Faktor Pendorong Perubahan Sosial dan Faktor Penghambatnya

klikpengetahuan.com, Faktor Pendorong Perubahan Sosial dan Faktor Penghambatnya - Perubahan sosial bukanlah suatu gejala yang dipengaruhi oleh sebab tertentu. Seperti yang pernah saya jelaskan pada artikel pengertian perubahan sosial bahwa perubahan ini mempunyai faktor yang mempengaruhi. Faktor yang mempengaruhi ini disebut faktor pendorong yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial.
Faktor Perubahan Sosial

Faktor Pendorong Perubahan Sosial dalam Masyarakat

Berikut ini merupakan faktor pendorong perubahan sosial :

1. Hubungan dengan kebudayaan lain.

Hal ini memiliki arti bahwa terjadinya hubungan suatu masyarakat dengan kebudayaan lain akan mengalami perubahan yang cepat. Hubungan dengan kebudayaan lain ini sering disebut proses difusi kebudayaan. Difusi kebudayaan merupakan proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari individu ke individu lain atau dari satu masyarakat ke masyarakat lain.

Hubungan dengan budaya lain juga bisa terjadi dalam akulturasi kebudayaan. Akulturasi kebudayaan memiliki ciri yang sama dengan difusi. Meskipun demikian Akulturasi membutuhkan kontak langsung dan berkesinambungan. Contoh: akulturasi budaya Barat, Arab, Cina dan lokal yang terjadi pakaian adat pengantin Betawi.

2. Sistem pendidikan formal yang maju

Sekolah pada jaman sekarang semakin memegang peran penting dalam melakukan perubahan-perubahan pada para murid yang juga merupakan anggota masyarakat secara keseluruhan. Melalui pendidikan di sekolah seseorang mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan yang bermanfaat. Hal ini membuka pandangan siswa terutama untuk membuka pikirannya terhadap hal-hal baru.

3. Sikap Toleransi

Sikap toleransi merupakan salah satu faktor pendorong Perubahan sosial budaya yang cepat. Pada jaman sekarang semua hal di masyarakat selalu berhubungan dengan toleransi. Masyarakat yang memiliki sikap toleransi cenderung lebih mudah menerima hal-hal yang baru sehingga terjadi perubahan sosial dalam masyarakat tersebut.

4. Sistem stratifikasi terbuka

Sistem ini merupakan sistem yang berada di dalam masyarakat saat ini. Pada saat ini masyarakat selalu mendukung terjadinya perubahan yang sifatnya menguntungkan. Hal ini akan memberikan peluang sebesar-besarnya kepada individu untuk maju melalui berbagai usaha yang diperbolehkan oleh kebudayaannya.

5. Penduduk yang heterogen

Masyarakat yang heterogen merupakan masyarakat yang terdiri dari berbagai macam golongan. Pada masyarakat yang heterogen semua hal baik kebudayaan, ras, dan ideologi pasti akan mengalami banyak pertentangan dan perbedaan pendapat. Keadaan seperti ini akan mendorong terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat.

6. Ketidakpuasan masyarakat terhadap berbagai bidang kehidupan

Ketidakpuasan ini pasti terjadi dalam kehidupan seseorang. Ketidakpuasan ini berasal dari sistem kemasyarakatan, ekonomi, politik, dan keamanan. Hal semacam ini akan mendorong masyarakat melakukan perubahan sistem yang ada dengan cara menciptakan sistem baru agar sesuai dengan kebutuhan-kebutuhannya.

7. Orientasi ke masa depan

Semua orang pada saat ini selalu berorientasi ke depan dan berpikiran untuk maju. Pada umumnya masyarakat atau individu beranggapan bahwa masa yang akan datang berbeda dengan masa sekarang. Pemikiran semacam ini tentu memerlukan perubahan-perubahan harus dilakukan agar dapat menerima masa depan.

