Cara Memulai Usaha Baru

 Peluang sebenarnya ada di sekeliling kita, hanya saja ada beberapa individu yang mampu melihat situasi sebagai peluang, tetapi ada juga  yang tidak. Hal ini disebabkan faktor informasi yang dimilikinya. Informasi memungkinkan seseorang mengetahui  bahwa peluang ada saat orang lain tidak menghiraukan situasi tersebut. Akses terhadap informasi dipengaruhi oleh pengalaman hidup dan hubungan sosial.
Disamping pegaruh lingkungan hidup dan sosial tersebut, sebagai wirausaha kita juga dituntut mempunyai keberanian untuk menanggung kemungkinan resiko yang akan didapat setelah melakukan usaha tersebut.
Usaha baru banyak berkembang salah satunya karena  masalah perekonomian. Ketidakstabilan perekonomian di masyarakat kita pada masa sekarang membuat tingginya angka pengangguran. Selain itu, persaingan antara pemilik usaha kecil membuat banyak usaha kecil yang tumbang satu akibat tidak mampu bertahan dalam krisis ekonomi global ini. Belum lagi ditambah banyaknya kejadian bencana alam yang mengakibatkan orang-orang yang mengalami bencana tersebut kehilangan usaha yang ini mereka jalankan. Semua ini akan menjadi alasan yang utama tumbuhnya usaha-usaha baru di dalam masyarakat kita.
Usaha baru memang seolah-olah memberikan janji atau impian yang memumgkinkan kita mendapatkan apa yang kita harapkan terutama dalam materi. Namun tanpa persiapan yang baik, maka usaha baru ini belum dapat memberikan hasil seperti yang kita minati. Ada  banyak persiapkan sebelum kita memulai usaha baru yang kita minati. Ada banyak pula yang harus kita ketahui sebelum kita membuka usaha bru kita itu.
Memulai suatu usaha baru tidak saja hanya berdasarkan tersedianya modal. Modal itu hanya salah satu bagian penting yang memang harus diperhitungkan. Namun selain modal, kita juga harus menentukan banyak hal lain yang dapat mendukung usaha baru kita ini, seperti ide usaha baru yang hendak dijalankan, lokasi dimana usaha baru akan didirikan, masalah karyawan yang akan menjalankan usaha baru tersebut, dan masih banyak lagi.
Menurut Brown dan Protello, bisnis adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat, apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis inipun akan meningkat pula perkembangannya dalam melayani masyarakat.
Sedangkan tujuan dari bisnis itu sendiri adalah hasil akhir yang ingin dicapai oleh para pelaku bisnis dari bisnis yang mereka lakukan dan merupakan cerminan dari berbagai hasil yang diharapkan bisa dilakukan oleh bagian-bagian organisasi perusahaan (produksi, pemasaran, personalia, dll) yang akan menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Secara umum tujuan dari bisnis adalah menyediakan produk berupa barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhankonsumen serta memperoleh keuntungan dari aktivitas yang dilakukan.
Untuk memasuki dunia usaha, seseorang harus memiliki jiwa sebagai seorang wirausaha. Wirausaha adalah orang yang mengorganisir, mengelola, dan memiliki keberanian menghadapi resiko. Sebagai pengelola sekaligus pemilik usaha, kita harus memiliki kecakapan untuk bekerja, mengorgansir, kreatif dan lebih menyukai tantangan.
Banyak cara yang dapat di lakukan oleh seorang untuk memulai suatu usaha, baik secara kelompok maupun individual.
      Aspek-Aspek Usaha :

