prilaku konsumen


A. Pengertian Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan individu yang melibatkan pembelian penggunaan barang dan jasa termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut sebagai pengalaman dengan produk, pelayanan dari sumber lainnya.
B. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah :
1. Faktor kebudayaan
Faktor kebudayaan meliputi :
a. Budaya : faktor-faktor budaya memberikan pengaruhnya paling luas pada keinginan dan perilaku konsumen. Budaya (culture) adalah penyebab paling mendasar teori keinginan dan perilaku seseorang.
b. Subbudaya : setiap kebudayaan mengandung sub kebudayaan yang lebih kecil, atau sekelompok orang yang mempunyai sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang sama. Sub kebudayaan meliputi: kewarganegaraan, agama, ras, dan daerah gegrafis.
c. Kelas sosial : hampir setiap masyarakat memiliki beberapa bentuk struktur kelas sosial. Kelas-kelas sosial adalah bagian-bagian masyarakat yang relatif permanen dan tersusun rapi yang anggota-anggotanya mempunyai nilai-nilai, kepentingan dan perilaku yang sama.
Perilaku konsumen juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga serta aturan dan status sosial konsumen. Disini keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat. Keputusan orang ingin membeli juga dipenggaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahap siklus hidup, pekerjaan, situasi ekonomui, gaya hidup dan kepribadian serta konsep diri.
Selain dari beberapa faktor diatas yang mempengaruhi perilaku konsumen juga dipengaruhi juga oleh faktor-faktor psikologis seseorang, yang meliputi motivasi, persepsi, pengetahuan dan keyakinan serta sikap. 

C. Proses Pengambilan Keputusan Pembeli
a. Proses Pengambilan Keputusan Pembeli Terhadap produk Baru
Sebuah produk baru adalah barang, jasa, atau ide yang dianggap baru oleh pembeli potensial. Terkadang produk yang beredar dipasaran telah lama ada, disini konsumen dapat membuat keputusan untuk menerima / mengadopsinya. Proses adopsi adalah proses mental yang dilalui seseorang, mulai dari pengenalan pertama sampai pada penerimaan / adopsi final.
Tahap-tahap proses adopsi:
1. Sadar : konsumen menjadi sadar akan adanya produk baru, tetapi kekurangan informasi mengenainya.
2. Tertarik : konsumen akan menjadoi tertarik untuk mencari informasi mengenai produk baru.
3. Evalusi : konsumen harus mempertimbangkan apakah produk baru tersebut masuk akal atau tidak untuk dikonsumsi.
4. Mencoba : konsumen mencoba produk baru tersebut dalam skala kecil untuk meningkatkan perkiraan nilai produk tersebut.
5. Adopsi : konsumen memutuskan secara penuh dan teratur menggunakan produk baru tersebut.
b. Tipe-Tipe Perilaku Membeli
Ada empat tipe perilaku membeli, yaitu :
a. Perilaku pembelian yang kompleks
Disini konsumen mengakui keterikatan yang tinggi dalam proses pembeliannya, harga produk tinggi, jarang dibeli, memiliki resiko yang tinggi. Perilaku konsumen melalui proses tiga langkah, yaitu: pertama, mengembangkan keyakinan tentang produk tersebut. Kedua, membangun sikap, dan ketiga melakukan pilihan.
b. Perilaku pembelian yang mengurangi ketidakefisienan
Disini konsumen mengalami keterlibatan tinggi akan tetapi melihat sedikit perbedaan, diantara merek-merek. Konsumen mengunjungi beberapa tempat untuk mencari yang lebih cocok.
  1. Perilaku pembelian karena kebiasaan
Disini konsumen rendah sekali dalam proses pembelian karena tidak ada perbedaan nyata diantara berbagai merek dan harga barang relatif rendah
  1. Perilaku pembelian yang mencari keragaman
Disini keterlibatan konsumen yang rendah akan dihadapkan pada berbagai pemilihan merek.
c. Tahap-Tahap Proses Membeli
Tahap-tahap dalam proses membeli mwliputi :
a. Pengenalan kebutuhan/masalah
Disini orang yang akan memasarkan produk meneliti mengenai apa yang dibutuhkan, apa yang menyebabkan semua itu muncul dan mengapa seseorang membutuhkan sesuatu. Seorang pemasar akan mengenalkan pada konsumen agar lebih tertarik.
