis bawahi yaitu:

1. Sejarah PKI tanggal 17 September 1948 

Pada tanggal tersebut PKI menculik para Kyai Pesantren Takeran di Magetan Jawa Timur. KH Sulaiman Zuhdi Affandi diculik dan diperlakukan dengan keji oleh PKI serta dikubur hidup-hidup di sumur pembantaian Desa Koco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Di dalam bekas sumur tersebut ditemukan 108 kerangka jenazah korban manusia akibat ulah PKI. Tidak hanya itu,  ratusan orang ditangkap dan dibantai PKI di Pabrik Gula Gorang Gareng.

2. Sejarah PKI tanggal 8 – 11 September 1957

Pada tanggal 8-11 seluruh ulama di Indonesia mengadakan kongres penting dalam langkah penumpasan ideologi komunis. Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia dilaksanakan di Palembang, Sumatera Selatan yang membahas mengharamkan ideologi Komunis.

3. Tanggal 13 Januari 1965

Pada tanggal 13 Januari ada peristiwa penting yang menjadi bukti kedua organisasi PKI yaitu Pemuda Rakyat dan Barisan Tani Indonesia. Dua sayap PKI ini menyerang dan menyiksa peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri. Mereka juga melecehkan pelajar wanita, merampas Mush-haf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya.

Namun sungguh ironis masyarakat Indonesia saat ini, banyak orang sibuk dengan urusan masing-masing, demo ini demo itu seolah pemerintahan ini kacau. Padahal jika kita melihat sejarah seharusnya kita mengaca pada sejarah bahwa persatuan dan kesatuan NKRI lebih penting dari itu semua. (Terlepas dari isu agama akhir-akhir ini, hal itu berbeda topik dengan yang kita bahas).

Sejarah awal PKI berdiri sebagai sebuah partai di tahun 1948 dan 1965. Pada masa itu mereka mencoba merampas kedaulatan negara ini dengan cara yang brutal, membantai, menyembelih dan mengubur hidup-hidup siapa saja yang dianggap menghalangi upaya mengkomuniskan Indonesia. 

Mungkin saat ini yang kita ketahui gerakan PKI terjadi pada 30 September yang sering kita kenal dengan nama G30S/PKI. Namun pada saat itu ternyata dari awal berdiri mereka terus berusah merampas kedaulatan negara kita. Saya akan menjelaskan perjalanan PKI di Indonesia dari tanggal ke tanggal agar kalian lebih mengenal fakta sejarah tentang PKI di Indonesia.

Jas Merah, Jangan sekali-kali melupakan Sejarah! (Bung Karno)

