Informasi Akuntansi Penuh

Konsep informasi akuntansi penuh perlu dipahami untuk memperoleh pengertian yang benar mangenai informasi tersebut sehingga pembaca mampu membedakan konsep informasi akuntansi penuh dengan konsep informasi yang lain. Pemehaman konsep informasi akuntansi penuh merupakan dasar untuk mempelajari pemanfaatan informasi akuntansi tersebut dan perekayasaanya. 

Untuk memahami konsep yang benar mengenai informasi akuntansi penuh, pertama kali diuraikan definisi informasi akuntansi penuh. Karena informasi akuntansi penuh (full accounting information) seringkali dianggap sama dengan full cost dan full costing, maka untuk memperoleh konsep yang jelas mengenai informasi akuntansi penuh, berikut ini diuraikan beda pengertian full accounting information, full cost, dan full costing.

Informasi akuntansi penuh  adalah seluruh aktiva, seluruh pendapatan yang diperoleh atau seluruh sumber yang dikorbankan suatu objek informasi.

Dalam hubungannya dengan objek informasi, informasi akuntansi penuh merupakan informasi akuntansi langsung ditambah dengan informasi tidak langsung yang terjadi dalam objek informasi .

Jika informasi akuntansi penuh berupa aktiva, maka aktiva penuh adalah aktiva lansung ditambah dengan aktiva tidak langsung yang berhubungan dengan objek informasi.

Jika informasi akuntansi penuh berupa pendapatan, maka pendapatan penuh adalah pendapatan lansung ditambah dengan pendapatan tidak langsung yang berhubungan dengan objek informasi.

Jika informasi akuntansi penuh berupa biaya, maka biaya penuh adalah biaya lansung ditambah dengan biaya tidak langsung yang berhubungan dengan objek informasi.

Perbedaan Full Accounting Information, Full Cost, dan Full Costing.

Untuk memperoleh pengertian yang benar mengenai informasi akuntansi penuh berikutini di uraikan perbedaan pengertian full accounting, information full cost dan full costing. Seringkali orang mengira pengertian full costing information sama dengan full cost sana dengan full costing ketiga istilah tersebit barbada satu sama lain.

Full accounting information terdiri dari unsur full assests, full revenues dan   full costs,  full cost  merupakan suatu unsur full accounting information.

Full cost merupakan total biaya yang bersangkutan dengan objek informasi  jika objek  informasi berupa produk  full cost merupakan total biaya yang bersangkutan dengan produk tersebut.perhitungan full cost suatu produk dipengruhi oleh metode penentuan cost produk  yang digunakan atau pariablecosting activity based costing.

Full costing merupakan suatu metode penentuan kos produk yang membebankan seluruh biaya produksi sebagai kos produk  biaya  produksi yang berperilaku variable maupun tetap.

Full Cost dengan metode penentuan biaya produk “ Full Costing “
Jika perusahaan menggunakan pendekatan Full costing dalam penentuan biaya produksinya maka Full Cost:
total biaya produksi + total biaya non produksi= (by bahan baku+by tenaga kerja langsung+by overhead tetap+by overhead variable)+by adm umum+by pemasaran.

Full Cost dengan metode penentuan cost produk “ Variable Costing “
Variable costing : merupakan salah satu metode penentuan biaya produk, yang membebankan hanya biaya yang berperilaku variabel.
(Total Biaya produksi Var + Total biaya Non Produksi Var )+Tot.By.tetap =( By.Bhn Baku+ By.Tenaga kerja Langsung + By Overhead Variabel + By.Adm & umum Var.+ By.pemasaran Var. ) + By. Tetap (By.overhead pabrik tetap+by.Adm & umum tetap + By. Pemasaran tetap )

Jika perusahaan menggunakan pendekatan Variable costing dalam penentuan biaya produksinya maka Full Cost:  
Full Cost dengan metode penentuan cost produk “ Activity based costing “
Activity Based Costing: Merupakan metode penentuan kost produk (product Costing) yang ditujukan untuk mengajukan informasi harga produk secara cermat bagi kepentingan manajemen dengan mengukur secara cermat konsumsi sumberdaya dalam setiap aktivitas yang digunakan untuk menghasilkan produk.

Dengan pendekatan activity-based costing, aktivitas pembuatan produk dibagi menjadi tiga fase: Fase desain dan pengembangan, fase produksi dan  fase dukungan logistik (logistic support )

Jika Perusahaan menggunakan pendekatan activity – based costing dalam penentuan total produksinya maka full cost of product  mencakup :
(By.Tahap desain & pengembangan) +( by tahap produksi) +(By dukungan logostik) = (By.desain+ By.pengujian produk) +(By. Facility sustaining activity cost + By.product sustaining activity cost + batch –related activity cost + unit level activity cost ) + ( By.iklan+ By.distribusi + By. Garansi produk )

Perbedaan Conventional costing method dengan Activity based costing
Full cost dan Variable cost, merupakan metode penentuan kost produk konvensional, yang dirancang berdasarkan kondisi teknologi masa lalu.
Activity- based costing, mempergunakan teknologi informasi dalam proses pengolahan produk dan pengolahan informasi keuangan.

Gambar : Perbedaan unsur biaya produk dalam pendekatan Full Costing,Variable costing, dan Activity Based Costing.

 Gambar :  Perbedaan Conventional Costing Method dengan Activity –Based Costing Method

Rincian biaya setiap jenis aktivitas desain, produksi distribusi produk dalam lingkungan manufaktur maju adalah sbb:
1.       Unit level Activity Costs
·   Biaya ini dipengaruhi oleh jumlah unit produk
·   Biaya ini dibebankan kepada produk berdasarkan jumlah unit produk yang dihasilkan.
·   Contoh : Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya energi dan biaya bahan baku

2.      Batch Related Activity Costs
·   Biaya ini berhubungan dengan jumlah batch produk yang diproduksi
·   Besar kecilnya biaya ini tergantung dari frekuensi order produksi yang diolah oleh fungsi produksi
·   Biaya ini tidak dipengaruhi oleh jumlah unit produk yang diproduksi dalam setiap order produksi 
·   Contoh : by angkutan bahan baku dalam pabrik, by inspeksi,by oreder pembelian,by setup cost :  merupakan by yang dikeluarkan untuk menyiapkan mesin dan ekuipmen sebelum suatu oerder produksi diproses.

