kewajiban jangka panjang

Pengertian
Kewajiban jangka panjang adalah kewajiban kepada pihak tertentu yang harus dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu perioda akuntansi (1 th) dihitung dari tanggal pembuatan neraca per 31 Desember. Pembayaran dilakukan dengan kas namun dapat diganti dengan asset tertentu. Dalam operasional normal perusahaan, rekening hutang jangka panjang tidak pernah dikenai oleh transaksi pengeluaran kas. Pada akhir perioda akuntansi bagian tertentu dari hutang jangka panjang berubah menjadi hutang jangka pendek. Untuk itu harus dilakukan penyesuaian untuk memindahkan bagian hutang jangka panjang yang jatuh tempo menjadi hutang jangka pendek.   

Timbulnya Kewajiban Jangka Panjang
Saat skala operasional perusahaan berkembang atau dalam membangun suatu perusahaan  dibutuhkan sejumlah dana. Dana yang diperlukan untuk  Investasi dalam aktiva tetap yang akan memberikan manfa’at dalam jangka panjang sebaiknya diperoleh dari hutang jangka panjang atau dengan menambah modal. Dalam hal ini perusahaan memiliki dua pilihan yaitu menarik hutang jangka panjang misalnya obligasi atau menambah modal sendiri dengan mengeluarkan saham.
Ada beberapa kelebihan menarik hutang jangka panjang melalui obligasi dibanding menambah modal sendiri dengan mengeluarkan saham.
Keuntungan menarik obligasi :
1.      Pemegang obligasi tidak mempunyai hak suara dalam kebijakan perusahaan sehingga tidak mempengaruhi manajemen.
2.       Bunga obligasi mungkin lebih rendah dibanding deviden yang harus dibayarkan kepada pemegang saham.
3.      Bunga merupakan biaya yang dibebankan pada perusahaan yang dapat mengurangi kewajiban pajak sedangkan deviden adalah pembagian laba yang tidak dapat dibebankan sebagai biaya.
Sebaliknya juga terdapat hal yang kurang menguntungkan antara lain :
1.      Bunga obligasi adalah beban tetap baik dalam keadaan perusahaan mendapat laba atau mengalami kerugian
2.      Jika perusahaan tidak mampu membayar obligasi yang jatuh tempo, pemegang obligasi tetap mempunyai hak untuk menuntut pengembalian obligasi sedangkan pemegang saham tidak mempunyai hak demikian karena pemegang saham adalah pemilik perusahaan yang turut bertanggung jawab menanggung resiko kerugian perusagaan.
Jenis-jenisobligasi:
   Obligasiseri
   Obligasisinkingfund
   Obligasiatas namadan obligasiatas unjuk
   Obligasidenganjaminandan obligasitanpajaminan

AkuntansiUntukPenerbitanObligasi:
a.       NilaiNominal
yaitu nilaiyang tercantum(tercetak)padasuratobligasi.
Nilai tersebut menunjukkan jumlah rupiah yang akan dilunasi pada tanggaljatuhtempoobligasitersebut.
b.      TanggalJatuh
adalahtanggal obligasiyang bersangkutanakandilunasi.
c.    BungaObligasi
adalahbungapertahunyangakandibayarkapadapemegang obligasi
d.      TanggalBunga
adalahtanggalpembayaranbunga obligasi.
Padaumumnya bungaobligasi dibayarsecarasetengahtahunan (setiap6bulansekali).Misalkanobligasi yangmencantumkan tanggal bunga 1/4 - 1/10,  berarti bahwa  bunga akan dibayar setiap tanggal1april dan1oktober.
Contoh:

PTLagiSedihmenerbitkanobligasi senilai120.000.000,bunga10% jangkawaktu 12tahuntertanggal 1januari2009denganpembayaran bungasetiap tanggal1 Julidan1januari

Jurnalyang dibuatolehPTLagiSedih adalah:

1/1/09           Kas                                       120.000.000
Utangobligasi                                      120.000.000

Jurnaluntukmencatatpenjualanobligasi,bung10%,12 tahun

Tanggal 1 juli 2009 perusahaan membayar bunga untuk periode 6 bulanpertamayaitusebesar:

Bunga obligasi=120.000.000x10%x6/12
=6.000.000
Jurnal:


1/7/09           Biayabunga          6.000.000
Kas                                          6.000.000


Jurnaluntukmencatatpembayaranbunga untuk6bulan


Padasaatobligasi dilunasi(tanggal1januari2021),jurnalyangdibuat olehperusahaanadalahsbb:

1/1/21              Utangobligasi              120.000.000
Kas                                          120.000.000


Jurnaluntukmencatatpelunasan obligasipada tanggaljatuh

a.Obligasi DijualDiantaraDuaTanggal Bunga

Obligasikadangdijualtidakpadatanggalpenerbitannya,tetapidijual setelahtanggalpenerbitansehinggatransaksi penjualantersebut terjadi diantara duatanggalbunga.

