Pengauditan Saldo Kas Sifat Siklus Kas

Saldo kas dihasilkan dari pengaruh kumulatif kelim siklus transaksi yang telah di bahas sebelumnya.
dari kelima siklus tersebut adalah :
  1. Siklus pendapatan
  2. Siklus pengeluaran
  3. Siklus pendanaan
  4. Siklus investasi
  5. Siklus jasa personalia
Saldo kas adalah cash on hand ( kas ditangan atau disimpan dalam perusahaan ), kas di bank, dan dana tertentu yang disisikan seperti dana kas kecil.

TUJUAN AUDIT

Tujuan audit saldo kas adalah untuk memperoleh bukti tentang masing – masing asersi signifikan yang berkaitan dengan transaksi dan saldo kas. Tujuan audit ditentukan berdasar atas kelima kategori asersi laporan keuangan yang dinyatakan oleh manajemen.

  • Asersi keberadaan dan keterjadian
Saldo kas tercatat benar – benar ada pada tanggal neraca

  • Asersi kelengkapan
Saldo kas tercatat meliputi pengaruh semua transaksi kas yang telah terjadi
Transfer kas antar bank pada akhir tahun, telah dicatat pada periode yang tepat

  • Asersi hak dan kewajiban
Klien mempunyai hak legal atas seluruh saldo kas yang tampak pada tanggal neraca

  • Asersi penilaian dan pengalokasian
Saldo kas tercatat dapat direalisasi pada jumlah yang dinyatakan dalam neraca, dan sesuai dengan skedul  pedukungnya.

  • Asersi pelaporan dan pengungkapan
Saldo kas telah diidentifikasi dan dikelompokan dengan tepat dalam neraca.
Identifikasi dan pengungkapan yang tepat dan memadai telah dilakukan sehubungan dengan adanya pembatasan penggunaan kas tertentu
Kewajiban kontijensi ( belum pasti ), compensating balances, dan lines of credit dengan bank telah diungkapkan secara memadai.

Keterangan :

Compensating balance adalah saldo minimum yang harus disisihkan atau disimpan dibank apabila perusahaan meminjam uang dari bank tersebut.lines of credit adalah berbagai ketentuan yang harus dijalankan, misalnya harus adanya penyisihan  dana untuk compensating.

MATERIALITAS, RISIKO DAN STRATEGI AUDIT
Tingginya volume transaksi menyebabkan tingginya risiko bawaan siklus kas. Ada beberapa faktor penyebab tingginya risiko bawaan siklus kas, antara lain:
  1. Tingginya potensi salah saji akibat volume transaksi yang tinggi
  2. Sifat kas ( paling likuid dan sangat diminati )
  3. Kesempatan menipulasi dalam bentuk kitting maupun window dressing
Tingginya risiko bawaan siklus kas ini menyebabkan banyak perusahaan memprioritaskan atau memperluas struktur pengendalian intern siklus kas untuk mencegah dan mendeteksi salah saji.

PEMAHAMAN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN
Pemahaman struktur pengendalian intern siklus kas  adalah pertimbangan lingkungan pengendalian, informasi dan komunikasi ( sistem akuntansi ), penaksiran risiko pemantauan dan aktivitas pengendalian.

  • Lingkungan Pengendalian
Titik tolak pemahaman struktur pengendalian intern siklus kas adalah pemahaman lingkungan pengendalian atas kas. Pemahaman dapat diperoleh melalui :
  1. Pengajuan pertanyaan kepada manajemen
  2. Mempelajari bagan organisasi
  3. Menelaah deskripsi tugas
Pemegang kas dan pengelola kas dibank harus memiliki pengalaman dan kompetensi yang memadai untuk mengelola kas.

  • Penaksiran Risiko
Penaksiran risiko entitas untuk tujuan pelaporan keuangan merupakan pengidentifikasian, analisis, dan pengelolaan risiko yang relavan dengan penyusunan laporan keuangan yang disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum diindonesia.
karena kas merupakan aktiva yang paling likuid, maka manajemen perusahaan harus benar – benar  mempertimbangkan fungsi – fungsi yang terlibat dalam siklus kas.