b. Pencarian informasi
Sumber informasi konsumen terbagi dalam empat kelompok, yaitu :
1. Sumber pribadi, meliputi: keluarga, teman-teman, tetangga, dan kenalan.
2. Sumber niaga, meliputi : periklanan, petugas penjualan, penjual kemasan dan pemajangan.
3. Sumber umum, meliputi : media massa dan organisasi konsumen.
4. Sumber pengalaman, meliputi: pernah menangani, menguji, dan mempergunakan produk.
c. Pencarian alternatif
Terdapat lima konsep dasar bagi pemasar dalam penilaian alternatif konsumen, yaitu :
  1. Sifat-sifat produk, apa yang menjadi ciri-ciri khusus dan perhatian konsumen terhadap produk atau jasa tersebut.
  2. Pemasar lebih memperhatikan pentingnya ciri-ciri produk daripada penonjolan Ciri-ciri produk.
  3. Kepercayaan konsumen terhadap ciri merek yang menonjol
  4. Fungsi kemanfaatan, yaitu bagaimana konsumen mengharapkan kepuasan yang diperoleh dari produk dengan tingkat alternatif yang berbeda-beda setiap hari
  5. Bagaimana prosedur penilaian yang dilakukan konsumen dari sekian banyak ciri-ciri barang.
d. Keputusan membeli
Ada dua faktor yang menyebabkan seseorang mengambil keputusan untuk
membeli, yaitu :
  1. Sikap orang lain : keputusan membeli itu banyak dipengaruhi oleh teman-teman, tetangga, atau siapa saja yang dipercayai
  2. Faktor-faktor situasi yang tidak terduga : seperti faktor harga pendapatan

Perencanaan Strategi Pemasaran

Berpikir tentang DELL, pertama kali yang terlintas dipikiran kita adalah DELL merupakan sebuah perusahaan komputer yang sukses. Namun sekarang DELL juga memproduksi televisi.
Bagaimana DELL bisa memutuskan untuk masuk kedalam bisnis ini?. Apakah mereka sudah akan bersaing dengan produsen televisi yang sudah memiliki nama seperti Sony dan Panasonic?. Apakah target pasar DELL adalah pelanggan yang sama dengan yang membeli produk computer mereka atau menargetkankan pelanggan baru yang berbeda?. Semua hal diatas behubungan dengan strategi pemasaran yang akan dibahas dalam bab ini.
1. Tugas Manajemen pada Pemasaran
Proses manajemen pemasaranadalah proses dari merencanakan aktivitas pemasaran, mengatur pelaksanaan dari rencana-rencana tersebut dan mengendalikan rencana-rencana tersebut (bagan 1). Perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian adalah tugas-tugas dasar dari semua manajer. Manajer pemasaran juga harus dapat melihat kesempatan-kesempatn yang baru.
Perencanaan (manajemen) strategiadalah tugas strategi perencanaan untuk memandu keseluruhan perusahaan. Hal ini berarti proses manajerial dari mengembangkan dan memelihara perpaduan antara sumber daya organisasi dan kesempatan pasar yang ada. Tugas ini termasuk perencanaan untuk produksi, keuangan, sumber daya manusia dan lain-lain yang dilakukan oleh manajemen puncak.
2. Apakah Perencanaan Strategi Pemasaran?
Perencanaan strategi pemasaran berarti menemukan kesempatan-kesempatan menarik dan mengembangkan strategi pemasaran yang menguntungkan.
Strategi pemasaran terdiri dari target pasar dan paduan pemasaran yang berhubungan. Target pasar adalah kelompok yang sebenarnya sama dari konsumen yang mana perusahaan berharap mereka untuk tertarik. Paduan pemasaran adalah variable-variabel yang dapat dikendalikan dimana perusahaan meletakkannya bersama untuk memuaskan kelompok target ini.
3. Pemilihan Strategi Berorientasi Pasar adalah Target Pemasaran
Strategi pemasaran mengacu pada beberapa konsumen target tertentu. Target pemasaran adalah paduan pemasaran yang dibuat untuk memenuhi konsumen target yang spesifik. Pemasaran massal hampir sama dengan pendekatan yang berorientasi pada produksi, yaitu ditujukan dengan tidak jelas kepada setiap orang dengan paduan pemasaran yang sama.
Manajer yang berorientasi pada produksi melihat setiap orang pada dasarnya adalah sama dan menerapkan pemasaran massal. Sedangkan manajer yang berorientasi pada pemasaran melihat setiap orang pada dasarnya adalah berbeda dan menerapkan pemasaran target.
4. Pengembangan Paduan-Paduan Pemasaran untuk Target Pasar
Ada banyak cara yang memungkinkan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan yang menjadi target. Akan tetapi sebenarnya ada empat variable dasar dalam paduan pemasaran yang disebut 4Ps. 4Ps yang merupakan bagian utama dari paduan pemasaran adalah product (produk), place (tempat), promotion (promosi) dan price (harga). Pelanggan ( C ) bukan bagian dari paduan pemasaran melainkan target dari semua pemasaran.
4Ps harus dibuat dan dilaksanakan secara bersamaan. Penting untuk ditekankan bahwa memilih target pasar dan pengembangan paduan adalah saling berhubungan.
