19 Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia beserta Gambarnya

19 Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia - Pada Artikel sebelumnya saya telah menjelaskan tentang pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) dari berbagai pendapat ahli dunia, kali ini saya akan memberikan ulasan tentang bentuk dan contoh pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Indonesia.

Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia saat ini menjadi viral baik di media sosial maupun masyarakat. Hal ini adalah sebuah keprihatinan yang patut kita kupas tuntas kenapa hal semacam ini bisa menimbulkan polemik di masyarakat saat ini.

kasus pelanggaran HAM

Contoh kasus Pelanggaran Ham sebenarnya sangat banyak terjadi di dunia ini. Baik pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat maupun Hak Asasi Manusia yang tergolong ringan. Kasus Pelanggaran HAM ini terjadi akibat ulah manusia yang lebih mementingkan kepentingan pribadi atau golongan.

Seperti yang pernah saya jelaskan pada artikel saya sebelumnya tentang Pengertian HAM. Oleh karena itu kita harus lebih menghargai hak orang lain agar terjadi kedamaian dan ketentraman hidup di Indonesia ini.

Bentuk - Bentuk Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia :

1. Pelanggaran HAM Berat

Undang-undang No. 39 Tahun 1999 pasal 104 ayat (1) menerangkan bahwa tindakan-tindakan yang termasuk ke dalam jenis pelanggaran HAM berat di antaranya adalah: genosida, kejahatan kemanusiaan, pembun*han di luar putusan pengadilan, penyiks*an, perb*dakan, serta diskriminasi yang dilakukan secara sistematis.
Sebenarnya Bentuk Pelanggaran Ham berat dibagi menjadi dua hal :

1). Genosida

Menurut UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, genosida merupakan suatu perbuatan yang dilakukan demi menghancurkan atau memusnahkan kelompok ras, suku bangsa, atau agama tertentu. Hal ini sangat rawan terjadi di Indonesia karena banyak suku yang tersebar di seluruh Indonesia sehinga sering terjadi perang antar suku yang sebenarnya dipicu oleh hal-hal yang tidak terpikirkan oleh kita.
Contoh pelanggaran HAM internasional terbesar yang juga termasuk ke dalam kategori kejatahan genosida adalah pembantaian bangsa Yahudi dan Gipsi oleh Nazi Jerman pada masa Perang Dunia II.

2). Kejahatan Kemanusiaan

Nah ini yang sering terjadi di Indonesia, kenapa???

Karena rasa ego yang tidak terkontrol membuat seorang manusia bisa melakukan berbagai hal perbuatan keji dan tidak manusiawi seperti pembunuhan dan pelecehan. Kejahatan kemanusiaan sering terjadi pada tindakan yang ditujukan pada individu, kelompok, atau penduduk sipil yang didasari oleh konflik di bidang politik, rasa iri, dan kepentingan pribadi atau golongan.

Contoh tindakan yang termasuk dalam kategori kejahatan kemanusiaan di antaranya adalah: pembunuhan, perbudakan, pelecehan s*ksual, dan penganiayaan terhadap kelompok.

2. Pelanggaran HAM Ringan

Bentuk kasus pelanggaran Hak Asasi manusia (HAM) ringan merupakan suatu tindakan yang melanggar Hak Asasi Manusia dengan tidak menghilangkan nyawa manusia, artinya perbuatan melanggar HAM ini dilakukan seseorang tanpa menghilangkan nyawa orang lain.

Contoh Bentuk pelanggaran HAM ringan diantaranya seperti pemukulan, pembatasan kebebasan berpendapat, dan perampasan harta milik orang lain. Kasus pelanggaran HAM ringan sering kita temui di kehidupan sehari-hari baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Sementara itu bentuk pelanggaran HAM di lingkungan keluarga dapat berupa pengekangan seorang Ayah atau Ibu terhadap hak anaknya untuk bermain atau mengembangkan diri melalui hobinya. Sedangkan, pelanggaran HAM di sekolah dapat ditemukan pada kasus pemalakan oleh siswa, tawuran antar sekolah, serta perlakuan guru yang tidak adil terhadap siswanya.

Setelah kita mengetahui bentuk-bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) pasti akan muncul pertanyaan seperti apa sih pelanngaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang pernah terjadi di Indonesia ?

10 Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia :

1. Kasus Pembunuhan Munir

Munir Said Thalib dlahirkan di Malang pada tanggal 8 Desember 1965. Beliau merupakan aktifis HAM yang menangani kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia seperti kasus pembun*han Marsinah, kasus Timor-Timur dan masih banyak lagi.

Tanggal 7 September 2004 beliau melakukan perjalanan ke negara Belanda dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Pada saat di dalam pesawat Munir meninggal dunia di dalam perjalanan akibat sejenis racun bernama Arsenikum yang berada di dalam makanannya.

