Showing posts with label PPKN. Show all posts
Showing posts with label PPKN. Show all posts

90 Fakta Sejarah PKI di Indonesia Lengkap dengan Tanggal Kejadian

Sejarah Partai Komunis Indonesia (PKI) bisa dibilang sejarah terburuk yang pernah terjadi. Pada masa itu banyak orang tak berdosa dibantai secara masal. Meski sampai saat ini PKI masih menjadi perdebatan di masyarakat sampai saat ini, namun jangan pernah kalian melupakan sejarah!

Kejadian G30S/PKI merupakan kasus pelanggaran HAM berat yang pernah terjadi di Indonesia. Hal ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus ini. Akan tetapi yang terjadi saat ini seolah-olah kasus ini hilang ditelan masa.

Hasilnya dapat kita lihat sendiri kasus PKI seolah menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja. Bibit-bibit komunis mulai terdengar di masyarakat, bahkan tak sedikit siswa sekolah mengidolakan mereka. Ironis sekali bangsa ini, semoga kita berharap hal yang baik bisa terjadi untuk menyelesaikan pro kontra PKI ini.

sejarah PKI
Ironisnya banyak rakyat tak paham seberapa besar dosa PKI terhadap bangsa Indonesia

Sejarah Partai Komunis Indonesia

Pada materi kali ini saya akan memberikan informasi berupa fakta sejarah tentang perjalanan Partai Komunis Indonesia (PKI) berserta tanggal kejadiannya. Dari semua itu ada 3 peristiwa penting yang saya garis bawahi yaitu:

1. Sejarah PKI tanggal 17 September 1948 

Pada tanggal tersebut PKI menculik para Kyai Pesantren Takeran di Magetan Jawa Timur. KH Sulaiman Zuhdi Affandi diculik dan diperlakukan dengan keji oleh PKI serta dikubur hidup-hidup di sumur pembantaian Desa Koco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Di dalam bekas sumur tersebut ditemukan 108 kerangka jenazah korban manusia akibat ulah PKI. Tidak hanya itu,  ratusan orang ditangkap dan dibantai PKI di Pabrik Gula Gorang Gareng.

2. Sejarah PKI tanggal 8 – 11 September 1957

Pada tanggal 8-11 seluruh ulama di Indonesia mengadakan kongres penting dalam langkah penumpasan ideologi komunis. Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia dilaksanakan di Palembang, Sumatera Selatan yang membahas mengharamkan ideologi Komunis.

3. Tanggal 13 Januari 1965

Pada tanggal 13 Januari ada peristiwa penting yang menjadi bukti kedua organisasi PKI yaitu Pemuda Rakyat dan Barisan Tani Indonesia. Dua sayap PKI ini menyerang dan menyiksa peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri. Mereka juga melecehkan pelajar wanita, merampas Mush-haf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya.

Namun sungguh ironis masyarakat Indonesia saat ini, banyak orang sibuk dengan urusan masing-masing, demo ini demo itu seolah pemerintahan ini kacau. Padahal jika kita melihat sejarah seharusnya kita mengaca pada sejarah bahwa persatuan dan kesatuan NKRI lebih penting dari itu semua. (Terlepas dari isu agama akhir-akhir ini, hal itu berbeda topik dengan yang kita bahas).

Sejarah awal PKI berdiri sebagai sebuah partai di tahun 1948 dan 1965. Pada masa itu mereka mencoba merampas kedaulatan negara ini dengan cara yang brutal, membantai, menyembelih dan mengubur hidup-hidup siapa saja yang dianggap menghalangi upaya mengkomuniskan Indonesia. 

Mungkin saat ini yang kita ketahui gerakan PKI terjadi pada 30 September yang sering kita kenal dengan nama G30S/PKI. Namun pada saat itu ternyata dari awal berdiri mereka terus berusah merampas kedaulatan negara kita. Saya akan menjelaskan perjalanan PKI di Indonesia dari tanggal ke tanggal agar kalian lebih mengenal fakta sejarah tentang PKI di Indonesia.

Jas Merah, Jangan sekali-kali melupakan Sejarah! (Bung Karno)