Fakta Sejarah Kekejaman PKI Di Indonesia

  1. 8 Oktober 1945 (#FaktaPKI) : Gerakan Bawah Tanah PKI membentuk API (Angkatan Pemuda Indonesia) dan AMRI (Angkatan Muda Republik Indonesia).
  2. Pertengahan Oktober 1945 (#FaktaPKI) : AMRI Slawi pimpinan Sakirman dan AMRI Talang pimpinan Kutil menteror, menangkap dan membunuh sejumlah pejabat pemerintah di Tegal.
  3. 17 Oktober 1945 (#FaktaPKI) : Tokoh Komunis Banten Ce’ Mamat yang terpilih sebagai Ketua KNI (Komite Nasional Indonesia) membentuk DPRS (Dewan Pemerintahan Rakyat Serang) dan merebut pemerintahan Keresidenan Banten melalui teror dengan kekuatan massanya.
  4. 18 Oktober 1945 (#FaktaPKI) : Badan Direktorium Dewan Pusat yang dipimpin Tokoh Komunis Tangerang, Ahmad Khoirun, membentuk laskar yang diberi nama Ubel-Ubel dan mengambil alih kekuasaan pemerintahan Tangerang dari Bupati Agus Padmanegara.
  5. 21 Oktober 1945 (#FaktaPKI) : PKI dibangun kembali secara terbuka. 
    sejarah PKI
    Kongres PKI ke 5
  6. 4 November 1945 (#FaktaPKI) : API dan AMRI menyerbu Kantor Pemda Tegal dan Markas TKR, tapi gagal. Lalu membentuk Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah untuk merebut kekuasaan di Keresidenan Pekalongan yang meliputi Brebes, Tegal dan Pemalang.
  7. 9 Desember 1945 (#FaktaPKI) : PKI Banten pimpinan Ce’ Mamat menculik dan membunuh Bupati Lebak, R. Hardiwinangun, di Jembatan Sungai Cimancak.
  8. 12 Desember 1945 (#FaktaPKI) : Ubel-Ubel Mauk yang dinamakan Laskar Hitam di bawah pimpinan Usman membunuh Tokoh Nasional Oto Iskandar Dinata.
  9. 12 Februari 1946 (#FaktaPKI) : PKI Cirebon di bawah pimpinan Mr.Yoesoef dan Mr.Soeprapto membentuk Laskar Merah merebut kekuasaan Kota Cirebon dan melucuti TRI.
  10. 14 Februari 1946 (#FaktaPKI) : TRI merebut kembali Kota Cirebon dari PKI.
  11. 3 – 9 Maret 1946 (#FaktaPKI) : PKI Langkat – Sumatera di bawah pimpinan Usman Parinduri dan Marwan dengan gerakan massa atas nama revolusi sosial menyerbu Istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura dan membunuh Sultan bersama keluarganya serta menjarah harta kekayaannya.
  12. Tahun 1947 (#FaktaPKI): Kader PKI Amir Syarifuddin Harahap berhasil jadi PM Republik Indonesia dan membentuk kabinet.
  13. 17 Januari 1948 (#FaktaPKI) : PM Amir Syarifuddin Harahap menggelar Perjanjian Renville dengan Belanda.
  14. 23 Januari 1948 (#FaktaPKI): Presiden Soekarno membubarkan Kabinet PM Amir Syarifuddin Harahap dan menunjuk Wapres M Hatta untuk membentuk Kabinet baru.
  15. Januari 1948 (#FaktaPKI) : PKI membentuk FDR (Front Demokrasi Rakyat) yang dipimpin oleh Amir Syarifuddin untuk beroposisi terhadap Kabinet Hatta.
  16. 29 Mei 1948 (#FaktaPKI) : M. Hatta melakukan ReRa (Reorganisasi dan Rasionalisasi) terhadap TNI dan PNS untuk membersihkannya dari unsur-unsur PKI.
  17. Mei 1948 (#FaktaPKI) : Muso pulang kembali dari Moskow – Rusia setelah 12 (dua belas) tahun tinggal disana.
  18. 23 Juni – 18 Juli 1948 (#FaktaPKI) : PKI Klaten melalui SARBUPRI (Serikat Buruh Perkebunan Republik Indonesia) melakukan pemogokan massal untuk merongrong pemerintah RI.
  19. 11 Agustus 1948 (#FaktaPKI): Muso memimpin FDR / PKI dan merekonstruksi Politbiro PKI, termasuk DN. Aidit, MH Lukman dan Nyoto.
  20. 13 Agustus 1948 (#FaktaPKI) : Muso bertemu dengan Presiden Soekarno dan diminta untuk memperkuat Perjuangan Revolusi, namun dijawab bahwa dia pulang untuk menertibkan keadaan, yaitu untuk membangun dan memajukan FDR / PKI.
  21. 19 Agustus 1948 (#FaktaPKI) : PKI Surakarta membuat KERUSUHAN membakar pameran HUT RI ke-3 di Sriwedari – Surakarta, Jawa Tengah.
  22. 26 – 27 Agustus 1948 (#FaktaPKI) : Konferensi PKI .
  23. 31 Agustus 1948 (#FaktaPKI) : FDR dibubarkan, lalu Partai Buruh dan Partai Sosialis berfusi ke PKI.
  24. 5 September 1948 (#FaktaPKI) : Muso dan PKI nya menyerukan RI agar berkiblat ke UNI SOVIET.
  25. 10 September 1948 (#FaktaPKI): Gubernur Jawa Timur RM Ario Soerjo dan dua perwira polisi dicegat massa PKI di Kedunggalar – Ngawi dan dibunuh, serta jenazahnya dibuang di dalam hutan.
  26. Pertengahan September 1948 (#FaktaPKI) : Dr. Moewardi yang bertugas di Rumah Sakit Solo dan sering menentang PKI diculik dan dibunuh oleh PKI, begitu juga Kol. Marhadi diculik dan dibunuh oleh PKI di Madiun, kini namanya jadi nama Monumen di alun-alun Kota Madiun.
  27. 13 September 1948 (#FaktaPKI) : Bentrok antara TNI pro pemerintah dengan unsur TNI pro PKI di Solo.
  28. 17 September 1948 (#FaktaPKI) : PKI menculik para Kyai Pesantren Takeran di Magetan. KH Sulaiman Zuhdi Affandi digelandang secara keji oleh PKI dan dikubur hidup-hidup di sumur pembantaian Desa Koco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Di sumur tersebut ditemukan 108 (seratus delapan) kerangka jenazah korban kebiadaban PKI. Selain itu, ratusan orang ditangkap dan dibantai PKI di Pabrik Gula Gorang Gareng.
  29. 18 September 1948 (#FaktaPKI) : Kolonel Djokosujono dan Sumarsono mendeklarasikan "NEGARA REPUBLIK SOVIET INDONESIA" dengan Muso sebagai Presiden dan Amir Syarifoeddin Harahap sebagai Perdana Menteri.
  30. 19 September 1948 (#FaktaPKI) : Soekarno menyerukan rakyat Indonesia untuk memilih Muso atau Soekarno–Hatta. Akhirnya, Pecah perang di Madiun : Divisi I Siliwiangi pimpinan Kol. Soengkono menyerang PKI dari Timur dan Divisi II pimpinan Kol.Gatot Soebroto menyerang PKI dari Barat.
  31. 19 September 1948 (#FaktaPKI) : PKI merebut Madiun, lalu menguasai Magetan, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Ngawi, Purwantoro, Sukoharjo, Wonogiri, Purwodadi, Kudus, Pati, Blora, Rembang dan Cepu serta kota-kota lainnya.
  32. 20 September 1948 (#FaktaPKI) : PKI Madiun menangkap 20 orang polisi dan menyiksa serta membantainya.
  33. 21 September 1948 (#faktaPKI): PKI Blitar menculik dan menyembelih Bupati Blora Mr. Iskandar dan Camat Margorojo – Pati Oetoro, bersama tiga orang lainnya yaitu Dr.Susanto, Abu Umar dan Gunandar, lalu jenazahnya dibuang ke sumur di Dukuh Pohrendeng Desa Kedungringin Kecamatan Tujungan Kabupaten Blora.
  34. 18 – 21 September 1948 (#faktaPKI): PKI menciptakan 2 (Dua) Ladang Pembantaian / Killing Fields dan 7 (Tujuh) Sumur Neraka di MAGETAN untuk membuang semua jenazah korban yang mereka siksa dan bantai : a. Ladang Pembantaian Pabrik Gula Gorang Gareng di Desa Geni Langit. b. Ladang Pembantaian Alas Tuwa di Desa Geni Langit. c. Sumur Neraka Desa Dijenan Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Magetan. d. Sumur Neraka Desa Soco I Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan. e. Sumur Neraka Desa Soco II Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan. f. Sumur Neraka Desa Cigrok Kecamatan Kenongomulyo Kabupaten Magetan. g. Sumur Neraka Desa Pojok Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan. h. Sumur Neraka Desa Bogem Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan. i. Sumur Neraka Desa Batokan Kecamatan Banjarejo Kabupaten Magetan.