3.      Product Sustaining Activity cost
·   Biaya ini berhubungan dengan penelitian dan pengembangan produk tertentu dan biaya-biaya untuk mempertahankan produk agar tetap dipasarkan.
·   Biaya ini tidak terpengaruh oleh jumlah unit produk yang diproduksi dan jumlah batch produksi yang dilaksanakan oleh divisi penjual.
·   Biaya ini dibebankan kepada produk berdasarkan taksiran jumlah unit produk tertentu yang akan dihasilkan selama umur produk tersebut (Product Life Cycle) 
·   Contoh: biaya desain produk, desain proses pengolahan produk , pengujian produk.
  
4.      Facility Sustaining Activity Costs
·   Biaya ini berhubungan dengan dengan kegiatan untuk mempertahankan kapasitas yang dimiliki oleh perusahaan.
·   Biaya ini dibebankan kepada produk atas dasar taksiran unit produk yang dihasilakan pada kapasitas normal divisi penjual.
Contoh : Biaya depresiasi dan amortisasi, biaya asuransi, biaya gaji.
Manfaat Informasi Akuntansi penuh.
1.Pelaporan Keuangan
·         Pihak Intern
1. Manajemen Puncak
2. Tidak  Harus sesuai dengan prinsip akuntansi yang lazim
3. Pendapatan penuh terdiri dari pendapatan yang diperoleh dari penjualan produk dan jasa  kepada pihak luar dan antar divisi / intern perusahaan.
4. Pendapatan penuh dan biaya penuh dapat disajikan dengan metode Full & Variable costing
5. Biaya penuh terdiri dari biaya langsung divisi ditambah dengan biaya biaya kantor pusat yang dialokasikan kepada divisi.
·         Pihak ekstern
1.      Perusahaan lain dan publik
2.      Harus sesuai dengan prinsip yang lazim
3.      Pendapatan penuh dan biaya penuh harus disesuaikan dengan prinsip akuntansi yang lazim dan  disajikan dengan metode Full costing

2.Analisis kemampuan menghasilkan laba (profitability analysis)
Untuk mengukur kemampuan menghasilkan laba dihitung dengan :
a.    Return On Investment/ROI/kembalian investasi :
Pendapatan penuh – Biaya penuh
            Aktiva Penuh


b.   Residual Income / RI
Pendapatan Penuh                                                  Rp. XX
Biaya Penuh                                                           Rp. XX -
Laba bersih                                                             Rp. XX
Beban modal= y% X aktiva penuh                        Rp. XX-
Residual Income                                                     Rp. XX

 3.Jawaban atas pertanyaan “ berapa biaya yang telah dikeluarkan untuk sesuatu ?
            Peranan biaya penuh bagi manajemen dalam :
a.       Evaluasi konsumsi sumberdaya yang dikorbanakan untuk sesuatu
b.      Struktur biaya perusahaan pesaing
c.       Pengambilan keputusan membeli / membuat sendiri
d.      Penentuan harga jual produk/jasa
e.       Biaya aktivitas bukan penambah nilai
f.       Biaya daur hidup produk/jasa
g.      Biaya mutu
h.      Cost reimburstment
i.        Inventory costing
4.Penentuan harga jual dalam Cost-type contract
Cost Type Contract : kontrak pembuatan produk/jasa, pihak pembeli setuju membeli produk/jasa didasarkan pada total biaya sesungguhnya oleh produsen ditambah laba sebesar presentase dari total biaya sesungguhnya.

Biaya Penuh sesungguhnya                                                    XX
Laba % (XX)                                                                          XY +
Harga yang harus dibayar pembeli                                          Z

5.         Penyusunan Program
Adalah : Proses pengambilan keputusan mengenai program-program yang dilaksanakan oleh organisasi dan penaksiran jumlah sumber daya yang akan dialokasikan kepada setiap program tersebut.
6.      Penentuan harga jual normal

Harga jual = By.Produksi +By. Non Produksi + Laba yang diharapkan
Dengan pendekatan Full Costing, harga jual dihitung dengan rumus :
                        By.Non Produksi + Laba yang diharapkan
Mark Up = ---------------------------------------------------------
                                    By. Produksi

                        By.Non Produksi + ( Y% X aktiva penuh )
Mark Up = ---------------------------------------------------------
                                    By. Produksi

Harga jual = By.Produksi + Mark Up
       
        Dengan pendekatan Variable Costing, rumus penentuan harga jual sbb :

Harga jual = By.Variabel + By.tetap + laba yang diharapkan    
                        Biaya tetap + ( Y% X aktiva penuh )
Mark Up = ---------------------------------------------------------
                                    By. Variabel