  • Informasi dan komunikasi ( Sistem Akuntansi )
Akuntansi harus memahami kompetensi personil akuntansi dan bagian EDP yang bertanggung jawab atas pengolahan transaksi kas. Jadi kaitan nya dengan informasi dan komunikasi ini dalam siklus kas, sistem informasi mencakup metode dan catatan yang digunakan untuk :
  1. Mengidentifikasi dan mencatatan semua transaksi yang terkait dengan sikklus kas secara kas.
  2. Menjelaskan pada saat yang tepat transaksi dalam siklus kas secara cukup rinci dan memungkinkan adanya penggolongan masing – masing transaksi itu untuk pelaporan keuangan.
  3. Mengukur nilai transaksi dari siklus kas dengan tepat
  4. Menyajikan transaksi dari siklus kas dengan semestinya  dan pengungkapan yang berkaitan dalam laporan keuangan.
  • Aktivitas Pengendalian
Aktivitas pengendalian yang relavan dengan audit atas transaksi dalam sikls kas dapat digolongkan menjadi beberapa kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan:
  1. Review kinerja
  2. Pengolahan informasi
  3. Pengendalian fisik
  4. Pemisahan tugas
  5. Dokumen dan Catatan
Dokumen dan pencatatan yang dipakai meliputi:
  1. Bukti kas masuk
  2. Surat pemberitahuan
  3. Daftar surat pemberitahuan
  4. Bukti setor
  5. Bukti kas keluar
  6. Permintaan pengeluaran kas kecil
  7. Bukti pengeluaran kas kecil
  8. Permintaan pengisian kembali kas kecil
Fungsi
Fungsi yang terkait adalah :
  1. Fungsi Pencatat Piutang
  2. Fungsi Penerimaan Surat
  3. Fungsi Penyimpan Kas
  4. Fungsi pembuat Bukti Kas Keluar
  5. Fungsi Penyimpan Dana Kas Kecil
  6. Fungsi Akuntansi Biaya
  7. Fungsi Akuntansi Keuangan
  8. Fungsi Pemeriksa Intern

Bagian Piutang
Dalam sistem penerimaan kas bagian piutang berfungsi sebagai pencatat berkurangnya piutang dengan diterimanya pelunasan piutang dari debitur.

Bagian Sekretariat
Dalam sistem penerimaan kas, Bagian Sekretariat berfungsi sebagai penerima surat dan debitur yang berisi surat pemberitahuan dan cek. Jika penerimaan kas dari debitur berupa transfer uang lewat bank, Bagian Sekretariat ini menerima memo kredit dan bank tentang penambahan rekening giro perusahaan akibat transfer dana dari debitur.

Bagian Kasa
Dalam transaksi pengeluaran kas, Bagian Kasa berfungsi mengisi cek, meminta otorisasi dan mengirimkan cek kepada kreditur via pos atau membayarkan langsung kepada kreditur.

Bagian Utang
Dalam sistem pengeluaran kas, bagian utang berfungsi membuat bukti kas keluar yang memberikan otorisasi kepada bagian kasa untuk mengeluarkan cek sebesar yang tercantum didalam dokumen tersebut. Dalam metode pencatatan utang tertentu, bagian utang berfungsi menyelenggarakan arsip bukti kas keluar yang belum dibayar yang berfungsi sebagai catatan utang perusahaan.

Pemegang Dana Kas Kecil
Bagian ini berfungsi menyimpan dana kas kecil, mengeluarkan dana kas kecil sesuai dengan otorisasi dari pejabat tertentu yang ditunjuk  dan memintakan pengisian kembali dana kas kecil.

Bagian Kartu Persediaan dan Kartu Biaya
Bagian ini berfungsi mencatat pengeluaran kas yang menyangkut biaya dan persediaan.

Bagian Jurnal Buku Besar dan Laporan
Bagian ini berfungsi mencatat transaksi penerimaan kas didalam jurnal penerimaan kas dan transaksi  pengeluaran kas didalam jurnal pengeluaran kas atau register cek.

Bagian Pemeriksa Intern
Didalam sistem kas, Bagian Pemeriksa intern berfungsi melakukan perhitungan kas secara periodik dan mencocokkan hasil perhitungannya dengan catatan kas.

PENGUJIAN PENGENDALIAN SIKLUS KAS
Ambil sampel bukti kas masuk
Untuk memperoleh keyakinan mengenai adanya unsur pengendalian intern dalam penerimaan kas, akuntan mengambil sampel bukti kas masuk yang disimpan didalam arsip dijurnal, buku besar dan laporan, Bukti kas masuk diperiksa:
  • Otorisasi yang tercantum didalamnya
  • Surat pemberitahuan dari debitur yang melampirinya.
  • Jumlah kas yang diterima menurut bukti kas masuk dengan daftar surat pemberitahuan dan bukti setor bank yang bersangkutan.
  • Pencatatannya kedalam kartu piutang dan jurnal penerimaan kas.

Ambil sempel bukti kas keluar yang telah dibayar
Prosedur pemeruksaan ini telah dilaksanakan oleh akuntan pada pengujian kepatuhan terhadap siklus pembelian. Bukti kas keluar diperiksa mengenai :
  • Otorisasi yang tercantum didalamnya
  • Nomor urut tercetaknya dan pertanggung jawaban pemakaian nomor urut tersebut
  • Kelengkapan dokumen pendukungnya
  • Otorisasi yang tercantum didalam dokumen pendukungnya
  • Cap lunas yang dibubuhi pada dokumen pendukungnya
  • Pencatatannya kedalam register cek
  • Pencatatanya kedalam buku pembantu yang bersangkutan
  • Kesesuaiannya dengan jumlah cek yang tercantum didalam rekening koran
  • Ambil berita secara penghitungan kas
Pratik yang sehat mengharuskan dilakukannya penghitungan secara periodik kas yang ada ditangan dan pencocokan jumlah kas hasil penghitungan tersebut dalam catatan akuntansi kas.