8. Pemikiran bahwa manusia harus berusaha untuk memperbaiki hidupnya

Pemikiran semacam ini pasti dimiliki oleh setiap manusia. Manusia selalu ingin mencapai tujuan dan cita-cita dengan berbagai usaha. Usaha ini menimbulkan berbagai penemuan-penemuan baru dalam bentuk cara-cara hidup atau pun pola interaksi di masyarakat.

Perubahan sosial merupakan hal yang positif jika kita melakukan dengan tujuan positif. 8 faktor pendorong perubahan sosial diatas merupakan bukti bahwa setiap manusia ingin berubah. Meskipun demikian masih ada hal yang menghambat terjadi perubahan sosial di Indonesia. Hal semacam ini dinamakan faktor -faktor penghambat perubahan sosial.

Faktor-faktor Penghambat Perubahan Sosial

Berikut ini merupakan faktor-faktor yang menghambat terjadinya perubahan sosial :

1. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain

Meskipun saat ini cenderung berpikiran terbuka namun masih ada sedikit yang tidak berpikir demikian. Masyarakat semacam ini biasanya tinggal di daerah terpenceil dan jauh dari akses komunikasi. Hal semacam ini menyebabkan sulitnya masyarakat tersebut berhubungan dengan kebudayaan lain. Sehingga menyebabkan tidak ada perkembangan dan kurangnya informasi yang menyebabkan tidak adanya perubahan sosial dalam masyarakat tersebut.

2. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat

Sama seperti faktor diatas masyarakat yang tinggal di daerah terpencil akan ketinggalan informasi pengetahuan. Keterlambatan perkembangan ilmu pengetahuan juga dapat terjadi pada masyarkat yang dijajah atau dikuasasi oleh negara lain. Hal semacam ini tentu menyebabkan sulitnya perubahan sosial pada masyarakat tersebut.

3. Sikap masyarakat tradisional

Sikap semacam ini masih dapat kita temui di berbagai pedesaan dan suku-suku tertentu di Indonesia. Suatu sikap yang sangat mempercayai tradisi lama serta mempunyai pemikiran bahwa tradisi tidak dapat diubah. Hal semacam ini akan sangat menghambat proses perubahan sosial.

4. Rasa takut akan terhadap hal -hal baru atau asing.

Hal ini berhubungan dengan pandangan masyarakat yang merasa takut terjadi perubahan di aspek kehidupan mereka. Masyarakat semacam ini berpandangan yang tertutup sehingga sulit menerima hal -hal baru. Biasanya seiring perkembangan jaman pandangan semacam ini akan luntur karena sifat dasar manusia yang cenderung ingin berkembang.

5. Hambatan-hambatan yang sifatnya ideologis

Ideologis merupakan dasar pemikiran suatu masyarakat. Masyarakat semacam ini mempunyai pandangan bahwa ideologi masyarakat yang diyakininya akan terancam jika terjadi akulturasi kebudayaan. Jadi masyarakat ini tidak ingin ideologi nya terganggu dan tercampuri kebudayaan lain.

6. Adat istiadat (kebiasaan)

Adat istiadat atau kebiasaan adalah tata perilaku setiap anggota masyarakat dalam memenuhi semua kebutuhan pokoknya. Adat ini telah dipercaya sejak jaman dahulu dan biasa dilakukan, sehingga masyarakat tersebut masih sulit meninggalkan kebiasannya. Faktor semacam ini sangat menghambat terjadinya perubahan sosial karena suatu kebiasaan itu sulit untuk dirubah.

Demikian artikel tentang faktor pendorong perubahan sosial dan faktor penghambatnya semoga menambah pengetahuan kalian. Jika artikel ini bermanfaat silahkan share dan ikuti pengetahuan lainnya dari kami.