  Hasil penjualan :
              Harga jual perunit X volume                                       XX
  Biaya Variabel:
              Biaya varibel perunit X volume                                  XX     Dasar Harga
  Laba kontribusi                                                                       XX
  Biaya tetap                                                                              XX      Mark up
  Laba bersih yang diinginkan                                                   XX
        Penentuan Harga jual Normal :
a. Full Costing : Biaya penuh terdiri dari by.Produksi dan By. Non Produksi
b.Variable Costing : Biaya penuh terdiri dari by. Variabel dan by. tetap
7.      Penentuan harga transfer
                  Dalam perusahaan yang telah membentuk pusat-pusat laba untuk menghadapi berbagai ragam pasar produk yang dihasilkan, transfer barang antarpusat laba menimbulkan masalah penentuan harga transfer .
Ada dua macam pendekatan yang digunakan untuk menentukan harga transfer , yaitu :
1.Transfer atas biaya (Cost-based transfer price)
2.Transfer atas dasar harga pasar (market-based transfer price)
8.  Penentuan harga jual yang ditentukan dengan peraturan pemerintah.
Informasi akuntansi penuh masa yang akan datang yang bermanfaat dalam penentuan harga jual yang diatur dengan peraturan pemerintah adalah aktiva penuh dan biaya penuh. Biaya penuh yang dipakai sebagai dasar penentuan harga jual yang diatur dengan peraturan pemerintah dihitung dengan menggunakan pendekatan full costing.   Contoh penentuan harga jual yang ditentukan dengan peraturan pemerintah yaitu listrik, air, telepon, telegraf.
·      Listrik,air,telp,telegraf
·      Berdasar biaya penuh masa datang + laba yang diharapkan
Contoh :
Untuk menghasilkan air diperlukan investasi sebesar Rp. 2.000.000.000 untuk pembelian mesin & ekuipmen serta modal kerja. Taksiran biaya produksi air Rp. 300/liter. Volume produksi Rp. 50.000.000/thn. By.Non produksi (By. Pemasaran + By.Adm +umum) Rp. 1.100.000.000. Laba wajar 20 % dari investasi.
Ditanya:
Harga jual dan bukti perhitungan harga jual yang menghasilkan kembalian investasi semula
Jawab:
     By.Adm+umum+By.Pemasaran + Laba yang diharapkan
1.      Presentase Mark Up = ----------------------------------------------------------------------
     By.Prod penuh/unit     X   Volume produksi dlm unit

1.100.000.000  + (20% X 2.000.000.000)
=          ----------------------------------------------------
Rp. 300 X 50.000.000 unit
                                                =          10 %
                       
Harga jual air /liter dihitung sbb :
By. Produksi air per liter                     = Rp. 300
Mark Up 100% X Rp. 300                  = Rp. 30
                        Target harga jual air / liter                   Rp. 330
           
2.                                    Perusahaan air bersih X
Lap.L/R projeksi Thn 20X1


Target pendapatan penjualan 50 jt X Rp. 330                  Rp. 16.500.000.000
Taksiran By. Produksi            50 Jt X Rp.330                   Rp. 15.000.000.000
            Laba bruto                                                                   Rp.   1.500.000.000
By. Adm & umum                                                            Rp.   1.100.000.000
                                                                                                Rp.      400.000.000
Aktiva penuh                                                                         2.000.000.000
Kembalian aktiva                                                                          20 %
       
  
 Rekayasa informasi akuntansi penuh
Informasi akuntansi penuh dimanfaatkan oleh manajemen untuk melaporkan keuangan, pengukuran tingkat kemampuan produk atau unit organisasi dalam menghasilkan laba, penyediaan informasi untuk menjawab pertanyaan : “beberapa biaya yang telah dikeluarkan untuk sesuatu?” penentuan harga jual produk atau jasa (baik dalam cost-type contract, harga jual normal, maupun harga jual produk dalam perusahaan yang diatur oleh peraturan pemerintah), dan untuk penyusunan program. Untuk memenuhi berbagai kebutuhan manajemen tersebut, perekayasaan informasi akuntansi penuh memerlukan idientifikasi aktiva, pendapatan, dan biaya langsung yang bersangkutan dengan objek informasi tertentu dan pembebanan secara adil aktiva, pendapatan, dan biaya tidak langsung kepada berbagai objek informasi yang bersangkutan. Aktiva dan pendapatan umumnya mudah diidentifikasikan kepada objek informasi tertentu, sehingga hanya sedikit aktiva dan pendapatan tidak langsung yang harus dibebankan secara adil suatu objek informasi. Tidak demikian dengan biaya. Banyak biaya yang merupakan biaya bergabung (common cost), yang dalam perekayasaan informasi akuntansi penuh harus dibagikan secara adil kepada berbagai objek informasi melalui metode pembebanan tertentu.
Metode pembebanan biaya yang digunakan untuk perekayasaan informasi akuntansi penuh dapat dibagi menurut tujuan manfaat informasi akuntansi penuh sebagai berikut ini:
1.      Pembebanan biaya tidak langsung untuk penyediaan informasi bagi pengambilan keputusan manajemen.
2.      Pembebanan biaya tidak langsung untuk melaporka keuangan kepada pihak luar prusahaan.