5. Rencana Pemasaran adalah Panduan untuk Pelaksanaan dan Pengendalian
Rencana pemasaran adalah pernyataan tertulis dari strategi pemasaran dan bagian-bagian yang berhubungan secara waktu untuk membuat strategi. Bagian-bagian itu adalah (1) paduan pemasaran apa yang akan ditawarkan, kepada siapa (pasar target) dan berapa lama ; (2) sumber daya apa yang ada dalam perusahaan (biaya) yang akan diperlukan ; (3) hasil apa yang diharapkan (penjualan dan laba yang mungkin dalam setiap bulan atau setiap empat bulan, tingkat kepuasan konsumen dan kesukaan.
Setelah pengembangan rencana pemasaran, manajer kemudian fokus dengan pelaksanaaan. Pelaksanaan adalah meletakkan rencana pemasaran kedalam opeerasi. Keputusan operasional yang merupakan keputusan jangka pendek untuk membantu pelaksanaan strategi akan dibutuhkan dalam pelaksanaan.
Program pemasaran memadukan semua rencana-rencana perusahaan kedalam sebuah rencana besar.
6. Program Pemasaran harus Membangun Ekuitas Pelanggan
Program perusahaan akan bermanfaat bagi perusahaan jika dapat meningkatkan ekuitas pelanggan. Ekuitas pelangganadalah arus pendapatan yang diharapkan (keuntungan) dari pelanggan yang ada saat ini dan pelanggan yang prospektif bagi perusahaan selama beberapa periode waktu.
7. Pentingnya Perencanaan Strategi Pemasaran
Keputusan strategi pada suatu saatadalah keputusan yang memutuskan apa akan dilakukan perusahaan dan strategi yang yang akan mengikutinya, biasanya menentukan kesuksesan atau kegagalan. Rencana yang sangat bagus mungkin saja tidak bagus dalam pelaksanaannya dan masih dapat keuntungan. Sedangkan rencana yang tidak bagus mungkin saja dapat dilaksanakan dengan bagus tetapi tidak menghasilkan laba.
8. Perencanaan Strategi yang Kreatif Diperlukan untuk Bertahan
Perencanaan strategi yang kreatif menjadi semakin penting. Persaingan domestic dan asing mengancam perusahaan yang tidak dapat menyediakan nilai pelanggan yang tinggi dan menemukan cara yang lebih baik dalam menjalin hubungan dengan pelanggan. Pasar baru, pelanggan baru dan cara baru dalam melaksanakan sesuatu harus ditemukan jika perusahaan ingin tetap beroperasi di masa yang akan dating dan menyumbang peran pada system pemasarn mikro. Oleh karena itu perusahaan harus fokus pada penerapan yan terbaik untuk hasil yang lebih baik.
9. Apakah Kesempatan yang Menarik
Kesempatan yang berupa terobosan adalah kesempatan yang membantu para innovator mengembangkan hard-to-copystrategi pemasaran yang akan sangat menguntungkan untuk jangka panjang. Hal ini penting karena selalu ada para peniru yang ingin berbagi keuntungan dengan para innovator.
Jika tidak dapat menemukan kesempatan yang berupa terobosan, perusahaan harus mencoba untuk memperoleh manfaat kompetisi untuk meningkatkan kesempatan memperoleh laba atau kelangsungan untuk bertahan. Manfaat kompetisi berarti bahwa perusahaan mempunyai paduan pemasaran yang mana pasar target melihat sebagai sesuatu yang lebih baik daripada paduan pemasaran pesaing.
10. Proses Perencanaan Strategi Pemasaran Fokus pada Kesempatan-Kesempatan
Diferensiasi berarti bahwa paduan pemasaran yang dimiliki berbeda dan yang lebih baik dari pada yang ada pada pesaing. Bantuan yang berguna untuk mengidentifikasi kriteria perlindungan yang relevan dan untuk membuat dari awal strategi yang memungkinkan untuk dibuat, dibutuhkan SWOT analisis. SWOT analisis yang mengidentifikasi dan mendaftar kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), kesempatan(opportunities) dan ancaman (threats) dari perusahaan.
Analisis SWOT yang baik membantu manajer fokus pada strategi yang membawa manfaat dari kesempatan dan kekuatan perusahaan dan juga mencegah kelemahan dan ancaman pada kesuksesan perusahaan.
11. Tipe-Tipe dari Kesempatan-Kesempatan untuk Dilakukan
Penetrasi pasar berarti mencoba meningkatkan penjualan dari produk yang ada saat ini diperusahaan pada pasar yang ada saat ini, mungkin melalui paduan pemasaran yang lebih agresif.
Pengembangan pasar berarti mencoba meningkatkan penjualan dengan menjual produk yang ada saat ini diperusahaan pada pasar yang baru.