Pada tahun 2005 seorang pilot bernama Pollycarpus Budihari Priyanto selaku Pilot Garuda Indonesia yang mengemudikan pesawat yang ditumpangi Munir dijatuhi hukuman 14 tahun penjara karena terbukti menaruh racun Arsenik dalam makanan yang dikonsumsi Munir di dalam pesawat.

2. Kasus Pelanggaran HAM Marsinah

Marsinah merupakan buruh yang bekerja di PT. Catur Putra Surya (CPS) yang terletak di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Masalah muncul ketika Marsinah bersama dengan teman-teman buruh dari PT. CPS menggelar unjuk rasa, mereka menuntut untuk menaikkan upah buruh pada tanggal 3 dan 4 Mei 1993. Dia aktif dalam aksi unjuk rasa buruh.

Masalah timbul ketika Marsinah menghilang dan tidak diketahui oleh rekannya, dan sampai akhirnya pada tanggal 8 Mei 1993 Marsinah ditemukan meninggal dunia. Mayatnya ditemukan di sebuah hutan di Dusun Jegong, Kecamatan Wilangan, Nganjuk, Jawa Timur. Menurut hasil otopsi, diketahui bahwa Marsinah meninggal karena penganiaya*n berat.

3. Penembakan Misterius (Petrus)

Kasus pelanggaran HAM ini terjadi pada tahun 1982-1985. ‘Petrus’ merupakan sebuah peristiwa penculikan, penganiayaan dan penembakan terhadap preman yang menganggu ketertiban masyarakat. Pelakunya kemungkinan adalah aparat kepolisian yang menyamar (tidak memakai seragam) namun sampai sekarang masih tidak diketahui kejelasan pelaku ini.

Kasus ini termasuk kasus pelanggaran HAM berat, karena banyaknya korban Petrus yang meninggal karena ditembak. Dari banyaknya korban Petrus ditemukan meninggal dengan keadaan tangan dan lehernya diikat dan dibuang di kebun, hutan dan tempat lainnya. Korban Petrus di prediksi mencapai ratusan preman yang diani*ya dan ditembak serta dibuang ketempat yang disebutkan diatas.

4. Penculikan Aktivis 1997/1998

Contoh kasus pelanggaran HAM di Indonesia selanjutnya yaitu kasus penculikan aktivis 1997/1998. Peristiwa ini terjadi menjelang PEMILU 1997 dan Sidang Umum MPR tahun 1998. Sekitar 23 aktivis pro-demokrasi diculik secara paksa dan dihilangkan bahkan dibunuh oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sebanyak 13 aktivis hingga saat ini hilang dan ada seorang yang terbunuh, meskipun demikian ada 9 aktivis yang dilepaskan dan sekarang hidup dalam trauma baik secara mental dan psikisnya. Dari pendapat banyak pengamat mereka diculik dan disiksa oleh para oknum anggota militer/TNI pada pemerintahan yang berkuasa saat itu.

5. Penembakan Mahasiswa Trisakti

Kasus penembakan mahasiswa Trisakti Atau dikenal Tragedi Trisakti merupakan kasus pelanggaran HAM berat karena terbunuhnya mahasiswa saat melakukan demonstrasi saat itu dtembak oleh anggota polisi dan militer. Perisistiwa ini bermula ketika mahasiswa-mahasiswa Universitas Trisakti melakukan demonstrasi menuntut Presiden Soeharto mundur dari jabatannya.

Menurut kabar puluhan mahasiswa mengalami luka-luka dan sebagian meninggal dunia akibat ditembak menggunakan peluru tajam oleh anggota polisi dan militer/TNI.

6. Pembantaian Massal PKI 1965 oleh Pemerintah

Masalah ini seperti tidak akan habisnya dibahas karena merupakan kasus pelanggaran HAM yang sangat berat. Pembantaian terhadapa orang – orang yang dituduh anggota dari Partai Komunis Indonesia yang saat itu merupakan salah satu Partai Komunis terbesar di dunia.

Pihak militer yang saat itu didalangi oleh Presiden Soeharto mulai melakukan operasi dengan menangkap anggota komunis, menyiksa dan membunuh mereka. Menurut kabar sekitar satu juta setengah anggota komunis meninggal dan sebagian menghilang pada saat peristiwa G30S tahun 1965.

7. Tragedi Kerusuhan Sampit

Konflik Sampit terjadi pada tahun 2001 merupakan salah satu kasus pelanggaran HAM yang sangat rawan terjadi di Indonesia, karena telah terjadi beberapa insiden sebelumnya antara warga Dayak dan Madura. Konflik terbesar terjadi antara Desember 1996 hingga Januari 1997 yang mengakibatkan 600 korban tewas.

Penduduk Madura saat pertama tiba di Kalimantan pada tahun 1930 dengan program transmigrasi pemerintah kolonial Belanda yang dilanjutkan pemerintah Indonesia. Pada tahun 2000, transmigran di Kalimantan mencapai 21% populasi Kalimantan. Suku Dayak waktu itu merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura sehingga timbul konflik yang mendasar di kalangan masyarakat.