1.        Pembebanan biaya tidak langsung untuk penyediaan informasi pengambilan keputusan manajemen
Dalam perekayasaan informasi akuntansi penuh, biaya tidak langsung dibebankan kepada objek informasi untuk memenuhi kebutuhan manajemen dalam :
1.      Analisis kemampuan produk atau jasa dalam menghasilkan laba dan penentuan harga jual.
2.      Pengukuran kinerja manajer
2.     Pembebanan biaya tidak langsung untuk perhitungan kemampuan produk atau jasa dalam menghasilkan laba dan penetapan harga jual.
Dalam analisis kemampuan produk atau jasa dalam menghasilkan laba dan penentuan harga jual, manajemen memerlukan biaya penuh yang bersangkutan dengan produk atau jasa. Dalam hubungannya dengan produk atau jasa, biaya penuh terdiri dari 2 golongan biaya : biaya langsung yang bersangkutan dengan produk atau jasa dan bagian yang adil biaya tidak langsung yang dibebankan kepada produk atau jasa tersebut. Dengan demikian perekayasaan informasi biaya penuh untuk memenuhi kebutuhan manajemen tersebut memerlukan dasar yang adil untuk membebankan biaya tidak langsung kepada produk atau jasa. Pembebanan biaya tidak langsung untuk merekayasa biaya penuh dilakukan dengan mencari dasar yang adil untuk membebankan biaya tidak langsung tersebut kepada produk atau jasa. Biaya tidak langsung dalam hubungannya dengan produk dibagi menjadi 2 golongan: biaya produksi tidak langsung (biaya overhead pabrik) dan biaya nonproduksi tidak langsung (biaya pemasaran, biaya administrasi dan umum).
Pembebanan biaya overhead pabrik dalam lingkungan manufaktur tradisional.
Akuntansi biaya tradisional membebankan biaya overhead pabrik kepada produk atas dasar kuantitas produk yang diproduksi. Metode pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk atas dasar kuantitas yang diproduksi. Metide pembebanan biaya overhead pabrikkepada produk inidisebut volume-based system dalam metode ini biaya overhead pabrik dianggap proposional dalam jumlah unit produk yang diproduksi.
Akuntansi biaya tradisional membebankan biaya overhead pabrik kepada produk melalui dua tahap. Tahap pertama, biaya operhead pabrik dikumpulkan dalam pusat biaya, biaya departemen pembantu maupun departemen produksi. Dalam tahap pertama ini, biaya operhead departemen pembantu dialoka sikan kepada departemen prodokso dengan menggunakan dasar alokasi tertentu. Tahap kedua, biaya operhead pabrik ysng telah melalui  agregasi tahap pertama, dibebankan pada produk atas dasar jam tenaga kerja langsung, jam mesin, atau biaya tenaga kerja langsung. Karena biaya operhead pabrik dibebankan pada produk melalui agregasi,bukan berdasar kosumsi sumberdaya oleh aktivitas untuk menghasilkan produk, maka akuntansi biaya tradisional menimbulkan  prise distortion.
Pembebanan biaya operhead pabrik dalam lingkungan manufaktur maju (advanced manufacturing enfironment).
     Dibandingkan dengan lingkungan manufaktur maju, akuntansi  biaya operhead pabrik memiliki cacat rancangan berikut ini:
1.      hanya menggunakan jam tenaga kerja langsung (atau biaya tenaga kerja langsung) sebagai  dasar menglokasikan biaya operhead pabrik dari pusat biaya pada produk dan jasa.
2.      Harga alokasi yang berkaitan dengan volume yang digunakan untuk  mengalokasikan biaya overhead pabrik dari pusat biaya kepada produk dan jasa.
3.      Pusat biaya terlalu besar dan memiliki dan memiliki struktur overhead yang sangat besar.
Dalam pabrik yang telah menggunakan banyak peralatan yang dikendalikan dengan computer, tenaga kerja langsung menjadi kurang. Tenaga yang ahli dbidang informasi menggantikan oeran tenaga kerja langsung. Ahli informasi banyak digunakan untuk merancang perangkat lunak untuk menjalankan peralatan yang dikendalikan dengan computer. Dengan demikian biaya tenaga kerja dalam perusahaan manufaktur berubah karaktestiknya dari biaya tunai (cash costs) yang bervariasi dengan perubahab volume produksi menjadi biaya tetap, yang tidak dipengaruhi oleh perubahan volume produksi dan berupa sunk cost.
Tarif biaya overhead pabrik perdepartemen juga menghasilkan kos kedua jenis produk relatif sama karena metode pembebanan biaya overhead ini tidak memperhitungkan perbedaan konsumsi non-volume-related overhead costs (biaya persiapan produksi, biaya insveksi, biaya tenaga listrik, dan biaya kesejahteraan, karyawan) setiap jenis produk dalam setiap departemen produksi.
3.  Pembenaan biaya tidak langsung untuk pengukuran kinerja manajer
Jika perekayasaan informasi biaya ditujukan untuk pengukuran kinerja manajer, informasi biaya harus dihubungkan dengan wewenang yang dimiliki manajer yang bersangkutan. Wewenang yang dimiliki manajer tertentu menjadikan dirinya dalam posisi dapat mengendalikan biaya tersebut. Dengan demikian, biaya yang mempunyai hubungan neraca dengan wewenang manejer tertentu merupakan biaya terkendalikan bagi manajer tersebut, karena dengan wewenangnya, manajer tersebut dapat mempengaruhi secara signifikan besarnya biaya tersebut. Biaya tidak langsung dengan hubunganya dengan wewenang manajer merupakan biaya  yangada dibawah wewenang pengendalian lebih dari seorang manajer. Untuk kepentingan pengukuran kinerja manajer, biaya tidak langsung tersebut perlu dibebenkan kepada manajer yang bertanggung jawab untuk pengendalianya.
4.    Pembebanan biaya tidak langsung untuk pelaporan keuangan kepada pihak luar. 
Pembebanan biaya tidak langsung untuk pelaporan keuangan kepada pihak luar perusahaan umumnya dilakukan dengan dasar alokasi yang bersifat sembarang. Oleh karena itu, istilah alokasi biaya lebih cepat digunakan untuk menggambarkan pembagian biaya tidak langsung kepada berbagai produk untuk tujuan pelaporan keuangan kepada pihak luar.
Biaya overhead pabrik merupakan biaya produksi tidak langsung yang harus dialokasikan kepada produk atas dasar alokasi tertentu. Dimuka telah disebutkan bahwa alokasi biaya overhead produk dilakukan melalui dua tahap alokasi. Beda alokasi biaya overhead pabrik untuk kepentingan pelaporan keuangan kepada pihak luar dengan pembebanan biaya overhead pabrik untuk kepentingan manajemen adalah terletak pada kecermatan(accurace) dasar pembebanan yang dipakai untuk kepentingan pengambilan keputusan manajemen, pembebanan biaya kepada produk harus dapat menjamin dihasilkan informasi biaya penuh yang teliti, sehingga manajemen akan memperoleh informasi tanpa distorsi didalamnya.
Dalam perusahaan yang menghasilkan produk bersama biaya bersama dialokasikan kepada proyek bersama atas dasar alokasi berikut ini :
1.      Nilai jual relatif
2.      Satuan fisik
3.      Rata-rata biaya satuan
4.      Rata tertimbang.