Fakta Sejarah Kekejaman PKI Di Indonesia

  1. 8 Oktober 1945 (#FaktaPKI) : Gerakan Bawah Tanah PKI membentuk API (Angkatan Pemuda Indonesia) dan AMRI (Angkatan Muda Republik Indonesia).
  2. Pertengahan Oktober 1945 (#FaktaPKI) : AMRI Slawi pimpinan Sakirman dan AMRI Talang pimpinan Kutil menteror, menangkap dan membunuh sejumlah pejabat pemerintah di Tegal.
  3. 17 Oktober 1945 (#FaktaPKI) : Tokoh Komunis Banten Ce’ Mamat yang terpilih sebagai Ketua KNI (Komite Nasional Indonesia) membentuk DPRS (Dewan Pemerintahan Rakyat Serang) dan merebut pemerintahan Keresidenan Banten melalui teror dengan kekuatan massanya.
  4. 18 Oktober 1945 (#FaktaPKI) : Badan Direktorium Dewan Pusat yang dipimpin Tokoh Komunis Tangerang, Ahmad Khoirun, membentuk laskar yang diberi nama Ubel-Ubel dan mengambil alih kekuasaan pemerintahan Tangerang dari Bupati Agus Padmanegara.
  5. 21 Oktober 1945 (#FaktaPKI) : PKI dibangun kembali secara terbuka. 
    sejarah PKI
    Kongres PKI ke 5
  6. 4 November 1945 (#FaktaPKI) : API dan AMRI menyerbu Kantor Pemda Tegal dan Markas TKR, tapi gagal. Lalu membentuk Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah untuk merebut kekuasaan di Keresidenan Pekalongan yang meliputi Brebes, Tegal dan Pemalang.
  7. 9 Desember 1945 (#FaktaPKI) : PKI Banten pimpinan Ce’ Mamat menculik dan membunuh Bupati Lebak, R. Hardiwinangun, di Jembatan Sungai Cimancak.
  8. 12 Desember 1945 (#FaktaPKI) : Ubel-Ubel Mauk yang dinamakan Laskar Hitam di bawah pimpinan Usman membunuh Tokoh Nasional Oto Iskandar Dinata.
  9. 12 Februari 1946 (#FaktaPKI) : PKI Cirebon di bawah pimpinan Mr.Yoesoef dan Mr.Soeprapto membentuk Laskar Merah merebut kekuasaan Kota Cirebon dan melucuti TRI.
  10. 14 Februari 1946 (#FaktaPKI) : TRI merebut kembali Kota Cirebon dari PKI.
  11. 3 – 9 Maret 1946 (#FaktaPKI) : PKI Langkat – Sumatera di bawah pimpinan Usman Parinduri dan Marwan dengan gerakan massa atas nama revolusi sosial menyerbu Istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura dan membunuh Sultan bersama keluarganya serta menjarah harta kekayaannya.
  12. Tahun 1947 (#FaktaPKI): Kader PKI Amir Syarifuddin Harahap berhasil jadi PM Republik Indonesia dan membentuk kabinet.
  13. 17 Januari 1948 (#FaktaPKI) : PM Amir Syarifuddin Harahap menggelar Perjanjian Renville dengan Belanda.
  14. 23 Januari 1948 (#FaktaPKI): Presiden Soekarno membubarkan Kabinet PM Amir Syarifuddin Harahap dan menunjuk Wapres M Hatta untuk membentuk Kabinet baru.
  15. Januari 1948 (#FaktaPKI) : PKI membentuk FDR (Front Demokrasi Rakyat) yang dipimpin oleh Amir Syarifuddin untuk beroposisi terhadap Kabinet Hatta.
  16. 29 Mei 1948 (#FaktaPKI) : M. Hatta melakukan ReRa (Reorganisasi dan Rasionalisasi) terhadap TNI dan PNS untuk membersihkannya dari unsur-unsur PKI.
  17. Mei 1948 (#FaktaPKI) : Muso pulang kembali dari Moskow – Rusia setelah 12 (dua belas) tahun tinggal disana.
  18. 23 Juni – 18 Juli 1948 (#FaktaPKI) : PKI Klaten melalui SARBUPRI (Serikat Buruh Perkebunan Republik Indonesia) melakukan pemogokan massal untuk merongrong pemerintah RI.
  19. 11 Agustus 1948 (#FaktaPKI): Muso memimpin FDR / PKI dan merekonstruksi Politbiro PKI, termasuk DN. Aidit, MH Lukman dan Nyoto.
  20. 13 Agustus 1948 (#FaktaPKI) : Muso bertemu dengan Presiden Soekarno dan diminta untuk memperkuat Perjuangan Revolusi, namun dijawab bahwa dia pulang untuk menertibkan keadaan, yaitu untuk membangun dan memajukan FDR / PKI.
  21. 19 Agustus 1948 (#FaktaPKI) : PKI Surakarta membuat KERUSUHAN membakar pameran HUT RI ke-3 di Sriwedari – Surakarta, Jawa Tengah.
  22. 26 – 27 Agustus 1948 (#FaktaPKI) : Konferensi PKI .
  23. 31 Agustus 1948 (#FaktaPKI) : FDR dibubarkan, lalu Partai Buruh dan Partai Sosialis berfusi ke PKI.
  24. 5 September 1948 (#FaktaPKI) : Muso dan PKI nya menyerukan RI agar berkiblat ke UNI SOVIET.
  25. 10 September 1948 (#FaktaPKI): Gubernur Jawa Timur RM Ario Soerjo dan dua perwira polisi dicegat massa PKI di Kedunggalar – Ngawi dan dibunuh, serta jenazahnya dibuang di dalam hutan.
  26. Pertengahan September 1948 (#FaktaPKI) : Dr. Moewardi yang bertugas di Rumah Sakit Solo dan sering menentang PKI diculik dan dibunuh oleh PKI, begitu juga Kol. Marhadi diculik dan dibunuh oleh PKI di Madiun, kini namanya jadi nama Monumen di alun-alun Kota Madiun.
  27. 13 September 1948 (#FaktaPKI) : Bentrok antara TNI pro pemerintah dengan unsur TNI pro PKI di Solo.
  28. 17 September 1948 (#FaktaPKI) : PKI menculik para Kyai Pesantren Takeran di Magetan. KH Sulaiman Zuhdi Affandi digelandang secara keji oleh PKI dan dikubur hidup-hidup di sumur pembantaian Desa Koco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Di sumur tersebut ditemukan 108 (seratus delapan) kerangka jenazah korban kebiadaban PKI. Selain itu, ratusan orang ditangkap dan dibantai PKI di Pabrik Gula Gorang Gareng.
  29. 18 September 1948 (#FaktaPKI) : Kolonel Djokosujono dan Sumarsono mendeklarasikan "NEGARA REPUBLIK SOVIET INDONESIA" dengan Muso sebagai Presiden dan Amir Syarifoeddin Harahap sebagai Perdana Menteri.
  30. 19 September 1948 (#FaktaPKI) : Soekarno menyerukan rakyat Indonesia untuk memilih Muso atau Soekarno–Hatta. Akhirnya, Pecah perang di Madiun : Divisi I Siliwiangi pimpinan Kol. Soengkono menyerang PKI dari Timur dan Divisi II pimpinan Kol.Gatot Soebroto menyerang PKI dari Barat.
  31. 19 September 1948 (#FaktaPKI) : PKI merebut Madiun, lalu menguasai Magetan, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Ngawi, Purwantoro, Sukoharjo, Wonogiri, Purwodadi, Kudus, Pati, Blora, Rembang dan Cepu serta kota-kota lainnya.
  32. 20 September 1948 (#FaktaPKI) : PKI Madiun menangkap 20 orang polisi dan menyiksa serta membantainya.
  33. 21 September 1948 (#faktaPKI): PKI Blitar menculik dan menyembelih Bupati Blora Mr. Iskandar dan Camat Margorojo – Pati Oetoro, bersama tiga orang lainnya yaitu Dr.Susanto, Abu Umar dan Gunandar, lalu jenazahnya dibuang ke sumur di Dukuh Pohrendeng Desa Kedungringin Kecamatan Tujungan Kabupaten Blora.
  34. 18 – 21 September 1948 (#faktaPKI): PKI menciptakan 2 (Dua) Ladang Pembantaian / Killing Fields dan 7 (Tujuh) Sumur Neraka di MAGETAN untuk membuang semua jenazah korban yang mereka siksa dan bantai : a. Ladang Pembantaian Pabrik Gula Gorang Gareng di Desa Geni Langit. b. Ladang Pembantaian Alas Tuwa di Desa Geni Langit. c. Sumur Neraka Desa Dijenan Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Magetan. d. Sumur Neraka Desa Soco I Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan. e. Sumur Neraka Desa Soco II Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan. f. Sumur Neraka Desa Cigrok Kecamatan Kenongomulyo Kabupaten Magetan. g. Sumur Neraka Desa Pojok Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan. h. Sumur Neraka Desa Bogem Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan. i. Sumur Neraka Desa Batokan Kecamatan Banjarejo Kabupaten Magetan.
  35. 30 September 1948 (#faktaPKI): Panglima Besar Sudirman mengumumkan bahwa tentara pemerintah RI berhasil merebut dan menguasai kembali Madiun. Namun Tentara PKI yang lari dari Madiun memasuki Desa Kresek Kecamatan Wungu Kabupaten Dungus dan membantai semua tawanan yang terdiri dari TNI, Polisi, pejabat pemerintah, Tokoh Masyarakat dan Ulama serta Santri.
  36. 4 Oktober 1948 (#faktaPKI): PKI membantai sedikitnya 212 tawanan di ruangan bekas Laboratorium dan gudang dinamit di Tirtomulyo Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
  37. 30 Oktober 1948 (#faktaPKI): Para Pimpinan Pemberontakan PKI di Madiun ditangkap dan dihukum mati, seperti Muso, Amir Syarifuddin, Suripno, Djokosujono, Maruto Darusman, Sajogo, dan lainnya.
  38. 31 Oktober 1948 (#faktaPKI): Muso dieksekusi di Desa Niten Kecamatan Sumorejo Kabupaten Ponorogo. Sedang MH Lukman dan Nyoto pergi ke pengasingan di Republik Rakyat China (RRC).
  39. Akhir November 1948 (#faktaPKI): seluruh pimpinan PKI Muso berhasil dibunuh atau ditangkap, dan seluruh daerah yang semula dikuasai PKI berhasil direbut, antara lain: Ponorogo, Magetan, Pacitan, Purwodadi, Cepu, Blora, Pati, Kudus, dan lainnya.
  40. 19 Desember 1948 (#faktaPKI): Agresi Militer Belanda kedua ke Yogyakarta.
  41. Tahun 1949 (#faktaPKI): PKI tetap tidak dilarang, sehingga tahun 1949 dilakukan rekontruksi PKI dan tetap tumbuh berkembang hingga tahun 1965. 
    sejarah PKI
    Partai Komunis Indonesia
  42. Awal Januari 1950 (#faktaPKI): Pemerintah RI dengan disaksikan puluhan ribu masyarakat yang datang dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek, melakukan pembongkaran 7 (Tujuh) Sumur Neraka PKI dan mengidentifikasi para korban. Di Sumur Neraka Soco I ditemukan 108 kerangka mayat yang 68 dikenali dan 40 tidak dikenali, sedang di Sumur Neraka Soco II ditemukan 21 kerangka mayat yang semuanya berhasil diidentifikasi. Para korban berasal dari berbagai kalangan Ulama dan Umara serta Tokoh Masyarakat.
  43. Tahun 1950 (#faktaPKI): PKI memulai kembali kegiatan penerbitan Harian Rakyat dan Bintang Merah.
  44. 6 Agustus 1951 (#faktaPKI): Gerombolan Eteh dari PKI menyerbu Asrama Brimob di Tanjung Priok dan merampas semua senjata api yang ada.
  45. Tahun 1951 (#faktaPKI): Dipa Nusantara Aidit memimpin PKI sebagai Partai Nasionalis yang sepenuhnya mendukung Presiden Soekarno sehingga disukai Soekarno, lalu Lukman dan Nyoto pun kembali dari pengasingan untuk membantu DN Aidit membangun kembali PKI.
  46. Tahun 1955 (#faktaPKI): PKI ikut Pemilu pertama di Indonesia dan berhasil masuk empat Besar setelah MASYUMI, PNI dan NU.
  47. 8 – 11 September 1957 (#faktaPKI): Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia di Palembang – Sumatera Selatan mengharamkan ideologi Komunis dan mendesak Presiden Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Pelarangan PKI dan semua mantel organisasinya, tapi ditolak oleh Soekarno.
  48. Tahun 1958 (#faktaPKI): Kedekatan Soekarno dengan PKI mendorong Kelompok Anti PKI di Sumatera dan Sulawesi melakukan koreksi hingga melakukan pemberontakan terhadap Soekarno. Saat itu MASYUMI dituduh terlibat, karena Masyumi merupakan MUSUH BESAR PKI.
  49. 15 Februari 1958 (#faktaPKI): Para pemberontak di Sumatera dan Sulawesi mendeklarasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), namun pemberontakkan ini berhasil dikalahkan dan dipadamkan.
  50. 11 Juli 1958 (#faktaPKI): DN Aidit dan Rewang mewakili PKI ikut Kongres Partai Persatuan Sosialis Jerman di Berlin.
  51. Agustus 1959 (#faktaPKI): TNI berusaha menggagalkan Kongres PKI, namun kongres tersebut tetap berjalan karena ditangani sendiri oleh Presiden Soekarno.
  52. Tahun 1960 (#faktaPKI): Soekarno meluncurkan slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yang didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dengan demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.
  53. 17 Agustus 1960 (#faktaPKI): Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustuts 1960 tentang PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia) dengan dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM.
  54. Pertengahan Tahun 1960 (#faktaPKI): Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dengan keanggotaan mencapai 2 (dua) juta orang.
  55. Maret 1962 (#faktaPKI): PKI resmi masuk dalam pemerintahan Soekarno, DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat.
  56. April 1962 (#faktaPKI): Kongres PKI.
  57. Tahun 1963 (#faktaPKI): PKI memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dengan Malaysia, dan mengusulkan dibentuknya Angkatan Kelima yang terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara” melawan Malaysia.
  58. 10 Juli 1963 (#faktaPKI): Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 ter 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.
  59. Tahun 1963 (#faktaPKI): Atas desakan dan tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain (#faktaPKI): KH. Buya Hamka, KH.Yunan Helmi Nasution, KH. Isa Anshari, KH. Mukhtar Ghazali, KH. EZ. Muttaqien, KH. Soleh Iskandar, KH. Ghazali Sahlan dan KH. Dalari Umar.
  60. Desember 1964 (#faktaPKI): Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yang didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.
  61. 6 Januari 1965 (#faktaPKI): Atas desakan dan tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1 / KOTI / 1965 ter 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah memfitnah PKI.
  62. 13 Januari 1965 (#faktaPKI): Dua sayap PKI yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) menyerang dan menyiksa peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan pelajar wanitanya, dan juga merampas sejumlah Mush-haf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya.
  63. Awal Tahun 1965 (#faktaPKI): PKI dengan 3 juta anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI memiliki banyak Ormas, antara lain (#faktaPKI): SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat) dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).
  64. 14 Mei 1965 (#faktaPKI): Tiga sayap organisasi PKI yaitu PR, BTI dan GERWANI merebut perkebunan negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dengan menangkap dan menyiksa serta membunuh Pelda Sodjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.
  65. Juli 1965 (#faktaPKI): PKI menggelar pelatihan militer untuk 2000 anggotanya di Pangkalan Udara Halim dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara”, dan dibantu oleh unsur TNI Angkatan Udara.
  66. 21 September 1965 (#faktaPKI): Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 ter 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.
  67. 30 September 1965 Pagi (#faktaPKI): Ormas PKI Pemuda Rakjat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.
  68. 30 September 1965 Malam (#faktaPKI): Terjadi Gerakan G30S / PKI atau disebut juga GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh) (#faktaPKI):a. PKI menculik dan membunuh 6 (enam) Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayatnya ke dalam sumur di LUBANG BUAYA – Halim, mereka adalah (#faktaPKI): Jenderal Ahmad Yani, Letjen R.Suprapto, Letjen MT Haryono, Letjen S. Parman, Mayjen Panjaitan dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo. b. PKI juga menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution. c. PKI pun membunuh AIP KS Tubun seorang Ajun Inspektur Polisi yang sedang bertugas menjaga rumah kediaman Wakil PM Dr. J. Leimena yang bersebelahan dengan rumah Jenderal AH Nasution. d. PKI juga menembak putri bungsu Jenderal AH Nasution yang baru berusia 5 (lima) tahun, Ade Irma Suryani Nasution, yang berusaha menjadi perisai ayahandanya dari tembakan PKI, kemudian ia terluka tembak dan akhirnya wafat pada  6 Oktober 1965. e. G30S / PKI dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yang membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu (#faktaPKI): Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan Pasukan Pringgondani dipimpin Mayor Udara Sujono, serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi. f. Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah perwira ABRI / TNI dari berbagai angkatan, antara lain (#faktaPKI): – Angkatan Darat (#faktaPKI): Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo dan Kolonel Infantri A. Latief. – Angkatan Laut (#faktaPKI): Mayor KKO Pramuko Sudarno, Letkol Laut Ranu Sunardi dan Komodor Laut Soenardi. – Angakatan Udara (#faktaPKI): Men / Pangau Laksyda Udara Omar Dhani, Letkol Udara Heru Atmodjo dan Mayor Udara Sujono. – Kepolisian (#faktaPKI): Brigjen Pol. Soetarto, Kombes Pol. Imam Supoyo dan AKBP Anwas Tanuamidjaja. 
    sejarah PKI
    Demonstrasi G30S/PKI
  69. 1 Oktober 1965 (#faktaPKI): PKI di Yogyakarta juga membunuh Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono. Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuknya DEWAN REVOLUSI baru yang telah mengambil alih kekuasaan.
  70.  2 Oktober 1965 (#faktaPKI): Soeharto mnegambil alih kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut pangkalan udara Halim dari PKI.
  71.  6 Oktober 1965 (#faktaPKI): Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.
  72.  13 Oktober 1965 (#faktaPKI): Ormas Anshor NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di seluruh Jawa.
  73.  18 Oktober 1965 (#faktaPKI): PKI menyamar sebagai Anshor Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan Gambiran, lalu mengundang Anshor Kecamatan Muncar untuk pengajian. Saat Pemuda Anshor Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yang menyamar sebagai Fatayat NU, lalu mereka diracuni, setelah keracunan mereka dibantai oleh PKI dan jenazahnya dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa / Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshor yang dibantai, dan ada beberapa pemuda yang selamat dan melarikan diri, sehingga menjadi saksi mata peristiwa. Persitiwa tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.
  74.  19 Oktober 1965 (#faktaPKI): Anshor NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.
  75.  11 November 1965 (#faktaPKI): PNI dan PKI bentrok di Bali.
  76.  22 November 1965 (#faktaPKI): DN Aidit ditangkap dan diadili serta dihukum mati.
  77. Bulan Desember 1965 (#faktaPKI): Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI.
  78.  11 Maret 1965 (#faktaPKI): Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yang memberi wewenang penuh kepada Soeharto untuk mengambil langkah pengamanan Negara RI.
  79.  12 Maret 1965 (#faktaPKI): Soeharto melarang secara resmi PKI.
  80. Bulan April 1965 (#faktaPKI): Soeharto melarang Serikat Buruh Pro PKI yaitu SOBSI.
  81.  13 Februari 1966 (#faktaPKI): Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidatonya di muka Front Nasional di Senayan mengatakan (#faktaPKI): ”Di Indonesia ini tidak ada partai yang pengorbanannya terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI…”
  82.  5 Juli 1966 (#faktaPKI): Terbit TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS – RI Jenderal TNI AH Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.
  83. Bulan Desember 1966 (#faktaPKI): Sudisman mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi ditangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1967.
  84. Tahun 1967 (#faktaPKI): Sejumlah kader PKI seperti Rewang, Oloan Hutapea dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di di wilayah terpencil di Selatan Blitar bersama kaum Tani PKI.
  85. Bulan Maret 1968 (#faktaPKI): Kaum Tani PKI di Selatan Blitar menyerang para pemimpin dan kader NU, sehingga 60 (enam puluh) orang NU tewas dibunuh.
  86. Pertengahan 1968 (#faktaPKI): TNI menyerang Blitar dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI.
  87. Dari tahun 1968 s/d 1998 (#faktaPKI): Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasinya dilarang di seluruh Indonesia dengan dasar TAP MPRS No.XXV Tahun 1966.
  88. Dari tahun 1998 s/d 2015 (#faktaPKI): Pasca Reformasi 1998 Pimpinan dan Anggota PKI yang dibebaskan dari penjara, beserta keluarga dan simpatisannya yang masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS, justru menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini mereka meraja-lela melakukan aneka gerakan pemutar balikkan fakta sejarah dan memposisikan PKI sebagai PAHLAWAN pejuang kemerdekaan RI.
Demikian pembahasan kami mengenai Fakta Sejarah PKI di Indonesia, semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan Ingat jangan sekali-kali melupakan Sejarah!
Klik Pengetahuan, Situs Pengetahuan Umum dan Materi Pelajaran Terlengkap
Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia disertai Gambar Aslinya

Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia disertai Gambar Aslinya

Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia disertai Gambar Aslinya - Perjuangan bangsa indonesia melawan penjajahan sangat patut kita hargai. Berkat para pahlawan sekarang kita saat ini dapat terbebas dari kejamnya penjajah di jaman dulu. Perjuangan bangsa ini ditandai dengan Proklamasi Kemerdekaan yang dilakukan oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Isi Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Proklamasi kemerdekaan Indonesia dilandasi semangat, tekad yang kuat, serta keyakinan penuh dengan dilandasi cita-cita luhur bangsa Indonesia seperti tertera dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak setiap bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.
Kutipan Pembukaan UUD 1945 di atas merupakan landasan dari perjuangan bangsa Indonesia dalam merumuskan proklamasi kemerdekaan. Berikut ini adalah isi dari Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia :

PROKLAMASI

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal yang mengenai perpindahan kekuasaan dll, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Jakarta, 17 agustus 1945

Atas nama bangsa Indonesia

Soekarno/Hatta

Galeri Teks proklamasi kemerdekaan Indonesia :

1. Naskah Konsep Teks Proklamasi Kemerdekaan. Gambar di bawah ini menunjukkan konsep Teks Proklamasi Kemerdekaan, yang semula ditulis di atas secarik kertas oleh Ir. Soekarno. Coretan-coretan yang terdapat dalam gambar menunjukkan sekian banyak pertimbangan sebelum akhirnya tercapai kata sepakat. Peristiwa penyusunan ini akhirnya mencapai kesepakatan tentang isi dan susunan redaksinya pada dini hari tanggal 17 Agustus 1945.
images naskah teks proklamasi kemerdekaan

2. Teks Proklamasi Kemerdekaan Asli. Gambar di bawah ini menunjukan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang otentik atau asli. Teks di dalam gambar ditandatangani oleh Soekarno-Hatta atas nama bangsa indonesia. Pada gambar juga tertera tahun yang tercantum adalah 05, singkatan dari tahun 2605 (tahun Jepang) atau dalam tahun masehi sama dengan 1945.
images teks proklamasi kemerdekaan asli

3. Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan. Gambar dibawah ini menunjukkan Ir. Soekarno di dampingi oleh Drs. Mohammad Hatta sedang membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan. Proklamasi Kemerdekaan ini dilakukan pada hari Jumat 17 Agustus 1945 jam 10 pagi di jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta. (sekarang dinamakan Jalan Proklamasi)
images pembacaan teks proklamasi kemerdekaan indonesia

4. Gambar di bawah ini menunjukkan Upacara pengibaran Sang Saka Merah Putih di halaman gedung Pegangsaan Timur 56 setelah pembacaan Proklamasi Kemerdekaan. Bendera ini dijahit oleh Ibu Fatmawati Soekarno dan dikibarkan setiap tanggal 17 Agustus untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Bendera ini tidak lagi dikibarkan mulai tahun 1968 dan diganti dengan duplikat untuk menjaga Bendera Pusaka agar tidak rusak.
images upacara bendera setelah pembacaan teks proklamasi kemerdekaan

5. Gambar di bawah ini menunjukkan mereka yang hadir dengan khidmat dalam mengikuti jalannya upacara Proklamasi Kemerdekaan. Mereka yang di barisan depan (dari kanan ke kiri) adalah Mr. Latuharhary, Soewirjo, Ibu Fatmawati, Dr. Samsi, dan Ny. S.K. Trimurti. Sedangkan yang berada mereka yang tampak di bagian belakang adalah Mr. A.G Pringgodigdo dan Mr. Soedjono.
images peserta upacara bendera setelah pembacaan teks proklamasi kemerdekaan

Demikian artikel kami tentang Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia disertai dengan galeri peristiwa secara lengkap semoga dapat menambah pengetahuan kalian. Jika Artikel ini bermanfaat silahkan Share kepada teman-teman kalian dan jangan lupa simak pengetahuan-pengetahuan lainya.

Sumber : 30 Tahun Indonesia Merdeka (Cetakan Ketujuh Tahun 1986)

Salam dari kami Klik Pengetahuan, Satu Klik Untuk Kami Seribu Pengetahuan Untuk Kalian.

9 Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) Menurut Para Ahli Terlengkap


9 Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) Menurut Para Ahli Terlengkap - Setiap manusia sejak dilahirkan mempunyai hak asasi yang harus di akui dan dihargai oleh orang lain. Hak Asasi manusia merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang tentunya lebih penting dari hak golongan, hak penguasa, ataupun hak pribadi.

Oleh karena itu kita sebagai manusia harus saling menghargai dan menjaga hak asasi orang lain agar tercipta ketentraman dan kedamaian. Namun dalam kenyataannya banyak hak asasi manusia (HAM) yang dilanggar karena mementingkan kepentingan pribadi maupun penguasa.

Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) Menurut Para Ahli

Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) sendiri telah didefinisikan oleh banyak ahli banyak organisasi dan bahkan kita pun bisa mengartikan sendiri apa itu HAM. Untuk lebih jelasnya saya akan sedikit memberikan gambaran 9 pengertian HAM dari sudut pandang para Ahli.
  1. Austin-Ranney. Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan ruang kebebasan individu yang dirumuskan secara jelas dalam konstitusi dan dijamin pelaksanaannya oleh pemerintah.

