Pancasila Bersifat Integralistik

Pancasila Bersifat Integralistik  - Pancasila kembali akan saya bahas pada artikel kali ini. Saya akan menguraikan secara lengkap apa itu Pancasila Bersifat Integralistik. Istilah integralistik di Indonesia pertama kali dikemukakan oleh Prof. Soepomo pada saat berbicara dalam sidang pertama BPUPKI. Dalam mengupas tentang dasar-dasar berdirinya suatu negara, beliau memperkenalkan suatu aliran pikiran yang disebut integralistik.

pancasila

Latar Belakang Pancasila Bersifat Integralistik

Sebagai perbandingan, Soepomo menguraikan beberap teori atau paham mengenai dasar negara yaitu:

1. Teori Pertama : Teori perorangan / individualistik yang memandang negara sebagai suatu masyarakat hukum (legal society). Teori ini dibentuk atas dasar kontrak dari seluruh individu dalam masyarakat yang bersangkutan.

2. Teori kedua : Teori golongan / class theory yang memandang negara sebagai alat dari suatu golongan ekonomi yang kuat untuk menindas golongan ekonomi lemah. Untuk melindungi golingan yang tertindas itu, maka perlu adanya revolusi untuk merebut kekuasaan negara dari tangan golongan ekonomi yang kuat.

3. Teori Ketiga : Teori Integralistik yang bersifat kekeluargaan dalam kebersamaan. Menurut teori ini negara didirikan tidak untuk kepentingan perorangan atau golongan. Tetapi untuk seluruh masyarakat negara yang bersangkutan. Negara adalah susunan masyarakat yang integral. Artinya seluruh anggotan-anggota masyarakat saling terkait sehingga membentuk satu kesatuan yang organis.

Pancasila Bersifat Integralistik

Dari ketiga teori diatas merupakan latar belakang munculnya istilah integralisitik yang diungkapkan Soepomo dalam sidang BPUPKI. Menurutnya teori Integralistik adalah aliran pikiran yang paling sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia yang bersifat kekeluargaan (paguyuban). Dengan demikian semangat kekeluargaan dalam kebersamaan ini adalah ciri dari integralistik Indonesia.

Sifat integralistik Indonesia itu juga dapat dijumpai dalam Pancasila. Sebenarnya Pancasila mempunyai sifat integralistik tetapi tidak berarti keduanya sama. Pancasila bersifat integralistik karena mengandung semangat kekeluargaan dalam kebersamaan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kerjasama, gotong royong, memelihara persatuan dan kesatuan, serta musyawarah dan mufakat.

Pengertian integralistik disini bukan merupakan hal yang sama dengan integralistik di Barat. Tetapi pengertian integralistik dari sudut pandang bangsa Indonesia sendiri yang corak kehidupannya bernafaskan kekeluargaan dan kebersamaan. Oleh karena hal tersebut maka munculah istilah Pancasila Sebagai Integralistik.

Demikian Pembahasan tentang Pancasila Bersifat Integralistik semoga dapat menambah pengetahuan teman-teman semua. Jika artikel ini bermanfaat silahkan Share kepada teman kalian dan terus ikuti pembahasn materi pelajaran dan pengetahuan menarik lainnya hanya di Klik Pengetahuan.
Pancasila Bersifat Integralistik  - Pancasila kembali akan saya bahas pada artikel kali ini. Saya akan menguraikan secara lengkap apa itu Pancasila Bersifat Integralistik. Istilah integralistik di Indonesia pertama kali dikemukakan oleh Prof. Soepomo pada saat berbicara dalam sidang pertama BPUPKI. Dalam mengupas tentang dasar-dasar berdirinya suatu negara, beliau memperkenalkan suatu aliran pikiran yang disebut integralistik.

pancasila

Latar Belakang Pancasila Bersifat Integralistik

Sebagai perbandingan, Soepomo menguraikan beberap teori atau paham mengenai dasar negara yaitu:

1. Teori Pertama : Teori perorangan / individualistik yang memandang negara sebagai suatu masyarakat hukum (legal society). Teori ini dibentuk atas dasar kontrak dari seluruh individu dalam masyarakat yang bersangkutan.

2. Teori kedua : Teori golongan / class theory yang memandang negara sebagai alat dari suatu golongan ekonomi yang kuat untuk menindas golongan ekonomi lemah. Untuk melindungi golingan yang tertindas itu, maka perlu adanya revolusi untuk merebut kekuasaan negara dari tangan golongan ekonomi yang kuat.

3. Teori Ketiga : Teori Integralistik yang bersifat kekeluargaan dalam kebersamaan. Menurut teori ini negara didirikan tidak untuk kepentingan perorangan atau golongan. Tetapi untuk seluruh masyarakat negara yang bersangkutan. Negara adalah susunan masyarakat yang integral. Artinya seluruh anggotan-anggota masyarakat saling terkait sehingga membentuk satu kesatuan yang organis.

Pancasila Bersifat Integralistik

Dari ketiga teori diatas merupakan latar belakang munculnya istilah integralisitik yang diungkapkan Soepomo dalam sidang BPUPKI. Menurutnya teori Integralistik adalah aliran pikiran yang paling sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia yang bersifat kekeluargaan (paguyuban). Dengan demikian semangat kekeluargaan dalam kebersamaan ini adalah ciri dari integralistik Indonesia.

Sifat integralistik Indonesia itu juga dapat dijumpai dalam Pancasila. Sebenarnya Pancasila mempunyai sifat integralistik tetapi tidak berarti keduanya sama. Pancasila bersifat integralistik karena mengandung semangat kekeluargaan dalam kebersamaan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kerjasama, gotong royong, memelihara persatuan dan kesatuan, serta musyawarah dan mufakat.

Pengertian integralistik disini bukan merupakan hal yang sama dengan integralistik di Barat. Tetapi pengertian integralistik dari sudut pandang bangsa Indonesia sendiri yang corak kehidupannya bernafaskan kekeluargaan dan kebersamaan. Oleh karena hal tersebut maka munculah istilah Pancasila Sebagai Integralistik.

Demikian Pembahasan tentang Pancasila Bersifat Integralistik semoga dapat menambah pengetahuan teman-teman semua. Jika artikel ini bermanfaat silahkan Share kepada teman kalian dan terus ikuti pembahasn materi pelajaran dan pengetahuan menarik lainnya hanya di Klik Pengetahuan.

Related Posts

Pancasila Bersifat Integralistik
4/ 5
Oleh

Contact Me

Name

Email *

Message *