 
Konsep informasi akuntansi penuh perlu dipahami untuk memperoleh pengertian yang benar mangenai informasi tersebut sehingga pembaca mampu membedakan konsep informasi akuntansi penuh dengan konsep informasi yang lain. Pemehaman konsep informasi akuntansi penuh merupakan dasar untuk mempelajari pemanfaatan informasi akuntansi tersebut dan perekayasaanya. 

Untuk memahami konsep yang benar mengenai informasi akuntansi penuh, pertama kali diuraikan definisi informasi akuntansi penuh. Karena informasi akuntansi penuh (full accounting information) seringkali dianggap sama dengan full cost dan full costing, maka untuk memperoleh konsep yang jelas mengenai informasi akuntansi penuh, berikut ini diuraikan beda pengertian full accounting information, full cost, dan full costing.

Informasi akuntansi penuh  adalah seluruh aktiva, seluruh pendapatan yang diperoleh atau seluruh sumber yang dikorbankan suatu objek informasi.

Dalam hubungannya dengan objek informasi, informasi akuntansi penuh merupakan informasi akuntansi langsung ditambah dengan informasi tidak langsung yang terjadi dalam objek informasi .

Jika informasi akuntansi penuh berupa aktiva, maka aktiva penuh adalah aktiva lansung ditambah dengan aktiva tidak langsung yang berhubungan dengan objek informasi.

Jika informasi akuntansi penuh berupa pendapatan, maka pendapatan penuh adalah pendapatan lansung ditambah dengan pendapatan tidak langsung yang berhubungan dengan objek informasi.

Jika informasi akuntansi penuh berupa biaya, maka biaya penuh adalah biaya lansung ditambah dengan biaya tidak langsung yang berhubungan dengan objek informasi.

Perbedaan Full Accounting Information, Full Cost, dan Full Costing.

Untuk memperoleh pengertian yang benar mengenai informasi akuntansi penuh berikutini di uraikan perbedaan pengertian full accounting, information full cost dan full costing. Seringkali orang mengira pengertian full costing information sama dengan full cost sana dengan full costing ketiga istilah tersebit barbada satu sama lain.

Full accounting information terdiri dari unsur full assests, full revenues dan   full costs,  full cost  merupakan suatu unsur full accounting information.

Full cost merupakan total biaya yang bersangkutan dengan objek informasi  jika objek  informasi berupa produk  full cost merupakan total biaya yang bersangkutan dengan produk tersebut.perhitungan full cost suatu produk dipengruhi oleh metode penentuan cost produk  yang digunakan atau pariablecosting activity based costing.

Full costing merupakan suatu metode penentuan kos produk yang membebankan seluruh biaya produksi sebagai kos produk  biaya  produksi yang berperilaku variable maupun tetap.

Full Cost dengan metode penentuan biaya produk “ Full Costing “
Jika perusahaan menggunakan pendekatan Full costing dalam penentuan biaya produksinya maka Full Cost:
total biaya produksi + total biaya non produksi= (by bahan baku+by tenaga kerja langsung+by overhead tetap+by overhead variable)+by adm umum+by pemasaran.

Full Cost dengan metode penentuan cost produk “ Variable Costing “
Variable costing : merupakan salah satu metode penentuan biaya produk, yang membebankan hanya biaya yang berperilaku variabel.
(Total Biaya produksi Var + Total biaya Non Produksi Var )+Tot.By.tetap =( By.Bhn Baku+ By.Tenaga kerja Langsung + By Overhead Variabel + By.Adm & umum Var.+ By.pemasaran Var. ) + By. Tetap (By.overhead pabrik tetap+by.Adm & umum tetap + By. Pemasaran tetap )

Jika perusahaan menggunakan pendekatan Variable costing dalam penentuan biaya produksinya maka Full Cost:  
Full Cost dengan metode penentuan cost produk “ Activity based costing “
Activity Based Costing: Merupakan metode penentuan kost produk (product Costing) yang ditujukan untuk mengajukan informasi harga produk secara cermat bagi kepentingan manajemen dengan mengukur secara cermat konsumsi sumberdaya dalam setiap aktivitas yang digunakan untuk menghasilkan produk.

Dengan pendekatan activity-based costing, aktivitas pembuatan produk dibagi menjadi tiga fase: Fase desain dan pengembangan, fase produksi dan  fase dukungan logistik (logistic support )

Jika Perusahaan menggunakan pendekatan activity – based costing dalam penentuan total produksinya maka full cost of product  mencakup :
(By.Tahap desain & pengembangan) +( by tahap produksi) +(By dukungan logostik) = (By.desain+ By.pengujian produk) +(By. Facility sustaining activity cost + By.product sustaining activity cost + batch –related activity cost + unit level activity cost ) + ( By.iklan+ By.distribusi + By. Garansi produk )

Perbedaan Conventional costing method dengan Activity based costing
Full cost dan Variable cost, merupakan metode penentuan kost produk konvensional, yang dirancang berdasarkan kondisi teknologi masa lalu.
Activity- based costing, mempergunakan teknologi informasi dalam proses pengolahan produk dan pengolahan informasi keuangan.

Gambar : Perbedaan unsur biaya produk dalam pendekatan Full Costing,Variable costing, dan Activity Based Costing.

 Gambar :  Perbedaan Conventional Costing Method dengan Activity –Based Costing Method

Rincian biaya setiap jenis aktivitas desain, produksi distribusi produk dalam lingkungan manufaktur maju adalah sbb:
1.       Unit level Activity Costs
·   Biaya ini dipengaruhi oleh jumlah unit produk
·   Biaya ini dibebankan kepada produk berdasarkan jumlah unit produk yang dihasilkan.
·   Contoh : Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya energi dan biaya bahan baku

2.      Batch Related Activity Costs
·   Biaya ini berhubungan dengan jumlah batch produk yang diproduksi
·   Besar kecilnya biaya ini tergantung dari frekuensi order produksi yang diolah oleh fungsi produksi
·   Biaya ini tidak dipengaruhi oleh jumlah unit produk yang diproduksi dalam setiap order produksi 
·   Contoh : by angkutan bahan baku dalam pabrik, by inspeksi,by oreder pembelian,by setup cost :  merupakan by yang dikeluarkan untuk menyiapkan mesin dan ekuipmen sebelum suatu oerder produksi diproses.