  35. 30 September 1948 (#faktaPKI): Panglima Besar Sudirman mengumumkan bahwa tentara pemerintah RI berhasil merebut dan menguasai kembali Madiun. Namun Tentara PKI yang lari dari Madiun memasuki Desa Kresek Kecamatan Wungu Kabupaten Dungus dan membantai semua tawanan yang terdiri dari TNI, Polisi, pejabat pemerintah, Tokoh Masyarakat dan Ulama serta Santri.
  36. 4 Oktober 1948 (#faktaPKI): PKI membantai sedikitnya 212 tawanan di ruangan bekas Laboratorium dan gudang dinamit di Tirtomulyo Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
  37. 30 Oktober 1948 (#faktaPKI): Para Pimpinan Pemberontakan PKI di Madiun ditangkap dan dihukum mati, seperti Muso, Amir Syarifuddin, Suripno, Djokosujono, Maruto Darusman, Sajogo, dan lainnya.
  38. 31 Oktober 1948 (#faktaPKI): Muso dieksekusi di Desa Niten Kecamatan Sumorejo Kabupaten Ponorogo. Sedang MH Lukman dan Nyoto pergi ke pengasingan di Republik Rakyat China (RRC).
  39. Akhir November 1948 (#faktaPKI): seluruh pimpinan PKI Muso berhasil dibunuh atau ditangkap, dan seluruh daerah yang semula dikuasai PKI berhasil direbut, antara lain: Ponorogo, Magetan, Pacitan, Purwodadi, Cepu, Blora, Pati, Kudus, dan lainnya.
  40. 19 Desember 1948 (#faktaPKI): Agresi Militer Belanda kedua ke Yogyakarta.
  41. Tahun 1949 (#faktaPKI): PKI tetap tidak dilarang, sehingga tahun 1949 dilakukan rekontruksi PKI dan tetap tumbuh berkembang hingga tahun 1965. 
    sejarah PKI
    Partai Komunis Indonesia
  42. Awal Januari 1950 (#faktaPKI): Pemerintah RI dengan disaksikan puluhan ribu masyarakat yang datang dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek, melakukan pembongkaran 7 (Tujuh) Sumur Neraka PKI dan mengidentifikasi para korban. Di Sumur Neraka Soco I ditemukan 108 kerangka mayat yang 68 dikenali dan 40 tidak dikenali, sedang di Sumur Neraka Soco II ditemukan 21 kerangka mayat yang semuanya berhasil diidentifikasi. Para korban berasal dari berbagai kalangan Ulama dan Umara serta Tokoh Masyarakat.
  43. Tahun 1950 (#faktaPKI): PKI memulai kembali kegiatan penerbitan Harian Rakyat dan Bintang Merah.
  44. 6 Agustus 1951 (#faktaPKI): Gerombolan Eteh dari PKI menyerbu Asrama Brimob di Tanjung Priok dan merampas semua senjata api yang ada.
  45. Tahun 1951 (#faktaPKI): Dipa Nusantara Aidit memimpin PKI sebagai Partai Nasionalis yang sepenuhnya mendukung Presiden Soekarno sehingga disukai Soekarno, lalu Lukman dan Nyoto pun kembali dari pengasingan untuk membantu DN Aidit membangun kembali PKI.
  46. Tahun 1955 (#faktaPKI): PKI ikut Pemilu pertama di Indonesia dan berhasil masuk empat Besar setelah MASYUMI, PNI dan NU.
  47. 8 – 11 September 1957 (#faktaPKI): Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia di Palembang – Sumatera Selatan mengharamkan ideologi Komunis dan mendesak Presiden Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Pelarangan PKI dan semua mantel organisasinya, tapi ditolak oleh Soekarno.
  48. Tahun 1958 (#faktaPKI): Kedekatan Soekarno dengan PKI mendorong Kelompok Anti PKI di Sumatera dan Sulawesi melakukan koreksi hingga melakukan pemberontakan terhadap Soekarno. Saat itu MASYUMI dituduh terlibat, karena Masyumi merupakan MUSUH BESAR PKI.
  49. 15 Februari 1958 (#faktaPKI): Para pemberontak di Sumatera dan Sulawesi mendeklarasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), namun pemberontakkan ini berhasil dikalahkan dan dipadamkan.
  50. 11 Juli 1958 (#faktaPKI): DN Aidit dan Rewang mewakili PKI ikut Kongres Partai Persatuan Sosialis Jerman di Berlin.
  51. Agustus 1959 (#faktaPKI): TNI berusaha menggagalkan Kongres PKI, namun kongres tersebut tetap berjalan karena ditangani sendiri oleh Presiden Soekarno.
  52. Tahun 1960 (#faktaPKI): Soekarno meluncurkan slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yang didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dengan demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.
  53. 17 Agustus 1960 (#faktaPKI): Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustuts 1960 tentang PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia) dengan dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM.
  54. Pertengahan Tahun 1960 (#faktaPKI): Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dengan keanggotaan mencapai 2 (dua) juta orang.
  55. Maret 1962 (#faktaPKI): PKI resmi masuk dalam pemerintahan Soekarno, DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat.
  56. April 1962 (#faktaPKI): Kongres PKI.
  57. Tahun 1963 (#faktaPKI): PKI memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dengan Malaysia, dan mengusulkan dibentuknya Angkatan Kelima yang terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara” melawan Malaysia.
  58. 10 Juli 1963 (#faktaPKI): Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 ter 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.
  59. Tahun 1963 (#faktaPKI): Atas desakan dan tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain (#faktaPKI): KH. Buya Hamka, KH.Yunan Helmi Nasution, KH. Isa Anshari, KH. Mukhtar Ghazali, KH. EZ. Muttaqien, KH. Soleh Iskandar, KH. Ghazali Sahlan dan KH. Dalari Umar.
  60. Desember 1964 (#faktaPKI): Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yang didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.
  61. 6 Januari 1965 (#faktaPKI): Atas desakan dan tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1 / KOTI / 1965 ter 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah memfitnah PKI.
  62. 13 Januari 1965 (#faktaPKI): Dua sayap PKI yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) menyerang dan menyiksa peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan pelajar wanitanya, dan juga merampas sejumlah Mush-haf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya.
  63. Awal Tahun 1965 (#faktaPKI): PKI dengan 3 juta anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI memiliki banyak Ormas, antara lain (#faktaPKI): SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat) dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).