PENGUJIAN SUBSTANTIF SALDO KAS
Pengujian yang dilakukan pada atau dekat dengan tanggal neraca antara lain:
  1. Penghitungan kas ditangan
  2. Pisah batas penerimaan kas
  3. Pisah batas pengeluaran kas
Prosedur Inisial : Prosedur pengujian ini merupakan titik awal pengujian substantif siklus kas.

Penerapan Prosedur Analitis : saldo kas dipengaruhi secara signifikan oleh manajemen  melalui strategi dan keputusan pembiayaan perusahaan.

Pengujian Detail Transaksi

Melaksanakan Pengujian Pisah Batas Kas : Pengujian pisah batas penerimaan kas telah dibahas dalam pembahasan siklus pendapatan.sedangkan  pengujian pisah batas pengeluaran kas telah dibahas dalam pembahasan siklus pengeluaran.

Melakukan Pengujian Pisah Batas Penerimaan Kas : Pengujian ini dirancang untuk memastikan penerimaan kas dicatat dalam periode diterimanya kas tersebut. Misalnya cek yang tidak dicantum dalam daftar cek beredar pada akhir tahun, ternyata dicairkan dibank. Dan ada beberapa penyebab yang mungkin, yaitu :
  1. Keterlambatan pengiriman atau penyampaian cek
  2. Penyimpanan cek oleh pihak yang menerima cek
  3. Sedang diproses oleh bank
Mengusut Transfer Bank
Perusahaan melakukan kitting dengan 2 alternatif alasannya, yaitu :
  1. Karyawan yang bertugas mengelola cek melakukan pencurian uang atau korupsi, dan ia melakukan kitting untuk menyembunyikan adanya korupsi.
  2. Manajemen perusahaan igin agar akun kas dalam neraca overstated sehingga posisi keuangan perusahaan tampak baik.
Menyiapkan Proof of Cash ( Pembuktian Kas )
Proof of Cash mempunyai sedikit perbedaan dengan rekonsiliasi bank. Proof of Cash merupakan rekonsiliasi simultan atas berbagai transaksi dan saldo bank dengan data akuntansi yang terkait untuk suatu periode tertentu. Misalnya satu bulan.

Pembuktian kas merupakan rekonsiliasi secara simultan transaksi bank dan saldo yang berkaitan dengan data – data pembukuan selama waktu tertentu. Langkah – langkah dalam pengujian pembuktian kas adalah  sebagai berikut :
  1. Mendapatkan data – data dari bank
  2. Mendapatkan data saldo awal dan saldo akhir data – data yang ada didalam rekonsiliasi
  3. Menentukan data rekonsiliasi.
Pengujian Detail Saldo
Penghitungan kas yang disimpan dalam perusahaan
Penghitungan ini memungkinkan auditor untuk mengetahui keberadaan kas tersebut. Dalam melaksanakan prosedur ini, auditor harus :
  1. Mengendalikan seluruh kas yang dimiliki atau disimpan perusahaan klien , sampai seluruh penghitungan selesai dilaksanakan
  2. Auditor harus memastikan bahwa fungsi penyimpanan kas  tidak turut campur dalam penghitungan kas.
  3. Auditor harus meminta tanda tangan dari fungsi penyimpanan kas sebagai bukti bahwa seluruh kas telah dikembalikan pada perusahaan
  4. Auditor harus memastikan bahwa seluruh cek yang belum dicairkan oleh perusahaan
  5. Apabila perusahaan  memiliki beberapa tempat penyimpanan uang atau kas dalam perusahaan, beberapa auditor sebaiknya diterjunkan untuk melaksanakan perhitungan pada waktu yang bersamaan diberbagai tempat tersedia.
Konfirmasi Saldo Deposit dan Saldo Pinjaman di Bank
Konfirmasi dikirim kesemua bank meski saldo deposit klien dibank tersebut adalah nol. Hal ini dilakukan meskipun rekening dibank tersebut bersaldo nol menurut catatan perusahaan. Prosedur pengujian ini berkaitan erat dengan asersi keberadaan atau keterjadian, kelengkapan, hak dan kewajiban, serta asersi penilaian atau pengalokasian.
Compensating balance adalah saldo minimum yang harus disisihkan atau disimpan dibank apabila perusahaan meminjam uang dari bank tersebut. Contoh kewajiban kontinjensi adalah perusahaan klien menjamin pinjaman yang diberikan bank kepada pihak atau perusahaan lain.