Masalah yangtimbul berkaitandenganbungasejaktanggal pembayaran terakhirsampai saatterjaditransaksi penjualanyang seringdisebut bunga berjalan.

Bunga berjalan(yaitu bungauntukperiodesetelah tanggalbunga terakhirsampaitanggalpenjualanobligasi) harus dibebankanpada pembeliobligasi danpadasaattanggalpembayaranbunga,pembeli obligasiakanmenerimabungauntuk6bulan.

Contoh:

Perusahaan menjualobligasi padatanggal1maret  seharganilai nominal120.000.000bunga10% dengantanggalbunga1januaridan
1juli.

Perhitungan:

Bebanbunga2bulan (kewajibanpembeli)=120.000.000x10%x 2/12
= 2.000.000

Bebanbunga6bulan (kewajibanperush)= 120.000.000x10%x 6/12
= 6.000.000
Jurnalyang dibuatuntumencatattransaksitersebut:

1/3       Kas                                          122.000.000
Utangbunga                                             2.000.000
Utangobligasi                                      120.000.000



1/7       Utangbunga                                 2.000.000
Biayabunga                                  4.000.000
Kas                                                       6.000.000


Contoh:

Padatanggal31desember2009PTLagiSedih meminjamuangsebesar120.000.000yangdibayardenganpromes berbunga10%danakan dilunasidenganenamkaliangsurantahunan. JurnalyangdibuatPT LagiSedih adalah:

31/1209           Kas                              120.000.000
Utangwesel                             120.000.000 (untuk
mencatatpenarikanpinjamandenganpromes)
Sedangkanpenentuan besarnyaangsurandapatdilakukan dengan dua cara yaitu:

a. JumlahAngsuranTidakSamaBesar

Angsuransatudenganangsuranyanglaintidaksamabesar.Angsuranterdiridariangsuranbungadanangsuranpokokpinjaman.Jumlah angsuranpokokpinjamansamabesar,sedangkanangsuranatas  bunga tidak sama besar . Hal ini disebabkan karena jumlah angsuranuntukpokokpinjamanyangharusdibayarsemakinmenurun sehinggaangsuranuntukbungaakansemakinmenurunjuga.

Contoh:

Berdasarkankasus diatas, PTLagiSedih harus mengangsur pinjamannya setiaptanggal31desember.Sehinggaperhitungan untuk jumlahangsuranpokokpinjamandanangsuranbunga adalahsbb:

Perhitungan:

Tahunpertama

Angsuranpokokpinjaman(120.000.000/6)                               20.000.000
Angsuranbunga( 10%x120.000.000)                                     12.000.000+ Besarnyaangsurantahunpertama                                                                                                32.000.000
Jurnalnya:

31/12/10          Utangwesel                 20.000.000
Biayabunga                 12.000.000
Kas                                          32.000.000



Tahunkedua

Angsuranpokokpinjaman(120.000.000/6)                               20.000.000
Angsuranbunga(10%x 100.000.000)                                      10.000.000+ Besarnyaangsurantahunpertama                                                                                                30.000.000




Jurnalnya:

31/12/11          Utangwesel                 20.000.000
Biayabunga                 10.000.000
Kas                                          30.000.000

Jadibesarnyajumlahangsurandariperiodepertamadanseterusnya tidaksamabesar.

b. JumlahAngsuranSamaBesar

Dalamcaraini,walaupujumlahsetiapangsuransamabesarnya,tapi komposisi angsuranpokokpinjamandanjumlahbungayangdibayar berubah-ubah.

Penetapan angsuran berdasarkanpada nilai sekarang (presentvalue). Dalampenerapankonsepini,jumlahangsurandapatdihitungdengan caramembaginilainominaldenganfaktordiskontoyangdapatdicari melaluitable(sepertitabledibukuHaryonoJusup halaman272).
Contoh:

Berdasarkan kasus diatas, maka faktor diskontonya (bunga 10 %, periode 6 tahun) adalah 4,3553

Jumlahtiapangsuran                             =           120.000.000/4,3553
=              27.552.637 (pembulatan)


Pengalokasianangsuran:

Tabelpembagianbungadanpokokpinjamandalamtiap angsuran

Akhir periode
(a) Saldoawal pokok pinjaman
(b) Angsuran tiap periode
(c) Biayabunga periodeini (a)x10%
(d) Bagian pokok pinjaman (b)–(c)
(e) Saldoakhir poko pinjaman (a)– (d)
31/12/10
120.000.000
27.552.637
12.000.000
15.552.637
104.447.363
31/12/11
104.447.363
27.552.637
10.444.736,3
17.107.900,3
87.339.462.7
31/12/12
87.339.462.7
27.552.637
8.733.946,3
18.818.690,7
68.520.772
31/12/13
68.520.772
27.552.637
6.852.077,2
20.700.559,8
47.820.211,2
31/12/14
47.820.211,2
27.552.637
4.782.021,1
22.770.615,9
25.049.594,3
31/12/15
25.049.594,3
27.552.637
2.504.959,4
25.047.677,9
0