1.    Memahami konsep produk atau jasa secara baik
Sebelum memulai suatu usaha maka hal yang terpenting adalah pemahaman kita akan konsep produk atau jasa yang akan menjadi bisnis inti.
2.    Membuat visi dan misi bisnis
Setiap orang yang berencana memulai bisnis harus mengetahui visi dan misi yang akan menjadi panduan untuk tetap fokus kepada organisasi dan tujuan bisnis sejak awal. Seringkali suatu usaha pada tahap perkembangan berikutnya mengalami kegagalan, karena organisasi tersebut tidak memfokuskan diri kepada peningkatan kemajuan bisnis awal tetapi terlalu banyak mencoba mengembangkan bidang usaha lain yang baru. Dalam poin ini setiap orang akan belajar bagaimana membuat visi dan misi dalam kaitannya dengan latar belakang pribadi dan pengetahuan usaha yang akan dirintis.
3.    Perlunya winning, positivedan learning attitude untuk menjadi sukses
Sikap mental merupakan kunci keberhasilan atas usaha, selain daripada pemahaman usaha itu sendiri. Dibutuhkan waktu, sikap tidak menyerah, proses belajar secara kesinambungan, dan melihat permasalahan secara positif agar tidak membuat jadi patah semangat dalam melihat setiap peluang dan belajar atas setiap kegagalan.
4.    Membuat perencanaan dan strategi bisnis yang efektif akan menghindari usaha dari risiko bisnis dan keuangan
Secara statistik hampir seluruh kegagalan bisnis kecil dan menengah disebabkan karena tidak adanya atau kurang efektifnya perencanaan bisnis yang dibuat. Asumsi-asumsi seperti kapasitas produksi, tingkat utilisasi produksi, proyeksi kenaikan harga dan biaya serta aspek lainnya dalam perencanaan bisnis haruslah menggambarkan secara akurat realitas pasar atau praktek yang ada dalam suatu industri. Sistematika perhitungan, proyeksi pendapatan dan biaya harus dibuat secara tepat sehingga membantu setiap calon pengusaha untuk menghitung secara akurat kebutuhan modal investasi dan modal kerja termasuk struktur biaya untuk persiapan awal, tahap percobaan, produksi secara komersial, inventori, distribusi, pemasaran, administrasi, sumber daya manusia dan juga komponen pendapatan usaha yang terdiri dari pendapatan inti dan tambahan. Pemahaman yang baik atas hal ini juga akan membantu calon "entrepreneur" untuk dapat mengindentifikasi potensi resiko bisnis, manajemen dan keuangan, serta membuat langkah-langkah pengendalian yang dapat menghindari setiap resiko tersebut.
5.    Pengetahuan dasar manajemen, organisasi dan sistem akan menghindari usaha dari risiko manajemen
Setiap usaha dari yang paling kecil sekalipun membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses pemasaran, produksi, distribusi dan penjualan agar berlangsung dengan baik.
6.    Optimalisasi sumber daya manusia maka 50% usaha sudah berhasil
Sumber Daya Manusia atau SDM merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha yang sangat penting. Banyak pakar yang menyadari bahwasanya untuk memulai usaha diharuskan merekrut pegawai yang tepat dan berpotensi sangat baik agar dapat menutup kelemahan manajemen, organisasi dan sistim dalam jangka pendek. Dengan SDM yang tepat maka kita sudah setengah jalan untuk menjadi sukses. Poin ini akan membantu kita untuk memahami kriteria pegawai yang baik dan sesuai dengan kebutuhan usaha, manajemen SDM secara umum, sistem penilaian kinerja pegawai sehingga setiap pegawai akan merasa puas, serta termasuk juga bagaimana memotivasi pegawai baik secara psikologi umum maupun dengan sistim insentif untuk mengoptimalkan kinerja pegawai.
7.    Mengapa kreativitas, kepemimpinan dan proses pembuatan keputusan sangat penting?
Dalam memulai usaha, umumnya setiap calon "entrepreneur" akan mengalami banyak permasalahan dan krisis. Banyak kegagalan terjadi karena kurangnya kreativitas, kepemimpinan dan pembuatan keputusan yang tepat dalam mencari solusi yang baik. Kreativitas juga akan sangat membantu untuk menyesuaikan produk-produk agar dapat diterima oleh pasar dan juga melihat berbagai peluang dalam membangun usaha. Kepemimpinan sangat penting dalam menghadapi suaru krisis. Membuat setiap pegawai dan semua orang yang terlibat dalam usaha menjadi percaya bahwasanya kita tidak panik, menjadi tempat solusi atas semua permasalahan dan menjadi panutan. Proses pembuatan keputusan akan membantu kita dalam mencari alternatif solusi dan memilih yang terbaik untuk usaha dan organisasi. Dalam poin ini kita akan mendapatkan cara-cara mengembangkan kreativitas usaha, ciri-ciri kepemimpinan yang cocok dengan latar belakang pribadi dan bagaimana proses yang benar dalam membuat keputusan dalam setiap permasalahan.
8.    Pengetahuan dasar pengelolaan keuangan dan pembiayaan
Pemahaman atas aspek ini adalah sangat penting dalam perkembangan usaha. Seringkali produksi terganggu karena pengelolaan keuangan yang tidak baik seperti kekurangan dana untuk pembelian bahan baku, alat-alat produksi dan lainnya. Dalam poin ini akan diketahui pengetahuan dasar atas cash flow atau arus kas yang seperti darah dalam tubuh manusia, biaya pendanaan, pembiayaan modal kerja dan investasi, struktur modal, aset perusahaan, penyertaan modal dan lain sebagainya.
9.    Pemasaran, pelayanan dan product brand
Pemasaran merupakan ujung tombak keberhasilan penjualan produk atau jasa. Sebaik apapun produk atau jasa tanpa pemasaran yang baik maka akan sangat sukar untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan usaha. Di lain pihak tanpa pelayanan yang baik kepada pelanggan maka akan sangat sukar suatu usaha untuk memperoleh pelanggan yang loyal sebagai kunci pengeembangan usaha. Dengan pelanggan yang loyal maka pekerjaan pemasaran akan lebih mudah karena pelayanan yang baik akan menciptakan product brandyang baik kepada calon pelanggan baru. Dalam poin ini akan didapatkan semua aspek penting dalam membuat strategi pemasaran, identifikasi pelayanan yang dibutuhkan pelanggan dan bagaimana menciptakan product brand dan efeknya kepada keberhasilan usaha.
B.              Bisnis secara profesional
1.      Bersungguh-sungguh
2.      Sabar (ulet, gigih)
3.      Jujur (amanah)
4.      Cerdas (fathonah)
5.     Senantiasa membangun ukhuwah (network), silaturahmi & membinanyam
6. Husnuzhon (berpikiran atau berprasangka positif)
7.      Suka senyum dan ramah
8.      Optimis, yakin
9.  Membuat rencana dan belajar dari pengalaman
10.  Berbuat dengan cara-cara yang baik
11.  Tanggungjawab
12.  Menepati janji
13.  Konsekwen (istiqomah)
14.  Selalu menambah dan menimba ilmu berupa wawasan maupun keterampilan
15.  Memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, supplier, dan karyawan
16.  Pandai bersyukur dan menjauhi sifat iri-dengki, rakus, dendam, takut disaingi, khawatir dan ragu-ragu.
C.           Langkah-langkah Memulai Usaha Baru
1.    Mengenali peluang usaha
a.    Pengalaman hidup.
          Pengalaman hidup memberikan akses yang lebih mengenai informasi dan pengetahun mengenai penemuan peluang. Dua aspek dari pengalaman hidup yang meningkatkan kemungkinan seseorang menemukan peluang yaitu fungsi kerja dan variasi kerja.
b.    Hubungan sosial.
Sebuah langkah penting dimana seseorang mendapatkan informasi dari interaksi dengan orang lain. Beberapa ahli menyarankan ketika seorang takut berwirausaha secara sendirian, maka mengawali usaha secara kelompok adalah alternative. Oleh karenanya, kualitas dan kuantitas dalam interaksi sosial akan lebih memungkinkan individu akan membuat kelompok dalam berwirausaha. Informasi yang penting ketika akan memulai usaha adalah informasi mengenai lokasi, potensi pasar, sumber modal, pekerja, dan cara pengorganisasiannya. Kombinasi antara jaringan yang luas dan kenekaragaman latar belakang akan mempermudah mendapatkan informasi tersebut.
2.    Optimalisasi Potensi diri
Setelah mengenai peluang usaha maka harus dikombinasikan dengan potensi diri. Keunggulan kompetitif apa yang dimiliki. Yang sering terjadi di masyarakat kita adalah memilih usaha yang sedang trend saat itu. Hal ini sah-sah saja tetapi ketika dalam proses perkembangan tidak membuat inovasi, maka akan sulit bersaing.
Jika yang usaha itu adalah dibidang perdagangan,maka kita harus memiliki skill di bidang itu. Jika kita  tidak mempunyai keunggulan kompetitif misalnya layanan purna jual, harga yang bersaing, ataukah layanan secara umum baik, maka sulit akan berkembang. Orang akan tertarik membeli produk yang kita buat karena  adanya pelayanan yang baik kepada konsumen. Sebagian besar karena informasi yang telah didapatkan sebelumnya apakah dari mulut ke mulut ataukah dari koran.
Selain potensi diri dalam arti pengetahuan yang kita miliki, maka masih perlu mengoptimalkan aspek motivasi dan kepribadian. Ada beberapa kaharakteristik yang mendorong kesuksesan usaha. Oleh karena itu kita harus mengetahui terlebih dahulu potensi yang ada pada diri kita untuk memulai suatu usaha agar sesuai dengan yang kita inginkan.
3.    Fokus dalam bidang usaha
Dalam memulai sebuah usaha atau inovasi dilakukan untuk terfokus dimulai dari yang kecil berdasarkan sumberdaya yang kita  miliki. Misalnya memulai usaha rantangan untuk anak kost karena tinggal di sekitar kampus, kemudian karena basic knowledge di bidang pengolahan makanan, kemudian berkembang menjadi catering,dll . dalam hal ini kita harus fokus pada usaha kita dan tidak menyepelekannya jika catering ini memang menjadi usaha yang kita minati.
4.    Berani memulai.
Dunia kewirausahaan adalah dunia ketidakpastian sementara informasi yang dimiliki oleh yang akan memulai usaha sedikit. Oleh karenanya, ‘sedikit agak gila’  (overconfidence) dan berani mengambil resiko adalah sangat perlu dilakukan. Lakukan dulu, Jalani dulu, Jika ada kesulitan, baru dicari jalan keluarnya.
D.         Konsep Memulai suatu usaha
1.    Di butuhkan suatu keberanian
Berani malu kalau usaha yang kita bangun ternyata tidak di respon oleh pasar yang kita bidik. Berani rugi kalau ternyata usaha pertama kita mengalami kerugian yang berarti, karena kita salah perhitungan.
Tanpa adanya sebuah keberanian, kita tidak akan pernah tau, kalau teori dan pengetahuan yang anda tampung selama ini, ternyata sudah usang dan tidak jitu lagi untuk di gunakan sebagai sandaran dalam berusaha.
Disiplin ilmu dan pengetahuan, yang khusus mengupas masalah-masalah memulai dan mengelolah suatu usaha, tentu saja masih kita butuhkan sebagai sarana atau alat yang bisa membantu kita membangun dan mengembangkan suatu usaha. Pengetahuan tersebut bisa kita jadikan kerangka berfikir yang benar dan terstruktur.
Tapi kita juga perlu melakukan uji coba. kita perlu melakukan tindakan nyata. Dengan begitu kita akan lebih paham dan mengerti, letak-letak kelemahan dan kekuatan suatu trik dan tips dalam membangun dan mengembangkan suatu usaha atau bisnis yang sedang kita bangun tersebut.
2.    Keahlian khusus
Untuk memulai sebuah usaha diperlukan sebuah keahlian yang sesuai dengan usaha yang akan kita geluti dan untuk memulainya tersebut terdapat beberapa cara sehingga kita bisa memiliki sebuah usaha yang sesuai dengan budget dan keinginan kita dan kesanggupan kita.
E.     Cara Memulai suatu usaha
Cara untuk memulai suatu usaha baru :
1.    Mendirikan usaha baru.
Dalam memasuki dunia bisnis, seseorang dituntut untuk tidak hanya memiliki kemampuan tetapi juga ide dan kemauan. Ide dan kemauan itulah yang akan diwujudkan dalam bentuk penciptaan/pembuatan barang dan jasa yang laku di pasar.
Proses memulai bisnis
Apapun jenis dan bentuk bisnis yang akan kita jalani, pastinya mempunyai proses. Proses-proses tersebut adalah;
a.       Ide
Pengembangan ide dalam melihat peluang usaha dapat bersumber dari pengalaman pribadi, minat, penemuan tidak sengaja dan pencarian ide dengan dasar pertimbangan.
b.      Modal
Dalam hal ini, modal yang dimaksud bukan saja modal berupa uang, tetapi juga berupa barang, orang (tenaga kerja/skill), dan juga fasilitas. Modal berupa uang atau sumber dana tersebut dapat diperoleh dari kekayaan sendiri, dari badan-badan keuangan (seperti; bank, pegadaian, koperasi), dan juga dari orang-orang yang bersedia menjadi penyandang dana (investor/penanam modal).
c.       Barang dan Jasa
Menentukan barang dan jasa yang akan dijadikan sebagai objek bisnis tentunya harus memiliki pasar (dibutuhkan konsumen dan laku di pasaran).
d.      Pasar
Mengamati peluang pasar sebelum menciptakan barang dan jasa (barang dan jasa apa yang sedang banyak diminati oleh konsumen).
e.       Profit
Bila peluang pasar sudah tersedia, maka tinggal memproduksi barang dan jasa yang telah ditentukan sebagai objek bisnis, memasarkannya dan segera mendapatkan keuntungan dari penjualan barang dan jasa yang ditawarkan.
Hal-hal yang diperhatikan dalam merintis usaha baru
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merintis usaha baru, adalah;
1)      Bidang dan Jenis Usaha Yang Akan Dimasuki,
Dengan adanya pengenalan jenis usaha, diharapkan dapat memperoleh gambaran secra sederhana sehingga menjamin proses pencapaian tuuan dan sasaran usaha yang telah direncanakan. Secara umum, bidang dan jenis usahanya adalah;
-          Bidang agraris, yaitu kegiatan usaha yang meliputi: pertanian, perikanan, perkebunan.
-          Bidang ekstraktif, yaitu kegiatan usaha yang bergerak dalam bidang pengumpulan hasil alam, seperti pertambangan, penggalian bahan baku dalam bumi dan pengambilan hasil alam.
-          Bidang industri, yaituü kegiatan usaha yang bergerak dalam bidang pengolahan bahan baku menjadi bahan setengah jadi dan barang jadi, seperti industri makanan, industri kayu dan industri tekstil.
-          Bidang perdagangan, yaitu kegiatan usaha yang bergerak dalam jual beli barang, seperti grosir pedagang eceran, makelar dan komisioner.
-          Bidang jasa, yaitu kegiatan yang bergerak bidang penawaran jasa, seperti biro perjalanan, konsultan, perhotelan, dan akuntan publik.
2)      Bentuk Usaha dan Kepemilikan yang Akan Dipilih,
-          Perusahaan Perseorangan (PO)
Bentuk usaha ini paling sederhana dan mudah mengorganisasikannya karena pemiliknya hanya satu orang dan langsung dikelola sendiri. Jadi segala resiko, tanggungjawab dan keuntungan ada pada pundak pemilik usaha.
-          Persekutuan Komanditer (CV)