Melakukan Scanning,Menelaah, atau Membuat Rekonsiliasi Bank
Prosedur ini dapat dilakukan dengan langkah – langkah sebagai berikut :
  1. Membandingkan saldo akhir rekening bank dengan saldo yang ada dalam laporan bank
  2. Memverifikasi validitas deposit in transit dan check yang masih beredar
  3. Melakukan verifikasi matematis untuk menguji keakuratan rekonsiliasi
  4. Menelusuri data – data yang ada didalam rekonsiliasi
  5. Menyelidiki data – data cek beredar yang lama tidak dicairkan dan data – data yang nampak tidak biasa.
Menghimpun dan Menggunakan Laporan Pisah Batas Bank
Laporan tersebut  biasanya dilampiri dengan cancelled check , duplikat slip deposit, dan dokumen lain yang dapat menjelaskan transaksi dan saldo yang dinyatakan dalam laporan pisah batas bank. Pengujian ini berkaitan erat dengan siklus keberadaan atau keterjadian, kelengkapan, hak dan kewajiban dan penilaian atau pengalokasian

Membandingkan Penyajian Laporan keuangan dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum
Prosedur ini dilakukan untuk memastikan bahwa :
  1. Kas dibank telah diidentifikasi dan dikelompokan secara tepat dalam neraca sebagai aset lancar.
  2. Dana kas yang disisihkan untuk melunasi utang obligasi ( bond sinking fund ) telah diidentifikasi dan dikelompokan scara tepat dalam neraca sebagai investasi jangka
  3. Identifikasi dan pengungkapan yang tepat dan memadai telah dilakukan sehubungan dengan adanya kewajiban kontinjensi ( belum pasti ), compensating balances, dan lines of credit dengan bank.
Pengujian ini berkaitan dengan asersei pelaporan dan pengungkapan. Auditor dapat menentukan ketepatan penyajian dengan cara :
  1. Penelaahan atas draft laporan keuangan klien
  2. Bukti yang dihimpun dari pengujian substantif sebelumnya
  3. Penelaahan atas notulen rapat pertemuan dewan komisaris
  4. Mengajukan pertanyaan pada manajemen untuk membuktikan adanya pembatasan dana kas.
Pengujian ini berkaitan erat  dengan siklus penyajian dan pengungkapan.

PENGUJIAN UNTUK MENDETEKSI LAPPING

Pengujian untuk mendeteksi lapping hanya perlu dilakukan apabila risiko pengendalian transaksi penerimaan kas adalah tinggi. Prosedur yang dapat dilakukan untuk mendeteksi lapping antara lain :
  1. Konfirmasi piutang dagang
  2. Melakukan perhitungan kas secara mendadak
  3. Membandingkan detail penjurnalan penerimaan kas dengan detail slip deposit (setoran kebank) harian yang terkait.
PENGAUDITAN DANA KAS KECIL
Pengendalian yang dapat diterapkan untuk dana kas kecil, antara lain :
Dana dijaga dan dikelola pada tingkat jumlah yang tetap
Dana kas kecil hanya dipegang oleh satu orang
Kas dana tersebut dikunci dan disimpan dalam kotak yang aman meski tidak terpakai
Pengeluaran kas hanya diijinkan untuk jumlah yang relatif kecil
Adanya nota atau dokumen bernomor urut tercetak yang harus mendukung setiap pembayaran
Dana kas kecil tidak dicampur penggunaan dan penyimpanan dengan dana untuk kegiatan lainnya
Penggantian atau pengisian kembali dana harus berdasarkan receipts (kuitansi) yang bernomor urut tercetak, dan menelaah dokumen pendukungnya
Apabila telah dibayarkan, setiap dokumen pendukung harus distempel (dicap) lunas (paid) untuk mencegah pemakaian kembali dokumen tersebut agar memperoleh penggantin kembali

Pengujian pengendalian meliputi :
  1. Penelaahan terhadap dokumen pendukung transaksi pengeluaran kas kecil.
  2. Penggunaan dokumen bernomor urut tercetak
  3. Penentuan bahwa cek yang diberikan untuk mengisi kembali dana kas kecil adalah tepat jumlahnya sesuai dengan dana kas kecil yang terpakai
PENGAUDITAN REKENING DIBANK YANG KHUSUS DIPAKAI UNTUK MEMBAYAR GAJI DAN UPAH
Pembayaran gaji dan upah dapat dilakukan dengan cek yang dibebankan atas rekening tersebut. Sedangkan  Rekening tersebut harus terpisah dengan rekening lain perusahaan yang ada dibank.
Pertimbangan Pengendalian Intern
Pengendalian intern atas rekening tersebut meliputi :
  1. Hanya seorang karyawan sebagai petugas pembayaran atau asisten bendahara mempunyai otorisasi
  2. Rekening tersebut khusus digunakan hanya untuk kegiatan pembayaran gaji dan upah
  3. Rekening gaji dan upah dibank harus direkonsiliasi setiap bulan secara independen.
  4. Saldo rekening dijaga dan dikelola pada tingkat jumlah yang tetap.
Pengujian Substantif
Pengujian Substantif meliputi :
  1. Konfirmasi saldo rekening dibank
  2. Menelaah rekonsiliasi yang dilakukan klien
  3. Penggunaan laporan pisah batas bank
Saldo kas dihasilkan dari pengaruh kumulatif kelim siklus transaksi yang telah di bahas sebelumnya.
dari kelima siklus tersebut adalah :
  1. Siklus pendapatan
  2. Siklus pengeluaran
  3. Siklus pendanaan
  4. Siklus investasi
  5. Siklus jasa personalia
Saldo kas adalah cash on hand ( kas ditangan atau disimpan dalam perusahaan ), kas di bank, dan dana tertentu yang disisikan seperti dana kas kecil.