Jurnal untuk mencatat pembayaran angsuran wesel untuk tahun pertama adalahsbb:

31/12/10          Utangwesel                 15.552.637
Biayabunga                 12.000.000
Kas                                          27.552.637


Prosedur Amortisasi Agio dan Disagio Obligasi
           Penjualan obligasi dengan harga yang lebih besar atau lebih kecil dari nilai nominalnya menimbulkan agio atau disagio obligasi. Agio dan  disagio merupakan penyesuain terhadap tarif bunga nomilal karena tarif bunga obligasi  tidak sama dengan tingkat bunga di pasar. Dengan kata lain, aio atau disagio obligasi merupakan kapitalisasi dari perbedaan tarif bunga obligasi dengan bunga umum selama umur obligasi. Apabila dalam penjualan timbul disagio, maka disagio ini akan ditambahkan pada biaya bunga obligasi yang dibayarkan selama umur obligasi dan dikreditkan pada rekening disagio obligasi.


Apabila penjualan obligasi menimbulkan agio, maka agio ini merupakan pengurangan terhadap biya bunga obligasi yang dibayar selama umur obligasi dan dikreditkan dalam rekening biaya bunga obligasi. Amortisasi agio atau disagio obligasi dapat dilakukan dengan cara garis lurus ataupun bunga efektif. Berikut ini diberikan contoh untuk menghitung amortisasi agio atu disagio obligasi dengan cara garis lurus.

Tabel : Perhitungan Amortisasi Agio Metode Garis Lurus
Tahun Ke
Pemblayaran bunga ke
Bunga yang dibayar (5%x nominal)
Amortisasi agio 1/10xRp50.000,00
Bunga efektif
Agio obligasi
Nilai buku obligasi





Rp 50.000,00
Rp 1.050.000,00
1
1
Rp 50.000,00
Rp.5000,00
Rp.45.000,00
45.000,00
1.045.000,00

2
50.000,00
5000,00
45.000,00
40.000,00
1.040.000,00
2
3
50.000,00
5000,00
45.000,00
35.000,00
1.035.000,00

4
50.000,00
5000,00
45.000,00
30.000,00
1.030.000,00
3
5
50.000,00
5000,00
45.000,00
25.000,00
1.025.000,00

6
50.000,00
5000,00
45.000,00
20.000,00
1.020.000,00
4
7
50.000,00
5000,00
45.000,00
15.000,00
1.015.000,00

8
50.000,00
5000,00
45.000,00
10.000,00
1.010.000,00
5
9
50.000,00
5000,00
45.000,00
5.000,00
1.005.000,00

10
50.000,00
5000,00
45.000,00
-
1000.000,00

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa biaya bunga yang dibebankan setiap periode adalah sebesar bunga yang dibayar dikurangi dengan amortisasi agio untuk periode yang bersangkutan. Jumlah ini selalu sama untuk setiap periode. Nilai buku obligasi bisa dihitung dari nilai nominal ditambah dengan jumlah agio obligasi yang belum diamortisasi.
         
   Biaya obligasi              = Bunga yang dibayarkan ditambah amortisasi disagio.
            Nilai buku obligasi      =Nilai nominal dikurangi disagio yang belum diamortisasi.
            Berikut ini contoh perhitungan amortisasi disagio : Misalnya PT. Risa Fadilah mengeluarkan obligasi sebesar nominal Rp 1.000.00,00. Umur 5 Tahun, Bunga 10% dibayarkan setiap setengah tahun. Obligasi tersebut dijual dengan harga Rp 925.000,00. Table perhitungan amortisasi disagio obligasi Nampak sebagai berikut :

TABEL PERHITUNGAN AMORTISASI DISAGIO METODE GARIS LURUS
Tahun Ke
Pemblayaran bunga ke
Bunga yang dibayar (5%x nominal)
Amortisasi agio 1/10xRp50.000,00
Bunga efektif
disagio obligasi
Nilai buku obligasi





Rp 75.000,00
Rp 925.000,00
1
1
Rp 50.000,00
Rp.7.500,00
Rp.57.500,00
67.500,00
932.500,00

2
50.000,00
7.500,00
57.500,00
60.000,00
940.000,00
2
3
50.000,00
7.500,00
57.500,00
52.500,00
947.500,00