3.      Product Sustaining Activity cost
·   Biaya ini berhubungan dengan penelitian dan pengembangan produk tertentu dan biaya-biaya untuk mempertahankan produk agar tetap dipasarkan.
·   Biaya ini tidak terpengaruh oleh jumlah unit produk yang diproduksi dan jumlah batch produksi yang dilaksanakan oleh divisi penjual.
·   Biaya ini dibebankan kepada produk berdasarkan taksiran jumlah unit produk tertentu yang akan dihasilkan selama umur produk tersebut (Product Life Cycle) 
·   Contoh: biaya desain produk, desain proses pengolahan produk , pengujian produk.
  
4.      Facility Sustaining Activity Costs
·   Biaya ini berhubungan dengan dengan kegiatan untuk mempertahankan kapasitas yang dimiliki oleh perusahaan.
·   Biaya ini dibebankan kepada produk atas dasar taksiran unit produk yang dihasilakan pada kapasitas normal divisi penjual.
Contoh : Biaya depresiasi dan amortisasi, biaya asuransi, biaya gaji.
Manfaat Informasi Akuntansi penuh.
1.Pelaporan Keuangan
·         Pihak Intern
1. Manajemen Puncak
2. Tidak  Harus sesuai dengan prinsip akuntansi yang lazim
3. Pendapatan penuh terdiri dari pendapatan yang diperoleh dari penjualan produk dan jasa  kepada pihak luar dan antar divisi / intern perusahaan.
4. Pendapatan penuh dan biaya penuh dapat disajikan dengan metode Full & Variable costing
5. Biaya penuh terdiri dari biaya langsung divisi ditambah dengan biaya biaya kantor pusat yang dialokasikan kepada divisi.
·         Pihak ekstern
1.      Perusahaan lain dan publik
2.      Harus sesuai dengan prinsip yang lazim
3.      Pendapatan penuh dan biaya penuh harus disesuaikan dengan prinsip akuntansi yang lazim dan  disajikan dengan metode Full costing

2.Analisis kemampuan menghasilkan laba (profitability analysis)
Untuk mengukur kemampuan menghasilkan laba dihitung dengan :
a.    Return On Investment/ROI/kembalian investasi :
Pendapatan penuh – Biaya penuh
            Aktiva Penuh


b.   Residual Income / RI
Pendapatan Penuh                                                  Rp. XX
Biaya Penuh                                                           Rp. XX -
Laba bersih                                                             Rp. XX
Beban modal= y% X aktiva penuh                        Rp. XX-
Residual Income                                                     Rp. XX

 3.Jawaban atas pertanyaan “ berapa biaya yang telah dikeluarkan untuk sesuatu ?
            Peranan biaya penuh bagi manajemen dalam :
a.       Evaluasi konsumsi sumberdaya yang dikorbanakan untuk sesuatu
b.      Struktur biaya perusahaan pesaing
c.       Pengambilan keputusan membeli / membuat sendiri
d.      Penentuan harga jual produk/jasa
e.       Biaya aktivitas bukan penambah nilai
f.       Biaya daur hidup produk/jasa
g.      Biaya mutu
h.      Cost reimburstment
i.        Inventory costing
4.Penentuan harga jual dalam Cost-type contract
Cost Type Contract : kontrak pembuatan produk/jasa, pihak pembeli setuju membeli produk/jasa didasarkan pada total biaya sesungguhnya oleh produsen ditambah laba sebesar presentase dari total biaya sesungguhnya.

Biaya Penuh sesungguhnya                                                    XX
Laba % (XX)                                                                          XY +
Harga yang harus dibayar pembeli                                          Z

5.         Penyusunan Program
Adalah : Proses pengambilan keputusan mengenai program-program yang dilaksanakan oleh organisasi dan penaksiran jumlah sumber daya yang akan dialokasikan kepada setiap program tersebut.
6.      Penentuan harga jual normal

Harga jual = By.Produksi +By. Non Produksi + Laba yang diharapkan
Dengan pendekatan Full Costing, harga jual dihitung dengan rumus :
                        By.Non Produksi + Laba yang diharapkan
Mark Up = ---------------------------------------------------------
                                    By. Produksi

                        By.Non Produksi + ( Y% X aktiva penuh )
Mark Up = ---------------------------------------------------------
                                    By. Produksi

Harga jual = By.Produksi + Mark Up
       
        Dengan pendekatan Variable Costing, rumus penentuan harga jual sbb :

Harga jual = By.Variabel + By.tetap + laba yang diharapkan    
                        Biaya tetap + ( Y% X aktiva penuh )
Mark Up = ---------------------------------------------------------
                                    By. Variabel