TUJUAN AUDIT

Tujuan audit saldo kas adalah untuk memperoleh bukti tentang masing – masing asersi signifikan yang berkaitan dengan transaksi dan saldo kas. Tujuan audit ditentukan berdasar atas kelima kategori asersi laporan keuangan yang dinyatakan oleh manajemen.

  • Asersi keberadaan dan keterjadian
Saldo kas tercatat benar – benar ada pada tanggal neraca

  • Asersi kelengkapan
Saldo kas tercatat meliputi pengaruh semua transaksi kas yang telah terjadi
Transfer kas antar bank pada akhir tahun, telah dicatat pada periode yang tepat

  • Asersi hak dan kewajiban
Klien mempunyai hak legal atas seluruh saldo kas yang tampak pada tanggal neraca

  • Asersi penilaian dan pengalokasian
Saldo kas tercatat dapat direalisasi pada jumlah yang dinyatakan dalam neraca, dan sesuai dengan skedul  pedukungnya.

  • Asersi pelaporan dan pengungkapan
Saldo kas telah diidentifikasi dan dikelompokan dengan tepat dalam neraca.
Identifikasi dan pengungkapan yang tepat dan memadai telah dilakukan sehubungan dengan adanya pembatasan penggunaan kas tertentu
Kewajiban kontijensi ( belum pasti ), compensating balances, dan lines of credit dengan bank telah diungkapkan secara memadai.

Keterangan :

Compensating balance adalah saldo minimum yang harus disisihkan atau disimpan dibank apabila perusahaan meminjam uang dari bank tersebut.lines of credit adalah berbagai ketentuan yang harus dijalankan, misalnya harus adanya penyisihan  dana untuk compensating.

MATERIALITAS, RISIKO DAN STRATEGI AUDIT
Tingginya volume transaksi menyebabkan tingginya risiko bawaan siklus kas. Ada beberapa faktor penyebab tingginya risiko bawaan siklus kas, antara lain:
  1. Tingginya potensi salah saji akibat volume transaksi yang tinggi
  2. Sifat kas ( paling likuid dan sangat diminati )
  3. Kesempatan menipulasi dalam bentuk kitting maupun window dressing
Tingginya risiko bawaan siklus kas ini menyebabkan banyak perusahaan memprioritaskan atau memperluas struktur pengendalian intern siklus kas untuk mencegah dan mendeteksi salah saji.

PEMAHAMAN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN
Pemahaman struktur pengendalian intern siklus kas  adalah pertimbangan lingkungan pengendalian, informasi dan komunikasi ( sistem akuntansi ), penaksiran risiko pemantauan dan aktivitas pengendalian.

  • Lingkungan Pengendalian
Titik tolak pemahaman struktur pengendalian intern siklus kas adalah pemahaman lingkungan pengendalian atas kas. Pemahaman dapat diperoleh melalui :
  1. Pengajuan pertanyaan kepada manajemen
  2. Mempelajari bagan organisasi
  3. Menelaah deskripsi tugas
Pemegang kas dan pengelola kas dibank harus memiliki pengalaman dan kompetensi yang memadai untuk mengelola kas.

  • Penaksiran Risiko
Penaksiran risiko entitas untuk tujuan pelaporan keuangan merupakan pengidentifikasian, analisis, dan pengelolaan risiko yang relavan dengan penyusunan laporan keuangan yang disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum diindonesia.
karena kas merupakan aktiva yang paling likuid, maka manajemen perusahaan harus benar – benar  mempertimbangkan fungsi – fungsi yang terlibat dalam siklus kas.