4
50.000,00
7.500,00
57.500,00
45.000,00
955.000,00
3
5
50.000,00
7.500,00
57.500,00
37.500,00
962.500,00

6
50.000,00
7.500,00
57.500,00
30.000,00
970.000,00
4
7
50.000,00
7.500,00
57.500,00
22.500,00
977.500,00

8
50.000,00
7.500,00
57.500,00
15.000,00
985.000,00
5
9
50.000,00
7.500,00
57.500,00
7.500,00
992.500,00

10
50.000,00
7.500,00
57.500,00
-
1000.000,00


Selain menggunakan metode garis lurus untuk amortisasi agio atau disagio, perusahaan dapat menggunakan metode bunga efektif.Metode bunga efektif memberikan hasil perhitungan yang lebih teliti dibandingkan dengan metode garis lurus, walaupun perhitungannya lebih rumit. Bila digunakan metode bunga efektif, maka biaya bunga efektif tiap periode tidak sama besarnya. Biaya bunga setiap periode dihitung dengan mengalikan  tarif bunga efektif dengan nilai buku obligasi. Nilai buku obligasi adalah nominal obligasi ditambah agio atau dikurangi disagio obligasi yang belum diamortisasi.
            Sebagai contoh perhitungan amortisasi agio dengan menggunakan metode tarif efektif, misalnya PT. Risa Padila mengeluarkan obligasi nominal Rp. 1.000.000,00, untuk 5 tahun, bunga 10% per tahun dibayarkan setiap setengah tahun. Obligasi ini dijual pada awal periode dengan harga Rp. 1.081.105,00. Pembeli mengharapkan bunga efektif sebesar 8%. Harga jual obligasi sebesar Rp. 1.081.150,00 dapat dihitung sebagai berikut:
            Nilai jatuh tempo obligasi                                                                   Rp. 1.000.000,00
Nilai tunai Rp. 1.000.000,00,bunga 8%,5 tahun         = Rp. 675.560,00...(1)
            Nilai tunai bunga Rp. 50.000,00,sepuluh kali
            tiap setengah tahun,dengan tarif 8%              = Rp. 405.545,00...(2)
            Harga jual obligasi                                                                              Rp. 1.081.105,00
            Agio obligasi                                                                                       Rp.       81.105,00

1.      Periode = 10, tarif = 4% = 1.000.000,00x0,67556 {Pn7i = (1+i)-n}
2.      Periode = 10, tarif = 4% = 50.000,00x8,11090 (Pn7i =1-Pn7i)

Agio obligasi sebesar Rp. 81.105,00 yang diamortisasi selama umur obligasi dengan metode bunga efektif nampak pada tabel berikut:


TABEL PERHITUNGAN AMORTISASI AGIOMETODE BUNGA EFEKTIF
Obligasi berbunga 10% dengan yield (hasil) diharapkan 8%
Tahun Ke
Pemblayaran bunga ke
Debit biaya bung
Debit agio obligasi
Kredit kas (bunga yang dibayar)
Nilai buku obligasi





Rp 1.081.105,00
1
1
Rp43.244,20
Rp.6.755,80
Rp.50.000,00
1.074.349,20

2
42.973,97
7.026,03
50.000,00
1.067.323,17
2
1
42.692,92
7.307,07
50.000,00
1.060.016,10

2
42.400,64
7.599,36
50.000,00
1.052.416,80
3
1
42.096,67
7.903,33
50.000,00
1.044.513,50

2
41.780,54
8.219,46
50.000,00
1.036.294,10
4
1
41.451,76
8.548,24
50.000,00
1.027.745,90

2
41.109,84
8.890,16
50.000,00
1.018.855,80
5
1
40.754,23
9.245,77
50.000,00
1.009.610,10

2
40.384,22
9.615,66
50.000,00
1.000.0000,00


Tabel Perhitungan Amortisasi Agio Metode Bunga Efektif
Obligasi berhubung 10% dengan yield (hasil) diharapkan 8%
1.      Rp.1. 081.105,00x8%x6/12 = Rp. 43.244,20
2.      Rp. 1.000.000,00x10%x6/12 = Rp. 50.000,00
3.      Rp.50.000,00-Rp. 43.244,20 = Rp. 6.755,80
4.      Rp.1. 081.105,00 - Rp. 6.755,80 =  Rp. 1.074.349,20
5.      * Dibulatkan .Bila obligasi dijual dengan disagio, perhitungan amortisitasnya dilakukan dengan cara yang sama seperti dalam tabel diatas. Perbedaan yang ada adalah sebagai berikut:

Debit biaya bunga            = bunga obligasi yang dibayar ditambah amortisitasi disagio.
Nilai buku obligasi           = nilai buku periode sebelumnya ditambah amortisitasi disagio.


