Siklus Audit

Pendekatan audit tidak didasarkan pada pendekatan pos atau rekening tetapi dikembangkan menjadi pendekatan siklus. Siklus ini mengorganisasikan kegiatan-kegiatan perusahaan. Kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut dipilah menjadi beberapa sikus yaitu:

Siklus Pendapatan
Siklus pedapatan berisi aktivitas-aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan pertukaran barang dan jasa antara perusahaan dengan para pelanggan dan proses pengupulan kas yang dilakukan oleh perusahaan. Kelas transaksi dalam siklus ini antara lain : penjualan kredit, pembelian, pertuaran.

Siklus Pengeluaran
Siklus pengeluaran berisi aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan berbagai keputusan dan proses untuk memperoleh aktiva tetap, barang dan jasa yang diperlukan dalam proses operasional perusahaan dan pembayaran yang dilakukan perusahaan atas aktiva tetap, barang dan jasa yang diperoleh. Kelas transaksi dalam siklus ini antara lain : pembelian dan pengeluaran kas.

Siklus Personalia
Siklus personalia melibatkan berbagai transaksi yang terkait dengan aktivitas karyawan dan pembayarannya. Kelas transaksi dalam siklus ini adalah transaksi pengajian.

Siklus Produksi
Siklus produksi berkaitan dengan koversi bahan baku menjadi baran jadi. Transaksi dalam ini meliputi perencanaan dan pengendalian produksi dan besarnya tingkatan persediaan. Transaksi dalam siklus ini disebut sebagai transaksi-transaksi manufaktur (produksi).

Siklus Investasi dan Pendanaan
Siklus investasi berkaitan dengan aktivitas kepemilikan surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan lain. Siklus pendanaan berkaitan dengan aktivitas penghimpunan dana yang berasal dari pihak lain, baik sebagai setoran modal maupu utang jangka panjang, pembayaran kembali utang jangka panjang, pembayaran bunga dan deviden.

Siklus Kas
Siklus kas merupakan akumulasi dari siklus-siklus yang dibahas diatas. Seluruh transaksi dalam kelima siklus diatas memiliki kaitan dengan kas, baik langsung maupun tidak langsung.

Program audit untuk pengujian substantive terbagi menjadi 5 yaitu :
  • Prosedur Audit Awal (Initial Prosedure)
Prosedur audit awal dilakukan oleh auditor dengan melakukan rekonsiliasi antara saldo akun dengan bukti-bukti yang melampiri pencatatannya. Auditor harus yakin bahwa saldo akun yang tercatat telah didukung dengan bukti yang memadai. Prosedur Audit melibatkan kegiatan-kegiatan:
  1. Mengusut saldo awal dari saldo dengan melakukan rekonsiliasi antara saldo akun atas kertas kerja ke tahun sebelumnya,
  2. Menelaah kegiatan yang tercatat dalam buku besar dan menentukan apakah ada aktivtas yang berifat luar biasa,
  3. Verifikasi penghitungan antara catatan dalam saldo akun dengan catatan yang ada dalam buku pembantu
  • Prosedur Audit
Prosedur analisis berisi studi dan pembandingan antara data-data yang memiliki keterkaitan. Prosedur ini meliputi:
  1. Penghitungan rasio
  2. Analisis vertical
  3. Pembandingan antara jumlah yang actual dengan data-data historis atau anggaran, penggunaan odel matematika.
Dengan prosedur analitis dapat diperoleh indikasi adana transaksi yang tidak biasa, perubahan akuntansi, fluktuasi, dan kesalahan saji. Pada dasarnya, dengan melaksanakan prosedur analitis, auditor berusaha untuk dapat memahami bisnis klien dalam menemukan bidang-bidang yang memerlukan perhatiaan khusus ata intensif.
  • Penguji Detail Transaksi
Auditor melakukan terhadap proses pendebitan dalam setiap akun. Ativitas pendebitan dan pengkreditan tersebut diakibatkan adanya transaksi. Auditor berusaha untuk memperoleh keyakinan dalam ketetapan proses tersebut. Penguji detail transaksi dilakukan dengan:
Mengusut jumlah saldo akun ke bukti-bukti pendukungnya
Melakukan verivikasi pisah batas (cut-off) untuk menentukan ketetapan waktu pengakuan suatu transaksi.
  • Penguji Detail Saldo
Pengujian detail dilaksanakan dengan melakukan pemeriksaan kepada bukti-bukti pendukung, pengusutan, penngamatan dan inspeksi.
  • Penyajian dan Pengungkapan
Auditor membuat pembadingan antara penyajian yang dibuat oleh pihak manajemen dengan prinsip akuntansi yang diterima umum. Oleh karena itu, seorang auditor yang mlakukan pemeriksaan laporan keuangan perlu memahami dengan baik prinsip akuntansi yang berlaku. Prinsip akuntansi yang berlaku digunakan sebagai tolok ukur untu menilai apakah laporan keuangan sudah disajikan dengan wajar.
Pendekatan audit tidak didasarkan pada pendekatan pos atau rekening tetapi dikembangkan menjadi pendekatan siklus. Siklus ini mengorganisasikan kegiatan-kegiatan perusahaan. Kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut dipilah menjadi beberapa sikus yaitu:

Siklus Pendapatan
Siklus pedapatan berisi aktivitas-aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan pertukaran barang dan jasa antara perusahaan dengan para pelanggan dan proses pengupulan kas yang dilakukan oleh perusahaan. Kelas transaksi dalam siklus ini antara lain : penjualan kredit, pembelian, pertuaran.