  64. 14 Mei 1965 (#faktaPKI): Tiga sayap organisasi PKI yaitu PR, BTI dan GERWANI merebut perkebunan negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dengan menangkap dan menyiksa serta membunuh Pelda Sodjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.
  65. Juli 1965 (#faktaPKI): PKI menggelar pelatihan militer untuk 2000 anggotanya di Pangkalan Udara Halim dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara”, dan dibantu oleh unsur TNI Angkatan Udara.
  66. 21 September 1965 (#faktaPKI): Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 ter 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.
  67. 30 September 1965 Pagi (#faktaPKI): Ormas PKI Pemuda Rakjat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.
  68. 30 September 1965 Malam (#faktaPKI): Terjadi Gerakan G30S / PKI atau disebut juga GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh) (#faktaPKI):a. PKI menculik dan membunuh 6 (enam) Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayatnya ke dalam sumur di LUBANG BUAYA – Halim, mereka adalah (#faktaPKI): Jenderal Ahmad Yani, Letjen R.Suprapto, Letjen MT Haryono, Letjen S. Parman, Mayjen Panjaitan dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo. b. PKI juga menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution. c. PKI pun membunuh AIP KS Tubun seorang Ajun Inspektur Polisi yang sedang bertugas menjaga rumah kediaman Wakil PM Dr. J. Leimena yang bersebelahan dengan rumah Jenderal AH Nasution. d. PKI juga menembak putri bungsu Jenderal AH Nasution yang baru berusia 5 (lima) tahun, Ade Irma Suryani Nasution, yang berusaha menjadi perisai ayahandanya dari tembakan PKI, kemudian ia terluka tembak dan akhirnya wafat pada  6 Oktober 1965. e. G30S / PKI dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yang membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu (#faktaPKI): Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan Pasukan Pringgondani dipimpin Mayor Udara Sujono, serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi. f. Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah perwira ABRI / TNI dari berbagai angkatan, antara lain (#faktaPKI): – Angkatan Darat (#faktaPKI): Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo dan Kolonel Infantri A. Latief. – Angkatan Laut (#faktaPKI): Mayor KKO Pramuko Sudarno, Letkol Laut Ranu Sunardi dan Komodor Laut Soenardi. – Angakatan Udara (#faktaPKI): Men / Pangau Laksyda Udara Omar Dhani, Letkol Udara Heru Atmodjo dan Mayor Udara Sujono. – Kepolisian (#faktaPKI): Brigjen Pol. Soetarto, Kombes Pol. Imam Supoyo dan AKBP Anwas Tanuamidjaja. 
    sejarah PKI
    Demonstrasi G30S/PKI
  69. 1 Oktober 1965 (#faktaPKI): PKI di Yogyakarta juga membunuh Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono. Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuknya DEWAN REVOLUSI baru yang telah mengambil alih kekuasaan.
  70.  2 Oktober 1965 (#faktaPKI): Soeharto mnegambil alih kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut pangkalan udara Halim dari PKI.
  71.  6 Oktober 1965 (#faktaPKI): Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.
  72.  13 Oktober 1965 (#faktaPKI): Ormas Anshor NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di seluruh Jawa.
  73.  18 Oktober 1965 (#faktaPKI): PKI menyamar sebagai Anshor Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan Gambiran, lalu mengundang Anshor Kecamatan Muncar untuk pengajian. Saat Pemuda Anshor Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yang menyamar sebagai Fatayat NU, lalu mereka diracuni, setelah keracunan mereka dibantai oleh PKI dan jenazahnya dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa / Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshor yang dibantai, dan ada beberapa pemuda yang selamat dan melarikan diri, sehingga menjadi saksi mata peristiwa. Persitiwa tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.
  74.  19 Oktober 1965 (#faktaPKI): Anshor NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.
  75.  11 November 1965 (#faktaPKI): PNI dan PKI bentrok di Bali.
  76.  22 November 1965 (#faktaPKI): DN Aidit ditangkap dan diadili serta dihukum mati.
  77. Bulan Desember 1965 (#faktaPKI): Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI.
  78.  11 Maret 1965 (#faktaPKI): Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yang memberi wewenang penuh kepada Soeharto untuk mengambil langkah pengamanan Negara RI.
  79.  12 Maret 1965 (#faktaPKI): Soeharto melarang secara resmi PKI.
  80. Bulan April 1965 (#faktaPKI): Soeharto melarang Serikat Buruh Pro PKI yaitu SOBSI.
  81.  13 Februari 1966 (#faktaPKI): Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidatonya di muka Front Nasional di Senayan mengatakan (#faktaPKI): ”Di Indonesia ini tidak ada partai yang pengorbanannya terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI…”
  82.  5 Juli 1966 (#faktaPKI): Terbit TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS – RI Jenderal TNI AH Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.
  83. Bulan Desember 1966 (#faktaPKI): Sudisman mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi ditangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1967.
  84. Tahun 1967 (#faktaPKI): Sejumlah kader PKI seperti Rewang, Oloan Hutapea dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di di wilayah terpencil di Selatan Blitar bersama kaum Tani PKI.
  85. Bulan Maret 1968 (#faktaPKI): Kaum Tani PKI di Selatan Blitar menyerang para pemimpin dan kader NU, sehingga 60 (enam puluh) orang NU tewas dibunuh.
  86. Pertengahan 1968 (#faktaPKI): TNI menyerang Blitar dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI.
  87. Dari tahun 1968 s/d 1998 (#faktaPKI): Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasinya dilarang di seluruh Indonesia dengan dasar TAP MPRS No.XXV Tahun 1966.
  88. Dari tahun 1998 s/d 2015 (#faktaPKI): Pasca Reformasi 1998 Pimpinan dan Anggota PKI yang dibebaskan dari penjara, beserta keluarga dan simpatisannya yang masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS, justru menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini mereka meraja-lela melakukan aneka gerakan pemutar balikkan fakta sejarah dan memposisikan PKI sebagai PAHLAWAN pejuang kemerdekaan RI.
Demikian pembahasan kami mengenai Fakta Sejarah PKI di Indonesia, semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan Ingat jangan sekali-kali melupakan Sejarah!
Klik Pengetahuan, Situs Pengetahuan Umum dan Materi Pelajaran Terlengkap