Pengertian
Kewajiban jangka panjang adalah kewajiban kepada pihak tertentu yang harus dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu perioda akuntansi (1 th) dihitung dari tanggal pembuatan neraca per 31 Desember. Pembayaran dilakukan dengan kas namun dapat diganti dengan asset tertentu. Dalam operasional normal perusahaan, rekening hutang jangka panjang tidak pernah dikenai oleh transaksi pengeluaran kas. Pada akhir perioda akuntansi bagian tertentu dari hutang jangka panjang berubah menjadi hutang jangka pendek. Untuk itu harus dilakukan penyesuaian untuk memindahkan bagian hutang jangka panjang yang jatuh tempo menjadi hutang jangka pendek.   

Timbulnya Kewajiban Jangka Panjang
Saat skala operasional perusahaan berkembang atau dalam membangun suatu perusahaan  dibutuhkan sejumlah dana. Dana yang diperlukan untuk  Investasi dalam aktiva tetap yang akan memberikan manfa’at dalam jangka panjang sebaiknya diperoleh dari hutang jangka panjang atau dengan menambah modal. Dalam hal ini perusahaan memiliki dua pilihan yaitu menarik hutang jangka panjang misalnya obligasi atau menambah modal sendiri dengan mengeluarkan saham.
Ada beberapa kelebihan menarik hutang jangka panjang melalui obligasi dibanding menambah modal sendiri dengan mengeluarkan saham.
Keuntungan menarik obligasi :
1.      Pemegang obligasi tidak mempunyai hak suara dalam kebijakan perusahaan sehingga tidak mempengaruhi manajemen.
2.       Bunga obligasi mungkin lebih rendah dibanding deviden yang harus dibayarkan kepada pemegang saham.
3.      Bunga merupakan biaya yang dibebankan pada perusahaan yang dapat mengurangi kewajiban pajak sedangkan deviden adalah pembagian laba yang tidak dapat dibebankan sebagai biaya.
Sebaliknya juga terdapat hal yang kurang menguntungkan antara lain :
1.      Bunga obligasi adalah beban tetap baik dalam keadaan perusahaan mendapat laba atau mengalami kerugian
2.      Jika perusahaan tidak mampu membayar obligasi yang jatuh tempo, pemegang obligasi tetap mempunyai hak untuk menuntut pengembalian obligasi sedangkan pemegang saham tidak mempunyai hak demikian karena pemegang saham adalah pemilik perusahaan yang turut bertanggung jawab menanggung resiko kerugian perusagaan.
Jenis-jenisobligasi:
   Obligasiseri
   Obligasisinkingfund
   Obligasiatas namadan obligasiatas unjuk
   Obligasidenganjaminandan obligasitanpajaminan

AkuntansiUntukPenerbitanObligasi:
a.       NilaiNominal
yaitu nilaiyang tercantum(tercetak)padasuratobligasi.
Nilai tersebut menunjukkan jumlah rupiah yang akan dilunasi pada tanggaljatuhtempoobligasitersebut.
b.      TanggalJatuh
adalahtanggal obligasiyang bersangkutanakandilunasi.
c.    BungaObligasi
adalahbungapertahunyangakandibayarkapadapemegang obligasi
d.      TanggalBunga
adalahtanggalpembayaranbunga obligasi.
Padaumumnya bungaobligasi dibayarsecarasetengahtahunan (setiap6bulansekali).Misalkanobligasi yangmencantumkan tanggal bunga 1/4 - 1/10,  berarti bahwa  bunga akan dibayar setiap tanggal1april dan1oktober.
Contoh:

PTLagiSedihmenerbitkanobligasi senilai120.000.000,bunga10% jangkawaktu 12tahuntertanggal 1januari2009denganpembayaran bungasetiap tanggal1 Julidan1januari

Jurnalyang dibuatolehPTLagiSedih adalah:

1/1/09           Kas                                       120.000.000
Utangobligasi                                      120.000.000

Jurnaluntukmencatatpenjualanobligasi,bung10%,12 tahun

Tanggal 1 juli 2009 perusahaan membayar bunga untuk periode 6 bulanpertamayaitusebesar:

Bunga obligasi=120.000.000x10%x6/12
=6.000.000
Jurnal:


1/7/09           Biayabunga          6.000.000
Kas                                          6.000.000


Jurnaluntukmencatatpembayaranbunga untuk6bulan


Padasaatobligasi dilunasi(tanggal1januari2021),jurnalyangdibuat olehperusahaanadalahsbb:

1/1/21              Utangobligasi              120.000.000
Kas                                          120.000.000


Jurnaluntukmencatatpelunasan obligasipada tanggaljatuh

a.Obligasi DijualDiantaraDuaTanggal Bunga

Obligasikadangdijualtidakpadatanggalpenerbitannya,tetapidijual setelahtanggalpenerbitansehinggatransaksi penjualantersebut terjadi diantara duatanggalbunga.