8. Kasus Pelanggaran HAM di Poso

Kerusuhan Poso merupakan sebutan bagi serangkaian kerusuhan yang terjadi di Poso yang melibatkan kelompok Muslim dan Kristen. Kerusuhan ini dibagi menjadi tiga bagian. Kerusuhan Poso I (25-29 Desember 1998), Poso II (17-21 April 2000), dan Poso III (16 Mei- 15 Juni 2000). Bentrokan yang terjadi di Poso mengakibatkan banyak korban yang diakhiri dengan terbentuknya Forum Komunikasi Umat Beragama (FKAUB) di kabupaten Dati II Poso.

9. Kasus Pelanggaran HAM di Tanjung Priok

Kasus yang terjadi di Tanjung Priok ini murni merupakan kasus pelanggaran HAM. Bermula saat warga Tanjung Priok melakukan demonstrasi beserta kerusuhan warga dengan anggota kepolisian dan anggota TNI yang mengakibatkan sebagian warga tewas dan luka-luka. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 12 September 1984. Sejumlah orang dan anggota militer yang terlibat dalam insiden kerusuhan diadili dengan tuduhan melakukan tindakan subversif dan mereka diadili atas tuduhan melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

10. Kasus Pelanggaran HAM yang dialami TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di luar negeri

Beberapa kasus pelanggaran HAM yang menimpa beberapa TKI yang bekerja di luar negeri. Diantaranya telah terjadi banyak pelanggaran seperti penganiayaan, dipukul, disetrika, diestrum listrik, pelecehan s*ksual, pemerkosa*n, bahkan pembun*han terhadap para tenaga kerja Indonesia. Meskipun saat ini sudah ada Undang-Undang dari Pemerintah yang mengatur tentang perlindungan atas TKI yang bekerja di luar negeri akan tetapi masih banyak terjadi kasus serupa terjadi.

11. Penculikan Aktivis Demokrasi

Penculikan aktivitis demokrasi ini merupakan salah satu contoh kasus pelanggaran HAM berat. Kasus ini seperti yang kita ketahui terjadi pada tahun 1997/1998. Sebanyak 23 orang aktivis pro demokrasi telah diculik dan dihilangkan keberadaannya bahkan kabarnya dibunuh secara kejam.

Pada tahun 1998 memang keadaan negara Indonesia sedang krisis, baik krisis moneter maupun krisis kemanusiaan. Meski kasus ini awalnya disebut kasus penculikan biasa namun rakyat tersadar bahwa ini merupakan sebuah kasus pelanggaran hak asasi manusia dan penghapusan demokrasi. Perlu kalian ketahui demokrasi masih merupakan hal yang tabu di mata rakyat saat itu.

Kronologis penculikan ini terjadi menjelang pelaksanaan pemilu pada tahun 1997 dan Sidang MPR pada tahun 1998. Bagi kalian yang masih bersekolah saat ini mungkin kalian pernah mendengar isu-isu seputar tahun tersebut. Namun kenyataanya sampai saat ini kasus pelanggaran HAM saat itu tidak juga menemukan titik terang. Bahkan seolah saat ini kita harus terpaksa mengikuti sistem yang menurut saya diprogam untuk melupakan peristiwa tersebut.

Pihak-pihak yang bertanggung jawab pun seolah hilang dan kasus dipaksakan selesai. Padahal saat itu sebanyak 1 orang meninggal dan 13 lainnya belum diketahui keberadaannya. 9 aktivis yang dibebaskan pun seolah bungkam dengan peristiwa tersebut. Dari sekian isu yang beredar, fakta yang terjadi adalah aktivis demokrasi ini disiksa oleh anggota militer dan TNI sebagai perintah dari pemerintahan saat itu.

12. Pembantaian Dili

Pembantaian Dili adalah salah satu kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia. Pembantaian ini dilakukan oleh TNI dan anggota militer dengan cara yang kejam yaitu menembaki warga sipil yang tak bersalah. Kasus pembantaian Dili ini terjadi di pemakaman Santa Cruz (Timor Timur) pada tanggal 12 November 1991

Kronologi kejadian penembakan ini dialami oleh warga sipil yang tengah menghadiri pemakaman kala itu, Kebanyakan korban mengalami luka-luka namun ada juga yang meninggal karena tembakan dari TNI atau anggota militer. Banyak yang menilai dan beropini bahwa peristiwa penembakan ini adalah bentuk perang Indonesia dengan timor timur. Perlu kalian ketahui bahwa saat itu Timor Timur menyatakan ingin keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan membentuk Negara sendiri.

Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia
Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia

13. Pembantaian Rawagede

Pembantaian yang terjadi di Rawagede merupakan kasus pelanggaran Ham di Indonesia berupa penembakan yang disertai pembunuhan terhadap para penduduk kampung Rawagede, jawa barat yang dilakukan tentara Belanda tanggal 9 Desember 1947 silam. Peristiwa ini merupakan bentuk dari Agresi Militer Belanda I ke Indonesia setelah Indonesia merdeka. Pada masa itu puluhan warga dibunuh dengan alasan yang tidak jelas. Pengadilan di Den Haag memutuskan bahwa pemerintah belanda sepenuhnya bersalah dalam peristiwa ini dan pihak belanda harus bertanggung jawab dan mengganti segala kerugian kepada keluarga korban pembantaian rawagede.

14. Peristiwa Demonstrasi 27 Juli

Pada tanggal 27 julli 1996 pernah terjadi kasus pelanggaran Ham yang terjadi di jakarta, Yakni ketika massa pendukung megawati soekarno putri mengambil alih secara paksa kantor DPP PDIP di Jakarta pusat. Pada masa itu bentrok antara aparat TNI dan Polri dengan massa pendukung megawati tidak dapat dihindari. Aparat yang datang dengan kendaraan taktis terus dilempari batu oleh massa. Bentrokan yang terjadi akhirnya meluas hingga ke jalanan. Massa yang kala itu terbakar emosinya ulai bertindak anarkis, merusak bangunan dan sarana umum. Dalam pperistiwa ini setidaknya lima orang tewas dan korban luka baik dari massa dan aparat diperkirakan mencapai angka ratusan. Menurut komnas ham peristiwa ini termasuk dalam contoh pelanggaran Ham.

15. Kasus Dukun Santet di Banyuwangi

Kasusu pelanggaran Ham di Indonesia ini terjadi pada sekitar tahun 1998 di daerah banyuwangi. Pada kala itu sedang terkenal kasus praktek dukun santet di banyuwangi. Karena dianggap meresahkan warga akhirnya warga mulai melakukan tindakan kerusuhan dengan menangkap dan membunuh orang yang diangganya sebagai dukun santet. Sejumlah warga telah menjadi korban atas peristiwa ini. Pembunuhan dilakukan dengan berbagai cara yakni, dipenggal, digantung, di bacok dengan senjata tajam hingga dibakar hidup hidup. Polri, TNI, beserta abri tentunya tidak tinggal diam. Dengan sigap mereka dapat menyelamatkan orang-orang yang telah dituduh sebagai dukun santent dari amukan warga. Sangat jelas sekali bahwa pperistiwa ini termasuk dalam contoh kasus pelanggaran ham di indonesia yang patut ditindak lanjuti. Sebagai warga negara kita harus taat terhadap aturan hukum yang berlaku dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

16. Kasus Bulukumba

Kasus pelanggaran Ham ini terjadi pada sekitar tahun 2003 silam. Peristiwa yang dilatarbelakangi perluasan perkebunan oleh PT.London Sumatera ini tidak disetujui oleh warga desa sekitar. Ahirnya terjadi penembakan yang dilakukan oleh polisi pada warga bulukumba, Anggota kepolisian bulukumba dilaporkan telah menembak warga bonto biraeng kecamatan kajang pada bagian punggung hingga meninggal.

17. Peristiwa Abepura, Papua

Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh kasus penyeragan yang terjadi di Mapolsek Abupura pada tahun 2003 silam. Polisi menyisir kawasan Abupera secara membabi buta guna menangkap pelaku penyerangan. Komnas HAM menilai bahwa tindakan polisi ini telah melanggar Ham yang berlaku.

18. Kerusuhan Timor Timur dan Referendum

Kasus pelanggaran Ham ini terjadi pada tahun 1999 yang dilatarbelakangi Agrisi Militer. Akibat peristiwa ini puluhan warga sipil tewas dan banyak yang mengalami luka-luka.

Kasus pelanggaran Ham ini telah memakan setidaknya ratusan korban jiwa pada tahun 1974 hingga tahun 1999. Peristiwa ini diulai ketika terjadi Agresi Militer yang dilakukan oleh TNI terhadap pemerintah fretelin yang kala itu sah di daerah sekitar timor timur. Semenjak pengesahan tersebut, Timor timur sering menjadi daerah operasi dan rawan terjadi tindak kekerasan.

19. Kasus di Aceh (pra DOM)

Kasus ini bermula ketika Hassan D. Tito mendeklarasikan Gerakan Aceh Merdeka secara terang-terangan pada tahun 1976. Akibatnya TNI turun tangan dan terjadilah kerusuhan. Setidaknya ribuan nyawa telah melayang dalam peristiwa ini. Sejak saat itu aceh selalu mejadi taeget operasi militer dan rawan sekali terjadi tindak kekerasan.

Demikian pembahasan tentang 19 Contoh Kasus Pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia, semoga artikel pembahasan diatas dapat menambah pengetahuan kalian semua. Jika artikel ini bermanfaat silahkan share dan bagikan pengetahuan dari kami sehingga dapat menambah wawasan kalian.
19 Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia - Pada Artikel sebelumnya saya telah menjelaskan tentang pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) dari berbagai pendapat ahli dunia, kali ini saya akan memberikan ulasan tentang bentuk dan contoh pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Indonesia.

Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia saat ini menjadi viral baik di media sosial maupun masyarakat. Hal ini adalah sebuah keprihatinan yang patut kita kupas tuntas kenapa hal semacam ini bisa menimbulkan polemik di masyarakat saat ini.

kasus pelanggaran HAM

Contoh kasus Pelanggaran Ham sebenarnya sangat banyak terjadi di dunia ini. Baik pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat maupun Hak Asasi Manusia yang tergolong ringan. Kasus Pelanggaran HAM ini terjadi akibat ulah manusia yang lebih mementingkan kepentingan pribadi atau golongan.

Seperti yang pernah saya jelaskan pada artikel saya sebelumnya tentang Pengertian HAM. Oleh karena itu kita harus lebih menghargai hak orang lain agar terjadi kedamaian dan ketentraman hidup di Indonesia ini.

Bentuk - Bentuk Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia :

1. Pelanggaran HAM Berat

Undang-undang No. 39 Tahun 1999 pasal 104 ayat (1) menerangkan bahwa tindakan-tindakan yang termasuk ke dalam jenis pelanggaran HAM berat di antaranya adalah: genosida, kejahatan kemanusiaan, pembun*han di luar putusan pengadilan, penyiks*an, perb*dakan, serta diskriminasi yang dilakukan secara sistematis.
Sebenarnya Bentuk Pelanggaran Ham berat dibagi menjadi dua hal :

1). Genosida

Menurut UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, genosida merupakan suatu perbuatan yang dilakukan demi menghancurkan atau memusnahkan kelompok ras, suku bangsa, atau agama tertentu. Hal ini sangat rawan terjadi di Indonesia karena banyak suku yang tersebar di seluruh Indonesia sehinga sering terjadi perang antar suku yang sebenarnya dipicu oleh hal-hal yang tidak terpikirkan oleh kita.
Contoh pelanggaran HAM internasional terbesar yang juga termasuk ke dalam kategori kejatahan genosida adalah pembantaian bangsa Yahudi dan Gipsi oleh Nazi Jerman pada masa Perang Dunia II.

2). Kejahatan Kemanusiaan

Nah ini yang sering terjadi di Indonesia, kenapa???

Karena rasa ego yang tidak terkontrol membuat seorang manusia bisa melakukan berbagai hal perbuatan keji dan tidak manusiawi seperti pembunuhan dan pelecehan. Kejahatan kemanusiaan sering terjadi pada tindakan yang ditujukan pada individu, kelompok, atau penduduk sipil yang didasari oleh konflik di bidang politik, rasa iri, dan kepentingan pribadi atau golongan.

Contoh tindakan yang termasuk dalam kategori kejahatan kemanusiaan di antaranya adalah: pembunuhan, perbudakan, pelecehan s*ksual, dan penganiayaan terhadap kelompok.

2. Pelanggaran HAM Ringan

Bentuk kasus pelanggaran Hak Asasi manusia (HAM) ringan merupakan suatu tindakan yang melanggar Hak Asasi Manusia dengan tidak menghilangkan nyawa manusia, artinya perbuatan melanggar HAM ini dilakukan seseorang tanpa menghilangkan nyawa orang lain.

Contoh Bentuk pelanggaran HAM ringan diantaranya seperti pemukulan, pembatasan kebebasan berpendapat, dan perampasan harta milik orang lain. Kasus pelanggaran HAM ringan sering kita temui di kehidupan sehari-hari baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Sementara itu bentuk pelanggaran HAM di lingkungan keluarga dapat berupa pengekangan seorang Ayah atau Ibu terhadap hak anaknya untuk bermain atau mengembangkan diri melalui hobinya. Sedangkan, pelanggaran HAM di sekolah dapat ditemukan pada kasus pemalakan oleh siswa, tawuran antar sekolah, serta perlakuan guru yang tidak adil terhadap siswanya.

Setelah kita mengetahui bentuk-bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) pasti akan muncul pertanyaan seperti apa sih pelanngaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang pernah terjadi di Indonesia ?

10 Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia :

1. Kasus Pembunuhan Munir

Munir Said Thalib dlahirkan di Malang pada tanggal 8 Desember 1965. Beliau merupakan aktifis HAM yang menangani kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia seperti kasus pembun*han Marsinah, kasus Timor-Timur dan masih banyak lagi.

Tanggal 7 September 2004 beliau melakukan perjalanan ke negara Belanda dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Pada saat di dalam pesawat Munir meninggal dunia di dalam perjalanan akibat sejenis racun bernama Arsenikum yang berada di dalam makanannya.

Pada tahun 2005 seorang pilot bernama Pollycarpus Budihari Priyanto selaku Pilot Garuda Indonesia yang mengemudikan pesawat yang ditumpangi Munir dijatuhi hukuman 14 tahun penjara karena terbukti menaruh racun Arsenik dalam makanan yang dikonsumsi Munir di dalam pesawat.