Pengembangan produk berarti menawarkan produk baru dan produk yang telah ditingkatkan mutunya untuk pasar yang ada saat ini.
Diversifikasi berarti perubahan secara keseluruhan garis usaha perusahaan melalui produk yang benar-benar baru, pasar baru dan bahkan tingkatan pada system produksi pemasaran.
12. Kesempatan Internasional harus Dipertimbangkan.
Dunia menjadi lebih kecil dengan adanya peningkatan perdagangan internasional diseluruh dunia dan berkurangnya hambatan dalam perdagangan tersebut. Bahkan dengan adanya e-commerce, transportasi dan komunikasi membuat lebih mudah dan lebih murah untuk mencapai pelangan internasioanal.
Kesempatan internasional harus dipertimbangkan pada proses perencanaan startegi, tetapi tidak akan selalu menjadi yang menarik (dalam mencari keuntungan) untuk dimasukkan dalam strategi. Sebagaimana kesempatan didalam negeri, manajer harus mempertimbangkan kesempatan internasional ini dengan tujuan dan sumber daya dari perusahaan, begltu juga dengan melihatkekuatan dan kelemahan perusahaan
Analisis Lingkungan Pemasaran
Lingkungan Pemasaran suatu perusahaan terdiri dari pelaku-pelaku dan kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mengembangkan dan mempertahankan transaksi-transaksi dan hubungan yang menguntungkan dengan pelanggan sasarannya.
Lingkungan pemasaran juga mencatat timbulnya ancaman baru seperti pesaing, krisis militer dan perusahaaan pun melihat runtuhnya mereka. Pemasar menggunakan informasi dan penelitian pemasaran untuk meneliti lingkungan yang berubah-ubah. Dengan membuat system pengamanan dini, pemasar akan mampu untuk merevisi strategi pemasaran secara tepat waktu. Pelaku dan kekuatan dalam suatu lingkungan perusahaan dibedakan antara lingkungan mikro dan makro.
Lingkungan mikro terdiri dari pelaku-pelaku dalam perusahaan yang dekat yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pasarnya. Lingkungan ini ialah : perusahaan, pemasok, perantara pasar, pelanggan pesaing dan publik.
· Pelaku-pelaku dalam lingkungan mikro
Tujuan utama setiap perusahaan adalah melayani dan memuaskan kebutuhan tertentu dari pasar sasarannya yang telah dipilih secara menguntungkan. Untuk melaksanakan tugas ini, perusahaanmengaitkan diri dengan beberapa pemasok dan sekelompok perantara-perantara pemasaran untuk mencapai pelanggan sasarannya. Keberhasilan perusahaan akan ditentukan oleh 2 kelompok tambahan yang disebut kelompok pesaing dan kelompok masyarakat.
1. Pemasok
Pemasok adalah perusahaan bisnis dan individu-individu yang menyediakan sumber daya yang diperlukan oleh perusahaan dan para pesaing untuk memproduksi barang dan jasa.
2. Perantara-Perantara Pemasaran
Perantara Perusahaan adalah perusahaan yang membantu perusahaan lain dalam promosi, penjualan dan pendistribusian barang-barangnya ke pembeli akhir. Mereka meliputi perantara ( Middle-men ), Perusahaan distribusi fisik, agen jasa pemasaran, dan perantara keuangan.
3. Publik/Masyarakat
Publik adalh sekelompok orang yang mempunyai kepentingan aktual/potensial atau mempunyai dampak terhadap kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuannya.
4. Pelanggan
Suatu perusahaan mengaitkan dirinya dengan beberapa pemasok dan perantara sehingga ia mendapat pemasok secara efisien produk-produk dan jasanya kepada pasar sasarannya.
5. Pesaing
Suatu perusahaan jarang sekali hanya sendiri dalam menjual ke suatu pasar pelanggan tertentu. Perusahaan bersaing dengan sejumlah pesaing. Pesaing-pesaing ini harus diidentifikasi, dimonitor dan disiasati untuk memperoleh dan mempertahankan loyalitas pelanggan.
Lingkungan makro terdiri dari kekuatan-kekuatan sosial yang lebih besar yang mempengaruhi seluruh pelaku dilingkungan mikro perusahaan, yang terdiri dari demografi, ekonomi, alam, teknologi, politik dan budaya.
1. Lingkungan Demografi
Kondisi lingkungan yang pertama-tama punya kepentingan tehadap pemasaran adalah populasi karena manusia membentuk pasar. Pemasar sangat berkepentingan terhadap jumlah penduduk dunia, distribusi geografis dan kepadatannya, kecenderungan pergerakannya, distribusi umurnya, tingkat kelahirannya, perkawinannya dan kematiannya dan rasial, kesukuan dan struktur keagamaanya.