Salam dari kami Klik Pengetahuan, Satu Klik untuk Kami Seribu Pengetahuan untuk Kalian.
klikpengetahuan.com, Faktor Pendorong Perubahan Sosial dan Faktor Penghambatnya - Perubahan sosial bukanlah suatu gejala yang dipengaruhi oleh sebab tertentu. Seperti yang pernah saya jelaskan pada artikel pengertian perubahan sosial bahwa perubahan ini mempunyai faktor yang mempengaruhi. Faktor yang mempengaruhi ini disebut faktor pendorong yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial.
Faktor Perubahan Sosial

Faktor Pendorong Perubahan Sosial dalam Masyarakat

Berikut ini merupakan faktor pendorong perubahan sosial :

1. Hubungan dengan kebudayaan lain.

Hal ini memiliki arti bahwa terjadinya hubungan suatu masyarakat dengan kebudayaan lain akan mengalami perubahan yang cepat. Hubungan dengan kebudayaan lain ini sering disebut proses difusi kebudayaan. Difusi kebudayaan merupakan proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari individu ke individu lain atau dari satu masyarakat ke masyarakat lain.

Hubungan dengan budaya lain juga bisa terjadi dalam akulturasi kebudayaan. Akulturasi kebudayaan memiliki ciri yang sama dengan difusi. Meskipun demikian Akulturasi membutuhkan kontak langsung dan berkesinambungan. Contoh: akulturasi budaya Barat, Arab, Cina dan lokal yang terjadi pakaian adat pengantin Betawi.

2. Sistem pendidikan formal yang maju

Sekolah pada jaman sekarang semakin memegang peran penting dalam melakukan perubahan-perubahan pada para murid yang juga merupakan anggota masyarakat secara keseluruhan. Melalui pendidikan di sekolah seseorang mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan yang bermanfaat. Hal ini membuka pandangan siswa terutama untuk membuka pikirannya terhadap hal-hal baru.

3. Sikap Toleransi

Sikap toleransi merupakan salah satu faktor pendorong Perubahan sosial budaya yang cepat. Pada jaman sekarang semua hal di masyarakat selalu berhubungan dengan toleransi. Masyarakat yang memiliki sikap toleransi cenderung lebih mudah menerima hal-hal yang baru sehingga terjadi perubahan sosial dalam masyarakat tersebut.

4. Sistem stratifikasi terbuka

Sistem ini merupakan sistem yang berada di dalam masyarakat saat ini. Pada saat ini masyarakat selalu mendukung terjadinya perubahan yang sifatnya menguntungkan. Hal ini akan memberikan peluang sebesar-besarnya kepada individu untuk maju melalui berbagai usaha yang diperbolehkan oleh kebudayaannya.

5. Penduduk yang heterogen

Masyarakat yang heterogen merupakan masyarakat yang terdiri dari berbagai macam golongan. Pada masyarakat yang heterogen semua hal baik kebudayaan, ras, dan ideologi pasti akan mengalami banyak pertentangan dan perbedaan pendapat. Keadaan seperti ini akan mendorong terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat.

6. Ketidakpuasan masyarakat terhadap berbagai bidang kehidupan

Ketidakpuasan ini pasti terjadi dalam kehidupan seseorang. Ketidakpuasan ini berasal dari sistem kemasyarakatan, ekonomi, politik, dan keamanan. Hal semacam ini akan mendorong masyarakat melakukan perubahan sistem yang ada dengan cara menciptakan sistem baru agar sesuai dengan kebutuhan-kebutuhannya.

7. Orientasi ke masa depan

Semua orang pada saat ini selalu berorientasi ke depan dan berpikiran untuk maju. Pada umumnya masyarakat atau individu beranggapan bahwa masa yang akan datang berbeda dengan masa sekarang. Pemikiran semacam ini tentu memerlukan perubahan-perubahan harus dilakukan agar dapat menerima masa depan.