2. Kasus Pelanggaran HAM Marsinah

Marsinah merupakan buruh yang bekerja di PT. Catur Putra Surya (CPS) yang terletak di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Masalah muncul ketika Marsinah bersama dengan teman-teman buruh dari PT. CPS menggelar unjuk rasa, mereka menuntut untuk menaikkan upah buruh pada tanggal 3 dan 4 Mei 1993. Dia aktif dalam aksi unjuk rasa buruh.

Masalah timbul ketika Marsinah menghilang dan tidak diketahui oleh rekannya, dan sampai akhirnya pada tanggal 8 Mei 1993 Marsinah ditemukan meninggal dunia. Mayatnya ditemukan di sebuah hutan di Dusun Jegong, Kecamatan Wilangan, Nganjuk, Jawa Timur. Menurut hasil otopsi, diketahui bahwa Marsinah meninggal karena penganiaya*n berat.

3. Penembakan Misterius (Petrus)

Kasus pelanggaran HAM ini terjadi pada tahun 1982-1985. ‘Petrus’ merupakan sebuah peristiwa penculikan, penganiayaan dan penembakan terhadap preman yang menganggu ketertiban masyarakat. Pelakunya kemungkinan adalah aparat kepolisian yang menyamar (tidak memakai seragam) namun sampai sekarang masih tidak diketahui kejelasan pelaku ini.

Kasus ini termasuk kasus pelanggaran HAM berat, karena banyaknya korban Petrus yang meninggal karena ditembak. Dari banyaknya korban Petrus ditemukan meninggal dengan keadaan tangan dan lehernya diikat dan dibuang di kebun, hutan dan tempat lainnya. Korban Petrus di prediksi mencapai ratusan preman yang diani*ya dan ditembak serta dibuang ketempat yang disebutkan diatas.

4. Penculikan Aktivis 1997/1998

Contoh kasus pelanggaran HAM di Indonesia selanjutnya yaitu kasus penculikan aktivis 1997/1998. Peristiwa ini terjadi menjelang PEMILU 1997 dan Sidang Umum MPR tahun 1998. Sekitar 23 aktivis pro-demokrasi diculik secara paksa dan dihilangkan bahkan dibunuh oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sebanyak 13 aktivis hingga saat ini hilang dan ada seorang yang terbunuh, meskipun demikian ada 9 aktivis yang dilepaskan dan sekarang hidup dalam trauma baik secara mental dan psikisnya. Dari pendapat banyak pengamat mereka diculik dan disiksa oleh para oknum anggota militer/TNI pada pemerintahan yang berkuasa saat itu.

5. Penembakan Mahasiswa Trisakti

Kasus penembakan mahasiswa Trisakti Atau dikenal Tragedi Trisakti merupakan kasus pelanggaran HAM berat karena terbunuhnya mahasiswa saat melakukan demonstrasi saat itu dtembak oleh anggota polisi dan militer. Perisistiwa ini bermula ketika mahasiswa-mahasiswa Universitas Trisakti melakukan demonstrasi menuntut Presiden Soeharto mundur dari jabatannya.

Menurut kabar puluhan mahasiswa mengalami luka-luka dan sebagian meninggal dunia akibat ditembak menggunakan peluru tajam oleh anggota polisi dan militer/TNI.

6. Pembantaian Massal PKI 1965 oleh Pemerintah

Masalah ini seperti tidak akan habisnya dibahas karena merupakan kasus pelanggaran HAM yang sangat berat. Pembantaian terhadapa orang – orang yang dituduh anggota dari Partai Komunis Indonesia yang saat itu merupakan salah satu Partai Komunis terbesar di dunia.

Pihak militer yang saat itu didalangi oleh Presiden Soeharto mulai melakukan operasi dengan menangkap anggota komunis, menyiksa dan membunuh mereka. Menurut kabar sekitar satu juta setengah anggota komunis meninggal dan sebagian menghilang pada saat peristiwa G30S tahun 1965.

7. Tragedi Kerusuhan Sampit

Konflik Sampit terjadi pada tahun 2001 merupakan salah satu kasus pelanggaran HAM yang sangat rawan terjadi di Indonesia, karena telah terjadi beberapa insiden sebelumnya antara warga Dayak dan Madura. Konflik terbesar terjadi antara Desember 1996 hingga Januari 1997 yang mengakibatkan 600 korban tewas.

Penduduk Madura saat pertama tiba di Kalimantan pada tahun 1930 dengan program transmigrasi pemerintah kolonial Belanda yang dilanjutkan pemerintah Indonesia. Pada tahun 2000, transmigran di Kalimantan mencapai 21% populasi Kalimantan. Suku Dayak waktu itu merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura sehingga timbul konflik yang mendasar di kalangan masyarakat.