Usaha persekutuan didirikan minimal dua orang secara bersama membangun sebuah usaha dengan menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan, dengan mengumpulkan sejumlah kekayaan. Kekayaan yang dikumpulkan itu dapat berupa dana, tenaga, keahlian dan sarana lain yang dapat menunjang jalannya usaha. Keangotaan persekutuan terdiri dari dua kelompok, yaitu anggota pasif persekutuan dan anggota aktif persekutuan.
Anggota pasif persekutuan, kedudukannya dalam usaha ini adalah sebagai peserta yang hanya menyetorkan modal saja. Sedangkan anggota aktif persekutuan adalah sebagai peserta dan sekaligus ikut mengelola usaha. Jadi, tanggungjawab anggota pasif persekutuan hanya sebatas modal yang disetor dan tanggungjawab anggota aktif persekutuan adalah penuh terhadap jalannya usaha.
-          Perseroan
Perseroan yaitu perusahaan yang anggotanya terdiri atas para pemegang saham, yang mempunyai tanggungjawab terbatas terhadap hutang-hutang perusahaan sebesar modal disetor.
-          Firma, yaitu persekutuan yang menjalankan perusahaan di bawah nama bersama yang didirikan dengan sebuah akta pendirian usaha yang dibuat oleh pejabat yang berwenang yaitu notaries. Tanggungjawab pemilik terhadap perusahaan ini adalah sama, yaitu apabila memperoleh laba, maka keuntungan dibagi bersama, sebaliknya bila rugi ditanggung pula secara bersama-sama.
3)      Tempat Usaha yang Akan Dipilih,
Para pengelola usaha sangat berkepentingan dalam mencari tempat usaha yang strategis. Apakah dekat dengan pasar, apakah dekat dengan sumber tenaga kerja, apakah dekat dengan bahan baku dan bahan penolong, pertimbangan ekonomi dan sosial lain.
4)      Organisasi Usaha yang Akan Dipilih
Struktur organisasi usaha bergantung pada lingkup, cakupan, dan skala usaha yang akan dimasuki. Semakin besar lingkup usaha, semakin kompleks pula organisasinya. Bentuk usaha kecil atau besar. Kalau usaha kecil umumnya susah dalam pengelolaannya karena jarang adanya pembagian tugas.
5)      Jaminan Usaha yang Mungkin Diperoleh : asuransi
6)      Lingkungan Usaha yang Akan Terpengaruh
Lingkungan usaha dapat menjadi pendorong maupun penghambat jalannya perusahaan. Lingkungan yang dapat mempengaruhi jalannya usaha/perusahaan adalah lingkungan mikro dan makro.
-          Lingkungan Mikro : Lingkungan mikro, adalah lingkungan yang ada kaitan langsung dengan operasional perusahaan, seperti;
·         Pemasok. Pemasok berkepentingan dalam menyediakan bahan baku kepada perusahaan. Untuk menghasilkan barang dan jasa yang bermutu tinggi, maka diperlukan bahan baku dengan kualitas yang baik dari pemasok.
·         Pembeli atau pelanggan. Pembeli atau pelanggan merupakan lingkungan yang sangat berpengaruh karena dapat memberi informasi bagi perusahaan. Apabila konsumen tidak puas atas barang/jasa yang ditawarkan oleh perusahaan, maka konsumen akan berpaling ke perusahaan lain yang dapat memenuhi keinginnannya terhadap barang/jasa yang akan dikonsumsinya.
·         Karyawan. Karyawan adalah orang pertama yang terlibat dalam perusahaan. Dengan adanya berbagai fasilitas yang ditawarkan perusahaan kepada karyawan, maka akan meningkatkan semangat bekerja mereka untuk lebih termotivasi, produktif, kreatif dan menguntungkan perusahaan.
·         Distributor. Distributor merupakan lingkungan yang sangat penting dalam perusahaan karena dapat memperlancar penjualan.
-          Lingkungan Makro : Lingkungan makro adalah lingkungan di luar perusahaan yang dapat mempengaruhi daya hidup perusahaan secara keseluruhan. Lingkungan makro meliputi:
·         Lingkungan ekonomi. Sebagai contoh adalah inflasi, tingkat bunga, dan fluktuasi mata uang asing, baik langsung maupun tidak akan berpengaruh terhadap perusahaan
·         Lingkungan teknologi. Teknologi baru telah mencitakan produk-produk baru dan modifikasi produk lainnya. Kemajuan teknologi dalam menciptakan barang dan jasa telah mampu memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar secara cepat.
·         Lingkungan sosiopolitik. Perubahan kekuatan politik berpengaruh terhadap perubahan pemerintahan, dan secara tidak langsung berdampak pada perubahan ekonomi.
·         Lingkungan demografi dan gaya hidup. Produk barang dan jasa yang dihasilkan sering kali dipengaruhi oleh perubahan demografi dan gaya hidup. Misalnya saja saat sekarang ini sedang trend celana panjang jeans dengan model ujung kaki yang mengecil. Maka, produk celana jeans yang seperti itulah yang diprosuksi oleh perusahaan. Kelompok-kelompok masyarakat, gaya hidup, kebiasaan, pendapatan, dan struktur masyarakat bisa menjadi peluang.
Memulai suatu usaha yang baru dan harus mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan badan usaha, mulai dari akte notaris sampai ke pengadilan negeri (Departemen Kehakiman), kemudian mengurus izin – izin yang dibutuhkan serta mencari lokasi yang tepat untuk usahanya.
2.    Membeli perusahaan
Memulai suatu usaha dengan cara membeli suatu perusahaan yang sudah ada dan sedang berjalan atau sedang tidak aktif tetapi masih memiliki badan usaha.
Beberapa pengusaha memilih membeli perusahaan yang sudah ada. Dengan membeli perusahaan yang sudah ada akan muncul banyak peluang yang pantas dipertimbengkan oleh para wirausahawan, seperti Membeli perusahaan yang sedang berkembang dengan harga yang layak akan meningkatkan kemungkinan kesuksesan, perusahaan yang dibeli telah memiliki lokasi yang strategis, pemilik baru dapat memanfaatkan pengalaman dari pemilik lama. Namun membeli peusahaan yang sudah ada tidak tidak semulus yang dibayangkan. Akan sangat mungkin para calon pembeli perusahaan mengalami kerugian, misalnya saja pemilik lama telah menciptakan citra buruk, perubahan dan inovasi sulit diterapkan, harga perusahaan yang mungkin terlalu mahal.
 Langkah-langkah dalam membeli perusahaan :
1.      Analisis Keahlian, Kemampuan, dan Minat Anda Untuk Menentukan Jenis Perusahaan Yang Anda Pertimbangkan
2.      Siapkan Daftar Calon Yang Potensial
3.      Selidikilah Calon-Calon Tersebut dan Evaluasi Yang Terbaik
4.      Telaah Pilihan-Pilihan Keuangan
5.      Pastikan Peralihan Yang Lancar
Mengevaluasi perusahaan yang sudah ada (proses due diligence):
1.      Mengapa perusahaan ini dijual ?
2.      Bagaimana kondisi fisiik perusahaan tersebut ?
3.      Apa potensi barang dan jasa perusahaan ini ?
4.      Karakteristik dan komposisis pelanggan
5.      Analisis pesaing
6.      Aspek hukum apa yang harus anda pertimbangkan ? (kewajiban perusahaan, serah terima, perjanjian kontrak, hak penggunaan bangunan, ijin usaha, sampai peralihan hak milik) 
Kesehatan Perusahaan : Pembeli harus memeriksa beberapa laporan keuangan
1.      Laporan laba-rugi & neraca dalam 3-5 tahun terakhir
2.      Pengembalian PPh dalam 3-5 tahuan terakhir
3.      Kompensasi Pemilik
4.      Arus Kas
3.    Kerja sama manajemen(Waralaba/Franchising)
Franchiseatau waralaba adalah suatu bentuk kerja sama dimana pemberi waralaba (franchisor) member ijin kepada penerima waralaba (franchisee) untuk menggunakan hak intelektualnya, seperti nama, merek dagang produk dan jasa, dan sistem operasi usahanya. Sebagai timbal baliknya, penerima waralaba membayar suatu jumlah yang seperti franchise dan royalty fee atau lainnya.
Dengan sistem warlaba (Franchising) Usaha ini dilakukan dengan cara memakai nama dan manajemen perusahaan lain dan akan mendapat dukungan manajemen dari perusahan induk berupa :
a)      Pemilihan lokasi usaha
b)      Bentuk banguanan
c)      Lay out gedung dan ruangan
d)     Peralatan yang diperlukan
e)      Pemilihan karyawan
f)       Penentuan atau penyediaan bahan baku atau produk - Iklan bersama
Pada dasarnya ada 2 jenis waralaba, yang pertama adalah waralaba asing dan yang kedua adalah waralaba lokal. Ada juga jenis waralaba yang biasa dilakukan di indonesia, yaitu :
a.       Tradename franchising, yaitu sistem waralaba dimana pembeli waralaba membeli hak untuk menggunakan nama dagang penjual waralaba tanpa mendistribusikan produk tertentu dengan nama penjual waralaba. Penjual memberi hak kepada pembeli untuk memproduksi barang dengan nama penjual waralaba.
b.      Product distribution franchising, yaitu sistem waralaba dimana penjual waralaba memberikan hak ke pembeli waralaba untuk menjual produknya dengan nama dagang penjual waralaba melalui jaringan distribusi yang selektif dan terbatas.
c.       Pure franchising, yaitu sistem waralaba dimana penjual waralaba menjual kepada pembeli waralaba suatu format dan sistem bisnis yang lengkap.