  2. A.J.M. Milne. Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak yang dimiliki oleh semua umat manusia di segala masa dan di segala tempat karena keutamaan keberadaannya sebagai manusia.

  3. UU No. 39 Tahun 1999. Menurut Undang-Undang Nomor 39 tahun 1999, Hak Asasi Manusia (HAM) ialah seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Hak itu merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

  4. John Locke. Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak yang diberikan langsung oleh Tuhan sebagai sesuatu yang bersifat kodrati. Artinya, hak yang dimiliki manusia menurut kodratnya tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya, sehingga sifatnya suci.
pengertian Hak Asasi Manusia

  1. David Beetham dan Kevin Boyle. Hak Asasi Manusia (HAM) dan kebebasan-kebebasan fundamental merupakan hak-hak individual yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan serta kapasitas-kapasitas manusia.

  2. C. de Rover. Hak Asasi Manusia (HAM) ialah hak hukum yang dimiliki setiap orang sebagai manusia. Hak - hak tersebut bersifat universal dan dimiliki setiap orang, kaya maupun miskin, laki-laki ataupun perempuan.

  3. Franz Magnis dan Suseno. Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak-hak yang dimiliki manusia bukan karena diberikan kepadanya oleh masyarakat. Jadi bukan karena hukum positif yang berlaku, melainkan berdasarkan martabatnya sebagai manusia.

  4. Miriam Budiardjo. Beliau membatasi pengertian hak asasi manusia sebagai hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan dibawanya bersamaan dengan kelahiran atau kehadirannya di dalam masyarakat.

  5. Oemar Seno Adji. Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada martabat manusia sebagai insan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang sifatnya tidak boleh dilanggar oleh siapapun, dan yang seolah-olah merupakan suatu holy area.
Dari 9 Pengertian HAM diatas saya menyimpulkan bahwa :
HAM adalah semua hak- hak dasar yang kita miliki sejak lahir atau sudah melekat dalam diri kita sejak kita dilahirkan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.
Sebenarnya pengertian HAM sangat mendasar terhadap kehidupan kita. Dari berbagai pengertian HAM yang terdapat di buku ataupun internet semua hampir sama. Yang terpenting sebenarnya bukan hanya mengerti Hak Asasi Manusia (HAM) secara kata akan tetapi mengertilah hak itu sebagai manusia sehingga tidak ada yang namanya penindasan dan pelecehan terhadap sesama kita.

Contoh Kasus Pelanggaran HAM

Semoga penjelasan singkat tentang 9 Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) menurut para ahli diatas dapat sedikit menambah pengetahuan teman-teman. Jika Artikel ini bermanfaat silahkan Share kepada teman-teman kalian dan ikuti terus pengetahuan-pengetahuan lainnya.

Salam dari kami KlikPengetahuan, satu klik untuk kami seribu pengetahuan untuk kalian

10 Fungsi dan Kedudukan Pancasila dalam kehidupan Indonesia

10 Fungsi dan Kedudukan Pancasila dalam kehidupan Indonesia, klikpengetahuan.com. Pancasila mempunyai fungsi dan kedudukan yang sangat luas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Fungsi dan kedudukan itu terus berkembang sesuai tuntutan zaman. Untuk memudahkan pemahaman akan fungsi dan kedudukan Pancasila saya akan menguraikannya secara jelas dan detail pada artikel kali ini. Silahkan simak baik-baik!

pancasila

Fungsi dan Kedudukan Pancasila dalam kehidupan Indonesia

1. Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia

Hal ini mempunyai arti bahwa Pancasila berfungsi dan berperan dalam memberikan gerak atau dinamika serta membimbing ke arah tujuan untuk mewujudkan masyarakat Pancasila.

2. Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia

Hal ini memiliki arti bahwa Pancasila berfungsi dan berperan dalam menunjukkan adanya kepribadian bangsa Indonesia yang dapat dibedakan dengan bangsa lain. Kepribadian itu berupa sikap, tingkah laku, dan perbuatan yang senantiasa selaras, serasi, dan seimbang sesuai dengan penghayatan dan pengamalan sila-sila Pancasila secara bulat dan utuh.

3. Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia

Sebutan ini mengandung arti bahwa Pancasila digunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan ketatanegaraan. Ketatanegaraan ini meliputi bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Pancasila sebagai dasar negara terdapat dalm alinea ke IV Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusional.

4. Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia

Untuk mengatur penyelenggaraan pemerintahan negara diperlukan peraturan perundang-undangan. Semua peraturan perundang-undangan itu harus bersumber pada Pancasila. Hal ini dikarenakan Pancasila mengandung nilai-nilai luhur pilihan bangsa yang telah disepakati dan dirumuskan secara konstitusional dalam Pembukaan UUD 1945.

Ketentuan yang mengatur tentang Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum dapat ditemukan pada Ketetapan MPR No.XX/MPRS/1966, Ketetapan MPR No. V/MPR/1973, dan Ketetapan MPR No. IX/MPR/1978. Menurut ketentuan tersebut yang disebutu sumber dari segala sumber hukum adalah pandangan hidup, kesadaran hukum, dan moral dari seluruh rakyat negara Indonesia.

5. Pancasila sebagai perjanjian luhur

Istilah ini muncul dalam pidato kenegaraan Presiden Soeharto di depan Sidang Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) pada tanggal 16 Agustus 1967. Istilah ini mengandung arti yaitu Pancasila harus kita bela untuk selama-lamanya. Perjanjian luhur yang dimaksud telah dilakukan pada tanggal 18 Agustus 1945. Pada saat itu PPKI menetapkan Pancasila sebagai dasar negara dalam Pembukaan UUD 1945.

6. Pancasila sebagai pandangan hidup yang mempersatukan bangsa Indonesia

Istilah ini muncul untuk menggantikan istilah Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa yang disalahgunakan oleh Aidit sebagai pemimpin Pemberontakan G30S/PKI. Menurut Aidit Pancasila sebagai alat pemersatu sudah kehilangan fungsinya setelah Irian Barat kembali ke Republik Indonesia. Sehingga menurutnya Pancasila bisa digantikan dengan ideologi lain yakni komunisme.

Kita tentu menolak pendapat seperti itu karena Komunisme tidak cocok diterapkan di Indonesia. Ideologi Pancasila memang terbukti ampuh untuk memelihara persatuan dan kesatuan bangsa. Akan tetapi fungsi dan kedudukan Pancasila tidak sekedar sebagai alat melainkan sebagi pandangan hidup yang mempersatukan bangsa Indonesia.

pancasila

7. Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia

Dasar negara Indonesia yakni Pancasila telah dirumuskan dan terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945. Dalam Pembukaan UUD 1945 juga memuat cita-cita dan tujuan nasional ( Alinea II dan Alinea IV). Cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia itu kemudian dijabarkan dalam tujuan pembangunan nasional melalui Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

8. Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

Istilah ini dapat kita jumpai dalam Ketetapan MPR No. II/MPR/1983. Pengetian asas disini meliputi dasar, landasan, pedoman, serta kata lain yang memiliki arti yang sama. Semua organisasi politik dan Golongan Karya, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga-lembaga kemasyarakatan wajib mencantumkan asas ini dalam anggaran dasarnya.

9. Pancasila sebagai moral Pembangunan

Sebutan ini mengandung arti bahwa nilai-nilai luhur Pancasila (di dalam Pembukaan UUD 1945) agar dijadikan tolak ukur dalam melaksanakan pembangunan nasional. Baik dalam tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, maupun dalam tahap evaluasinya.

10. Pembangunan Nasional sebagai pengamalan Pancasila

Dalam uraian sebelumnya disamping sebagai dasar negara Pancasila juga merupakan tujuan nasional bangsa Indonesia. Tujuan ini hanya dapat diwujudkan melalui pembangunan nasional. Dengan kata lain untuk mewujudkan nilai luhur Pancasila harus dilaksanakan pembangunan nasional yang berdasar UUD 1945 dan Pancasila itu sendiri. Hal ini dijabarkan dalam GBHN, Pelita, berbagai proyek, dan seluruh kegiatan pembangunan yang diselenggarakan pemerintah dan rakyat baik di tingkat pusat maupun daerah.

Demikian pembahasan tentang Fungsi dan Kedudukan Pancasila dalam Kehidupan Indonesia semoga jelas dan bermanfaat. Silahkan Share dan ikuti pembahasan materi lain tentang pengetahuan umum dan mata pelajaran terlengkap hanya di Klik Pengetahuan COM.

Pancasila Bersifat Integralistik

Pancasila Bersifat Integralistik  - Pancasila kembali akan saya bahas pada artikel kali ini. Saya akan menguraikan secara lengkap apa itu Pancasila Bersifat Integralistik. Istilah integralistik di Indonesia pertama kali dikemukakan oleh Prof. Soepomo pada saat berbicara dalam sidang pertama BPUPKI. Dalam mengupas tentang dasar-dasar berdirinya suatu negara, beliau memperkenalkan suatu aliran pikiran yang disebut integralistik.

pancasila

Latar Belakang Pancasila Bersifat Integralistik

Sebagai perbandingan, Soepomo menguraikan beberap teori atau paham mengenai dasar negara yaitu:

1. Teori Pertama : Teori perorangan / individualistik yang memandang negara sebagai suatu masyarakat hukum (legal society). Teori ini dibentuk atas dasar kontrak dari seluruh individu dalam masyarakat yang bersangkutan.

2. Teori kedua : Teori golongan / class theory yang memandang negara sebagai alat dari suatu golongan ekonomi yang kuat untuk menindas golongan ekonomi lemah. Untuk melindungi golingan yang tertindas itu, maka perlu adanya revolusi untuk merebut kekuasaan negara dari tangan golongan ekonomi yang kuat.