11 Perjanjian Bersejarah di Indonesia dan Penjelasannya

Perjanjian Bersejarah di Indonesia merupakan perjanjian-perjanjian yang mempunyai sejarah dalam usaha memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Perjanjian bersejarah ini mempunyai peran yang sangat penting dalam usaha menjaga kedamaian wilayah Indonesia dari segala bentuk penjajahan. Oleh karena itu saya akan menjelaskan apa saja perjanjian yang bersejarah di Indonesia agar kalian dapat tahu dan mengenalnya.

Konferensi Meja Bundar

Perjanjian Bersejarah di Indonesia

1. Perjanjian Bongaya 

  • Perjanjian bersejarah di Indonesia ini terjadi pada tahun 1666.

  • Perjanjian ini terjadi antara Makasar dengan Voc (Belanda).

  • Isi dari Perjanjian Bongaya adalah Raja Hasanuddin dari Makasar menyerah kepada Belanda (VOC).

2. Perjanjian Jepara

  • Perjanjian bersejarah di Indonesia ini terjadi pada tahun 1676.

  • Perjanjian ini terjadi antara Mataram dengan Belanda (VOC).

  • Isi dari Perjanjian Jepara adalah Raja Mataram Sultan Amangkurat II harus menyerahkan pesisir utara pulau Jawa jika Belanda berhasil menghancurkan pemberontakan Trunojoyo.

3. Perjanjian Gianti

  • Perjanjian bersejarah di Indonesia ini terjadi pada tahun 1755.

  • Perjanjian ini terjadi di lingkup kerajaan Mataram saat ini atas campur tangan belanda untuk melemahkan kekuatan Indonesia.

  • Isi Perjanjian Gianti adalah Kerajaan Mataram dibagi menjadi dua bagian yaitu Surakarta dan Yogyakarta.

4. Perjanjian Salatiga

  • Perjanjian bersejarah di Indonesia ini terjadi pada tahun 1757.

  • Perjanjian ini terjadi di kerajaan Mataram lagi-lagi atas campur tangan Belanda yang berusaha menggembosi persatuan Indonesia sehingga mudah dijajah.

  • Isi Perjanjian Salatiga adalah Daerah Surakarta dibagi menjadi dua bagian yaitu Mangkunegaran dan Kasunanan.

5. Perjanjian Kalijati

  • Perjanjian bersejarah di Indonesia ini terjadi pada tanggal 8 Maret 1942.

  • Perjanjian ini terjadi antara Belanda dan Jepang.

  • Isi Perjanjian Kalijati adalah Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang dan memberikan Indonesia sebagai jajahan Jepang.

6. Perjanjian Linggarjati

  • Perjanjian bersejarah di Indonesia ini terjadi pada tanggal 25 Maret 1947.

  • Perjanjian ini terjadi antara Belanda dengan Indonesia.

  • Isi Perjanjian Linggarjati adalah (1). Belanda mengakui kedaulatan Indonesia atas Sumatera, Jawa, dan Madura. (2). Indonesia dan Belanda akan bekerja sama membentuk Negara Indonesia Serikat (RIS).

7. Perjanjian Renville 

  • Perjanjian yang bersejarah di Indonesia ini terjadi pada tanggal 17 Januari 1948.

  • Perjanjian terjadi antara Indonesia dengan Belanda.

  • Isi dari Perjanjian Renville adalah Republik Indonesia mengakui daerah-daerah yang dikuasai Belanda pada Agresi Militer I menjadi wilayah Belanda.

8. Perjanjian Roem-Royen 

  • Perjanjian bersejarah di Indonesia ini terjadi pada tanggal 7 Mei 1949.

  • Perjanjian ini terjadi antara Indonesia dan Belanda.

  • Isi Perjanjian Roem-Royen adalah (1). Pemerintahan Republik Indonesia akan dikembalikan ke Yogyakarta. (2). Indonesia dan Belanda akan melakukan perundingan lagi dalam Konferensi Meja Bundar (KMB).

9. Perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB)

  • Perjanjian bersejarah di Indonesia ini terjadi pada tanggal 23 Agustus 1949.

  • Merupakan lanjutan dari perjanjian Roem-Royen yang terjadi antara Indonesia dengan Belanda.

  • Isi Perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) adalah (1). Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS) sebagai negara Merdeka. (2). Kedudukan Irian Jaya (Irian Barat) akan diselesaikan setahun setelah pengakuan kedaulatan ini.

10. Perjanjian New York

  • Perjanjian bersejarah di Indonesia ini terjadi pada tanggal 15 Agustus 1962.

  • Perjanjian ini merupakan bentuk perundingan antara Indonesia dan Belanda dalam menyelesaikan Kedudukan Irian Barat.

  • Isi Perjanjian New York adalah (1). Belanda menyerahkan Irian Barat kepada pemerintah Indonesia melalui PBB. (2). Akan diadakan voting atau penentuan pendapat yang dilakukan kepada rakyat Irian Barat.

11. Perjanjian Bangkok 

  • Perjanjian bersejarah di Indonesia ini terjadi pada tanggal 11 Agustus 1966.

  • Perjanjian ini terjadi antara Indonesia dengan Malaysia.

  • Isi Perjanjian Bangkok adalah Pemerintah Indonesia menghentikan konfrontasi atau perselisihan dengan negara Malaysia.

Demikian pembahasan tentang Perjanjian - Perjanjian Bersejarah di Indonesia semoga jelas dan bermanfaat untuk kalian semua. Ikuti terus pembahasan Pengetahuan Umum dan Materi Pelajaran terlengkap bersama Klik Pengetahuan.

Suka dengan Pembahasan Pengetahuan diatas ? Silahkan Share dan Bagikan ! :)

16 Pemberontakan Setelah Indonesia Merdeka Terlengkap

Pemberontakan setelah Indonesia Merdeka adalah pemberontakan yang terjadi di dalam bangsa Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan. Pemberontakan ini terjadi di sejumlah daerah di Indonesia oleh sekelompok rakyat Indonesia. Pada artikel ini saya akan menjelaskan beberapa pemberontakan yang terjadi di Indonesia sehingga kalian semua dapat mengetahuinya.

Pemberontakan PKI
Pemberontakan PKI

Pemberontakan Setelah Indonesia Merdeka

Berikut ini adalah pemberontakan yang terjadi Setelah Indonesia Merdeka :

1. Pemberontakan Madiun 

  • Pemberontakan setelah Indonesia Merdeka ini terjadi pada tanggal 18 September 1948
  • Peristiwa ini dipimpin oleh Moeso yang baru saja kembali dari Moskow.
  • Beliau memproklamasikan Sovyet Republik Indonesia dan merebut kota Madiun, namun mereka dapat berhasil dihentikan oleh TNI.