Masalah yangtimbul berkaitandenganbungasejaktanggal pembayaran terakhirsampai saatterjaditransaksi penjualanyang seringdisebut bunga berjalan.

Bunga berjalan(yaitu bungauntukperiodesetelah tanggalbunga terakhirsampaitanggalpenjualanobligasi) harus dibebankanpada pembeliobligasi danpadasaattanggalpembayaranbunga,pembeli obligasiakanmenerimabungauntuk6bulan.

Contoh:

Perusahaan menjualobligasi padatanggal1maret  seharganilai nominal120.000.000bunga10% dengantanggalbunga1januaridan
1juli.

Perhitungan:

Bebanbunga2bulan (kewajibanpembeli)=120.000.000x10%x 2/12
= 2.000.000

Bebanbunga6bulan (kewajibanperush)= 120.000.000x10%x 6/12
= 6.000.000
Jurnalyang dibuatuntumencatattransaksitersebut:

1/3       Kas                                          122.000.000
Utangbunga                                             2.000.000
Utangobligasi                                      120.000.000



1/7       Utangbunga                                 2.000.000
Biayabunga                                  4.000.000
Kas                                                       6.000.000


Contoh:

Padatanggal31desember2009PTLagiSedih meminjamuangsebesar120.000.000yangdibayardenganpromes berbunga10%danakan dilunasidenganenamkaliangsurantahunan. JurnalyangdibuatPT LagiSedih adalah:

31/1209           Kas                              120.000.000
Utangwesel                             120.000.000 (untuk
mencatatpenarikanpinjamandenganpromes)
Sedangkanpenentuan besarnyaangsurandapatdilakukan dengan dua cara yaitu:

a. JumlahAngsuranTidakSamaBesar

Angsuransatudenganangsuranyanglaintidaksamabesar.Angsuranterdiridariangsuranbungadanangsuranpokokpinjaman.Jumlah angsuranpokokpinjamansamabesar,sedangkanangsuranatas  bunga tidak sama besar . Hal ini disebabkan karena jumlah angsuranuntukpokokpinjamanyangharusdibayarsemakinmenurun sehinggaangsuranuntukbungaakansemakinmenurunjuga.

Contoh:

Berdasarkankasus diatas, PTLagiSedih harus mengangsur pinjamannya setiaptanggal31desember.Sehinggaperhitungan untuk jumlahangsuranpokokpinjamandanangsuranbunga adalahsbb:

Perhitungan:

Tahunpertama

Angsuranpokokpinjaman(120.000.000/6)                               20.000.000
Angsuranbunga( 10%x120.000.000)                                     12.000.000+ Besarnyaangsurantahunpertama                                                                                                32.000.000
Jurnalnya:

31/12/10          Utangwesel                 20.000.000
Biayabunga                 12.000.000
Kas                                          32.000.000



Tahunkedua

Angsuranpokokpinjaman(120.000.000/6)                               20.000.000
Angsuranbunga(10%x 100.000.000)                                      10.000.000+ Besarnyaangsurantahunpertama                                                                                                30.000.000




Jurnalnya:

31/12/11          Utangwesel                 20.000.000
Biayabunga                 10.000.000
Kas                                          30.000.000

Jadibesarnyajumlahangsurandariperiodepertamadanseterusnya tidaksamabesar.

b. JumlahAngsuranSamaBesar

Dalamcaraini,walaupujumlahsetiapangsuransamabesarnya,tapi komposisi angsuranpokokpinjamandanjumlahbungayangdibayar berubah-ubah.

Penetapan angsuran berdasarkanpada nilai sekarang (presentvalue). Dalampenerapankonsepini,jumlahangsurandapatdihitungdengan caramembaginilainominaldenganfaktordiskontoyangdapatdicari melaluitable(sepertitabledibukuHaryonoJusup halaman272).
Contoh:

Berdasarkan kasus diatas, maka faktor diskontonya (bunga 10 %, periode 6 tahun) adalah 4,3553

Jumlahtiapangsuran                             =           120.000.000/4,3553
=              27.552.637 (pembulatan)


Pengalokasianangsuran:

Tabelpembagianbungadanpokokpinjamandalamtiap angsuran

Akhir periode
(a) Saldoawal pokok pinjaman
(b) Angsuran tiap periode
(c) Biayabunga periodeini (a)x10%
(d) Bagian pokok pinjaman (b)–(c)
(e) Saldoakhir poko pinjaman (a)– (d)
31/12/10
120.000.000
27.552.637
12.000.000
15.552.637
104.447.363
31/12/11
104.447.363
27.552.637
10.444.736,3
17.107.900,3
87.339.462.7
31/12/12
87.339.462.7
27.552.637
8.733.946,3
18.818.690,7
68.520.772
31/12/13
68.520.772
27.552.637
6.852.077,2
20.700.559,8
47.820.211,2
31/12/14
47.820.211,2
27.552.637
4.782.021,1
22.770.615,9
25.049.594,3
31/12/15
25.049.594,3
27.552.637
2.504.959,4
25.047.677,9
0