  Hasil penjualan :
              Harga jual perunit X volume                                       XX
  Biaya Variabel:
              Biaya varibel perunit X volume                                  XX     Dasar Harga
  Laba kontribusi                                                                       XX
  Biaya tetap                                                                              XX      Mark up
  Laba bersih yang diinginkan                                                   XX
        Penentuan Harga jual Normal :
a. Full Costing : Biaya penuh terdiri dari by.Produksi dan By. Non Produksi
b.Variable Costing : Biaya penuh terdiri dari by. Variabel dan by. tetap
7.      Penentuan harga transfer
                  Dalam perusahaan yang telah membentuk pusat-pusat laba untuk menghadapi berbagai ragam pasar produk yang dihasilkan, transfer barang antarpusat laba menimbulkan masalah penentuan harga transfer .
Ada dua macam pendekatan yang digunakan untuk menentukan harga transfer , yaitu :
1.Transfer atas biaya (Cost-based transfer price)
2.Transfer atas dasar harga pasar (market-based transfer price)
8.  Penentuan harga jual yang ditentukan dengan peraturan pemerintah.
Informasi akuntansi penuh masa yang akan datang yang bermanfaat dalam penentuan harga jual yang diatur dengan peraturan pemerintah adalah aktiva penuh dan biaya penuh. Biaya penuh yang dipakai sebagai dasar penentuan harga jual yang diatur dengan peraturan pemerintah dihitung dengan menggunakan pendekatan full costing.   Contoh penentuan harga jual yang ditentukan dengan peraturan pemerintah yaitu listrik, air, telepon, telegraf.
·      Listrik,air,telp,telegraf
·      Berdasar biaya penuh masa datang + laba yang diharapkan
Contoh :
Untuk menghasilkan air diperlukan investasi sebesar Rp. 2.000.000.000 untuk pembelian mesin & ekuipmen serta modal kerja. Taksiran biaya produksi air Rp. 300/liter. Volume produksi Rp. 50.000.000/thn. By.Non produksi (By. Pemasaran + By.Adm +umum) Rp. 1.100.000.000. Laba wajar 20 % dari investasi.
Ditanya:
Harga jual dan bukti perhitungan harga jual yang menghasilkan kembalian investasi semula
Jawab:
     By.Adm+umum+By.Pemasaran + Laba yang diharapkan
1.      Presentase Mark Up = ----------------------------------------------------------------------
     By.Prod penuh/unit     X   Volume produksi dlm unit

1.100.000.000  + (20% X 2.000.000.000)
=          ----------------------------------------------------
Rp. 300 X 50.000.000 unit
                                                =          10 %
                       
Harga jual air /liter dihitung sbb :
By. Produksi air per liter                     = Rp. 300
Mark Up 100% X Rp. 300                  = Rp. 30
                        Target harga jual air / liter                   Rp. 330
           
2.                                    Perusahaan air bersih X
Lap.L/R projeksi Thn 20X1


Target pendapatan penjualan 50 jt X Rp. 330                  Rp. 16.500.000.000
Taksiran By. Produksi            50 Jt X Rp.330                   Rp. 15.000.000.000
            Laba bruto                                                                   Rp.   1.500.000.000
By. Adm & umum                                                            Rp.   1.100.000.000
                                                                                                Rp.      400.000.000
Aktiva penuh                                                                         2.000.000.000
Kembalian aktiva                                                                          20 %
       
  
 Rekayasa informasi akuntansi penuh
Informasi akuntansi penuh dimanfaatkan oleh manajemen untuk melaporkan keuangan, pengukuran tingkat kemampuan produk atau unit organisasi dalam menghasilkan laba, penyediaan informasi untuk menjawab pertanyaan : “beberapa biaya yang telah dikeluarkan untuk sesuatu?” penentuan harga jual produk atau jasa (baik dalam cost-type contract, harga jual normal, maupun harga jual produk dalam perusahaan yang diatur oleh peraturan pemerintah), dan untuk penyusunan program. Untuk memenuhi berbagai kebutuhan manajemen tersebut, perekayasaan informasi akuntansi penuh memerlukan idientifikasi aktiva, pendapatan, dan biaya langsung yang bersangkutan dengan objek informasi tertentu dan pembebanan secara adil aktiva, pendapatan, dan biaya tidak langsung kepada berbagai objek informasi yang bersangkutan. Aktiva dan pendapatan umumnya mudah diidentifikasikan kepada objek informasi tertentu, sehingga hanya sedikit aktiva dan pendapatan tidak langsung yang harus dibebankan secara adil suatu objek informasi. Tidak demikian dengan biaya. Banyak biaya yang merupakan biaya bergabung (common cost), yang dalam perekayasaan informasi akuntansi penuh harus dibagikan secara adil kepada berbagai objek informasi melalui metode pembebanan tertentu.
Metode pembebanan biaya yang digunakan untuk perekayasaan informasi akuntansi penuh dapat dibagi menurut tujuan manfaat informasi akuntansi penuh sebagai berikut ini:
1.      Pembebanan biaya tidak langsung untuk penyediaan informasi bagi pengambilan keputusan manajemen.
2.      Pembebanan biaya tidak langsung untuk melaporka keuangan kepada pihak luar prusahaan.