Tips waralaba yang baik :
1.      Pilihlah waralaba yang sesuai dengan potensi pasar. Jangan paksakan waralaba kesebuah lokasi yang tidak cocok.
2.      Kenali pewaralaba anda. Kenali latar belakang bisnisnya, produk dan jasa yang ditawarkan, jangka waktu waralaba, peluang bisnis, tanggung jawab masing-masing pihak, permodalan, royalti, modal awal, program, perijinan, dan lain-lain.
3.      Carilah yang proyeksi untungnya tingggi (pendapatan-biaya).
4.      Kunjungi gerai-gerai terwaralaba yang sudah ada.
5.      Pilihlah waralaba yang sesuai dengan kemampuan keuangan anda. Jangan paksakan waralaba yang tidak sesuai dengan kemampuan keuangan anda.
6.      Kenali hak-hak anda sebagai terwaralaba.
7.      Laksanakan kewajiban anda sebagai terwaralaba. Kewajiban paling besar : membayar semua biaya kepada pewarna makanan.
8.      Pedulilah dengan bisnis waralaba yang kamu ambil

4.    Mengembangkan usaha yang sudah ada.
Usaha yang dilakukan dengan cara mengembangkan usaha yang sudah ada, seperti pembukaan cabang baru atau penambahan kapasitas yang lebih besar. Biasanya dilakukan pada perusahaan keluarga.
Bisnis keluarga adalah sebuah lembaga bisnis/perusahaan yang anggota keluarganya secara langsung terlibat didalam kepemilikan dan atau jabatan/fungsi dalam perusahaan. Meskipun pendiri merupakan kekuatan utama dalam memulai perusahaan wirausaha, kebutuhan akan dukungan bisnis dan bantuan keuangan akan membuat pengelola mempercayai anggota keluarga dari orang lain yang belum begitu dikenal. Cepat atau lambat, pendiri akan melibatkan pasangan dan anggota keluarga kedalam bisnis, dengan beberapa alasan : (1) standar hidup keluarga terkait langsung dengan bisnis, (2) keluarga merupakan aset yang berharga bagi seseorang.

Bentuk
Kelebihan
Kekurangan
Merintis usaha
  • Gagasan Murni
  • Bebas beroperasi
  • Fleksibel dan mudah penggunaan
  • Pengakuan nama barang
  • Fasilitas inefisien
  • Persaingan kurang diketahui
Membeli perusahaan
  • Kemungkinan sukses
  • Lokasi sudah cocok
  • Karyawan dan pemasok biasanya sudah mantap
  • Sudah siap operasi
  • Perusahaan yang dijual biasanya lemah
  • Peralatan tak efisien
  • Mahal
  • Sulit inovasi
Kerjasama manajemen
  • Mendapat pengalaman dalam logo, nama, metoda teknik produksi, pelatihan dan bantuan modal
  • Penggunaan nama, Merek yang sudah dikenal
  • Tidak mandiri
  • Kreativitas tidak berkembang
  • Menjadi independen, terdominasi, rentan terhadap perubahan franchisor
  • Pembagian keuntungan

F.     Tips memulai suatu usaha.

1.    Pertama-tama, temukan apa minatmu. Banyak orang memulai suatu usaha karena latah. Latah memang bagus. Tapi, ingat kalau kita juga harus memperkaya diri dengan pengetahuan seputar usaha yang kita kerjakan. Banyak orang yang berhasil karena hobi. Jadi, temukan apa yang menjadi minatmu, lalu pikirkan bagaimana dia bisa memberikanmu penghasilan.
2.    Setelah itu, cari kebutuhan pasar. Lihat juga daya belinya. Dari sini kita bisa menentukan target pasar kita. Pasar mana yang bisa kita masuki dengan usaha yang akan kita kerjakan. Kemudian hitung berapa kisaran modal yang akan dikeluarkan .
3.    Jika sudah, ingatlah untuk memulai dari hal yang kecil dulu. Misal: saya ingin punya restoran. Kebetulan saya suka dan bisa memasak. Tapi modal saya sedikit. Maka, jangan memaksakan diri! Usaha rumahan umumnya sukses karena mulai dari nol. Mulai dari berjualan di depan rumah. Kemudian, terima pesanan, beli kios untuk usaha nasi uduk tersebut. Ini bisa terjadi karena kita membuat target penjualan. Jika hari ini saya bisa menjual 10 bungkus nasi uduk, maka besok saya ingin bisa menjual 12 bungkus. Begitu seterusnya.
4.    Dalam pelaksanaannya pun, sebaiknya jangan bermimpi terlalu muluk. Maksudnya jangan memasang target berlebihan sehingga kita tidak bisa mencapainya. Yang dihasilkan malah stress dan putus asa. Modal habis sementara usaha tidak bisa lagi berjalan. Pelanggan komplain, salah-salah kita bisa dituntut karena tidak bisa menunaikan janji kepada pelanggan.
5.    Hal lainnya yang bisa dilakukan adalah mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran setiap hari. Jangan lupa mencatat para pemesan berikut alamat dan nomor telepon. Ini sangat membantu dalam mengembangkan usaha kita. Karena kalau kita ingin menyebar informasi baru tentang usaha kita, maka catatan inilah yang paling membantu.
6.    Neraca keuangan usaha dengan dana rumah tangga juga tidak boleh dicampur. Bahaya, Karena keuangan yang tercampur bisa membuat usaha bangkrut. Maklum, bisa jadi modal yang kita siapkan malah habis dan usaha pun sulit untuk berjalan.
7.    Jangan lupa melakukan promosi. Orang yang tinggal di sekitar kita tidak akan tahu kalau kita berdagang kalau tidak ada yang memberitahu.
8.    Kalau kita sudah memperhatikan semua poin diatas, maka langkah selanjutnya adalah hal yang paling sulit dalam menjalankan usaha, yaitu: selalu mempelajari kebutuhan pasar dan mempertahankan kualitas (baik produk maupun kinerja).