8. Pemikiran bahwa manusia harus berusaha untuk memperbaiki hidupnya

Pemikiran semacam ini pasti dimiliki oleh setiap manusia. Manusia selalu ingin mencapai tujuan dan cita-cita dengan berbagai usaha. Usaha ini menimbulkan berbagai penemuan-penemuan baru dalam bentuk cara-cara hidup atau pun pola interaksi di masyarakat.

Perubahan sosial merupakan hal yang positif jika kita melakukan dengan tujuan positif. 8 faktor pendorong perubahan sosial diatas merupakan bukti bahwa setiap manusia ingin berubah. Meskipun demikian masih ada hal yang menghambat terjadi perubahan sosial di Indonesia. Hal semacam ini dinamakan faktor -faktor penghambat perubahan sosial.

Faktor-faktor Penghambat Perubahan Sosial

Berikut ini merupakan faktor-faktor yang menghambat terjadinya perubahan sosial :

1. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain

Meskipun saat ini cenderung berpikiran terbuka namun masih ada sedikit yang tidak berpikir demikian. Masyarakat semacam ini biasanya tinggal di daerah terpenceil dan jauh dari akses komunikasi. Hal semacam ini menyebabkan sulitnya masyarakat tersebut berhubungan dengan kebudayaan lain. Sehingga menyebabkan tidak ada perkembangan dan kurangnya informasi yang menyebabkan tidak adanya perubahan sosial dalam masyarakat tersebut.

2. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat

Sama seperti faktor diatas masyarakat yang tinggal di daerah terpencil akan ketinggalan informasi pengetahuan. Keterlambatan perkembangan ilmu pengetahuan juga dapat terjadi pada masyarkat yang dijajah atau dikuasasi oleh negara lain. Hal semacam ini tentu menyebabkan sulitnya perubahan sosial pada masyarakat tersebut.

3. Sikap masyarakat tradisional

Sikap semacam ini masih dapat kita temui di berbagai pedesaan dan suku-suku tertentu di Indonesia. Suatu sikap yang sangat mempercayai tradisi lama serta mempunyai pemikiran bahwa tradisi tidak dapat diubah. Hal semacam ini akan sangat menghambat proses perubahan sosial.

4. Rasa takut akan terhadap hal -hal baru atau asing.

Hal ini berhubungan dengan pandangan masyarakat yang merasa takut terjadi perubahan di aspek kehidupan mereka. Masyarakat semacam ini berpandangan yang tertutup sehingga sulit menerima hal -hal baru. Biasanya seiring perkembangan jaman pandangan semacam ini akan luntur karena sifat dasar manusia yang cenderung ingin berkembang.

5. Hambatan-hambatan yang sifatnya ideologis

Ideologis merupakan dasar pemikiran suatu masyarakat. Masyarakat semacam ini mempunyai pandangan bahwa ideologi masyarakat yang diyakininya akan terancam jika terjadi akulturasi kebudayaan. Jadi masyarakat ini tidak ingin ideologi nya terganggu dan tercampuri kebudayaan lain.

6. Adat istiadat (kebiasaan)

Adat istiadat atau kebiasaan adalah tata perilaku setiap anggota masyarakat dalam memenuhi semua kebutuhan pokoknya. Adat ini telah dipercaya sejak jaman dahulu dan biasa dilakukan, sehingga masyarakat tersebut masih sulit meninggalkan kebiasannya. Faktor semacam ini sangat menghambat terjadinya perubahan sosial karena suatu kebiasaan itu sulit untuk dirubah.

Demikian artikel tentang faktor pendorong perubahan sosial dan faktor penghambatnya semoga menambah pengetahuan kalian. Jika artikel ini bermanfaat silahkan share dan ikuti pengetahuan lainnya dari kami.

Salam dari kami Klik Pengetahuan, Satu Klik untuk Kami Seribu Pengetahuan untuk Kalian.

Related Posts

Faktor Pendorong Perubahan Sosial dan Faktor Penghambatnya
4/ 5
Oleh

Contact Me

Name

Email *

Message *