1.        Pembebanan biaya tidak langsung untuk penyediaan informasi pengambilan keputusan manajemen
Dalam perekayasaan informasi akuntansi penuh, biaya tidak langsung dibebankan kepada objek informasi untuk memenuhi kebutuhan manajemen dalam :
1.      Analisis kemampuan produk atau jasa dalam menghasilkan laba dan penentuan harga jual.
2.      Pengukuran kinerja manajer
2.     Pembebanan biaya tidak langsung untuk perhitungan kemampuan produk atau jasa dalam menghasilkan laba dan penetapan harga jual.
Dalam analisis kemampuan produk atau jasa dalam menghasilkan laba dan penentuan harga jual, manajemen memerlukan biaya penuh yang bersangkutan dengan produk atau jasa. Dalam hubungannya dengan produk atau jasa, biaya penuh terdiri dari 2 golongan biaya : biaya langsung yang bersangkutan dengan produk atau jasa dan bagian yang adil biaya tidak langsung yang dibebankan kepada produk atau jasa tersebut. Dengan demikian perekayasaan informasi biaya penuh untuk memenuhi kebutuhan manajemen tersebut memerlukan dasar yang adil untuk membebankan biaya tidak langsung kepada produk atau jasa. Pembebanan biaya tidak langsung untuk merekayasa biaya penuh dilakukan dengan mencari dasar yang adil untuk membebankan biaya tidak langsung tersebut kepada produk atau jasa. Biaya tidak langsung dalam hubungannya dengan produk dibagi menjadi 2 golongan: biaya produksi tidak langsung (biaya overhead pabrik) dan biaya nonproduksi tidak langsung (biaya pemasaran, biaya administrasi dan umum).
Pembebanan biaya overhead pabrik dalam lingkungan manufaktur tradisional.
Akuntansi biaya tradisional membebankan biaya overhead pabrik kepada produk atas dasar kuantitas produk yang diproduksi. Metode pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk atas dasar kuantitas yang diproduksi. Metide pembebanan biaya overhead pabrikkepada produk inidisebut volume-based system dalam metode ini biaya overhead pabrik dianggap proposional dalam jumlah unit produk yang diproduksi.
Akuntansi biaya tradisional membebankan biaya overhead pabrik kepada produk melalui dua tahap. Tahap pertama, biaya operhead pabrik dikumpulkan dalam pusat biaya, biaya departemen pembantu maupun departemen produksi. Dalam tahap pertama ini, biaya operhead departemen pembantu dialoka sikan kepada departemen prodokso dengan menggunakan dasar alokasi tertentu. Tahap kedua, biaya operhead pabrik ysng telah melalui  agregasi tahap pertama, dibebankan pada produk atas dasar jam tenaga kerja langsung, jam mesin, atau biaya tenaga kerja langsung. Karena biaya operhead pabrik dibebankan pada produk melalui agregasi,bukan berdasar kosumsi sumberdaya oleh aktivitas untuk menghasilkan produk, maka akuntansi biaya tradisional menimbulkan  prise distortion.
Pembebanan biaya operhead pabrik dalam lingkungan manufaktur maju (advanced manufacturing enfironment).
     Dibandingkan dengan lingkungan manufaktur maju, akuntansi  biaya operhead pabrik memiliki cacat rancangan berikut ini:
1.      hanya menggunakan jam tenaga kerja langsung (atau biaya tenaga kerja langsung) sebagai  dasar menglokasikan biaya operhead pabrik dari pusat biaya pada produk dan jasa.
2.      Harga alokasi yang berkaitan dengan volume yang digunakan untuk  mengalokasikan biaya overhead pabrik dari pusat biaya kepada produk dan jasa.
3.      Pusat biaya terlalu besar dan memiliki dan memiliki struktur overhead yang sangat besar.
Dalam pabrik yang telah menggunakan banyak peralatan yang dikendalikan dengan computer, tenaga kerja langsung menjadi kurang. Tenaga yang ahli dbidang informasi menggantikan oeran tenaga kerja langsung. Ahli informasi banyak digunakan untuk merancang perangkat lunak untuk menjalankan peralatan yang dikendalikan dengan computer. Dengan demikian biaya tenaga kerja dalam perusahaan manufaktur berubah karaktestiknya dari biaya tunai (cash costs) yang bervariasi dengan perubahab volume produksi menjadi biaya tetap, yang tidak dipengaruhi oleh perubahan volume produksi dan berupa sunk cost.
Tarif biaya overhead pabrik perdepartemen juga menghasilkan kos kedua jenis produk relatif sama karena metode pembebanan biaya overhead ini tidak memperhitungkan perbedaan konsumsi non-volume-related overhead costs (biaya persiapan produksi, biaya insveksi, biaya tenaga listrik, dan biaya kesejahteraan, karyawan) setiap jenis produk dalam setiap departemen produksi.
3.  Pembenaan biaya tidak langsung untuk pengukuran kinerja manajer
Jika perekayasaan informasi biaya ditujukan untuk pengukuran kinerja manajer, informasi biaya harus dihubungkan dengan wewenang yang dimiliki manajer yang bersangkutan. Wewenang yang dimiliki manajer tertentu menjadikan dirinya dalam posisi dapat mengendalikan biaya tersebut. Dengan demikian, biaya yang mempunyai hubungan neraca dengan wewenang manejer tertentu merupakan biaya terkendalikan bagi manajer tersebut, karena dengan wewenangnya, manajer tersebut dapat mempengaruhi secara signifikan besarnya biaya tersebut. Biaya tidak langsung dengan hubunganya dengan wewenang manajer merupakan biaya  yangada dibawah wewenang pengendalian lebih dari seorang manajer. Untuk kepentingan pengukuran kinerja manajer, biaya tidak langsung tersebut perlu dibebenkan kepada manajer yang bertanggung jawab untuk pengendalianya.
4.    Pembebanan biaya tidak langsung untuk pelaporan keuangan kepada pihak luar. 
Pembebanan biaya tidak langsung untuk pelaporan keuangan kepada pihak luar perusahaan umumnya dilakukan dengan dasar alokasi yang bersifat sembarang. Oleh karena itu, istilah alokasi biaya lebih cepat digunakan untuk menggambarkan pembagian biaya tidak langsung kepada berbagai produk untuk tujuan pelaporan keuangan kepada pihak luar.
Biaya overhead pabrik merupakan biaya produksi tidak langsung yang harus dialokasikan kepada produk atas dasar alokasi tertentu. Dimuka telah disebutkan bahwa alokasi biaya overhead produk dilakukan melalui dua tahap alokasi. Beda alokasi biaya overhead pabrik untuk kepentingan pelaporan keuangan kepada pihak luar dengan pembebanan biaya overhead pabrik untuk kepentingan manajemen adalah terletak pada kecermatan(accurace) dasar pembebanan yang dipakai untuk kepentingan pengambilan keputusan manajemen, pembebanan biaya kepada produk harus dapat menjamin dihasilkan informasi biaya penuh yang teliti, sehingga manajemen akan memperoleh informasi tanpa distorsi didalamnya.
Dalam perusahaan yang menghasilkan produk bersama biaya bersama dialokasikan kepada proyek bersama atas dasar alokasi berikut ini :
1.      Nilai jual relatif
2.      Satuan fisik
3.      Rata-rata biaya satuan
4.      Rata tertimbang.

 

Related Posts

Informasi Akuntansi Penuh
4/ 5
Oleh

Contact Me

Name

Email *

Message *