3. Teori Ketiga : Teori Integralistik yang bersifat kekeluargaan dalam kebersamaan. Menurut teori ini negara didirikan tidak untuk kepentingan perorangan atau golongan. Tetapi untuk seluruh masyarakat negara yang bersangkutan. Negara adalah susunan masyarakat yang integral. Artinya seluruh anggotan-anggota masyarakat saling terkait sehingga membentuk satu kesatuan yang organis.

gambar Pancasila

Pancasila Bersifat Integralistik

Dari ketiga teori diatas merupakan latar belakang munculnya istilah integralisitik yang diungkapkan Soepomo dalam sidang BPUPKI. Menurutnya teori Integralistik adalah aliran pikiran yang paling sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia yang bersifat kekeluargaan (paguyuban). Dengan demikian semangat kekeluargaan dalam kebersamaan ini adalah ciri dari integralistik Indonesia.

Sifat integralistik Indonesia itu juga dapat dijumpai dalam Pancasila. Sebenarnya Pancasila mempunyai sifat integralistik tetapi tidak berarti keduanya sama. Pancasila bersifat integralistik karena mengandung semangat kekeluargaan dalam kebersamaan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kerjasama, gotong royong, memelihara persatuan dan kesatuan, serta musyawarah dan mufakat.

Pengertian integralistik disini bukan merupakan hal yang sama dengan integralistik di Barat. Tetapi pengertian integralistik dari sudut pandang bangsa Indonesia sendiri yang corak kehidupannya bernafaskan kekeluargaan dan kebersamaan. Oleh karena hal tersebut maka munculah istilah Pancasila Sebagai Integralistik.

Demikian Pembahasan tentang Pancasila Bersifat Integralistik semoga dapat menambah pengetahuan teman-teman semua. Jika artikel ini bermanfaat silahkan Share kepada teman kalian dan terus ikuti pembahasn materi pelajaran dan pengetahuan menarik lainnya hanya di Klik Pengetahuan.
Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka - Melanjutkan artikel sebelumnya tentang Pancasila sebagai Ideologi Nasional. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas lebih rinci mengenai Pancasila sebagai Ideologi Terbuka. Hal ini sebenarnya telah diingatkan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 10 November 1986. Pada saat itu beliau dalam acara Pembukaan Penataran Calon Manggal BP-7 Pusat di Istana Bogor. Berikut ini kutipannya :
"Itulah sebabnya, beberapa tahun yang lalu saya kemukakan bahwa Pancasila adalah Ideologi terbuka. Maka kita dalam mengembangkan pemikiran baru yang segar dan kreatif untuk mengamalkan Pancasila dalam menjawab perubahan dan tantangan zaman yang terus bergerak dinamis. Nilai-nilai Pancasila tidak boleh berubah, sedang pelaksanaannya kita sesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan nyata yang kita hadapi dalam tiap kurun waktu."

Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pengertian Ideologi terbuka adalah ideologi yang dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman dan adanya dinamika secara internal. Sumber semangat ideologi terbuka itu, sebenarnya terdapat dalam Penjelasan Umum Undang-Undang Dasar 1945 berikut ini :
"....Terutama bagi negara baru dan negara muda, lebih baik hukum dasar yang tertulis itu hanya memuat aturan-aturan pokok. Sedangkan aturan-aturan yang menyelenggarakan aturan pokok itu diserahkan kepada undang-undang yang lebih mudah cara membuatnya, merubahnya, dan mencabutnya."

Selanjutnya dinyatakan bahwa : " Yang penting dalam pemerintahan dan dalam hidupnya negara ialah semangat para penyelenggara negara dan semangat para pemimpin pemerintahan."
gambar Pancasila


Berdasar beberapa kutipan diatas maka dapat kita cari faktor yang mendorong Pancasila Sebagai Ideoogi Terbuka. Berikut ini faktor-faktor yang mendorong keterbukaan Ideologi Pancasila :
  • Kenyataan dalam proses pembangunan nasional berncana dan dinamika masyarakat yang berkembang sangat cepat.

  • Kenyataan menunjukkan bahwa bangkrutnya ideologi yang tertutup dan beku cenderung meredupkan perkembangan dirinya.

  • Pengalaman sejarah politik kita sendiri pada masa lampau.

  • Tekad kita untuk memperkukuh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional.

Penerapan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Keterbukaan Ideologi Pancasila terutama ditujukan dalam penerapannya yang berbentuk pola pikir yang dinamis dan konseptual dalam dunia modern. Kita mengenal ada tingkat nilai yaitu nilai dasar yang tidak berubah, nilai instrumental sebagai sarana mewujudkan nilai dasar yang dapat berubah sesuai dengan keadaan, dan nilai praktis berupa pelaksanaan secara nyata yang sesungguhnya.

Seperti yang dinyatakan dalam artikel Pancasila Sebagai Ideologi Nasional bahwa Nilai-nilai Pancasila dijabarkan dalam norma-norma dasar yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945. Nilai atau norma dasar yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 ini tidak boleh berubah maupun diubah. Hal ini dikarenakan merupakan hasil dari pilihan bangsa yang disebut kaidah pokok dasar negara yang fundamental. (staatsfundamentalnorm)

Perwujudan atau pelaksanaan nilai-nilai instrumental dan nilai-nilai instrumental dan nilai-nilai praktisharus tetap mengandung jiwa dan semangat yang sama dengan nilai dasarnya. Kebenaran pola pikir seperti itu sesuai dengan sifat ideologi yang memiliki 3 dimensi penting sebagi berikut :

  1. Dimensi realitas adalah nilai-nilai dasar yang terkandung di dalam dirinya. nilai ini bersumber dari nilai riil atau nyata yang hidup dalam masyarakat sehingga tertanam dan berakar di dalam masyarakat.

  2. Dimensi Idealisme adalah nilai yang mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa,dan bernegara. Cita-cita tersebut berisi harapan yang masuk akal dan bisa dilogika.

  3. Dimensi fleksibilitas adalah nilai yang melalui pemikiran baru tentang dirinya. Jadi bisa dikatakan Ideologi ini dapat merefresh, memelihara, dan memperkuat relevansi dari waktu ke waktu.

Disamping semua hal diatas tentunya keterbukaan ideologi Pancasila harus memiliki batasan. Berikut ini batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar dalam keterbukaan ideologi :
  • Stabilitas nasional yang dinamis.

  • Larangan terhadap ideologi Marxisme, Lenisnisme, dan Komunisme.

  • Mencegah berkembangnya paham Liberal.

  • Larangan terhadap pandangan ekstrim yang menggelisahkan kehidupan bermasyarakat.

  • Penciptaan norma yang baru harus melalui konsensus dan pilhan dari semua masyarakat.
Demikian pembahasan mengenai Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka semoga bermanfaat bagi para pembaca. Ikuti terus pembahasan menarik kami tentang materi pelajaran dan pengetahuan umum terlengkap dan bagikan/share agar kami dikenal oleh teman-teman kalian. :)

Pancasila Sebagai Ideologi Nasional

Pancasila Sebagai Ideologi Nasional

Pancasila Sebagai Ideologi Nasional - Ideologi adalah gabungan dari dua kata majemuk "idea" dan "logia". Dua kata ini berasal dari bahasa yunani "eidos" dan "logos". Secara umum ideologi merupakan suatu gagasan yang berdasarkan pemikiran yang sedalam-dalamnya dan merupakan hasil pemikiran falsafah. Ideologi adalah ajaran, doktrin, teori, atau ilmu, yang diyakini kebenarannya. Semua hal itu disusun secara sistematis dan diberi petunjuk pelaksanaan dalam menanggapi dan menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Suatu pandangan hidup akan meningkat menjadi suatu falsafah hidup apabila telah mendapatkan landasan berpikir maupun motivasi yang jelas. Sedangkan kristalisasi dari pandangan hidup ini akan membentuk suatu ideologi. Keterikatan ideologi dengan pandangan hidup akan membendakan ideologi suatu bangsa dengan bangsa lainnya. Kita mengenal berbagai istilah ideologi seperti ideologi negara, ideologi bangsa, dan ideologi nasional.

( Artikel terkait : Pancasila Sebagai Pandangan Hidup )

Ideologi negara khusus dikaitkan khusus dikaitkan dengan pengaturan penyelenggaraan pemerintahan negara. Sedangkan ideologi nasional mencakup ideologi negara dan ideologi yang berhubungan dengan pandangan hidup bangsa. Bagi bangsa Indonesia ideologi nasionalnya tercermin dan terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945.

Pancasila Sebagai Ideologi Nasional

Ideologi nasional bangsa Indonesia yang tercermin dan terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 adalah ideologi perjuangan. Ideologi ini memiliki arti ideologi yang sarat dengan jiwa dan semangat perjuangan bangsa untuk mewujudkan negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

gambar Pancasila

A. Pembukaan UUD 1945 

1. Dalam Alinea I Pembukaan UUD 1945 terkandung motivasi, dasar, dan pembenaran perjuangan.
Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan
2. Alinea II mengandung cita-cita bangsa Indonesia.
Dan perjuangan kemerdekaan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa menghantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur
3. Alinea III memuat petunjuk atau tekad bangsa Indonesia
Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya
4. Alinea IV memuat tugas negara atau tujuan nasional
Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesian dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. kemanusiaan yang adil dan beradab
3. persatuan Indonesia
4. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Pancasila sebagai Ideologi Nasional

Dari Pembukaan UUD 1945 diatas kita dapat mengetahui bahwa pokok-pokok pikiran UUD 1945 dijiwai oleh Pancasila. Setelah itu juga dijabarkan di dalam setiap pasal dan batang tubuh UUD 1945. Ini berarti pokok-pokok pikiran dalam Pembukaan UUD 1945 itu tidak lain adalah Pancasila yang kemudian dijabarkan kedalam Pasal dan Batang Tubuh UUD 1945.

Pembukaan UUD 1945 memenuhi persyaratan sebagai suatu ideologi yang memuat ajaran, doktrin, teori, dan ilmu tentang cita-cita (ide) bangsa Indonesia. Hal ini diyakini kebenarannya dan disusun secara sistematis serta diberi petunjuk pelaksanaannya. Oleh karena itu disebutkan bahwa Pancasila sebagai Ideologi Nasional.

Demikian pembahasan mengenai Pancasila Sebagai Ideologi Nasional semoga bermanfaat. Silahkan bagikan atau Share dan terus ikuti pembahasan materi pelajaran serta pengetahuan umum terlengkap setiap harinya.