  • Informasi dan komunikasi ( Sistem Akuntansi )
Akuntansi harus memahami kompetensi personil akuntansi dan bagian EDP yang bertanggung jawab atas pengolahan transaksi kas. Jadi kaitan nya dengan informasi dan komunikasi ini dalam siklus kas, sistem informasi mencakup metode dan catatan yang digunakan untuk :
  1. Mengidentifikasi dan mencatatan semua transaksi yang terkait dengan sikklus kas secara kas.
  2. Menjelaskan pada saat yang tepat transaksi dalam siklus kas secara cukup rinci dan memungkinkan adanya penggolongan masing – masing transaksi itu untuk pelaporan keuangan.
  3. Mengukur nilai transaksi dari siklus kas dengan tepat
  4. Menyajikan transaksi dari siklus kas dengan semestinya  dan pengungkapan yang berkaitan dalam laporan keuangan.
  • Aktivitas Pengendalian
Aktivitas pengendalian yang relavan dengan audit atas transaksi dalam sikls kas dapat digolongkan menjadi beberapa kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan:
  1. Review kinerja
  2. Pengolahan informasi
  3. Pengendalian fisik
  4. Pemisahan tugas
  5. Dokumen dan Catatan
Dokumen dan pencatatan yang dipakai meliputi:
  1. Bukti kas masuk
  2. Surat pemberitahuan
  3. Daftar surat pemberitahuan
  4. Bukti setor
  5. Bukti kas keluar
  6. Permintaan pengeluaran kas kecil
  7. Bukti pengeluaran kas kecil
  8. Permintaan pengisian kembali kas kecil
Fungsi
Fungsi yang terkait adalah :
  1. Fungsi Pencatat Piutang
  2. Fungsi Penerimaan Surat
  3. Fungsi Penyimpan Kas
  4. Fungsi pembuat Bukti Kas Keluar
  5. Fungsi Penyimpan Dana Kas Kecil
  6. Fungsi Akuntansi Biaya
  7. Fungsi Akuntansi Keuangan
  8. Fungsi Pemeriksa Intern

Bagian Piutang
Dalam sistem penerimaan kas bagian piutang berfungsi sebagai pencatat berkurangnya piutang dengan diterimanya pelunasan piutang dari debitur.

Bagian Sekretariat
Dalam sistem penerimaan kas, Bagian Sekretariat berfungsi sebagai penerima surat dan debitur yang berisi surat pemberitahuan dan cek. Jika penerimaan kas dari debitur berupa transfer uang lewat bank, Bagian Sekretariat ini menerima memo kredit dan bank tentang penambahan rekening giro perusahaan akibat transfer dana dari debitur.

Bagian Kasa
Dalam transaksi pengeluaran kas, Bagian Kasa berfungsi mengisi cek, meminta otorisasi dan mengirimkan cek kepada kreditur via pos atau membayarkan langsung kepada kreditur.

Bagian Utang
Dalam sistem pengeluaran kas, bagian utang berfungsi membuat bukti kas keluar yang memberikan otorisasi kepada bagian kasa untuk mengeluarkan cek sebesar yang tercantum didalam dokumen tersebut. Dalam metode pencatatan utang tertentu, bagian utang berfungsi menyelenggarakan arsip bukti kas keluar yang belum dibayar yang berfungsi sebagai catatan utang perusahaan.

Pemegang Dana Kas Kecil
Bagian ini berfungsi menyimpan dana kas kecil, mengeluarkan dana kas kecil sesuai dengan otorisasi dari pejabat tertentu yang ditunjuk  dan memintakan pengisian kembali dana kas kecil.

Bagian Kartu Persediaan dan Kartu Biaya
Bagian ini berfungsi mencatat pengeluaran kas yang menyangkut biaya dan persediaan.

Bagian Jurnal Buku Besar dan Laporan
Bagian ini berfungsi mencatat transaksi penerimaan kas didalam jurnal penerimaan kas dan transaksi  pengeluaran kas didalam jurnal pengeluaran kas atau register cek.

Bagian Pemeriksa Intern
Didalam sistem kas, Bagian Pemeriksa intern berfungsi melakukan perhitungan kas secara periodik dan mencocokkan hasil perhitungannya dengan catatan kas.

PENGUJIAN PENGENDALIAN SIKLUS KAS
Ambil sampel bukti kas masuk
Untuk memperoleh keyakinan mengenai adanya unsur pengendalian intern dalam penerimaan kas, akuntan mengambil sampel bukti kas masuk yang disimpan didalam arsip dijurnal, buku besar dan laporan, Bukti kas masuk diperiksa:
  • Otorisasi yang tercantum didalamnya
  • Surat pemberitahuan dari debitur yang melampirinya.
  • Jumlah kas yang diterima menurut bukti kas masuk dengan daftar surat pemberitahuan dan bukti setor bank yang bersangkutan.
  • Pencatatannya kedalam kartu piutang dan jurnal penerimaan kas.

Ambil sempel bukti kas keluar yang telah dibayar
Prosedur pemeruksaan ini telah dilaksanakan oleh akuntan pada pengujian kepatuhan terhadap siklus pembelian. Bukti kas keluar diperiksa mengenai :
  • Otorisasi yang tercantum didalamnya
  • Nomor urut tercetaknya dan pertanggung jawaban pemakaian nomor urut tersebut
  • Kelengkapan dokumen pendukungnya
  • Otorisasi yang tercantum didalam dokumen pendukungnya
  • Cap lunas yang dibubuhi pada dokumen pendukungnya
  • Pencatatannya kedalam register cek
  • Pencatatanya kedalam buku pembantu yang bersangkutan
  • Kesesuaiannya dengan jumlah cek yang tercantum didalam rekening koran
  • Ambil berita secara penghitungan kas
Pratik yang sehat mengharuskan dilakukannya penghitungan secara periodik kas yang ada ditangan dan pencocokan jumlah kas hasil penghitungan tersebut dalam catatan akuntansi kas.