2. Pemberontakan Kartosuwiryo

  • Pemberontakan setelah Indonesia Merdeka ini terjadi pada tanggal 19 Desember 1948.
  • Pemberontakan ini terjadi di Jawa Barat oleh pasukan Darul Islam dibawah pimpinan Kartosuwiryo.
  • Pada akhirnya mereka dapat dihancurkan oleh pasukan Divisi Siliwangi.

3. Pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) 

  • Pemberontakan setelah Indonesia Merdeka ini terjadi pada tanggal 23 Januari 1950.
  • Pemberontakan yang terjadi di Bandung ini dipimpin oleh Westerling.
  • Mereka memberontak terhadap pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS).
  • Pada akhirnya mereka dapat dihancurkan pada tanggal 24 Januari 1950.

4. Pemberontakan Andi Aziz 

  • Pemberontakan setelah Indonesia Merdeka ini terjadi pada tanggal 5 April 1950.
  • Pemberontakan yang terjadi di Ujungpandang ini dipimpin oleh Andi Aziz.
  • Andi Aziz merupakan bekas KNIL yang pernah memberontak kepada RIS.
  • Pada akhirnya mereka menyerah pada tanggal 26 April 1950.

5.Pemberontakan Republik Maluku Serikat (RMS)

  • Pemberontakan setelah Indonesia Merdeka ini terjadi pada tanggal 1 November 1950.
  • Pemberontakan yang terjadi di Maluku ini dipimpin oleh Soumokil.
  • Pada akhirnya mereka dapat TNI dibawah pimpinan Slamet Riyadi yang gugur pada peristiwa tersebut.

6. Pemberontakan Ibnu Hajar 

  • Pemberontakan setelah Indonesia Merdeka ini terjadi sekitar tahun 1949.
  • Pemberontakan yang terjadi di Kalimantan Selatan ini dipimpin oleh Ibnu Hajar.
  • Pada akhirnya Ibnu Hajar ditangkap pada bulan Desember 1949.

7. Pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah

  • Pemberontakan setelah Indonesia Merdeka ini terjadi pada tahun 1949 sampai tahun 1962.
  • Seperti yang kita ketahui DI (Darul Islam) / TII (Tentara Islam Indonesia) telah dirintis oleh Kartosuwiryo pada pemberontakan di Jawa Barat.
  • Pada pemberontakan kali ini beliau berusaha membentuk negara islam di Indonesia dengan jalan merebut Jawa Tengah.

8. Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan

  • Pemberontakan setelah Indonesia Merdeka ini terjadi pada tahun 1957.
  • Pemberontakan ini dipimpin oleh Kahar Muzakar yang memberontak terhadap Republik Indonesia.
  • Pada akhirnya mereka menyerah pada tanggal 17 Agustus 1957.

9. Pemberontakan DI/TII di Brebes

  • Pemberontakan ini merupakan lanjutan dari pemberontakan yang dilakukan Kartosuwiryo.
  • Pemberontakan yang bertujuan untuk membuat negara islam di Indonesia sangat banyak terjadi setelah kemerdekaan.
  • Pemberontak di Brebes Jawa Tengah ini dipimpin oleh Amir Fatah.

10. Pemberontakan DI/TII Aceh

  • Pemberontakan yang bertujuan mejadikan Indonesia sebagai negara islam kembali lagi terjadi di berbagai daerah.
  • Pada pemberontakan di Aceh ini dipimpin oleh Daud Beureuh.

11. Pemberontakan AMI Kebumen

  • Pemberontakan setelah Indonesia Merdeka ini terjadi di Kebumen Jawa Tengah.
  • Pemberontakan ini dilakukan oleh AMI (Angkatan Muda Islam) yang dipimpin oleh Kiai Somalangu.

12. Pemberontakan Batalyon 246

  • Pemberontakan setelah Indonesia Merdeka ini terjadi di Kudus Jawa Tengah.
  • Pemberontakan militer ini dapat digagalkan oleh Tentara Nasional Indonesia.

13. Pemberontakan MMC di Jawa Tengah

  • MMC merupakan singkatan dari Merapi Merbabu Complek.
  • Kelompok ini berada di lereng gunung Merapi dan Merbabu.
  • Mereka memberontak kepada Republik Indonesia setelah Indonesia Merdeka.

14. Pemberontakan PRRI 

  • Pemberontakan setelah Indonesia Merdeka ini terjadi pada tahun 1958 sampai 1961.
  • Pemberontakan ini terjadi di Sulawesi selama 3 tahun .
  • Pemberontakan dilakukan oleh Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).

15. Pemberontakan Permesta

  • Pemberontakan setelah Indonesia Merdeka ini terjadi pada tahun 1958 sampai 1961.
  • Pemberontakan yang terjadi di Sulawesi ini hampir sama dengan yang pemberontakan PRRI.
  • Kelompok Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) memulai pemberontakan di tahun yang sama dan tempat yang sama dengan pemberontakan PRRI.

16. Pemberontakan G 30 S/PKI

Mungkin ini peristiwa yang sampai saat ini masih menjadi perbincangan seluruh warga negara Indonesia. Terjadi sebuah pembantaian massal pada saat pemberontakan ini. Pada saat itu menurut beberapa sumber yang Klik Pengetahuan kumpulkan pengkhianatan ini dilakukan oleh Dewan Revolusi Indonesia. Dewan Revolusi Indonesia ini dipimpin oleh komandan Batalyon I Kawal Kehormatan Resimen Cakrabirawa yaitu Letkol Untung.

Pada akhirnya PKI beserta ormas-ormas lain dibekukan oleh Pemerintah Indonesia. Ormas-ormas tersebut antara lain :
  • Pemuda Rakyat (PR)

  • Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani)

  • Barisan Tani Indonesia (BTI)

  • Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI)

  • Perhimpunan Mahasiswa Indonesia (Perhim)

  • Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia (IPPI)

  • Himpunan Sarjana Indonesia (HSI)
Demikian pembahasan kami tentang Pemberontakan setelah Indonesia Merdeka semoga jelas dan bermanfaat bagi kita semua.