Pancasila sebagai Falsafah dan Pandangan Hidup

Pancasila sebagai Pandangan Hidup - Secara etimologis kata falsafah berasal dari bahasa yunani yaitu philosophia. Istilah philosophia berarti cinta akan kebijaksanaan atau kebenaran. Berfalsafah berarti berpikir secara serius dan menyeluruh terhadap sesuatu untuk mencari hakikatnya.

pancasila

Kata dalam kutipan diatas berarti falsafah merupakan ilmu yang paling umum... yang mengandung usaha untuk mencari kebijaksanaan dan cinta akan kebijaksanaan. (Dictionary of philosophy. D.Runes. hal 235)

Pada umumnya terdapat dua pengertian falsafah yaitu falsafah dalam arti proses dan falsafah dalam arti produk. Selain itu juga ada pengertian yang menyebutkan bahwa falsafah sebagai ilmu dan falsafah sebagai pandangan hidup. Demikian juga kita mengenal falsafah dalam arti teoritis dan falsafah dalam arti praktis.

Pancasila Sebagai Pandangan Hidup dan Pancasila sebagai Falsafah

A. Pancasila Sebagai Falsafah

Dalam perbedaan pengertian falsafah diatas, Pancasila dapat digolongkan sebagai falsafah dalam arti produk, sebagai pandangan hidup, dan falsafah dalam arti praktis. Ini berarti falsafah Pancasila mempunyai fungsi dan peranan sebagai pedoman dan pegangan dalam hal kehidupan bermasyarakat maupun sehari-hari bahkan pedoman hidup bangsa Indonesia dimanapun ia berada.

Sebelum seseorang bersikap dan melakukan tindakan terlebih dulu ia harus berpikir sikap dan perbuatan mana yang baik untuk dilakukan. Hasil pemikirannya merupakan suatu keputusan dan keputusan ini disebut nilai. Nilai adalah sifat, keadaan, kualitas dari sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Setiap orang baik secara sadar maupun tidak sadar pasti mempunyai falsafah dan pandangan hidup. Pandangan hidup atau falsafah hidup seseorang adalah kristalisasi nilai-nilai yang diyakini kebenaran, ketepatan, dan kemanfaatannya. Itulah yang kemudian menimbulkan tekad untuk mewujudkan dalam bentuk sikap, perilaku, dan tindakan.

Nilai-nilai Pancasila dijadikan dasar dan motivasi dalam segala sikap dan tindakan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Hal ini bertujuan untuk mencapai tujuan nasional negara Indonesia sebagaimana terkandung dalam pembukaan UUD 1945.

B. Pancasila Sebagai Pandangan Hidup

Pancasila sebagai pandangan hidup merupakan pedoman dan pegangan dalam pembangunan bangsa dan negara. Hal ini bertujuan agar Indonesia dapat berdiri tegap, serta dapat mengetahui arah tujuan dalam mengenal dan memecahkan masalah yang dihadapi bangsa indonesia.

Pancasila sebagai pandangan hidup telah dijabarkan antara lain dalam Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila yang ditetapkan dengan Ketetapan MPR No. II/MPR/1978 pada tanggal 22 Maret 1978. Pada Ketetapan MPR tersebut disebutkan norma-norma yang mengandung nilai Pancasila yang perlu kita hayati dan amalkan secara nyata. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelestarian Pancasila demi terwujudnya tujuan nasional serta cita-cita bangsa sebagimana terdapat pada pembukaan UUD 1945.

Semoga kita yang hidup di jaman modern ini tetap mengetahui bahwa pedoman dan pegangan kita dalam kehidupan bernegara adalah Pancasila. Hal ini bertujuan agar nantinya kita tidak terombang-ambing oleh keadaan apapun termasuk arus globalisasi dan modernisasi yang terus berkembang di Indonesia.

Demikian Pembahasan mengenai Pancasila sebagai Pandangan Hidup semoga menambah pengetahuan kita semua. Silahkan Share dan bagikan artikel ini agar bermanfaat bagi orang banyak. Ikuti pembahasan menarik mengenai materi pelajaran dan pengetahuan umum terlengkap bersama kami Klik Pengetahuan setiap harinya :)
Wawasan Nusantara : Pengertian, Unsur, dan Hal yang Perlu KalianKetahui !

Wawasan Nusantara : Pengertian, Unsur, dan Hal yang Perlu KalianKetahui !

Wawasan Nusantara : Pengertian, Unsur, dan Hal yang Perlu Kalian Ketahui !  - Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang wawasan nusantara secara lengkap. Istilah wawasan nusantara muncul pada masa orde baru disaat pemerintahan saat itu mengungkapkan gagasan tentang hal ini.

Wawasan nusantara merupakan sebuah pandangan atau wawasan dalam pembangunan nasional yang meliputi bidang alamiah. Bidang alamiah terdiri atas letak geografis, kekayaan alam, dan jumlah penduduk, serta aspek sosial yang meliputi politik, sosial, ekonomi, kebudayaan, dan pertahanan.

Simak pembahasan pengetahuan terbaru dan materi pelajaran terlengkap hanya di Klik Pengetahuan :)

Pengertian dan Unsur Wawasan Nusantara

Dari segi bahasa arti kata wawasan mempunyai arti pandangan, tinjauan, atau cara memandang/meninjau. Sementara arti kata nusantara adalah wilayah negara Indonesia (perairan, kepulauan, udara) yang membentang di seluruh wilayah dalam kesatuan yang bulat.

Dari arti kata diatas maka dapat kita simpulkan pengertian dari istilah wawasan nusantara ini. Wawasan Nusantara adalah cara bangsa Indonesia memandang diri serta alam sekitarnya dengan dasar Pancasila dan UUD 1945 untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional.

Selain pengertian di atas ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam wawasan nusantara ini. Hal tersebut adalah unsur - unsur wawasan nusantara sebagai berikut :
  • Kesatuan politik, kesatuan sosial dan budaya, kesatuan ekonomi serta kesatuan pertahanan dan keamanan.

  • Kesatuan wilayah yang terdiri dari wilayah darat, wilayah perairan, dan wilayah udara.

  • Kesatuan manusia Indonesia dengan wilayah Indonesia yang menjadi tempat tinggal.

wawasan nusantara indonesia

Unsur Penting dalam Wawasan Nusantara

Yang perlu kalian ketahui tentang Wawasan Nusantara adalah unsur - unsur yang merupakan kesatuan. Kesatuan yang dimaksud adalah sebagai berikut ini :

1. Kesatuan Politik

Dalam kesatuan politik dapat diartikan sebagai satu kesatuan wilayah dengan segala isi dan kekayaan merupakan milik bersama seluruh rakyat Indonesia. Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, wikayah, dan bahasa daerah harus merasa satu, senasib sepenanggungan, sebangsa dan setanah air dalam mencapai tujuan serta cita negara.

Dengan kesatuan politik diartikan bahwa Pancasila merupakan satu-satunya falsafah dan ideologi negara Indonesia sebagai landasan, arahan, serta bimbingan untuk mecapai tujuan negara. Di dalam hukum kita dinyatakan bahwa seluruh wilayah Indonesia merupakan satu kesatuan hukum yang satu artinya hanya ada satu hukum nasional yang berlaku untuk kepentingan nasional.

2. Kesatuan Sosial Budaya

Dalam hal sosial dan budaya mempunyai arti bahwa masyarakat Indonesia adalah satu. Artinya seluruh aspek masyarakat baik dari keserasian masyarakat, kemajuan masyarakat, dan keselerasan hidup harus merata dan seimbang serta sesuai dengan kemajuan bangsa.

Kesatuan sosial dan budaya mempunyai arti bahwa budaya Indonesia pada hakikatnya adalah satu, sedangkan corak budaya yang beragam menggambarkan kekayaan buday Indonesia. Hal ini dapat menjadi modal dan landasan pembangunan budaya bangsa yang hasilnya dapat dinikmati seluruh warga negara Indonesia.

3. Kesatuan Ekonomi

Dalam hal ekonomi makna kesatuan mempunyai arti kekayaan wilayah nusantara baik yang potensial maupun efektif merupakan modal milik seluruh rakyat Indonesia. Sehingga semua keperluan hidup masyarakat harus tersedia secara merata di seluruh wilayah tanah air.

Kesatuan ekonomi mempunyai arti bahwa tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh wilayah tanpa meninggalkan ciri khas masing - masing daerah. Hal ini bertujuan agar dalam mewujudkan pemerataan ekonomi di berbagai daerah dapat merata di berbagai daerah tanpa mempengaruhi adat dan ciri khas daerah tersebut.

4. Kesatuan Pertahanan dan Keamanan

Pengertian kesatuan pertahanan dan keamanan adalah satu kesatuan pertahanan dan keamanan di seluruh tanah air. Hal ini berarti seluruh ancaman terhadap satu daerah dengan daerah lainnya pada dasarnya merupakan ancaman bagi seluruh bangsa dan negara.

Setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam pembelaan negara dan bangsa sehingga kita harus meningkatkan rasa nasionalisme kita agar Indonesia tetap menjadi bangsa yang merdeka.

Demikian pembahasan kami mengenai wawasan nusantara secara lengkap semoga dapat menambah pengetahuan kalian semua. Jika artikel ini bermanfaat silahkan share dan ikuti terus pembahasan mengenai pengetahuan umum serta materi pelajaran terlengkap kami.

Salam dari kami Klik Pengetahuan, Satu Klik untuk Kami Seribu Pengetahuan untuk Kalian.
Pengertian Identitas Nasional dan Unsur - Unsur Terbentuknya IdentitasNasional

Pengertian Identitas Nasional dan Unsur - Unsur Terbentuknya IdentitasNasional

Pengertian Identitas nasional - Kata Identitas Nasional tampaknya masih banyak dicari oleh penduduk di Indonesia. Hal ini di buktikan dengan banyaknya warga negara yang berselancar di internet untuk mencari pengertian identitas nasional/ arti identitas nasional, dan sebagainya. Semua ini menunjukkan bahwa kita masih bingung atau penasaran dengan arti identitas nasional.

pengertian identitas nasional

Secara umum identitas nasional merupakan jati diri yang khas/khusus yang dimiliki oleh suatu bangsa dan tidak dimiliki oleh bangsa yang lain. Jadi setiap warga negara seharusnya wajib mengetahui apa itu identitas nasional. Karena identitas nasional merupakan hal yang mutlak kita miliki dan menunjukkan identitas kita sebagai bangsa Indonesia.