A. Pengertian Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan individu yang melibatkan pembelian penggunaan barang dan jasa termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut sebagai pengalaman dengan produk, pelayanan dari sumber lainnya.
B. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah :
1. Faktor kebudayaan
Faktor kebudayaan meliputi :
a. Budaya : faktor-faktor budaya memberikan pengaruhnya paling luas pada keinginan dan perilaku konsumen. Budaya (culture) adalah penyebab paling mendasar teori keinginan dan perilaku seseorang.
b. Subbudaya : setiap kebudayaan mengandung sub kebudayaan yang lebih kecil, atau sekelompok orang yang mempunyai sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang sama. Sub kebudayaan meliputi: kewarganegaraan, agama, ras, dan daerah gegrafis.
c. Kelas sosial : hampir setiap masyarakat memiliki beberapa bentuk struktur kelas sosial. Kelas-kelas sosial adalah bagian-bagian masyarakat yang relatif permanen dan tersusun rapi yang anggota-anggotanya mempunyai nilai-nilai, kepentingan dan perilaku yang sama.
Perilaku konsumen juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga serta aturan dan status sosial konsumen. Disini keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat. Keputusan orang ingin membeli juga dipenggaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahap siklus hidup, pekerjaan, situasi ekonomui, gaya hidup dan kepribadian serta konsep diri.
Selain dari beberapa faktor diatas yang mempengaruhi perilaku konsumen juga dipengaruhi juga oleh faktor-faktor psikologis seseorang, yang meliputi motivasi, persepsi, pengetahuan dan keyakinan serta sikap. 

C. Proses Pengambilan Keputusan Pembeli
a. Proses Pengambilan Keputusan Pembeli Terhadap produk Baru
Sebuah produk baru adalah barang, jasa, atau ide yang dianggap baru oleh pembeli potensial. Terkadang produk yang beredar dipasaran telah lama ada, disini konsumen dapat membuat keputusan untuk menerima / mengadopsinya. Proses adopsi adalah proses mental yang dilalui seseorang, mulai dari pengenalan pertama sampai pada penerimaan / adopsi final.
Tahap-tahap proses adopsi:
1. Sadar : konsumen menjadi sadar akan adanya produk baru, tetapi kekurangan informasi mengenainya.
2. Tertarik : konsumen akan menjadoi tertarik untuk mencari informasi mengenai produk baru.
3. Evalusi : konsumen harus mempertimbangkan apakah produk baru tersebut masuk akal atau tidak untuk dikonsumsi.
4. Mencoba : konsumen mencoba produk baru tersebut dalam skala kecil untuk meningkatkan perkiraan nilai produk tersebut.
5. Adopsi : konsumen memutuskan secara penuh dan teratur menggunakan produk baru tersebut.
b. Tipe-Tipe Perilaku Membeli
Ada empat tipe perilaku membeli, yaitu :
a. Perilaku pembelian yang kompleks
Disini konsumen mengakui keterikatan yang tinggi dalam proses pembeliannya, harga produk tinggi, jarang dibeli, memiliki resiko yang tinggi. Perilaku konsumen melalui proses tiga langkah, yaitu: pertama, mengembangkan keyakinan tentang produk tersebut. Kedua, membangun sikap, dan ketiga melakukan pilihan.
b. Perilaku pembelian yang mengurangi ketidakefisienan
Disini konsumen mengalami keterlibatan tinggi akan tetapi melihat sedikit perbedaan, diantara merek-merek. Konsumen mengunjungi beberapa tempat untuk mencari yang lebih cocok.
  1. Perilaku pembelian karena kebiasaan
Disini konsumen rendah sekali dalam proses pembelian karena tidak ada perbedaan nyata diantara berbagai merek dan harga barang relatif rendah
  1. Perilaku pembelian yang mencari keragaman
Disini keterlibatan konsumen yang rendah akan dihadapkan pada berbagai pemilihan merek.
c. Tahap-Tahap Proses Membeli
Tahap-tahap dalam proses membeli mwliputi :
a. Pengenalan kebutuhan/masalah
Disini orang yang akan memasarkan produk meneliti mengenai apa yang dibutuhkan, apa yang menyebabkan semua itu muncul dan mengapa seseorang membutuhkan sesuatu. Seorang pemasar akan mengenalkan pada konsumen agar lebih tertarik.