PENGUJIAN SUBSTANTIF SALDO KAS
Pengujian yang dilakukan pada atau dekat dengan tanggal neraca antara lain:
  1. Penghitungan kas ditangan
  2. Pisah batas penerimaan kas
  3. Pisah batas pengeluaran kas
Prosedur Inisial : Prosedur pengujian ini merupakan titik awal pengujian substantif siklus kas.

Penerapan Prosedur Analitis : saldo kas dipengaruhi secara signifikan oleh manajemen  melalui strategi dan keputusan pembiayaan perusahaan.

Pengujian Detail Transaksi

Melaksanakan Pengujian Pisah Batas Kas : Pengujian pisah batas penerimaan kas telah dibahas dalam pembahasan siklus pendapatan.sedangkan  pengujian pisah batas pengeluaran kas telah dibahas dalam pembahasan siklus pengeluaran.

Melakukan Pengujian Pisah Batas Penerimaan Kas : Pengujian ini dirancang untuk memastikan penerimaan kas dicatat dalam periode diterimanya kas tersebut. Misalnya cek yang tidak dicantum dalam daftar cek beredar pada akhir tahun, ternyata dicairkan dibank. Dan ada beberapa penyebab yang mungkin, yaitu :
  1. Keterlambatan pengiriman atau penyampaian cek
  2. Penyimpanan cek oleh pihak yang menerima cek
  3. Sedang diproses oleh bank
Mengusut Transfer Bank
Perusahaan melakukan kitting dengan 2 alternatif alasannya, yaitu :
  1. Karyawan yang bertugas mengelola cek melakukan pencurian uang atau korupsi, dan ia melakukan kitting untuk menyembunyikan adanya korupsi.
  2. Manajemen perusahaan igin agar akun kas dalam neraca overstated sehingga posisi keuangan perusahaan tampak baik.
Menyiapkan Proof of Cash ( Pembuktian Kas )
Proof of Cash mempunyai sedikit perbedaan dengan rekonsiliasi bank. Proof of Cash merupakan rekonsiliasi simultan atas berbagai transaksi dan saldo bank dengan data akuntansi yang terkait untuk suatu periode tertentu. Misalnya satu bulan.

Pembuktian kas merupakan rekonsiliasi secara simultan transaksi bank dan saldo yang berkaitan dengan data – data pembukuan selama waktu tertentu. Langkah – langkah dalam pengujian pembuktian kas adalah  sebagai berikut :
  1. Mendapatkan data – data dari bank
  2. Mendapatkan data saldo awal dan saldo akhir data – data yang ada didalam rekonsiliasi
  3. Menentukan data rekonsiliasi.
Pengujian Detail Saldo
Penghitungan kas yang disimpan dalam perusahaan
Penghitungan ini memungkinkan auditor untuk mengetahui keberadaan kas tersebut. Dalam melaksanakan prosedur ini, auditor harus :
  1. Mengendalikan seluruh kas yang dimiliki atau disimpan perusahaan klien , sampai seluruh penghitungan selesai dilaksanakan
  2. Auditor harus memastikan bahwa fungsi penyimpanan kas  tidak turut campur dalam penghitungan kas.
  3. Auditor harus meminta tanda tangan dari fungsi penyimpanan kas sebagai bukti bahwa seluruh kas telah dikembalikan pada perusahaan
  4. Auditor harus memastikan bahwa seluruh cek yang belum dicairkan oleh perusahaan
  5. Apabila perusahaan  memiliki beberapa tempat penyimpanan uang atau kas dalam perusahaan, beberapa auditor sebaiknya diterjunkan untuk melaksanakan perhitungan pada waktu yang bersamaan diberbagai tempat tersedia.
Konfirmasi Saldo Deposit dan Saldo Pinjaman di Bank
Konfirmasi dikirim kesemua bank meski saldo deposit klien dibank tersebut adalah nol. Hal ini dilakukan meskipun rekening dibank tersebut bersaldo nol menurut catatan perusahaan. Prosedur pengujian ini berkaitan erat dengan asersi keberadaan atau keterjadian, kelengkapan, hak dan kewajiban, serta asersi penilaian atau pengalokasian.
Compensating balance adalah saldo minimum yang harus disisihkan atau disimpan dibank apabila perusahaan meminjam uang dari bank tersebut. Contoh kewajiban kontinjensi adalah perusahaan klien menjamin pinjaman yang diberikan bank kepada pihak atau perusahaan lain.