 Peluang sebenarnya ada di sekeliling kita, hanya saja ada beberapa individu yang mampu melihat situasi sebagai peluang, tetapi ada juga  yang tidak. Hal ini disebabkan faktor informasi yang dimilikinya. Informasi memungkinkan seseorang mengetahui  bahwa peluang ada saat orang lain tidak menghiraukan situasi tersebut. Akses terhadap informasi dipengaruhi oleh pengalaman hidup dan hubungan sosial.
Disamping pegaruh lingkungan hidup dan sosial tersebut, sebagai wirausaha kita juga dituntut mempunyai keberanian untuk menanggung kemungkinan resiko yang akan didapat setelah melakukan usaha tersebut.
Usaha baru banyak berkembang salah satunya karena  masalah perekonomian. Ketidakstabilan perekonomian di masyarakat kita pada masa sekarang membuat tingginya angka pengangguran. Selain itu, persaingan antara pemilik usaha kecil membuat banyak usaha kecil yang tumbang satu akibat tidak mampu bertahan dalam krisis ekonomi global ini. Belum lagi ditambah banyaknya kejadian bencana alam yang mengakibatkan orang-orang yang mengalami bencana tersebut kehilangan usaha yang ini mereka jalankan. Semua ini akan menjadi alasan yang utama tumbuhnya usaha-usaha baru di dalam masyarakat kita.
Usaha baru memang seolah-olah memberikan janji atau impian yang memumgkinkan kita mendapatkan apa yang kita harapkan terutama dalam materi. Namun tanpa persiapan yang baik, maka usaha baru ini belum dapat memberikan hasil seperti yang kita minati. Ada  banyak persiapkan sebelum kita memulai usaha baru yang kita minati. Ada banyak pula yang harus kita ketahui sebelum kita membuka usaha bru kita itu.
Memulai suatu usaha baru tidak saja hanya berdasarkan tersedianya modal. Modal itu hanya salah satu bagian penting yang memang harus diperhitungkan. Namun selain modal, kita juga harus menentukan banyak hal lain yang dapat mendukung usaha baru kita ini, seperti ide usaha baru yang hendak dijalankan, lokasi dimana usaha baru akan didirikan, masalah karyawan yang akan menjalankan usaha baru tersebut, dan masih banyak lagi.
Menurut Brown dan Protello, bisnis adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat, apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis inipun akan meningkat pula perkembangannya dalam melayani masyarakat.
Sedangkan tujuan dari bisnis itu sendiri adalah hasil akhir yang ingin dicapai oleh para pelaku bisnis dari bisnis yang mereka lakukan dan merupakan cerminan dari berbagai hasil yang diharapkan bisa dilakukan oleh bagian-bagian organisasi perusahaan (produksi, pemasaran, personalia, dll) yang akan menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Secara umum tujuan dari bisnis adalah menyediakan produk berupa barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhankonsumen serta memperoleh keuntungan dari aktivitas yang dilakukan.
Untuk memasuki dunia usaha, seseorang harus memiliki jiwa sebagai seorang wirausaha. Wirausaha adalah orang yang mengorganisir, mengelola, dan memiliki keberanian menghadapi resiko. Sebagai pengelola sekaligus pemilik usaha, kita harus memiliki kecakapan untuk bekerja, mengorgansir, kreatif dan lebih menyukai tantangan.
Banyak cara yang dapat di lakukan oleh seorang untuk memulai suatu usaha, baik secara kelompok maupun individual.
      Aspek-Aspek Usaha :