8. Kasus Pelanggaran HAM di Poso

Kerusuhan Poso merupakan sebutan bagi serangkaian kerusuhan yang terjadi di Poso yang melibatkan kelompok Muslim dan Kristen. Kerusuhan ini dibagi menjadi tiga bagian. Kerusuhan Poso I (25-29 Desember 1998), Poso II (17-21 April 2000), dan Poso III (16 Mei- 15 Juni 2000). Bentrokan yang terjadi di Poso mengakibatkan banyak korban yang diakhiri dengan terbentuknya Forum Komunikasi Umat Beragama (FKAUB) di kabupaten Dati II Poso.

9. Kasus Pelanggaran HAM di Tanjung Priok

Kasus yang terjadi di Tanjung Priok ini murni merupakan kasus pelanggaran HAM. Bermula saat warga Tanjung Priok melakukan demonstrasi beserta kerusuhan warga dengan anggota kepolisian dan anggota TNI yang mengakibatkan sebagian warga tewas dan luka-luka. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 12 September 1984. Sejumlah orang dan anggota militer yang terlibat dalam insiden kerusuhan diadili dengan tuduhan melakukan tindakan subversif dan mereka diadili atas tuduhan melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

10. Kasus Pelanggaran HAM yang dialami TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di luar negeri

Beberapa kasus pelanggaran HAM yang menimpa beberapa TKI yang bekerja di luar negeri. Diantaranya telah terjadi banyak pelanggaran seperti penganiayaan, dipukul, disetrika, diestrum listrik, pelecehan s*ksual, pemerkosa*n, bahkan pembun*han terhadap para tenaga kerja Indonesia. Meskipun saat ini sudah ada Undang-Undang dari Pemerintah yang mengatur tentang perlindungan atas TKI yang bekerja di luar negeri akan tetapi masih banyak terjadi kasus serupa terjadi.

11. Penculikan Aktivis Demokrasi

Penculikan aktivitis demokrasi ini merupakan salah satu contoh kasus pelanggaran HAM berat. Kasus ini seperti yang kita ketahui terjadi pada tahun 1997/1998. Sebanyak 23 orang aktivis pro demokrasi telah diculik dan dihilangkan keberadaannya bahkan kabarnya dibunuh secara kejam.

Pada tahun 1998 memang keadaan negara Indonesia sedang krisis, baik krisis moneter maupun krisis kemanusiaan. Meski kasus ini awalnya disebut kasus penculikan biasa namun rakyat tersadar bahwa ini merupakan sebuah kasus pelanggaran hak asasi manusia dan penghapusan demokrasi. Perlu kalian ketahui demokrasi masih merupakan hal yang tabu di mata rakyat saat itu.

Kronologis penculikan ini terjadi menjelang pelaksanaan pemilu pada tahun 1997 dan Sidang MPR pada tahun 1998. Bagi kalian yang masih bersekolah saat ini mungkin kalian pernah mendengar isu-isu seputar tahun tersebut. Namun kenyataanya sampai saat ini kasus pelanggaran HAM saat itu tidak juga menemukan titik terang. Bahkan seolah saat ini kita harus terpaksa mengikuti sistem yang menurut saya diprogam untuk melupakan peristiwa tersebut.

Pihak-pihak yang bertanggung jawab pun seolah hilang dan kasus dipaksakan selesai. Padahal saat itu sebanyak 1 orang meninggal dan 13 lainnya belum diketahui keberadaannya. 9 aktivis yang dibebaskan pun seolah bungkam dengan peristiwa tersebut. Dari sekian isu yang beredar, fakta yang terjadi adalah aktivis demokrasi ini disiksa oleh anggota militer dan TNI sebagai perintah dari pemerintahan saat itu.

12. Pembantaian Dili

Pembantaian Dili adalah salah satu kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia. Pembantaian ini dilakukan oleh TNI dan anggota militer dengan cara yang kejam yaitu menembaki warga sipil yang tak bersalah. Kasus pembantaian Dili ini terjadi di pemakaman Santa Cruz (Timor Timur) pada tanggal 12 November 1991

Kronologi kejadian penembakan ini dialami oleh warga sipil yang tengah menghadiri pemakaman kala itu, Kebanyakan korban mengalami luka-luka namun ada juga yang meninggal karena tembakan dari TNI atau anggota militer. Banyak yang menilai dan beropini bahwa peristiwa penembakan ini adalah bentuk perang Indonesia dengan timor timur. Perlu kalian ketahui bahwa saat itu Timor Timur menyatakan ingin keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan membentuk Negara sendiri.

Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia
Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia

13. Pembantaian Rawagede

Pembantaian yang terjadi di Rawagede merupakan kasus pelanggaran Ham di Indonesia berupa penembakan yang disertai pembunuhan terhadap para penduduk kampung Rawagede, jawa barat yang dilakukan tentara Belanda tanggal 9 Desember 1947 silam. Peristiwa ini merupakan bentuk dari Agresi Militer Belanda I ke Indonesia setelah Indonesia merdeka. Pada masa itu puluhan warga dibunuh dengan alasan yang tidak jelas. Pengadilan di Den Haag memutuskan bahwa pemerintah belanda sepenuhnya bersalah dalam peristiwa ini dan pihak belanda harus bertanggung jawab dan mengganti segala kerugian kepada keluarga korban pembantaian rawagede.

14. Peristiwa Demonstrasi 27 Juli

Pada tanggal 27 julli 1996 pernah terjadi kasus pelanggaran Ham yang terjadi di jakarta, Yakni ketika massa pendukung megawati soekarno putri mengambil alih secara paksa kantor DPP PDIP di Jakarta pusat. Pada masa itu bentrok antara aparat TNI dan Polri dengan massa pendukung megawati tidak dapat dihindari. Aparat yang datang dengan kendaraan taktis terus dilempari batu oleh massa. Bentrokan yang terjadi akhirnya meluas hingga ke jalanan. Massa yang kala itu terbakar emosinya ulai bertindak anarkis, merusak bangunan dan sarana umum. Dalam pperistiwa ini setidaknya lima orang tewas dan korban luka baik dari massa dan aparat diperkirakan mencapai angka ratusan. Menurut komnas ham peristiwa ini termasuk dalam contoh pelanggaran Ham.

15. Kasus Dukun Santet di Banyuwangi

Kasusu pelanggaran Ham di Indonesia ini terjadi pada sekitar tahun 1998 di daerah banyuwangi. Pada kala itu sedang terkenal kasus praktek dukun santet di banyuwangi. Karena dianggap meresahkan warga akhirnya warga mulai melakukan tindakan kerusuhan dengan menangkap dan membunuh orang yang diangganya sebagai dukun santet. Sejumlah warga telah menjadi korban atas peristiwa ini. Pembunuhan dilakukan dengan berbagai cara yakni, dipenggal, digantung, di bacok dengan senjata tajam hingga dibakar hidup hidup. Polri, TNI, beserta abri tentunya tidak tinggal diam. Dengan sigap mereka dapat menyelamatkan orang-orang yang telah dituduh sebagai dukun santent dari amukan warga. Sangat jelas sekali bahwa pperistiwa ini termasuk dalam contoh kasus pelanggaran ham di indonesia yang patut ditindak lanjuti. Sebagai warga negara kita harus taat terhadap aturan hukum yang berlaku dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

16. Kasus Bulukumba

Kasus pelanggaran Ham ini terjadi pada sekitar tahun 2003 silam. Peristiwa yang dilatarbelakangi perluasan perkebunan oleh PT.London Sumatera ini tidak disetujui oleh warga desa sekitar. Ahirnya terjadi penembakan yang dilakukan oleh polisi pada warga bulukumba, Anggota kepolisian bulukumba dilaporkan telah menembak warga bonto biraeng kecamatan kajang pada bagian punggung hingga meninggal.

17. Peristiwa Abepura, Papua

Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh kasus penyeragan yang terjadi di Mapolsek Abupura pada tahun 2003 silam. Polisi menyisir kawasan Abupera secara membabi buta guna menangkap pelaku penyerangan. Komnas HAM menilai bahwa tindakan polisi ini telah melanggar Ham yang berlaku.

18. Kerusuhan Timor Timur dan Referendum

Kasus pelanggaran Ham ini terjadi pada tahun 1999 yang dilatarbelakangi Agrisi Militer. Akibat peristiwa ini puluhan warga sipil tewas dan banyak yang mengalami luka-luka.

Kasus pelanggaran Ham ini telah memakan setidaknya ratusan korban jiwa pada tahun 1974 hingga tahun 1999. Peristiwa ini diulai ketika terjadi Agresi Militer yang dilakukan oleh TNI terhadap pemerintah fretelin yang kala itu sah di daerah sekitar timor timur. Semenjak pengesahan tersebut, Timor timur sering menjadi daerah operasi dan rawan terjadi tindak kekerasan.

19. Kasus di Aceh (pra DOM)

Kasus ini bermula ketika Hassan D. Tito mendeklarasikan Gerakan Aceh Merdeka secara terang-terangan pada tahun 1976. Akibatnya TNI turun tangan dan terjadilah kerusuhan. Setidaknya ribuan nyawa telah melayang dalam peristiwa ini. Sejak saat itu aceh selalu mejadi taeget operasi militer dan rawan sekali terjadi tindak kekerasan.

Demikian pembahasan tentang 19 Contoh Kasus Pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia, semoga artikel pembahasan diatas dapat menambah pengetahuan kalian semua. Jika artikel ini bermanfaat silahkan share dan bagikan pengetahuan dari kami sehingga dapat menambah wawasan kalian.

Related Posts

19 Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia beserta Gambarnya
4/ 5
Oleh

Contact Me

Name

Email *

Message *