Siklus Pengeluaran
Siklus pengeluaran berisi aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan berbagai keputusan dan proses untuk memperoleh aktiva tetap, barang dan jasa yang diperlukan dalam proses operasional perusahaan dan pembayaran yang dilakukan perusahaan atas aktiva tetap, barang dan jasa yang diperoleh. Kelas transaksi dalam siklus ini antara lain : pembelian dan pengeluaran kas.

Siklus Personalia
Siklus personalia melibatkan berbagai transaksi yang terkait dengan aktivitas karyawan dan pembayarannya. Kelas transaksi dalam siklus ini adalah transaksi pengajian.

Siklus Produksi
Siklus produksi berkaitan dengan koversi bahan baku menjadi baran jadi. Transaksi dalam ini meliputi perencanaan dan pengendalian produksi dan besarnya tingkatan persediaan. Transaksi dalam siklus ini disebut sebagai transaksi-transaksi manufaktur (produksi).

Siklus Investasi dan Pendanaan
Siklus investasi berkaitan dengan aktivitas kepemilikan surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan lain. Siklus pendanaan berkaitan dengan aktivitas penghimpunan dana yang berasal dari pihak lain, baik sebagai setoran modal maupu utang jangka panjang, pembayaran kembali utang jangka panjang, pembayaran bunga dan deviden.

Siklus Kas
Siklus kas merupakan akumulasi dari siklus-siklus yang dibahas diatas. Seluruh transaksi dalam kelima siklus diatas memiliki kaitan dengan kas, baik langsung maupun tidak langsung.

Program audit untuk pengujian substantive terbagi menjadi 5 yaitu :
  • Prosedur Audit Awal (Initial Prosedure)
Prosedur audit awal dilakukan oleh auditor dengan melakukan rekonsiliasi antara saldo akun dengan bukti-bukti yang melampiri pencatatannya. Auditor harus yakin bahwa saldo akun yang tercatat telah didukung dengan bukti yang memadai. Prosedur Audit melibatkan kegiatan-kegiatan:
  1. Mengusut saldo awal dari saldo dengan melakukan rekonsiliasi antara saldo akun atas kertas kerja ke tahun sebelumnya,
  2. Menelaah kegiatan yang tercatat dalam buku besar dan menentukan apakah ada aktivtas yang berifat luar biasa,
  3. Verifikasi penghitungan antara catatan dalam saldo akun dengan catatan yang ada dalam buku pembantu
  • Prosedur Audit
Prosedur analisis berisi studi dan pembandingan antara data-data yang memiliki keterkaitan. Prosedur ini meliputi:
  1. Penghitungan rasio
  2. Analisis vertical
  3. Pembandingan antara jumlah yang actual dengan data-data historis atau anggaran, penggunaan odel matematika.
Dengan prosedur analitis dapat diperoleh indikasi adana transaksi yang tidak biasa, perubahan akuntansi, fluktuasi, dan kesalahan saji. Pada dasarnya, dengan melaksanakan prosedur analitis, auditor berusaha untuk dapat memahami bisnis klien dalam menemukan bidang-bidang yang memerlukan perhatiaan khusus ata intensif.
  • Penguji Detail Transaksi
Auditor melakukan terhadap proses pendebitan dalam setiap akun. Ativitas pendebitan dan pengkreditan tersebut diakibatkan adanya transaksi. Auditor berusaha untuk memperoleh keyakinan dalam ketetapan proses tersebut. Penguji detail transaksi dilakukan dengan:
Mengusut jumlah saldo akun ke bukti-bukti pendukungnya
Melakukan verivikasi pisah batas (cut-off) untuk menentukan ketetapan waktu pengakuan suatu transaksi.
  • Penguji Detail Saldo
Pengujian detail dilaksanakan dengan melakukan pemeriksaan kepada bukti-bukti pendukung, pengusutan, penngamatan dan inspeksi.
  • Penyajian dan Pengungkapan
Auditor membuat pembadingan antara penyajian yang dibuat oleh pihak manajemen dengan prinsip akuntansi yang diterima umum. Oleh karena itu, seorang auditor yang mlakukan pemeriksaan laporan keuangan perlu memahami dengan baik prinsip akuntansi yang berlaku. Prinsip akuntansi yang berlaku digunakan sebagai tolok ukur untu menilai apakah laporan keuangan sudah disajikan dengan wajar.

Related Posts

Siklus Audit
4/ 5
Oleh

Contact Me

Name

Email *

Message *