1.    Memahami konsep produk atau jasa secara baik
Sebelum memulai suatu usaha maka hal yang terpenting adalah pemahaman kita akan konsep produk atau jasa yang akan menjadi bisnis inti.
2.    Membuat visi dan misi bisnis
Setiap orang yang berencana memulai bisnis harus mengetahui visi dan misi yang akan menjadi panduan untuk tetap fokus kepada organisasi dan tujuan bisnis sejak awal. Seringkali suatu usaha pada tahap perkembangan berikutnya mengalami kegagalan, karena organisasi tersebut tidak memfokuskan diri kepada peningkatan kemajuan bisnis awal tetapi terlalu banyak mencoba mengembangkan bidang usaha lain yang baru. Dalam poin ini setiap orang akan belajar bagaimana membuat visi dan misi dalam kaitannya dengan latar belakang pribadi dan pengetahuan usaha yang akan dirintis.
3.    Perlunya winning, positivedan learning attitude untuk menjadi sukses
Sikap mental merupakan kunci keberhasilan atas usaha, selain daripada pemahaman usaha itu sendiri. Dibutuhkan waktu, sikap tidak menyerah, proses belajar secara kesinambungan, dan melihat permasalahan secara positif agar tidak membuat jadi patah semangat dalam melihat setiap peluang dan belajar atas setiap kegagalan.
4.    Membuat perencanaan dan strategi bisnis yang efektif akan menghindari usaha dari risiko bisnis dan keuangan
Secara statistik hampir seluruh kegagalan bisnis kecil dan menengah disebabkan karena tidak adanya atau kurang efektifnya perencanaan bisnis yang dibuat. Asumsi-asumsi seperti kapasitas produksi, tingkat utilisasi produksi, proyeksi kenaikan harga dan biaya serta aspek lainnya dalam perencanaan bisnis haruslah menggambarkan secara akurat realitas pasar atau praktek yang ada dalam suatu industri. Sistematika perhitungan, proyeksi pendapatan dan biaya harus dibuat secara tepat sehingga membantu setiap calon pengusaha untuk menghitung secara akurat kebutuhan modal investasi dan modal kerja termasuk struktur biaya untuk persiapan awal, tahap percobaan, produksi secara komersial, inventori, distribusi, pemasaran, administrasi, sumber daya manusia dan juga komponen pendapatan usaha yang terdiri dari pendapatan inti dan tambahan. Pemahaman yang baik atas hal ini juga akan membantu calon "entrepreneur" untuk dapat mengindentifikasi potensi resiko bisnis, manajemen dan keuangan, serta membuat langkah-langkah pengendalian yang dapat menghindari setiap resiko tersebut.
5.    Pengetahuan dasar manajemen, organisasi dan sistem akan menghindari usaha dari risiko manajemen
Setiap usaha dari yang paling kecil sekalipun membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses pemasaran, produksi, distribusi dan penjualan agar berlangsung dengan baik.
6.    Optimalisasi sumber daya manusia maka 50% usaha sudah berhasil
Sumber Daya Manusia atau SDM merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha yang sangat penting. Banyak pakar yang menyadari bahwasanya untuk memulai usaha diharuskan merekrut pegawai yang tepat dan berpotensi sangat baik agar dapat menutup kelemahan manajemen, organisasi dan sistim dalam jangka pendek. Dengan SDM yang tepat maka kita sudah setengah jalan untuk menjadi sukses. Poin ini akan membantu kita untuk memahami kriteria pegawai yang baik dan sesuai dengan kebutuhan usaha, manajemen SDM secara umum, sistem penilaian kinerja pegawai sehingga setiap pegawai akan merasa puas, serta termasuk juga bagaimana memotivasi pegawai baik secara psikologi umum maupun dengan sistim insentif untuk mengoptimalkan kinerja pegawai.
7.    Mengapa kreativitas, kepemimpinan dan proses pembuatan keputusan sangat penting?
Dalam memulai usaha, umumnya setiap calon "entrepreneur" akan mengalami banyak permasalahan dan krisis. Banyak kegagalan terjadi karena kurangnya kreativitas, kepemimpinan dan pembuatan keputusan yang tepat dalam mencari solusi yang baik. Kreativitas juga akan sangat membantu untuk menyesuaikan produk-produk agar dapat diterima oleh pasar dan juga melihat berbagai peluang dalam membangun usaha. Kepemimpinan sangat penting dalam menghadapi suaru krisis. Membuat setiap pegawai dan semua orang yang terlibat dalam usaha menjadi percaya bahwasanya kita tidak panik, menjadi tempat solusi atas semua permasalahan dan menjadi panutan. Proses pembuatan keputusan akan membantu kita dalam mencari alternatif solusi dan memilih yang terbaik untuk usaha dan organisasi. Dalam poin ini kita akan mendapatkan cara-cara mengembangkan kreativitas usaha, ciri-ciri kepemimpinan yang cocok dengan latar belakang pribadi dan bagaimana proses yang benar dalam membuat keputusan dalam setiap permasalahan.
8.    Pengetahuan dasar pengelolaan keuangan dan pembiayaan
Pemahaman atas aspek ini adalah sangat penting dalam perkembangan usaha. Seringkali produksi terganggu karena pengelolaan keuangan yang tidak baik seperti kekurangan dana untuk pembelian bahan baku, alat-alat produksi dan lainnya. Dalam poin ini akan diketahui pengetahuan dasar atas cash flow atau arus kas yang seperti darah dalam tubuh manusia, biaya pendanaan, pembiayaan modal kerja dan investasi, struktur modal, aset perusahaan, penyertaan modal dan lain sebagainya.
9.    Pemasaran, pelayanan dan product brand
Pemasaran merupakan ujung tombak keberhasilan penjualan produk atau jasa. Sebaik apapun produk atau jasa tanpa pemasaran yang baik maka akan sangat sukar untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan usaha. Di lain pihak tanpa pelayanan yang baik kepada pelanggan maka akan sangat sukar suatu usaha untuk memperoleh pelanggan yang loyal sebagai kunci pengeembangan usaha. Dengan pelanggan yang loyal maka pekerjaan pemasaran akan lebih mudah karena pelayanan yang baik akan menciptakan product brandyang baik kepada calon pelanggan baru. Dalam poin ini akan didapatkan semua aspek penting dalam membuat strategi pemasaran, identifikasi pelayanan yang dibutuhkan pelanggan dan bagaimana menciptakan product brand dan efeknya kepada keberhasilan usaha.
B.              Bisnis secara profesional
1.      Bersungguh-sungguh
2.      Sabar (ulet, gigih)
3.      Jujur (amanah)
4.      Cerdas (fathonah)
5.     Senantiasa membangun ukhuwah (network), silaturahmi & membinanyam
6. Husnuzhon (berpikiran atau berprasangka positif)
7.      Suka senyum dan ramah
8.      Optimis, yakin
9.  Membuat rencana dan belajar dari pengalaman
10.  Berbuat dengan cara-cara yang baik
11.  Tanggungjawab
12.  Menepati janji
13.  Konsekwen (istiqomah)
14.  Selalu menambah dan menimba ilmu berupa wawasan maupun keterampilan
15.  Memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, supplier, dan karyawan
16.  Pandai bersyukur dan menjauhi sifat iri-dengki, rakus, dendam, takut disaingi, khawatir dan ragu-ragu.
C.           Langkah-langkah Memulai Usaha Baru
1.    Mengenali peluang usaha
a.    Pengalaman hidup.
          Pengalaman hidup memberikan akses yang lebih mengenai informasi dan pengetahun mengenai penemuan peluang. Dua aspek dari pengalaman hidup yang meningkatkan kemungkinan seseorang menemukan peluang yaitu fungsi kerja dan variasi kerja.
b.    Hubungan sosial.
Sebuah langkah penting dimana seseorang mendapatkan informasi dari interaksi dengan orang lain. Beberapa ahli menyarankan ketika seorang takut berwirausaha secara sendirian, maka mengawali usaha secara kelompok adalah alternative. Oleh karenanya, kualitas dan kuantitas dalam interaksi sosial akan lebih memungkinkan individu akan membuat kelompok dalam berwirausaha. Informasi yang penting ketika akan memulai usaha adalah informasi mengenai lokasi, potensi pasar, sumber modal, pekerja, dan cara pengorganisasiannya. Kombinasi antara jaringan yang luas dan kenekaragaman latar belakang akan mempermudah mendapatkan informasi tersebut.
2.    Optimalisasi Potensi diri
Setelah mengenai peluang usaha maka harus dikombinasikan dengan potensi diri. Keunggulan kompetitif apa yang dimiliki. Yang sering terjadi di masyarakat kita adalah memilih usaha yang sedang trend saat itu. Hal ini sah-sah saja tetapi ketika dalam proses perkembangan tidak membuat inovasi, maka akan sulit bersaing.
Jika yang usaha itu adalah dibidang perdagangan,maka kita harus memiliki skill di bidang itu. Jika kita  tidak mempunyai keunggulan kompetitif misalnya layanan purna jual, harga yang bersaing, ataukah layanan secara umum baik, maka sulit akan berkembang. Orang akan tertarik membeli produk yang kita buat karena  adanya pelayanan yang baik kepada konsumen. Sebagian besar karena informasi yang telah didapatkan sebelumnya apakah dari mulut ke mulut ataukah dari koran.
Selain potensi diri dalam arti pengetahuan yang kita miliki, maka masih perlu mengoptimalkan aspek motivasi dan kepribadian. Ada beberapa kaharakteristik yang mendorong kesuksesan usaha. Oleh karena itu kita harus mengetahui terlebih dahulu potensi yang ada pada diri kita untuk memulai suatu usaha agar sesuai dengan yang kita inginkan.
3.    Fokus dalam bidang usaha
Dalam memulai sebuah usaha atau inovasi dilakukan untuk terfokus dimulai dari yang kecil berdasarkan sumberdaya yang kita  miliki. Misalnya memulai usaha rantangan untuk anak kost karena tinggal di sekitar kampus, kemudian karena basic knowledge di bidang pengolahan makanan, kemudian berkembang menjadi catering,dll . dalam hal ini kita harus fokus pada usaha kita dan tidak menyepelekannya jika catering ini memang menjadi usaha yang kita minati.
4.    Berani memulai.
Dunia kewirausahaan adalah dunia ketidakpastian sementara informasi yang dimiliki oleh yang akan memulai usaha sedikit. Oleh karenanya, ‘sedikit agak gila’  (overconfidence) dan berani mengambil resiko adalah sangat perlu dilakukan. Lakukan dulu, Jalani dulu, Jika ada kesulitan, baru dicari jalan keluarnya.
D.         Konsep Memulai suatu usaha
1.    Di butuhkan suatu keberanian
Berani malu kalau usaha yang kita bangun ternyata tidak di respon oleh pasar yang kita bidik. Berani rugi kalau ternyata usaha pertama kita mengalami kerugian yang berarti, karena kita salah perhitungan.
Tanpa adanya sebuah keberanian, kita tidak akan pernah tau, kalau teori dan pengetahuan yang anda tampung selama ini, ternyata sudah usang dan tidak jitu lagi untuk di gunakan sebagai sandaran dalam berusaha.
Disiplin ilmu dan pengetahuan, yang khusus mengupas masalah-masalah memulai dan mengelolah suatu usaha, tentu saja masih kita butuhkan sebagai sarana atau alat yang bisa membantu kita membangun dan mengembangkan suatu usaha. Pengetahuan tersebut bisa kita jadikan kerangka berfikir yang benar dan terstruktur.
Tapi kita juga perlu melakukan uji coba. kita perlu melakukan tindakan nyata. Dengan begitu kita akan lebih paham dan mengerti, letak-letak kelemahan dan kekuatan suatu trik dan tips dalam membangun dan mengembangkan suatu usaha atau bisnis yang sedang kita bangun tersebut.
2.    Keahlian khusus
Untuk memulai sebuah usaha diperlukan sebuah keahlian yang sesuai dengan usaha yang akan kita geluti dan untuk memulainya tersebut terdapat beberapa cara sehingga kita bisa memiliki sebuah usaha yang sesuai dengan budget dan keinginan kita dan kesanggupan kita.
E.     Cara Memulai suatu usaha
Cara untuk memulai suatu usaha baru :
1.    Mendirikan usaha baru.
Dalam memasuki dunia bisnis, seseorang dituntut untuk tidak hanya memiliki kemampuan tetapi juga ide dan kemauan. Ide dan kemauan itulah yang akan diwujudkan dalam bentuk penciptaan/pembuatan barang dan jasa yang laku di pasar.
Proses memulai bisnis
Apapun jenis dan bentuk bisnis yang akan kita jalani, pastinya mempunyai proses. Proses-proses tersebut adalah;
a.       Ide
Pengembangan ide dalam melihat peluang usaha dapat bersumber dari pengalaman pribadi, minat, penemuan tidak sengaja dan pencarian ide dengan dasar pertimbangan.
b.      Modal
Dalam hal ini, modal yang dimaksud bukan saja modal berupa uang, tetapi juga berupa barang, orang (tenaga kerja/skill), dan juga fasilitas. Modal berupa uang atau sumber dana tersebut dapat diperoleh dari kekayaan sendiri, dari badan-badan keuangan (seperti; bank, pegadaian, koperasi), dan juga dari orang-orang yang bersedia menjadi penyandang dana (investor/penanam modal).
c.       Barang dan Jasa
Menentukan barang dan jasa yang akan dijadikan sebagai objek bisnis tentunya harus memiliki pasar (dibutuhkan konsumen dan laku di pasaran).
d.      Pasar
Mengamati peluang pasar sebelum menciptakan barang dan jasa (barang dan jasa apa yang sedang banyak diminati oleh konsumen).
e.       Profit
Bila peluang pasar sudah tersedia, maka tinggal memproduksi barang dan jasa yang telah ditentukan sebagai objek bisnis, memasarkannya dan segera mendapatkan keuntungan dari penjualan barang dan jasa yang ditawarkan.
Hal-hal yang diperhatikan dalam merintis usaha baru
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merintis usaha baru, adalah;
1)      Bidang dan Jenis Usaha Yang Akan Dimasuki,
Dengan adanya pengenalan jenis usaha, diharapkan dapat memperoleh gambaran secra sederhana sehingga menjamin proses pencapaian tuuan dan sasaran usaha yang telah direncanakan. Secara umum, bidang dan jenis usahanya adalah;
-          Bidang agraris, yaitu kegiatan usaha yang meliputi: pertanian, perikanan, perkebunan.
-          Bidang ekstraktif, yaitu kegiatan usaha yang bergerak dalam bidang pengumpulan hasil alam, seperti pertambangan, penggalian bahan baku dalam bumi dan pengambilan hasil alam.
-          Bidang industri, yaituü kegiatan usaha yang bergerak dalam bidang pengolahan bahan baku menjadi bahan setengah jadi dan barang jadi, seperti industri makanan, industri kayu dan industri tekstil.
-          Bidang perdagangan, yaitu kegiatan usaha yang bergerak dalam jual beli barang, seperti grosir pedagang eceran, makelar dan komisioner.
-          Bidang jasa, yaitu kegiatan yang bergerak bidang penawaran jasa, seperti biro perjalanan, konsultan, perhotelan, dan akuntan publik.
2)      Bentuk Usaha dan Kepemilikan yang Akan Dipilih,
-          Perusahaan Perseorangan (PO)
Bentuk usaha ini paling sederhana dan mudah mengorganisasikannya karena pemiliknya hanya satu orang dan langsung dikelola sendiri. Jadi segala resiko, tanggungjawab dan keuntungan ada pada pundak pemilik usaha.
-          Persekutuan Komanditer (CV)