Melakukan Scanning,Menelaah, atau Membuat Rekonsiliasi Bank
Prosedur ini dapat dilakukan dengan langkah – langkah sebagai berikut :
  1. Membandingkan saldo akhir rekening bank dengan saldo yang ada dalam laporan bank
  2. Memverifikasi validitas deposit in transit dan check yang masih beredar
  3. Melakukan verifikasi matematis untuk menguji keakuratan rekonsiliasi
  4. Menelusuri data – data yang ada didalam rekonsiliasi
  5. Menyelidiki data – data cek beredar yang lama tidak dicairkan dan data – data yang nampak tidak biasa.
Menghimpun dan Menggunakan Laporan Pisah Batas Bank
Laporan tersebut  biasanya dilampiri dengan cancelled check , duplikat slip deposit, dan dokumen lain yang dapat menjelaskan transaksi dan saldo yang dinyatakan dalam laporan pisah batas bank. Pengujian ini berkaitan erat dengan siklus keberadaan atau keterjadian, kelengkapan, hak dan kewajiban dan penilaian atau pengalokasian

Membandingkan Penyajian Laporan keuangan dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum
Prosedur ini dilakukan untuk memastikan bahwa :
  1. Kas dibank telah diidentifikasi dan dikelompokan secara tepat dalam neraca sebagai aset lancar.
  2. Dana kas yang disisihkan untuk melunasi utang obligasi ( bond sinking fund ) telah diidentifikasi dan dikelompokan scara tepat dalam neraca sebagai investasi jangka
  3. Identifikasi dan pengungkapan yang tepat dan memadai telah dilakukan sehubungan dengan adanya kewajiban kontinjensi ( belum pasti ), compensating balances, dan lines of credit dengan bank.
Pengujian ini berkaitan dengan asersei pelaporan dan pengungkapan. Auditor dapat menentukan ketepatan penyajian dengan cara :
  1. Penelaahan atas draft laporan keuangan klien
  2. Bukti yang dihimpun dari pengujian substantif sebelumnya
  3. Penelaahan atas notulen rapat pertemuan dewan komisaris
  4. Mengajukan pertanyaan pada manajemen untuk membuktikan adanya pembatasan dana kas.
Pengujian ini berkaitan erat  dengan siklus penyajian dan pengungkapan.

PENGUJIAN UNTUK MENDETEKSI LAPPING

Pengujian untuk mendeteksi lapping hanya perlu dilakukan apabila risiko pengendalian transaksi penerimaan kas adalah tinggi. Prosedur yang dapat dilakukan untuk mendeteksi lapping antara lain :
  1. Konfirmasi piutang dagang
  2. Melakukan perhitungan kas secara mendadak
  3. Membandingkan detail penjurnalan penerimaan kas dengan detail slip deposit (setoran kebank) harian yang terkait.
PENGAUDITAN DANA KAS KECIL
Pengendalian yang dapat diterapkan untuk dana kas kecil, antara lain :
Dana dijaga dan dikelola pada tingkat jumlah yang tetap
Dana kas kecil hanya dipegang oleh satu orang
Kas dana tersebut dikunci dan disimpan dalam kotak yang aman meski tidak terpakai
Pengeluaran kas hanya diijinkan untuk jumlah yang relatif kecil
Adanya nota atau dokumen bernomor urut tercetak yang harus mendukung setiap pembayaran
Dana kas kecil tidak dicampur penggunaan dan penyimpanan dengan dana untuk kegiatan lainnya
Penggantian atau pengisian kembali dana harus berdasarkan receipts (kuitansi) yang bernomor urut tercetak, dan menelaah dokumen pendukungnya
Apabila telah dibayarkan, setiap dokumen pendukung harus distempel (dicap) lunas (paid) untuk mencegah pemakaian kembali dokumen tersebut agar memperoleh penggantin kembali

Pengujian pengendalian meliputi :
  1. Penelaahan terhadap dokumen pendukung transaksi pengeluaran kas kecil.
  2. Penggunaan dokumen bernomor urut tercetak
  3. Penentuan bahwa cek yang diberikan untuk mengisi kembali dana kas kecil adalah tepat jumlahnya sesuai dengan dana kas kecil yang terpakai
PENGAUDITAN REKENING DIBANK YANG KHUSUS DIPAKAI UNTUK MEMBAYAR GAJI DAN UPAH
Pembayaran gaji dan upah dapat dilakukan dengan cek yang dibebankan atas rekening tersebut. Sedangkan  Rekening tersebut harus terpisah dengan rekening lain perusahaan yang ada dibank.
Pertimbangan Pengendalian Intern
Pengendalian intern atas rekening tersebut meliputi :
  1. Hanya seorang karyawan sebagai petugas pembayaran atau asisten bendahara mempunyai otorisasi
  2. Rekening tersebut khusus digunakan hanya untuk kegiatan pembayaran gaji dan upah
  3. Rekening gaji dan upah dibank harus direkonsiliasi setiap bulan secara independen.
  4. Saldo rekening dijaga dan dikelola pada tingkat jumlah yang tetap.
Pengujian Substantif
Pengujian Substantif meliputi :
  1. Konfirmasi saldo rekening dibank
  2. Menelaah rekonsiliasi yang dilakukan klien
  3. Penggunaan laporan pisah batas bank

Related Posts

Pengauditan Saldo Kas Sifat Siklus Kas
4/ 5
Oleh

Contact Me

Name

Email *

Message *