Pengertian Identitas Nasional

Istilah Identitas berasal dari kata Identitu. Kata ini artinya memiliki arti tanda karakter, ciri khas, serta jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain. Sedangkan istilah dari nasional adalah sebuah identitas yang ada pada kelompok yang lebih besar yang terikat oleh kesamaan budaya, agama dan bahasa maupun kesamaaan nonfisik seperti cita-cita, keinginan dan tujuan. Sekumpulan kelompok inilah yang kemudian disebut dengan identitas negara atau identitas nasional. Pengertian ini menimbulkan  atau melahirkan tindakan kelompok yang diwujudkan dalam bentuk organisasi atau lembaga masyarakat yang diberi atribut-atribut nasional.

Pengertian Identitas Nasional merupakan sekumpulan nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan di Indonesia. Indonesia terdiri dari ratusan suku yang dihimpun dalam satu kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan nasional dengan acuan pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai dasar negara. Hal ini menunjukkan bahwa semua itu merupakan ciri khas yang harus kita tahu dan apresiasi keberadaanya sebagai warga negara Indonesia.

Unsur Unsur Identitas Nasional

Setelah mengerti tentang pengertian identitas nasional kita juga harus tahu apa sih unsur - unsur dari identitas nasional. Unsur-unsur identitas nasional Indonesia merupakan sekumpulan aspek yang majemuk. Kemajemukan ini adalah gabungan dari unsur unsur pembentuk identitas nasional yang terdiri dari :
  1. Suku Bangsa adalah salah satu dari unsur yang membentuk identitas nasional. Unsur suku bangsa ini bersifat askriptif atau ada sejak lahir. Di negara Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis yang tersebar di berbagai wilayah.

  2. Agama adalah unsur yang membentuk identitas nasional. Negara Indonesia merupakan masyarakat yang agamis. Agama-agama di Indonesia tumbuh dan berkembang di wilayah nusantara yaitu agama islam, katholik, kristen, hindu, budha dan kong hu cu.

  3. Kebudayaan adalah salah satu dari unsur yang membentuk identitas nasional. Unsur kebudayaan ini sangat dasar atau sudah sangat melekat di Indonesia. Kebudayaan merupakan hal yang patut kita hargai dan lestarikan. Hal ini sangat penting karena saat ini banyak budaya asing yang masuk ke Indonesia baik yang memberi dampak positif ataupun negatif akibat proses globalisasi dan modernisasi.

  4. Bahasa adalah salah satu dari unsur yang membentuk identitas nasional. Bahasa merupakan identitas suatu bangsa. Hal ini berhubungan dengan ciri khas bangsa itu sendiri. Oleh sebab itu mari kita melestarikan bahasa kita dan juga mempopulerkannya agar ciri khas bangsa kita dikenal bangsa lain.
Dari unsur - unsur pembentuk identitas nasional di atas maka kita dapat membagi identitas nasional bangsa Indonesia menjadi berikut ini :
  • Identitas Fundamental terdiri dari pancasila sebagai falsafat bangsa, dasar negara dan ideologi negara.

  • Identitas Instrumental, terdiri dari UUD 1945 dan tata perundang-undangannya. Selain itu identitas instrumental ini juga meliputi bahasa yang digunakan bahasa Indonesia, bendera negara Indonesia, lambang negara Indonesia, lagu kebangsaan Indonesia yaitu Indonesia Raya.

  • Identitas Alamiah mengandung arti bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan dan pluralisme dalam suku, budaya, bahasa dan agama serta kepercayaan.
Demikian pembahasan tentang pengertian identitas nasional dan unsur - unsurnya semoga dapat menambah pengetahuan kita semua. Jika artikel ini bermanfaat silahkan share dan bagikan pengetahuan ini ke teman kalian. Ikuti terus pengetahuan dan pembahasan materi pelajaran terlengkap dari kami setiap harinya.

Salam dari kami Klik Pengetahuan, Satu Klik untuk Kami Seribu Pengetahuan untuk Kalian.
21 Pengertian Negara menurut Para Ahli Lengkap

21 Pengertian Negara menurut Para Ahli Lengkap

21 Pengertian Negara menurut Para Ahli Lengkap  – Pengertian Negara banyak di cari -cari di pencarian google saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa arti negara yang sebenarnya masih dicari oleh masyarakat. Dengan keyword negara adalah/ Negara yaitu/ Negara merupakan/ yang dimaksud Negara/ arti Negara/ definisi Negara/ Pengertian negara/ dan Pengertian negara menurut para ahli masih sangat populer di dunia maya.

Kata Negara pastinya sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita. Hal - hal yang berhubungan dengan Negara sering dijadikan sebagai bahan perbincangan di masyarakat saat ini. Meskipun demikian ternyata diantara kita masih banyak yang belum mengerti dan memahami secara jelas arti sebenarnya dari kata negara. Oleh karena itu saya akan menjelaskan secara lengkap pengertian negara ini dari Pengertian negara secara umum dan pengertian negara menurut para ahli sehingga lebih mudah kalian memahami.

Pengertian Negara Secara Umum

Kata negara berasal dari bahasa inggris yaitu state. Selain itu kata negara juga berasal dari staat (Jerman & Belanda), Lo stato (Italia), Etat (Perancis). Dalam sejarahnya masyarakat Eropa menggunakan kata state, staat, dan etat dari bahasa latin yaitu kata statum yang memiliki arti keadaan tetap dan tegak.

Kata Negara dalam bahasa latin yaitu statum ini muncul bersamaan dengan kemunculan kata Lo stato yang popular dalam buku II Principe oleh Niccolo Machiavelli. Pada saat itu kata Lo Stato memiliki arti sebagai suatu fungsi publik dan sistem tugas serta juga alat perlengkapan yang tersusun di suatu wilayah tertentu.

Kalau di Indonesia sendiri, asal-muasal istilah “Negara” berasal dari kata nagari atau nagara (bahasa sansekerta) yang artinya kota. Istilah nagara sudah dipakai dan dikenal di Indonesia sekitar abad ke-5. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya nama Kerajaan Tarumanegara yang berada di Jawa Barat. Istilah Negara juga digunakan untuk penamaan Ktab Majapahit yang ditulis oleh Mpu Prapanca, kitab tersebut bernama Negara Kertagama. Jadi jauh sebelum dipakai bangsa Eropa Istilah Negara sudah dipakai di Indonesia.

Unsur - Unsur Terbentuknya Negara

Negara adalah ruang public yang merupakan objek kekuasaan. Negara adalah sebuah organisasi pada suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah serta dipatuhi rakyatnya. Negara merupakan integrasi dari kekuasaan politik. Negara merupakan alat dari masyarakat yang memiliki kekuasaan dan peraturan untuk mengatur hubungan manusia dalam masyarakat serta menertibkan gejala-gejala kekuasaan pada masyarakat.

Berikut ini adalah unsur terbentuknya suatu Negara:
  • Rakyat atau penduduk. Rakyat merupakan unsur penting dalam terbentuknya negara. Hal ini disebabkan karena tanpa adanya rakyat yang berada di dalam negara maka sebuah negara tersebut belum bisa disebut dengan negara.

  • Wilayah atau daerah. Wilayah merupakan tempat yang ditempati oleh rakyat dan dijadikan sebagai tempat pelaksanaan pemerintahan di suatu negara.

  • Pemerintahan yang berdaulat. Pemerintahan yang berdaulat maksudnya yaitu pemerintahan yang diakui rakyatnya dan memiliki kekuasaan penuh untuk mengatur jalannnya pemerintahan di negara tersebut.

  • Pengakuan oleh Negara lain. Sebuah negara yang baru terbentuk penting untuk diketahui keberadaannya oleh negara lain, untuk dikenal dan menjalin hubungan antar negara.
Pengertian negara ini mendapatkan banyak perhatian dari para ahli baik di luar negeri maupun di dalam negeri. Berbagai pendapat dan pandangan mengenai pengertian ini sangat kompleks dan berbeda-beda, sehingga kita harus menguraikannya satu persatu. Hal ini dimaksudkan agar kalian lebih mengerti mengenai pengertian negara, silahkan simak baik-baik penjelasan berikut ini :

Pengertian Negara menurut Para Ahli dalam Negeri

Para ahli di Indonesia banyak memiliki pandangan yang lain dalam mengartikan tentang Pengertian Negara ini. Di bawah ini merupakan berbagai pendapat para ahli di Indonesia tentang pengertian Negara.
  1. Pengertian Negara Miriam Budiardjo adalah suatu daerah yang rakyat atau masyarakatnya dipimpin oleh pejabat melalui kekuasaan yang sah sesuai peraturan undang-undang.

  2. Pengertian Negara Prof. R. Djokoseotono S.H adalah sekumpulan manusia atau kelompok manusia yang berada dalam pemerintahan yang sama.

  3. Pengertian Negara menurut Prof. Nasroen adalah suatu bentuk pergaulan hidup harus ditinjau secara sosiologis.

  4. Menurut M. Solly Lubis, S.H adalah suatu komunitas negara dan sebuah bentuk pergaulan manusia yang mempunyai syarat-syarat terbentuknya negara seperti rakyat, daerah/wilayah dan memiliki pemerintahan yang berdaulat.

  5. Pengertian Negara menurut Senarko adalah suatu organisasi masyarakat yang mempunyai wilayah tertentu, dan wilayah kekuasaan negara yang berdaulat.

pengertian negara menurut para ahli images

Pengertian Negara menurut Ahli Luar Negeri

Selain pengertian negara menurut para ahli di Indonesia pendapat mengenai negara ini juga banyak mendapat perhatian dari ahli di luar negeri. Di bawah ini adalah pengertian negara menurut beberapa ahli dari luar negeri:
  1. Aristoteles mengatakan bahwa negara merupakan suatu perkumpulan atau kelompok yang berasal dari keluarga dan desa untuk menggapai kehidupan yang lebih baik.

  2. Plato mengatakan bahwa negara merupakan sekumpulan manusia dalam jumlah besar yang melakukan proses berevolusi dan berusaha untuk maju.

  3. Jean Bodin mengatakan bahwa negara merupakan kumpulan-kumpulan dari keluarga dengan semua harta benda yang dimiliki dan dipimpin oleh suatu penguasa dalam wilayah yang berdaulat.