Usaha persekutuan didirikan minimal dua orang secara bersama membangun sebuah usaha dengan menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan, dengan mengumpulkan sejumlah kekayaan. Kekayaan yang dikumpulkan itu dapat berupa dana, tenaga, keahlian dan sarana lain yang dapat menunjang jalannya usaha. Keangotaan persekutuan terdiri dari dua kelompok, yaitu anggota pasif persekutuan dan anggota aktif persekutuan.
Anggota pasif persekutuan, kedudukannya dalam usaha ini adalah sebagai peserta yang hanya menyetorkan modal saja. Sedangkan anggota aktif persekutuan adalah sebagai peserta dan sekaligus ikut mengelola usaha. Jadi, tanggungjawab anggota pasif persekutuan hanya sebatas modal yang disetor dan tanggungjawab anggota aktif persekutuan adalah penuh terhadap jalannya usaha.
-          Perseroan
Perseroan yaitu perusahaan yang anggotanya terdiri atas para pemegang saham, yang mempunyai tanggungjawab terbatas terhadap hutang-hutang perusahaan sebesar modal disetor.
-          Firma, yaitu persekutuan yang menjalankan perusahaan di bawah nama bersama yang didirikan dengan sebuah akta pendirian usaha yang dibuat oleh pejabat yang berwenang yaitu notaries. Tanggungjawab pemilik terhadap perusahaan ini adalah sama, yaitu apabila memperoleh laba, maka keuntungan dibagi bersama, sebaliknya bila rugi ditanggung pula secara bersama-sama.
3)      Tempat Usaha yang Akan Dipilih,
Para pengelola usaha sangat berkepentingan dalam mencari tempat usaha yang strategis. Apakah dekat dengan pasar, apakah dekat dengan sumber tenaga kerja, apakah dekat dengan bahan baku dan bahan penolong, pertimbangan ekonomi dan sosial lain.
4)      Organisasi Usaha yang Akan Dipilih
Struktur organisasi usaha bergantung pada lingkup, cakupan, dan skala usaha yang akan dimasuki. Semakin besar lingkup usaha, semakin kompleks pula organisasinya. Bentuk usaha kecil atau besar. Kalau usaha kecil umumnya susah dalam pengelolaannya karena jarang adanya pembagian tugas.
5)      Jaminan Usaha yang Mungkin Diperoleh : asuransi
6)      Lingkungan Usaha yang Akan Terpengaruh
Lingkungan usaha dapat menjadi pendorong maupun penghambat jalannya perusahaan. Lingkungan yang dapat mempengaruhi jalannya usaha/perusahaan adalah lingkungan mikro dan makro.
-          Lingkungan Mikro : Lingkungan mikro, adalah lingkungan yang ada kaitan langsung dengan operasional perusahaan, seperti;
·         Pemasok. Pemasok berkepentingan dalam menyediakan bahan baku kepada perusahaan. Untuk menghasilkan barang dan jasa yang bermutu tinggi, maka diperlukan bahan baku dengan kualitas yang baik dari pemasok.
·         Pembeli atau pelanggan. Pembeli atau pelanggan merupakan lingkungan yang sangat berpengaruh karena dapat memberi informasi bagi perusahaan. Apabila konsumen tidak puas atas barang/jasa yang ditawarkan oleh perusahaan, maka konsumen akan berpaling ke perusahaan lain yang dapat memenuhi keinginnannya terhadap barang/jasa yang akan dikonsumsinya.
·         Karyawan. Karyawan adalah orang pertama yang terlibat dalam perusahaan. Dengan adanya berbagai fasilitas yang ditawarkan perusahaan kepada karyawan, maka akan meningkatkan semangat bekerja mereka untuk lebih termotivasi, produktif, kreatif dan menguntungkan perusahaan.
·         Distributor. Distributor merupakan lingkungan yang sangat penting dalam perusahaan karena dapat memperlancar penjualan.
-          Lingkungan Makro : Lingkungan makro adalah lingkungan di luar perusahaan yang dapat mempengaruhi daya hidup perusahaan secara keseluruhan. Lingkungan makro meliputi:
·         Lingkungan ekonomi. Sebagai contoh adalah inflasi, tingkat bunga, dan fluktuasi mata uang asing, baik langsung maupun tidak akan berpengaruh terhadap perusahaan
·         Lingkungan teknologi. Teknologi baru telah mencitakan produk-produk baru dan modifikasi produk lainnya. Kemajuan teknologi dalam menciptakan barang dan jasa telah mampu memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar secara cepat.
·         Lingkungan sosiopolitik. Perubahan kekuatan politik berpengaruh terhadap perubahan pemerintahan, dan secara tidak langsung berdampak pada perubahan ekonomi.
·         Lingkungan demografi dan gaya hidup. Produk barang dan jasa yang dihasilkan sering kali dipengaruhi oleh perubahan demografi dan gaya hidup. Misalnya saja saat sekarang ini sedang trend celana panjang jeans dengan model ujung kaki yang mengecil. Maka, produk celana jeans yang seperti itulah yang diprosuksi oleh perusahaan. Kelompok-kelompok masyarakat, gaya hidup, kebiasaan, pendapatan, dan struktur masyarakat bisa menjadi peluang.
Memulai suatu usaha yang baru dan harus mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan badan usaha, mulai dari akte notaris sampai ke pengadilan negeri (Departemen Kehakiman), kemudian mengurus izin – izin yang dibutuhkan serta mencari lokasi yang tepat untuk usahanya.
2.    Membeli perusahaan
Memulai suatu usaha dengan cara membeli suatu perusahaan yang sudah ada dan sedang berjalan atau sedang tidak aktif tetapi masih memiliki badan usaha.
Beberapa pengusaha memilih membeli perusahaan yang sudah ada. Dengan membeli perusahaan yang sudah ada akan muncul banyak peluang yang pantas dipertimbengkan oleh para wirausahawan, seperti Membeli perusahaan yang sedang berkembang dengan harga yang layak akan meningkatkan kemungkinan kesuksesan, perusahaan yang dibeli telah memiliki lokasi yang strategis, pemilik baru dapat memanfaatkan pengalaman dari pemilik lama. Namun membeli peusahaan yang sudah ada tidak tidak semulus yang dibayangkan. Akan sangat mungkin para calon pembeli perusahaan mengalami kerugian, misalnya saja pemilik lama telah menciptakan citra buruk, perubahan dan inovasi sulit diterapkan, harga perusahaan yang mungkin terlalu mahal.
 Langkah-langkah dalam membeli perusahaan :
1.      Analisis Keahlian, Kemampuan, dan Minat Anda Untuk Menentukan Jenis Perusahaan Yang Anda Pertimbangkan
2.      Siapkan Daftar Calon Yang Potensial
3.      Selidikilah Calon-Calon Tersebut dan Evaluasi Yang Terbaik
4.      Telaah Pilihan-Pilihan Keuangan
5.      Pastikan Peralihan Yang Lancar
Mengevaluasi perusahaan yang sudah ada (proses due diligence):
1.      Mengapa perusahaan ini dijual ?
2.      Bagaimana kondisi fisiik perusahaan tersebut ?
3.      Apa potensi barang dan jasa perusahaan ini ?
4.      Karakteristik dan komposisis pelanggan
5.      Analisis pesaing
6.      Aspek hukum apa yang harus anda pertimbangkan ? (kewajiban perusahaan, serah terima, perjanjian kontrak, hak penggunaan bangunan, ijin usaha, sampai peralihan hak milik) 
Kesehatan Perusahaan : Pembeli harus memeriksa beberapa laporan keuangan
1.      Laporan laba-rugi & neraca dalam 3-5 tahun terakhir
2.      Pengembalian PPh dalam 3-5 tahuan terakhir
3.      Kompensasi Pemilik
4.      Arus Kas
3.    Kerja sama manajemen(Waralaba/Franchising)
Franchiseatau waralaba adalah suatu bentuk kerja sama dimana pemberi waralaba (franchisor) member ijin kepada penerima waralaba (franchisee) untuk menggunakan hak intelektualnya, seperti nama, merek dagang produk dan jasa, dan sistem operasi usahanya. Sebagai timbal baliknya, penerima waralaba membayar suatu jumlah yang seperti franchise dan royalty fee atau lainnya.
Dengan sistem warlaba (Franchising) Usaha ini dilakukan dengan cara memakai nama dan manajemen perusahaan lain dan akan mendapat dukungan manajemen dari perusahan induk berupa :
a)      Pemilihan lokasi usaha
b)      Bentuk banguanan
c)      Lay out gedung dan ruangan
d)     Peralatan yang diperlukan
e)      Pemilihan karyawan
f)       Penentuan atau penyediaan bahan baku atau produk - Iklan bersama
Pada dasarnya ada 2 jenis waralaba, yang pertama adalah waralaba asing dan yang kedua adalah waralaba lokal. Ada juga jenis waralaba yang biasa dilakukan di indonesia, yaitu :
a.       Tradename franchising, yaitu sistem waralaba dimana pembeli waralaba membeli hak untuk menggunakan nama dagang penjual waralaba tanpa mendistribusikan produk tertentu dengan nama penjual waralaba. Penjual memberi hak kepada pembeli untuk memproduksi barang dengan nama penjual waralaba.
b.      Product distribution franchising, yaitu sistem waralaba dimana penjual waralaba memberikan hak ke pembeli waralaba untuk menjual produknya dengan nama dagang penjual waralaba melalui jaringan distribusi yang selektif dan terbatas.
c.       Pure franchising, yaitu sistem waralaba dimana penjual waralaba menjual kepada pembeli waralaba suatu format dan sistem bisnis yang lengkap.