Jurnal untuk mencatat pembayaran angsuran wesel untuk tahun pertama adalahsbb:

31/12/10          Utangwesel                 15.552.637
Biayabunga                 12.000.000
Kas                                          27.552.637


Prosedur Amortisasi Agio dan Disagio Obligasi
           Penjualan obligasi dengan harga yang lebih besar atau lebih kecil dari nilai nominalnya menimbulkan agio atau disagio obligasi. Agio dan  disagio merupakan penyesuain terhadap tarif bunga nomilal karena tarif bunga obligasi  tidak sama dengan tingkat bunga di pasar. Dengan kata lain, aio atau disagio obligasi merupakan kapitalisasi dari perbedaan tarif bunga obligasi dengan bunga umum selama umur obligasi. Apabila dalam penjualan timbul disagio, maka disagio ini akan ditambahkan pada biaya bunga obligasi yang dibayarkan selama umur obligasi dan dikreditkan pada rekening disagio obligasi.


Apabila penjualan obligasi menimbulkan agio, maka agio ini merupakan pengurangan terhadap biya bunga obligasi yang dibayar selama umur obligasi dan dikreditkan dalam rekening biaya bunga obligasi. Amortisasi agio atau disagio obligasi dapat dilakukan dengan cara garis lurus ataupun bunga efektif. Berikut ini diberikan contoh untuk menghitung amortisasi agio atu disagio obligasi dengan cara garis lurus.

Tabel : Perhitungan Amortisasi Agio Metode Garis Lurus
Tahun Ke
Pemblayaran bunga ke
Bunga yang dibayar (5%x nominal)
Amortisasi agio 1/10xRp50.000,00
Bunga efektif
Agio obligasi
Nilai buku obligasi





Rp 50.000,00
Rp 1.050.000,00
1
1
Rp 50.000,00
Rp.5000,00
Rp.45.000,00
45.000,00
1.045.000,00

2
50.000,00
5000,00
45.000,00
40.000,00
1.040.000,00
2
3
50.000,00
5000,00
45.000,00
35.000,00
1.035.000,00

4
50.000,00
5000,00
45.000,00
30.000,00
1.030.000,00
3
5
50.000,00
5000,00
45.000,00
25.000,00
1.025.000,00

6
50.000,00
5000,00
45.000,00
20.000,00
1.020.000,00
4
7
50.000,00
5000,00
45.000,00
15.000,00
1.015.000,00

8
50.000,00
5000,00
45.000,00
10.000,00
1.010.000,00
5
9
50.000,00
5000,00
45.000,00
5.000,00
1.005.000,00

10
50.000,00
5000,00
45.000,00
-
1000.000,00

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa biaya bunga yang dibebankan setiap periode adalah sebesar bunga yang dibayar dikurangi dengan amortisasi agio untuk periode yang bersangkutan. Jumlah ini selalu sama untuk setiap periode. Nilai buku obligasi bisa dihitung dari nilai nominal ditambah dengan jumlah agio obligasi yang belum diamortisasi.
         
   Biaya obligasi              = Bunga yang dibayarkan ditambah amortisasi disagio.
            Nilai buku obligasi      =Nilai nominal dikurangi disagio yang belum diamortisasi.
            Berikut ini contoh perhitungan amortisasi disagio : Misalnya PT. Risa Fadilah mengeluarkan obligasi sebesar nominal Rp 1.000.00,00. Umur 5 Tahun, Bunga 10% dibayarkan setiap setengah tahun. Obligasi tersebut dijual dengan harga Rp 925.000,00. Table perhitungan amortisasi disagio obligasi Nampak sebagai berikut :

TABEL PERHITUNGAN AMORTISASI DISAGIO METODE GARIS LURUS
Tahun Ke
Pemblayaran bunga ke
Bunga yang dibayar (5%x nominal)
Amortisasi agio 1/10xRp50.000,00
Bunga efektif
disagio obligasi
Nilai buku obligasi





Rp 75.000,00
Rp 925.000,00
1
1
Rp 50.000,00
Rp.7.500,00
Rp.57.500,00
67.500,00
932.500,00

2
50.000,00
7.500,00
57.500,00
60.000,00
940.000,00
2
3
50.000,00
7.500,00
57.500,00
52.500,00
947.500,00

4
50.000,00
7.500,00
57.500,00
45.000,00
955.000,00
3
5
50.000,00
7.500,00
57.500,00
37.500,00
962.500,00