Merasa Artikel ini Bermanfaat ? silahkan bagikan Share ke teman-teman kalian :)

25 Pahlawan Pergerakan Nasional Indonesia (2)

Pahlawan pergerakan nasional adalah mereka yang sangat berjasa bagi bangsa Indonesia. Pada artikel sebelumnya kita telah membahas nama 25 pahlawan pergerakan nasional Indonesia (1). Kali ini saya akan melanjutkan pembahasan agar kalian mengenal dan mengetahui nama-nama pahlawan yang telah berjasa bagi Indonesia.

Pahlawan Pergerakan Nasional
Pahlawan Pergerakan Nasional

25 Pahlawan Pergerakan Nasional Indonesia (II)

13. Maria Walanda Maramis

  • Lahir di Kema pada tanggal 1 Desember 1872
  • Wafat di kota Manado pada bulan Maret 1924
  • Makam di Maumbi kota Manado

14. KH. Mas Mansyur

  • Lahir di kota Surabaya pada tanggal 25 Juni 1896
  • Wafat di kota Surabaya pada tanggal 25 April 1946
  • Makam di Gipa

15. Muhammad Husni Thamrin 

  • Lahir di kota Jakarta pada tanggal 16 Februari 1894
  • Wafat di Jakarta pada tanggal 11 Januari 1941

16. Prof. Muhammad Yamin SH

  • Lahir di Sawah Lunto pada tanggal 28 Maret 1903
  • Wafat di Jakarta pada tanggal 17 Oktober 1962
  • Makam di Sawah Lunto

17. Haji Oemar Said Cokroaminoto

  • Lahir di kota Madiun pada tahun 1883
  • Merupakan Pendiri Sarekat Islam pada tahun 1912
  • Wafat di kota Surabaya pada tanggal 17 Desember 1934
  • Makam di Taman Makam Pahlawan Kuncen kota Yogyakarta

18. Haji Samanhudi 

  • Lahir di Srandakan pada tahun 1868
  • Merupakan Pendiri dan penggerak Sarekat Dagang Islam pada tahun 1911
  • Wafat di Klaten pada tanggal 28 Desember 1956
  • Makam di Srandakan kota Solo

19. Sukarjo Wiryopranoto

  • Lahir di Cilacap pada tanggal 6 Juni 1903
  • Wafat di New York pada tanggal 23 Oktober 1962
  • Makam di Taman Makam Pahlawan Kalibata kota Jakarta

20. Supeno

  • Lahir pada tanggal 12 Juni 1916
  • Wafat di Nganjuk pada tanggal 24 Februari 1950
  • Makam di Smaki kota Yogyakarta

21. Suryopranoto

  • Lahir di kota Yogyakarta pada tahun 1871
  • Wafat di kota Cimahi pada tanggal 15 Oktober 1959
  • Makam di Kotagede kota Yogyakarta

22. Dr. Sutomo

  • Lahir di kota Nganjuk pada tanggal 30 Juli 1888
  • Merupakan Pendiri Budi Utomo
  • Wafat di kota Surabaya pada tanggal 30 Mei 1938
  • Makam di kota Surabaya

23. Sutan Syahrir

  • Lahir di Padangpanjang pada tanggal 5 Maret 1909
  • Wafat di kota Zurich (Swiss) pada tanggal 9 April 1966
  • Makam di Taman Makam Pahlawan Kalibata kota Jakarta

24. Wage Rudolf Supratman

  • Lahir di kota Jakarta pada tanggal 9 Maret 1903
  • Merupakan Pencipta Lagu Indonesia Raya
  • Wafat di kota Surabaya pada tanggal 17 Agustus 1938
  • Makam di kota Surabaya

25. KH. Zaenal Mustafa

  • Lahir di kota Singaparna pada tahun 1899
  • Wafat di kota Jakarta pada tanggal 28 Maret 1945
  • Makam di Ereveld Ancol kota Jakarta

26. KH. Zainul Arifin 

  • Lahir di Bairus pada tahun 1909
  • Wafat di kota Jakarta pada tanggal 2 Maret 1963
  • Makam di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta

Silahkan beri saran dan kritikan pada komentar jika ada kesalahan, terimakasih :)

Demikian artikel tentang 25 pahlawan pergerakan nasional Indonesia semoga jelas dan bermanfaat bagi kita semua. Jika artikel diatas bermanfaat silahkan bagikan kepada teman kalian agar kita sebagai warga negara dapat mengetahui siapa pahlawan-pahlawan yang telah berjasa untuk Indonesia.

Silahkan ikuti terus pembahasan materi pelajaran dan pengetahuan umum terlengkap bersama Klik Pengetahuan.

25 Nama Pahlawan Pergerakan Nasional Indonesia (1)

Pahlawan pergerakan nasional merupakan pahlawan yang berjasa bagi bangsa Indonesia. Mereka berjuang pada masa pergerakan nasional dimana Indonesia telah berkembang menjadi bangsa yang lebih cerdas. Artinya pada masa itu pemikiran bangsa indonesia sudah beralih dari kedaerahan menjadi lebih dinamis. Silahkan simak baik-baik daftar nama pahlawan pergerakan nasional indonesia dibawah ini !