Tips waralaba yang baik :
1.      Pilihlah waralaba yang sesuai dengan potensi pasar. Jangan paksakan waralaba kesebuah lokasi yang tidak cocok.
2.      Kenali pewaralaba anda. Kenali latar belakang bisnisnya, produk dan jasa yang ditawarkan, jangka waktu waralaba, peluang bisnis, tanggung jawab masing-masing pihak, permodalan, royalti, modal awal, program, perijinan, dan lain-lain.
3.      Carilah yang proyeksi untungnya tingggi (pendapatan-biaya).
4.      Kunjungi gerai-gerai terwaralaba yang sudah ada.
5.      Pilihlah waralaba yang sesuai dengan kemampuan keuangan anda. Jangan paksakan waralaba yang tidak sesuai dengan kemampuan keuangan anda.
6.      Kenali hak-hak anda sebagai terwaralaba.
7.      Laksanakan kewajiban anda sebagai terwaralaba. Kewajiban paling besar : membayar semua biaya kepada pewarna makanan.
8.      Pedulilah dengan bisnis waralaba yang kamu ambil

4.    Mengembangkan usaha yang sudah ada.
Usaha yang dilakukan dengan cara mengembangkan usaha yang sudah ada, seperti pembukaan cabang baru atau penambahan kapasitas yang lebih besar. Biasanya dilakukan pada perusahaan keluarga.
Bisnis keluarga adalah sebuah lembaga bisnis/perusahaan yang anggota keluarganya secara langsung terlibat didalam kepemilikan dan atau jabatan/fungsi dalam perusahaan. Meskipun pendiri merupakan kekuatan utama dalam memulai perusahaan wirausaha, kebutuhan akan dukungan bisnis dan bantuan keuangan akan membuat pengelola mempercayai anggota keluarga dari orang lain yang belum begitu dikenal. Cepat atau lambat, pendiri akan melibatkan pasangan dan anggota keluarga kedalam bisnis, dengan beberapa alasan : (1) standar hidup keluarga terkait langsung dengan bisnis, (2) keluarga merupakan aset yang berharga bagi seseorang.

Bentuk
Kelebihan
Kekurangan
Merintis usaha
  • Gagasan Murni
  • Bebas beroperasi
  • Fleksibel dan mudah penggunaan
  • Pengakuan nama barang
  • Fasilitas inefisien
  • Persaingan kurang diketahui
Membeli perusahaan
  • Kemungkinan sukses
  • Lokasi sudah cocok
  • Karyawan dan pemasok biasanya sudah mantap
  • Sudah siap operasi
  • Perusahaan yang dijual biasanya lemah
  • Peralatan tak efisien
  • Mahal
  • Sulit inovasi
Kerjasama manajemen
  • Mendapat pengalaman dalam logo, nama, metoda teknik produksi, pelatihan dan bantuan modal
  • Penggunaan nama, Merek yang sudah dikenal
  • Tidak mandiri
  • Kreativitas tidak berkembang
  • Menjadi independen, terdominasi, rentan terhadap perubahan franchisor
  • Pembagian keuntungan

F.     Tips memulai suatu usaha.

1.    Pertama-tama, temukan apa minatmu. Banyak orang memulai suatu usaha karena latah. Latah memang bagus. Tapi, ingat kalau kita juga harus memperkaya diri dengan pengetahuan seputar usaha yang kita kerjakan. Banyak orang yang berhasil karena hobi. Jadi, temukan apa yang menjadi minatmu, lalu pikirkan bagaimana dia bisa memberikanmu penghasilan.
2.    Setelah itu, cari kebutuhan pasar. Lihat juga daya belinya. Dari sini kita bisa menentukan target pasar kita. Pasar mana yang bisa kita masuki dengan usaha yang akan kita kerjakan. Kemudian hitung berapa kisaran modal yang akan dikeluarkan .
3.    Jika sudah, ingatlah untuk memulai dari hal yang kecil dulu. Misal: saya ingin punya restoran. Kebetulan saya suka dan bisa memasak. Tapi modal saya sedikit. Maka, jangan memaksakan diri! Usaha rumahan umumnya sukses karena mulai dari nol. Mulai dari berjualan di depan rumah. Kemudian, terima pesanan, beli kios untuk usaha nasi uduk tersebut. Ini bisa terjadi karena kita membuat target penjualan. Jika hari ini saya bisa menjual 10 bungkus nasi uduk, maka besok saya ingin bisa menjual 12 bungkus. Begitu seterusnya.
4.    Dalam pelaksanaannya pun, sebaiknya jangan bermimpi terlalu muluk. Maksudnya jangan memasang target berlebihan sehingga kita tidak bisa mencapainya. Yang dihasilkan malah stress dan putus asa. Modal habis sementara usaha tidak bisa lagi berjalan. Pelanggan komplain, salah-salah kita bisa dituntut karena tidak bisa menunaikan janji kepada pelanggan.
5.    Hal lainnya yang bisa dilakukan adalah mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran setiap hari. Jangan lupa mencatat para pemesan berikut alamat dan nomor telepon. Ini sangat membantu dalam mengembangkan usaha kita. Karena kalau kita ingin menyebar informasi baru tentang usaha kita, maka catatan inilah yang paling membantu.
6.    Neraca keuangan usaha dengan dana rumah tangga juga tidak boleh dicampur. Bahaya, Karena keuangan yang tercampur bisa membuat usaha bangkrut. Maklum, bisa jadi modal yang kita siapkan malah habis dan usaha pun sulit untuk berjalan.
7.    Jangan lupa melakukan promosi. Orang yang tinggal di sekitar kita tidak akan tahu kalau kita berdagang kalau tidak ada yang memberitahu.
8.    Kalau kita sudah memperhatikan semua poin diatas, maka langkah selanjutnya adalah hal yang paling sulit dalam menjalankan usaha, yaitu: selalu mempelajari kebutuhan pasar dan mempertahankan kualitas (baik produk maupun kinerja).


Related Posts

Cara Memulai Usaha Baru
4/ 5
Oleh

Contact Me

Name

Email *

Message *