b. Pencarian informasi
Sumber informasi konsumen terbagi dalam empat kelompok, yaitu :
1. Sumber pribadi, meliputi: keluarga, teman-teman, tetangga, dan kenalan.
2. Sumber niaga, meliputi : periklanan, petugas penjualan, penjual kemasan dan pemajangan.
3. Sumber umum, meliputi : media massa dan organisasi konsumen.
4. Sumber pengalaman, meliputi: pernah menangani, menguji, dan mempergunakan produk.
c. Pencarian alternatif
Terdapat lima konsep dasar bagi pemasar dalam penilaian alternatif konsumen, yaitu :
  1. Sifat-sifat produk, apa yang menjadi ciri-ciri khusus dan perhatian konsumen terhadap produk atau jasa tersebut.
  2. Pemasar lebih memperhatikan pentingnya ciri-ciri produk daripada penonjolan Ciri-ciri produk.
  3. Kepercayaan konsumen terhadap ciri merek yang menonjol
  4. Fungsi kemanfaatan, yaitu bagaimana konsumen mengharapkan kepuasan yang diperoleh dari produk dengan tingkat alternatif yang berbeda-beda setiap hari
  5. Bagaimana prosedur penilaian yang dilakukan konsumen dari sekian banyak ciri-ciri barang.
d. Keputusan membeli
Ada dua faktor yang menyebabkan seseorang mengambil keputusan untuk
membeli, yaitu :
  1. Sikap orang lain : keputusan membeli itu banyak dipengaruhi oleh teman-teman, tetangga, atau siapa saja yang dipercayai
  2. Faktor-faktor situasi yang tidak terduga : seperti faktor harga pendapatan

Perencanaan Strategi Pemasaran

Berpikir tentang DELL, pertama kali yang terlintas dipikiran kita adalah DELL merupakan sebuah perusahaan komputer yang sukses. Namun sekarang DELL juga memproduksi televisi.
Bagaimana DELL bisa memutuskan untuk masuk kedalam bisnis ini?. Apakah mereka sudah akan bersaing dengan produsen televisi yang sudah memiliki nama seperti Sony dan Panasonic?. Apakah target pasar DELL adalah pelanggan yang sama dengan yang membeli produk computer mereka atau menargetkankan pelanggan baru yang berbeda?. Semua hal diatas behubungan dengan strategi pemasaran yang akan dibahas dalam bab ini.
1. Tugas Manajemen pada Pemasaran
Proses manajemen pemasaranadalah proses dari merencanakan aktivitas pemasaran, mengatur pelaksanaan dari rencana-rencana tersebut dan mengendalikan rencana-rencana tersebut (bagan 1). Perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian adalah tugas-tugas dasar dari semua manajer. Manajer pemasaran juga harus dapat melihat kesempatan-kesempatn yang baru.
Perencanaan (manajemen) strategiadalah tugas strategi perencanaan untuk memandu keseluruhan perusahaan. Hal ini berarti proses manajerial dari mengembangkan dan memelihara perpaduan antara sumber daya organisasi dan kesempatan pasar yang ada. Tugas ini termasuk perencanaan untuk produksi, keuangan, sumber daya manusia dan lain-lain yang dilakukan oleh manajemen puncak.
2. Apakah Perencanaan Strategi Pemasaran?
Perencanaan strategi pemasaran berarti menemukan kesempatan-kesempatan menarik dan mengembangkan strategi pemasaran yang menguntungkan.
Strategi pemasaran terdiri dari target pasar dan paduan pemasaran yang berhubungan. Target pasar adalah kelompok yang sebenarnya sama dari konsumen yang mana perusahaan berharap mereka untuk tertarik. Paduan pemasaran adalah variable-variabel yang dapat dikendalikan dimana perusahaan meletakkannya bersama untuk memuaskan kelompok target ini.
3. Pemilihan Strategi Berorientasi Pasar adalah Target Pemasaran
Strategi pemasaran mengacu pada beberapa konsumen target tertentu. Target pemasaran adalah paduan pemasaran yang dibuat untuk memenuhi konsumen target yang spesifik. Pemasaran massal hampir sama dengan pendekatan yang berorientasi pada produksi, yaitu ditujukan dengan tidak jelas kepada setiap orang dengan paduan pemasaran yang sama.
Manajer yang berorientasi pada produksi melihat setiap orang pada dasarnya adalah sama dan menerapkan pemasaran massal. Sedangkan manajer yang berorientasi pada pemasaran melihat setiap orang pada dasarnya adalah berbeda dan menerapkan pemasaran target.
4. Pengembangan Paduan-Paduan Pemasaran untuk Target Pasar
Ada banyak cara yang memungkinkan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan yang menjadi target. Akan tetapi sebenarnya ada empat variable dasar dalam paduan pemasaran yang disebut 4Ps. 4Ps yang merupakan bagian utama dari paduan pemasaran adalah product (produk), place (tempat), promotion (promosi) dan price (harga). Pelanggan ( C ) bukan bagian dari paduan pemasaran melainkan target dari semua pemasaran.
4Ps harus dibuat dan dilaksanakan secara bersamaan. Penting untuk ditekankan bahwa memilih target pasar dan pengembangan paduan adalah saling berhubungan.
