Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) meliputi pergerakan-pergerakan harga untuk saham biasa dan saham preferen. IHSG mulai dikenalkan pertama kali pada tanggal 1 april 1983 dengan menggunakan landasan dasar (baseline) tanggal 10 agustus 1982. Jumlah saham yang tercatat pada waktu itu adalah hanya sebantak 13 saham. indeks ini dihitung dengan membagi total nilai pasar (harga pasar dikalikan dengan lembar yang beredar) untuk 50 saham perusahaan terbesar pada waktu dengan total nilai pasar untuk 500 perusahaan yang sama ditahun dasar. Hasil dari perkalian ini kemudian dikalikan dengan nilai dasar atau base value (bv) 10. Misalnya hasil dari S&P 500 adalah 250. Ini menunjukkan bahwa nilai pasar saham untuk 500 perusahaan tersebut meningkat dengan faktor 25 kali relatif dibandingkan dengan nilai pasar pada tahun dasar.

IHSG selalu disesuaikan untuk kejadian seperti IPO, right issues, partial/company listing, konversi dari warrant dan convertible bond dan delisting (mengundurkan diri dari pencataan misalnya karena kebangkrutan). Untuk kejadian-kejadian seperti pemecahan saham (stock split), dividen berupa saham (stock dividens), bonus issue, nilai pasar dari IHSG tidak merubah nilai pasar total.

Contoh :
Misalkan nilai pasar seluruh saham yang beredar dipasar modal saat ini adalah sebesar Rp 100 milyar. Nilai dasar pada saat ini adalah sebesar Rp 25 milyar, maka indeks harga saham gabungannya adalah sebesar :

IHSG=(Rp100milyar/Rp25milyar) x 100 = 400

Perusahaan X melakukan penawaran perdana sebanyak 1 juta lembar saham dengan harga Rp1.00,- per lembarnya. Nilai pasar tambahan saham (NPTS) ini adalah sebesar 1.000.000 x Rp1.000 milyar dan NDL = Rp 25 milyar. Nilai dasar baru yang disesuaikan adalah sebesar:

NDB = Rp100 milyar+Rp 1 milyar x Rp 25 milyar =Rp25,25 milyar

                        Rp 100 milyar

IHSG yang baru adalah sebesar :

IHSG = Rp101 milyar x 100 = 400

            Rp25,25 milyar
Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) meliputi pergerakan-pergerakan harga untuk saham biasa dan saham preferen. IHSG mulai dikenalkan pertama kali pada tanggal 1 april 1983 dengan menggunakan landasan dasar (baseline) tanggal 10 agustus 1982. Jumlah saham yang tercatat pada waktu itu adalah hanya sebantak 13 saham. indeks ini dihitung dengan membagi total nilai pasar (harga pasar dikalikan dengan lembar yang beredar) untuk 50 saham perusahaan terbesar pada waktu dengan total nilai pasar untuk 500 perusahaan yang sama ditahun dasar. Hasil dari perkalian ini kemudian dikalikan dengan nilai dasar atau base value (bv) 10. Misalnya hasil dari S&P 500 adalah 250. Ini menunjukkan bahwa nilai pasar saham untuk 500 perusahaan tersebut meningkat dengan faktor 25 kali relatif dibandingkan dengan nilai pasar pada tahun dasar.

IHSG selalu disesuaikan untuk kejadian seperti IPO, right issues, partial/company listing, konversi dari warrant dan convertible bond dan delisting (mengundurkan diri dari pencataan misalnya karena kebangkrutan). Untuk kejadian-kejadian seperti pemecahan saham (stock split), dividen berupa saham (stock dividens), bonus issue, nilai pasar dari IHSG tidak merubah nilai pasar total.

Contoh :
Misalkan nilai pasar seluruh saham yang beredar dipasar modal saat ini adalah sebesar Rp 100 milyar. Nilai dasar pada saat ini adalah sebesar Rp 25 milyar, maka indeks harga saham gabungannya adalah sebesar :

IHSG=(Rp100milyar/Rp25milyar) x 100 = 400

Perusahaan X melakukan penawaran perdana sebanyak 1 juta lembar saham dengan harga Rp1.00,- per lembarnya. Nilai pasar tambahan saham (NPTS) ini adalah sebesar 1.000.000 x Rp1.000 milyar dan NDL = Rp 25 milyar. Nilai dasar baru yang disesuaikan adalah sebesar:

NDB = Rp100 milyar+Rp 1 milyar x Rp 25 milyar =Rp25,25 milyar

                        Rp 100 milyar

IHSG yang baru adalah sebesar :

IHSG = Rp101 milyar x 100 = 400

            Rp25,25 milyar

Related Posts

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
4/ 5
Oleh

Contact Me

Name

Email *

Message *