6
50.000,00
7.500,00
57.500,00
30.000,00
970.000,00
4
7
50.000,00
7.500,00
57.500,00
22.500,00
977.500,00

8
50.000,00
7.500,00
57.500,00
15.000,00
985.000,00
5
9
50.000,00
7.500,00
57.500,00
7.500,00
992.500,00

10
50.000,00
7.500,00
57.500,00
-
1000.000,00


Selain menggunakan metode garis lurus untuk amortisasi agio atau disagio, perusahaan dapat menggunakan metode bunga efektif.Metode bunga efektif memberikan hasil perhitungan yang lebih teliti dibandingkan dengan metode garis lurus, walaupun perhitungannya lebih rumit. Bila digunakan metode bunga efektif, maka biaya bunga efektif tiap periode tidak sama besarnya. Biaya bunga setiap periode dihitung dengan mengalikan  tarif bunga efektif dengan nilai buku obligasi. Nilai buku obligasi adalah nominal obligasi ditambah agio atau dikurangi disagio obligasi yang belum diamortisasi.
            Sebagai contoh perhitungan amortisasi agio dengan menggunakan metode tarif efektif, misalnya PT. Risa Padila mengeluarkan obligasi nominal Rp. 1.000.000,00, untuk 5 tahun, bunga 10% per tahun dibayarkan setiap setengah tahun. Obligasi ini dijual pada awal periode dengan harga Rp. 1.081.105,00. Pembeli mengharapkan bunga efektif sebesar 8%. Harga jual obligasi sebesar Rp. 1.081.150,00 dapat dihitung sebagai berikut:
            Nilai jatuh tempo obligasi                                                                   Rp. 1.000.000,00
Nilai tunai Rp. 1.000.000,00,bunga 8%,5 tahun         = Rp. 675.560,00...(1)
            Nilai tunai bunga Rp. 50.000,00,sepuluh kali
            tiap setengah tahun,dengan tarif 8%              = Rp. 405.545,00...(2)
            Harga jual obligasi                                                                              Rp. 1.081.105,00
            Agio obligasi                                                                                       Rp.       81.105,00

1.      Periode = 10, tarif = 4% = 1.000.000,00x0,67556 {Pn7i = (1+i)-n}
2.      Periode = 10, tarif = 4% = 50.000,00x8,11090 (Pn7i =1-Pn7i)

Agio obligasi sebesar Rp. 81.105,00 yang diamortisasi selama umur obligasi dengan metode bunga efektif nampak pada tabel berikut:


TABEL PERHITUNGAN AMORTISASI AGIOMETODE BUNGA EFEKTIF
Obligasi berbunga 10% dengan yield (hasil) diharapkan 8%
Tahun Ke
Pemblayaran bunga ke
Debit biaya bung
Debit agio obligasi
Kredit kas (bunga yang dibayar)
Nilai buku obligasi





Rp 1.081.105,00
1
1
Rp43.244,20
Rp.6.755,80
Rp.50.000,00
1.074.349,20

2
42.973,97
7.026,03
50.000,00
1.067.323,17
2
1
42.692,92
7.307,07
50.000,00
1.060.016,10

2
42.400,64
7.599,36
50.000,00
1.052.416,80
3
1
42.096,67
7.903,33
50.000,00
1.044.513,50

2
41.780,54
8.219,46
50.000,00
1.036.294,10
4
1
41.451,76
8.548,24
50.000,00
1.027.745,90

2
41.109,84
8.890,16
50.000,00
1.018.855,80
5
1
40.754,23
9.245,77
50.000,00
1.009.610,10

2
40.384,22
9.615,66
50.000,00
1.000.0000,00


Tabel Perhitungan Amortisasi Agio Metode Bunga Efektif
Obligasi berhubung 10% dengan yield (hasil) diharapkan 8%
1.      Rp.1. 081.105,00x8%x6/12 = Rp. 43.244,20
2.      Rp. 1.000.000,00x10%x6/12 = Rp. 50.000,00
3.      Rp.50.000,00-Rp. 43.244,20 = Rp. 6.755,80
4.      Rp.1. 081.105,00 - Rp. 6.755,80 =  Rp. 1.074.349,20
5.      * Dibulatkan .Bila obligasi dijual dengan disagio, perhitungan amortisitasnya dilakukan dengan cara yang sama seperti dalam tabel diatas. Perbedaan yang ada adalah sebagai berikut:

Debit biaya bunga            = bunga obligasi yang dibayar ditambah amortisitasi disagio.
Nilai buku obligasi           = nilai buku periode sebelumnya ditambah amortisitasi disagio.


Related Posts

kewajiban jangka panjang
4/ 5
Oleh

Contact Me

Name

Email *

Message *