5. Rencana Pemasaran adalah Panduan untuk Pelaksanaan dan Pengendalian
Rencana pemasaran adalah pernyataan tertulis dari strategi pemasaran dan bagian-bagian yang berhubungan secara waktu untuk membuat strategi. Bagian-bagian itu adalah (1) paduan pemasaran apa yang akan ditawarkan, kepada siapa (pasar target) dan berapa lama ; (2) sumber daya apa yang ada dalam perusahaan (biaya) yang akan diperlukan ; (3) hasil apa yang diharapkan (penjualan dan laba yang mungkin dalam setiap bulan atau setiap empat bulan, tingkat kepuasan konsumen dan kesukaan.
Setelah pengembangan rencana pemasaran, manajer kemudian fokus dengan pelaksanaaan. Pelaksanaan adalah meletakkan rencana pemasaran kedalam opeerasi. Keputusan operasional yang merupakan keputusan jangka pendek untuk membantu pelaksanaan strategi akan dibutuhkan dalam pelaksanaan.
Program pemasaran memadukan semua rencana-rencana perusahaan kedalam sebuah rencana besar.
6. Program Pemasaran harus Membangun Ekuitas Pelanggan
Program perusahaan akan bermanfaat bagi perusahaan jika dapat meningkatkan ekuitas pelanggan. Ekuitas pelangganadalah arus pendapatan yang diharapkan (keuntungan) dari pelanggan yang ada saat ini dan pelanggan yang prospektif bagi perusahaan selama beberapa periode waktu.
7. Pentingnya Perencanaan Strategi Pemasaran
Keputusan strategi pada suatu saatadalah keputusan yang memutuskan apa akan dilakukan perusahaan dan strategi yang yang akan mengikutinya, biasanya menentukan kesuksesan atau kegagalan. Rencana yang sangat bagus mungkin saja tidak bagus dalam pelaksanaannya dan masih dapat keuntungan. Sedangkan rencana yang tidak bagus mungkin saja dapat dilaksanakan dengan bagus tetapi tidak menghasilkan laba.
8. Perencanaan Strategi yang Kreatif Diperlukan untuk Bertahan
Perencanaan strategi yang kreatif menjadi semakin penting. Persaingan domestic dan asing mengancam perusahaan yang tidak dapat menyediakan nilai pelanggan yang tinggi dan menemukan cara yang lebih baik dalam menjalin hubungan dengan pelanggan. Pasar baru, pelanggan baru dan cara baru dalam melaksanakan sesuatu harus ditemukan jika perusahaan ingin tetap beroperasi di masa yang akan dating dan menyumbang peran pada system pemasarn mikro. Oleh karena itu perusahaan harus fokus pada penerapan yan terbaik untuk hasil yang lebih baik.
9. Apakah Kesempatan yang Menarik
Kesempatan yang berupa terobosan adalah kesempatan yang membantu para innovator mengembangkan hard-to-copystrategi pemasaran yang akan sangat menguntungkan untuk jangka panjang. Hal ini penting karena selalu ada para peniru yang ingin berbagi keuntungan dengan para innovator.
Jika tidak dapat menemukan kesempatan yang berupa terobosan, perusahaan harus mencoba untuk memperoleh manfaat kompetisi untuk meningkatkan kesempatan memperoleh laba atau kelangsungan untuk bertahan. Manfaat kompetisi berarti bahwa perusahaan mempunyai paduan pemasaran yang mana pasar target melihat sebagai sesuatu yang lebih baik daripada paduan pemasaran pesaing.
10. Proses Perencanaan Strategi Pemasaran Fokus pada Kesempatan-Kesempatan
Diferensiasi berarti bahwa paduan pemasaran yang dimiliki berbeda dan yang lebih baik dari pada yang ada pada pesaing. Bantuan yang berguna untuk mengidentifikasi kriteria perlindungan yang relevan dan untuk membuat dari awal strategi yang memungkinkan untuk dibuat, dibutuhkan SWOT analisis. SWOT analisis yang mengidentifikasi dan mendaftar kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), kesempatan(opportunities) dan ancaman (threats) dari perusahaan.
Analisis SWOT yang baik membantu manajer fokus pada strategi yang membawa manfaat dari kesempatan dan kekuatan perusahaan dan juga mencegah kelemahan dan ancaman pada kesuksesan perusahaan.
11. Tipe-Tipe dari Kesempatan-Kesempatan untuk Dilakukan
Penetrasi pasar berarti mencoba meningkatkan penjualan dari produk yang ada saat ini diperusahaan pada pasar yang ada saat ini, mungkin melalui paduan pemasaran yang lebih agresif.
Pengembangan pasar berarti mencoba meningkatkan penjualan dengan menjual produk yang ada saat ini diperusahaan pada pasar yang baru.
Pengembangan produk berarti menawarkan produk baru dan produk yang telah ditingkatkan mutunya untuk pasar yang ada saat ini.
