Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar atau industri yang terdiri dari produsen-produsen yang mempunyai kekuatan pasar atau mampu mengendalikan harga output di pasar.
Terdapat tiga model umum di pasar persaingan tidak sempurna, yaitu :
  1. pasar monopoli
  2. pasar persaingan monopolistik
  3. oligopoli
Pasar monopoli merupakan industri yang terdiri dari satu perusahaan dimana terdapat hambatan bagi perusahaan-perusahaan baru untuk memasuki pasar. Beberapa hambatan masuk berupa waralaba pemerintah, paten, skala ekonomi dan keunggulan biaya lain, kepemilikan atas faktor produksi yang langka. Contoh pasar monopoli adalah pertamina, PLN, KAI, dan lain sebagainya
Ciri-ciri pasar minopoli adalah :
  1. hanya terdapat satu penjual atau satu produsen
  2. Pada pasar monopoli harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan.
  3. Umumnya monopoli dijalankan oleh pemerintah untuk kepentingan hajat hidup orang banyak.
  4. Pada pasar monopoli hanya ada satu jenis produk tanpa adanya alternatif pilihan.
  5. Pada pasar monopoli tidak butuh strategi dan promosi untuk sukses.
 

Pasar Persaingan Monopolistik merupakan industri yang memiliki banyak produsen di mana perusahaan pesaing bebas memasuki industri dan perusahaan-perusahaan mendiferensiasikan produk mereka. Diferensiasi produk dimaksudkan untuk memenuhi keinginan konsumen, membangun reputasi atas produk yang dihasilkan dan dan memberikan pelayanan yang baik. Selain kelebihan berupa adanya keanekaragaman produk, efisiensi dan informasi tentang produk, diferensiasi produk juga mempunyai  kelemahan yaitu adanya pemborosan, harga produk yang lebih mahal, kesalahan informasi dan kejenuhan masyarakat terhadap tayangan iklan. Contohnya Perusahaan PT. Unilever Indonesia Tbk dan  PT. Procter  & Gamble Indonesia, perusahaan tersebut sama-sama memproduksi shampoo. Namun  setiap produk yang dihasilkan produsen tersebut  memiliki ciri khusus yang berbeda-beda, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain. Pada pasar persaingan monopolistik produsen dapat mempengaruhi harga, namun tidak berpengaruh besar seperti produsen di  pasar monopoli dan oligopoli.


Oligopoli adalah industri dengan sejumlah kecil perusahaan yang masing-masing cukup mampu untuk mempengaruhi harga pasar dari output yang dihasilkan. Selain memiliki banyak bentuk dalam pasar oligopoli terdapat juga empat model yang umum dikenal yaitu model kolusi, model cournot, model kurva permintaan patah dan model kepemimpinan harga.Perusahaan-perusahaan yang memiliki kekuatan pasar dihadapkan pada empat keputusan penting yaitu berapa output yang akan diproduksi, bagaimana memproduksinya, berapa input yang akan diminta dimasing-masing pasar dan berapa harga output yang akan ditetapkan. Keputusan harga dan output oleh perusahaan dalam pasar persaingan tidak sempurna berbeda-beda tergantung pada bentuk pasar di mana perusahaan berada dan tujuan dari perusahaan adalah memaksimalkan laba total. Diskriminasi harga merupakan ketetapan harga yang berbeda untuk pembeli barang yang sama atau penetapan harga dimana perbandingan harga dan biaya marjinal berbeda di antara para pembeli. Diskriminasi harga dibedakan menjadi tiga yaitu diskriminasi harga derajat ketiga, diskriminasi harga derajat kedua dan diskriminasi harga derajat pertama.  Contoh indusitri yang termasuk oligopoli adalah industri semen, industri mobil, dan industri kertas.
Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar atau industri yang terdiri dari produsen-produsen yang mempunyai kekuatan pasar atau mampu mengendalikan harga output di pasar.
Terdapat tiga model umum di pasar persaingan tidak sempurna, yaitu :
  1. pasar monopoli
  2. pasar persaingan monopolistik
  3. oligopoli
Pasar monopoli merupakan industri yang terdiri dari satu perusahaan dimana terdapat hambatan bagi perusahaan-perusahaan baru untuk memasuki pasar. Beberapa hambatan masuk berupa waralaba pemerintah, paten, skala ekonomi dan keunggulan biaya lain, kepemilikan atas faktor produksi yang langka. Contoh pasar monopoli adalah pertamina, PLN, KAI, dan lain sebagainya
Ciri-ciri pasar minopoli adalah :
  1. hanya terdapat satu penjual atau satu produsen
  2. Pada pasar monopoli harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan.
  3. Umumnya monopoli dijalankan oleh pemerintah untuk kepentingan hajat hidup orang banyak.
  4. Pada pasar monopoli hanya ada satu jenis produk tanpa adanya alternatif pilihan.
  5. Pada pasar monopoli tidak butuh strategi dan promosi untuk sukses.
 

Pasar Persaingan Monopolistik merupakan industri yang memiliki banyak produsen di mana perusahaan pesaing bebas memasuki industri dan perusahaan-perusahaan mendiferensiasikan produk mereka. Diferensiasi produk dimaksudkan untuk memenuhi keinginan konsumen, membangun reputasi atas produk yang dihasilkan dan dan memberikan pelayanan yang baik. Selain kelebihan berupa adanya keanekaragaman produk, efisiensi dan informasi tentang produk, diferensiasi produk juga mempunyai  kelemahan yaitu adanya pemborosan, harga produk yang lebih mahal, kesalahan informasi dan kejenuhan masyarakat terhadap tayangan iklan. Contohnya Perusahaan PT. Unilever Indonesia Tbk dan  PT. Procter  & Gamble Indonesia, perusahaan tersebut sama-sama memproduksi shampoo. Namun  setiap produk yang dihasilkan produsen tersebut  memiliki ciri khusus yang berbeda-beda, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain. Pada pasar persaingan monopolistik produsen dapat mempengaruhi harga, namun tidak berpengaruh besar seperti produsen di  pasar monopoli dan oligopoli.


Oligopoli adalah industri dengan sejumlah kecil perusahaan yang masing-masing cukup mampu untuk mempengaruhi harga pasar dari output yang dihasilkan. Selain memiliki banyak bentuk dalam pasar oligopoli terdapat juga empat model yang umum dikenal yaitu model kolusi, model cournot, model kurva permintaan patah dan model kepemimpinan harga.Perusahaan-perusahaan yang memiliki kekuatan pasar dihadapkan pada empat keputusan penting yaitu berapa output yang akan diproduksi, bagaimana memproduksinya, berapa input yang akan diminta dimasing-masing pasar dan berapa harga output yang akan ditetapkan. Keputusan harga dan output oleh perusahaan dalam pasar persaingan tidak sempurna berbeda-beda tergantung pada bentuk pasar di mana perusahaan berada dan tujuan dari perusahaan adalah memaksimalkan laba total. Diskriminasi harga merupakan ketetapan harga yang berbeda untuk pembeli barang yang sama atau penetapan harga dimana perbandingan harga dan biaya marjinal berbeda di antara para pembeli. Diskriminasi harga dibedakan menjadi tiga yaitu diskriminasi harga derajat ketiga, diskriminasi harga derajat kedua dan diskriminasi harga derajat pertama.  Contoh indusitri yang termasuk oligopoli adalah industri semen, industri mobil, dan industri kertas.

Related Posts

Pasar Persaingan Tidak Sempurna
4/ 5
Oleh

Contact Me

Name

Email *

Message *