Pahlawan Pergerakan Nasional
Pahlawan Pergerakan Nasional

Pahlawan - Pahlawan Pergerakan Nasional Indonesia (I)

1. Abdul Muis

  • Lahir di Bukit Tinggi pada tanggal 3 Juli 1883
  • Wafat di kota Bandung tanggal 17 Juni 1959
  • Makam di Tempat Makam Pahlawan Cikutra kota Bandung

2. KH. Abdul Wahid Hasyim 

  • Lahir di Jombang pada tanggal 1 Agustus 1914
  • Wafat di Cimahi pada tanggal 19 April 1953
  • Makam di Tebu Ireng Kota Jombang

3. Haji Agus Salim 

  • Lahir di Kotagedang
  • Wafat di Jakarta pada tanggal 4 November 1954
  • Makam di Taman Makam Pahlawan Kalibata kota Jakarta

4. KH.Ahmad Dahlan 

  • Lahir di kota Yogyakarta tanggal 1 Agustus 1868
  • Pendiri Muhammadiyah pada tahun 1912
  • Wafat di Yogyakarta pada tanggal 23 Februari 1923
  • Makam di Karang Kuncen Kota Yogyakarta

5. Dr. Cipto Mangunkusumo

  • Lahir di Ambarawa pada tahun 1886
  • Merupakan tokoh Tiga Serangkai
  • Pendiri Indische Partij
  • Wafat di Jakarta pada tanggal 8 Maret 1943
  • Makam di Tempat Makam Pahlawan Watuceper Ambarawa

6. Dr. Danudirja Setiabudi 

  • Lahir di Pasuruan pada tanggal 28 Oktober 1879
  • Wafat di Bandung pada tanggal 28 Agustus 1950
  • Makam di Tempat Makam Pahlawan Cikutra kota Bandung

7. Dewi Sartika 

  • Lahir di Kota Bandung pada tanggal 4 Desember 1884
  • Pengikut dan penerus cita-cita Kartini
  • Wafat di Bandung 11 September 1947
  • Makam di Karangayar kota Bandung

8. Haji Fahrudin 

  • Lahir di kota Yogyakarta pada tahun 1890
  • Wafat di kota Yogyakarta pada tanggal 28 Februari 1929
  • Makam di Tempat Makam Pahlawan Kuncen kota Yogyakarta

9. KH. Hasyim Asy'ari

  • Lahir di kota Demak pada tanggal 20 April 1875
  • Pendiri Nahdatul Ulama (NU) pada tahun 1929
  • Wafat di Tebu Ireng pada tanggal 25 Juli 1947
  • Makam di Tebu Ireng kota Jombang

10. H. Ir. Juanda Kartawijaya

  • Lahir di Tasik Malaya pada tanggal 14 Januari 1911
  • Wafat di Jakarta pada tanggal 7 November 1963
  • Makam di Tempat Makam Pahlawan Kalibata kota Jakarta

11. Raden Ajeng Kartini 

  • Lahir di Jepara pada tanggal 21 April 1879
  • Merupakan Pelopor Kemajuan Perempuan Indonesia
  • Bukunya adalah Habis Gelap Terbitlah Terang
  • Wafat di Rembang pada tanggal 17 September 1904
  • Makam di Rembang

12. Ki Hajar Dewantara 

  • Lahir di kota Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1899
  • Merupakan Tokoh Pendidikan Nasional
  • Pendiri Taman Siswa pada tahun 1922
  • Wafat di kota Yogyakarta pada tanggal 28 April 1950
  • Makam di Wijayabrata kota Yogyakarta

13 - 25 silahkan Lanjut ke artikel selanjutnya " 25 Nama Pahlawan Pergerakan Nasional Indonesia (II) "

Demikian artikel pertama tentang Pahlawan Pergerakan Nasional Indonesia semoga menambah pengetahuan teman-teman semua. Merasa artikel ini bermanfaat untuk orang lain ? Silahkan bagikan :)

Daftar Nama Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia adalah seseorang yang telah berjasa untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang pahlawan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Artikel ini bertujuan agar kalian dapat mengetahui dan mengenal siapa saja pahlawan perjuangan kemerdekaan indonesia baik tempat lahir hingga tempat dimakamkan.


Daftar Pahlawan-Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

1. Pangeran Antasari 

Lahir di kota Banjarmasin pada tahun 1809

Masa Perjuangan pada tahun 1859

Wafat di Bayan tanggal 11 Oktober 1862

Dimakamkan di Tempat Makam Pahlawan Banjarmasin

2. Cut Nyak Dhien 

Lahir di Kota Lampung pada tahun 1850

Wafat di Sumedang pada tanggal 6 November 1908

Makam di Gunung Puyuh Kota Sumedang

3. Cut Nyak Mutia

Lahir pada tahun 1870

Wafat di Pasai tanggal 24 Oktober tahun 1910

Makam di Keureuto Kota LhokSukon

4. Sultan Hasanuddin

Lahir di Ujungpandang

Masa Perjuangan tahun 1633 sampai 1669

Wafat di Ujungpandang 12 Juni 1670

Makam di Ketangka kota Ujungpandang

5. Tuanku Imam Bonjol 

Lahir di Pasaman tahun 1772

Masa Perjuangan tahun 1821 sampai tahun 1837

Wafat di Kota Manado

6. Sri Susuhunan Pakubuwono VI

Lahir di Solo tahun 1807

Wafat di Ambon pada tanggal 5 Juli 1849

Makam di Imogiri kota Yogyakarta

7. Kapten Patimura

Lahir di Ambon tanggal 8 Juni 1783

Masa Perjuangan tahun 1817

Wafat di Ambon tanggal 16 Desember 1817

Makam di Laut Maluku

8. Sisingamangaraja XII

Lahir di Bakara tahun 1849

Masa Perjuangan pada tahun 1883 sampai tahun 1907

Wafat pada tanggal 17 Juni 1907

Makam di Tempat Makam Pahlawan Balige

9. Sultan Ageng Tirtayasa

Lahir di Banten tahun 1631

Masa Perjuangan tahun 1651 sampai tahun 1683

Wafat di kota Jakarta pada tahun 1683

Makam di Kasultanan kota Banten

10. Teuku Umar

Lahir di Meulaboh pada tahun 1654

Wafat di Meulaboh

Makam di Mugo kota Aceh

11. Teungku Cik Ditiro

Lahir di Tiro pada tahun 1636

Wafat di BantengAneuk tahun 1891

Makam di Indrapura kota Aceh

12. Untung Suropati

Masa Perjuangan tahun 1685 sampai tahun 1706

Wafat di Bangli tanggal 5 Desember 1706

Makam di Kota Surabaya

Nah itulah beberapa nama Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia semoga dapat menambah pengetahuan teman-teman semua. Ikuti terus pembahasan materi pelajaran dan pengetahuan umum terlengkap bersama Klik Pengetahuan.

Suka dengan artikel diatas ? silahkan bagikan agar teman-teman sekitar kita juga mengetahui pengetahuan diatas :)