Diversifikasi berarti perubahan secara keseluruhan garis usaha perusahaan melalui produk yang benar-benar baru, pasar baru dan bahkan tingkatan pada system produksi pemasaran.
12. Kesempatan Internasional harus Dipertimbangkan.
Dunia menjadi lebih kecil dengan adanya peningkatan perdagangan internasional diseluruh dunia dan berkurangnya hambatan dalam perdagangan tersebut. Bahkan dengan adanya e-commerce, transportasi dan komunikasi membuat lebih mudah dan lebih murah untuk mencapai pelangan internasioanal.
Kesempatan internasional harus dipertimbangkan pada proses perencanaan startegi, tetapi tidak akan selalu menjadi yang menarik (dalam mencari keuntungan) untuk dimasukkan dalam strategi. Sebagaimana kesempatan didalam negeri, manajer harus mempertimbangkan kesempatan internasional ini dengan tujuan dan sumber daya dari perusahaan, begltu juga dengan melihatkekuatan dan kelemahan perusahaan
Analisis Lingkungan Pemasaran
Lingkungan Pemasaran suatu perusahaan terdiri dari pelaku-pelaku dan kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mengembangkan dan mempertahankan transaksi-transaksi dan hubungan yang menguntungkan dengan pelanggan sasarannya.
Lingkungan pemasaran juga mencatat timbulnya ancaman baru seperti pesaing, krisis militer dan perusahaaan pun melihat runtuhnya mereka. Pemasar menggunakan informasi dan penelitian pemasaran untuk meneliti lingkungan yang berubah-ubah. Dengan membuat system pengamanan dini, pemasar akan mampu untuk merevisi strategi pemasaran secara tepat waktu. Pelaku dan kekuatan dalam suatu lingkungan perusahaan dibedakan antara lingkungan mikro dan makro.
Lingkungan mikro terdiri dari pelaku-pelaku dalam perusahaan yang dekat yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pasarnya. Lingkungan ini ialah : perusahaan, pemasok, perantara pasar, pelanggan pesaing dan publik.
· Pelaku-pelaku dalam lingkungan mikro
Tujuan utama setiap perusahaan adalah melayani dan memuaskan kebutuhan tertentu dari pasar sasarannya yang telah dipilih secara menguntungkan. Untuk melaksanakan tugas ini, perusahaanmengaitkan diri dengan beberapa pemasok dan sekelompok perantara-perantara pemasaran untuk mencapai pelanggan sasarannya. Keberhasilan perusahaan akan ditentukan oleh 2 kelompok tambahan yang disebut kelompok pesaing dan kelompok masyarakat.
1. Pemasok
Pemasok adalah perusahaan bisnis dan individu-individu yang menyediakan sumber daya yang diperlukan oleh perusahaan dan para pesaing untuk memproduksi barang dan jasa.
2. Perantara-Perantara Pemasaran
Perantara Perusahaan adalah perusahaan yang membantu perusahaan lain dalam promosi, penjualan dan pendistribusian barang-barangnya ke pembeli akhir. Mereka meliputi perantara ( Middle-men ), Perusahaan distribusi fisik, agen jasa pemasaran, dan perantara keuangan.
3. Publik/Masyarakat
Publik adalh sekelompok orang yang mempunyai kepentingan aktual/potensial atau mempunyai dampak terhadap kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuannya.
4. Pelanggan
Suatu perusahaan mengaitkan dirinya dengan beberapa pemasok dan perantara sehingga ia mendapat pemasok secara efisien produk-produk dan jasanya kepada pasar sasarannya.
5. Pesaing
Suatu perusahaan jarang sekali hanya sendiri dalam menjual ke suatu pasar pelanggan tertentu. Perusahaan bersaing dengan sejumlah pesaing. Pesaing-pesaing ini harus diidentifikasi, dimonitor dan disiasati untuk memperoleh dan mempertahankan loyalitas pelanggan.
Lingkungan makro terdiri dari kekuatan-kekuatan sosial yang lebih besar yang mempengaruhi seluruh pelaku dilingkungan mikro perusahaan, yang terdiri dari demografi, ekonomi, alam, teknologi, politik dan budaya.
1. Lingkungan Demografi
Kondisi lingkungan yang pertama-tama punya kepentingan tehadap pemasaran adalah populasi karena manusia membentuk pasar. Pemasar sangat berkepentingan terhadap jumlah penduduk dunia, distribusi geografis dan kepadatannya, kecenderungan pergerakannya, distribusi umurnya, tingkat kelahirannya, perkawinannya dan kematiannya dan rasial, kesukuan dan struktur keagamaanya.

Related Posts

prilaku konsumen
4/ 5
Oleh

Contact Me

Name

Email *

Message *