  4. Hugo de Groot (Grotius) mengatakan bahwa negara merupakan ikatan atau sekumpulan manusia yang sadar mengenai arti panggilan dari hukum kodrat alam.

  5. J. H. A. Logemann berpendapat bahwa negara merupakan suatu organisasi masyarakat yang memiliki kekuasaan dan tujuan untuk menyelenggarakan serta mengatur suatu masyarakat.

  6. Hans Kelsen berpendapat bahwa negara merupakan suatu tatanan atau sistem pergaulan hidup bersama di dalam masyarakat tanpa sebuah paksaan.

  7. Bluntschli mengatakan bahwa negara merupakan sebuah daerah atau wilayah tertentu yang memiliki kumpulan rakyat dan disusun dalam suatu organisasi politik.

  8. Fr. Oppenheimer berpendapat bahwa negara adalah sejumlah masyarakat yang memiliki deferensi politik dengan terciptanya hubungan antara pihak yang diperintah dan pihak yang memerintah.

  9. Thomas Hobbes mengatakan bahwa negara merupakan sebuah hasil dari perjanjian dari berbagai orang untuk menciptakan suatu organisasi yang memiliki wewenang mutlak. Wewenang yang mutlak ini bertujuan untuk mengatur mereka dengan peraturan undang-undang serta memaksa mereka supaya taat pada undang-undang.

  10. Valkenier berpendapat bahwa negara merupakan sekumpulan rakyat yang hidup dalam sebuah hukum yang berlaku dalam waktu yang lama di daerah tertentu dan rakyat merupakan pemegang kekuasaan yang merdeka.

  11. Karl Marx mengatakan bahwa negara merupakan sebuah alat kekuasaan yang dimiliki penguasa suatu wilayah atau daerah tertentu untuk menindas sebuah kelompok manusia.

  12. J.J. Rousseau berpendapat bahwa negara adalah sekumpulan rakyat yang mempertahankan dan melindungi harta benda serta haknya dan hidup secara merdeka.

  13. R. Kranenburg mengatakan bahwa negara merupakan suautu organisasi kekuasaan yang dibentuk oleh suatu bangsa atau sekumpulan masyarakat.

  14. Roger F. Soltau mengatakan bahwa negara merupakan kewenangan atau alat yang mempunyai fungsi untuk mengendalikan dan mengatur masalah bersama atas nama rakyat atau masyarakat.
Demikian pembahasan mengenai pengertian negara menurut para ahli semoga dapat menambah pengetahuan teman-teman semua. Jika artikel ini bermanfaat silahkan pahami dengan baik dan bagikan keteman kalian agar berguna bagi orang di sekitar kita. Ikuti terus pembahasan mengenai pengetahuan dan materi pelajaran terlengkap dari kami selanjutnya.

Salam dari kami Klik Pengetahuan, Satu Klik untuk Kami Seribu Pengetahuan untuk Kalian.
Pengertian Globalisasi Lengkap dengan Penyebab dan Dampak Globalisasi

Pengertian Globalisasi Lengkap dengan Penyebab dan Dampak Globalisasi

Pengertian Globalisasi Lengkap dengan Penyebab dan Dampak Globalisasi - Pada artikel kali ini saya akan membahas secara lengkap tentang Globalisasi. Globalisasi merupakan kata yang tidak asing lagi dengan kehidupan kita. Berbagai aspek kehidupan di jaman sekarang sangat berkaitan dengan kata globalisasi ini. Berikut ini adalah pembahasan kami mengenai pengertian globalisasi, penyebab globalisasi, dan dampak dari globalisasi

Pengertian Globalisasi

Dari segi bahasa sebenarnya arti kata Globalisasi berasal dari bahasa inggris yaitu Globalization. Kata Globalization merupakan gabungan dari dua kata yaitu global dan lization. Kata Global berarti mendunia sedangkan kata lization yang berarti proses. Dari kedua kata tersebut dapat disimpulkan bahwa globalisasi adalah suatu proses untuk mendunia.

Pengertian globalisasi sangat luas baik secara umum maupun dari pendapat para ahli memiliki pengertian yang berbeda-beda. Oleh karena kami Klik Pengetahuan akan menguraikan secara jelas dari pengertian globalisasi ini dari berbagai pandangan sehingga kalian mudah untuk memahaminya.

Pengertian Globalisasi Secara Umum

Secara umum Pengertian Globalisasi merupakan sesuatu proses yang menyeluruh dan mendunia dimana setiap individu tidak terikat oleh negara atau batasan wilayah. Hal ini berarti setiap individu bebas untuk melakukan komunikasi dan mendapatkan informasi secara luas tanpa adanya batasan wilayah.

Proses globalisasi ini sebenarnya sudah kita terapkan dalam kehidupan kita tanpa kita sadari. Misalnya setiap hari kita bisa mendapatkan informasi yang luas secara bebas melalui internet. Selain itu kita juga pastinya sering berinteraksi atau berkomunikasi tanpa memikirkan batasan wilayah suatu negara. Hal ini merupakan ciri - ciri kita sudah di dalam proses globalisasi.

Pengertian Globalisasi Menurut Para Ahli atau Pakar

Berikut ini merupakan pengertian globalisasi dari pandangan para ahli internasional maupun nasional:
  1. Laurence E. Rothernberg berpendapat bahwa globalisasi merupakan percepatan dari intensifikasi interaksi antara orang-orang, perusahaan dan pemerintah dari negara atau wilayah yang berbeda di dunia.

  2. Anthony Giddens berpendapat bahwa globalisasi merupakan intensifikasi hubungan sosial secara menyeluruh atau mendunia sehingga menghubungkan antara kejadian yang terjadi dilokasi satu dengan lokasi lainnya. Hal tersebut bisa dikatakan globalisasi jika dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial pada kedua lokasi tersebut. (Artikel Terkait : Perubahan Sosial)

  3. Dr. Nayef R.F. Al-Rodhan berpendapat bahwa globalisasi merupakan suatu proses yang terdiri dari penyebab, kasus, dan konsekuensi dari hubungan transnasional dan transkultural dari kegiatan manusia dan non-manusia.

  4. Emanuel Ritcher mempunyai pandangan bahwa globalisasi merupakan suatu jaringan kerja secara global yang mempersatukan masyarakat di seluruh dunia sehingga timbul proses saling ketergantungan.

  5. Martin Albrow berpendapat bahwa globalisasi merupakan seluruh proses dalam masyarakat yang terhubung ke dalam komunitas global atau dunia secara luas.

  6. Malcom Waters berpendapat bahwa globalisasi merupakan suatu proses interaksi sosial yang berdampak pada perubahan keadaan sosial budaya tanpa mementingkan wilayah geografis suati wilayah.

  7. Selo Soemardjan mengatakan bahwa globalisasi adalah sebuah proses terbentuknya sistem interaksi dan komunikasi antar masyarakat di seluruh dunia baik secara individu maupun kelompok.

  8. Achmad Suparman berpendapat bahwa globalisasi merupakan sebuah proses yang menjadikan sesuatu benda atau perilaku makhluk hidup sebagai ciri dari setiap individu di dunia tanpa dibatasi oleh wilayah geografis.
quote pengertian globalisasi


Faktor Penyebab Globalisasi dan Dampak Globalisasi

Faktor Penyebab Globalisasi

Faktor berikut ini merupakan faktor yang menjadi penyebab utama terjadinya globalisasi di dunia ini.
  • Perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi yang berperan penting di kehidupan manusia dalam mencari kemudahan dalam transaksi ekonomi antar negara.

  • Kerja sama ekonomi secara Internasional sehingga memudahkan terjadinya suatu kesepakatan atau transaksi antarnegara yang terjalin dengan erat.

  • Majunya ilmu pengetahuan pada teknologi serta transportasi menjadikan kegiatan manusia menjadi mudah dalam urusan jasa transport dan pengiriman barang keluar negeri.

Dampak Globalisasi

Sebenarnya globalisasi menimbulkan pengaruh sangat baik secara keseluruhan akan tetapi jika kita tidak mengerti batasannya tentu akan menimbulkan sesuatu yang negatif untuk kita. Berikut ini adalah dampak positif dan negatif dari globalisasi.

Dampak Positif Globalisasi
  1. Pembangunan semakin banyak karena kelancaran interaksi dan komunikasi

  2. Kita menjadi semakin cepat dan mudah dalam berkomunikasi.

  3. Meningkatnya sektor ekonomi karena interaksi lebih produktif, efektif, dan efisien

  4. Dengan menyebarnya informasi dan komunikasi secara global Turisme dan pariwisata meningkat

  5. Informasi dan pengetahuan mudah didapatkan secara global.

  6. Taraf hidup dari individu dan penduduk meningkat.

  7. Dengan adanya globalisasi kita jadi termotivasi untuk meningkatkan kualitas diri.

  8. Kemudahan dalam mencari transportasi dengan adanya fasilitas internet seperti gojek maupun taxi online, dsb.
Dampak Negatif Globalisasi
  • Berkuranganya sikap solidaritas, gotong royong, dan kesetiakawanan antara individu.

  • Berkurangnya kreativitas individu karena cenderung bersikap konsumtif.

  • Budaya atau adat suatu bangsa akan terkikisoleh budaya modern dan liberal.

  • Globalisasi menjadikan Informasi tidak terkendali dan tidak tersaring karena banyaknya berita hoax.

  • Perusahan lokal akan sulit berkembang karena kalah bersaing dengan perusahaan asing.

  • Tenaga individu dalam pertanian berkurang karena banyak teknologi mesin pertanian.

  • Munculnya sikap dan budaya kebarat-baratan yang menjadi gaya hidup dan mudah terkontaminasi.

  • Dampak utama tentunya menjadikan seseorang menjadi egois atau individualisme.
Demikian pembahasan lengkap mengenai pengertian globalisasi, penyebab dan dampaknya semoga menambah pengetahuan teman -teman semua. Jika artikel ini bermanfaat silahkan share kepada teman kalian. Ikuti pembahasan lengkap lainnya mengenai pengetahuan umum dan materi pelajaran terlengkap hanya di Klik Pengetahuan.

Salam dari kami Klik Pengetahuan, Satu Klik untuk Kami Seribu Pengetahuan untuk Kalian.