Berpikir Perubahan

Berpikir adalah proses memanipulasi data, fakta dan informasi untuk membuat keputusan berperilaku. Lalu perubahan adalah esensi dari kemajuan yang berarti harus berpindah posisi semakin ke depan dari posisi semula. Sehingga dari pengertian berpikir dan perubahan di atas dapat disimpulkan bahwa berpikir perubahan adalah berpikir untuk berubah, mencoba hal yang baru untuk berpindah dari posisi awal ke posisi yang lebih maju ke depan. Salah satu contoh dari berpikir perubahan yaitu ada seorang pegawai kantoran yang dulunya sering disuruh-suruh bisa saja menjadi seorang entrepreneur yang sukses dengan adanya upaya untuk berpikir berubah yang bisa membuatnya dapat mengubah nasibnya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dalam berpikir perubahan, seseorang diharapkan memiliki pola pikir yang produktif karena pola pikir seperti inilah yang akan menciptakan ide-ide baru sekaligus dapat membuat seseorang bisa melangkah lebih jauh lagi dalam mengeksplorasi kemampuan yang dia miliki sehingga diharapkan seseorang tidak hanya terpaku pada apa yang sudah ada sekarang yang mungkin saja dapat membuatnya hancur melainkan pada perubahan apa yang bisa dia perbuat.

Untuk dapat membangun kebiasaan yang produktif menjadi suatu kenyataan diperlukan adanya kemampuan berpikir untuk mewujudkan kebiasaan yang harus diasah secara berkelanjutan dengan pengusaan ilmu pengetahuan, keterampilan dan keinginan hati yang akan menuntun kekuatan-kekuatan bersikap dan berperilaku yang terpola. Beralih ke manfaat berpikir perubahan, manfaat yang bisa didapatkan dari berpikir perubahan sangatlah banyak, diantaranya adalah:

Merubah kebiasaan yang mungkin dahulunya tidak baik, menjadi lebih bermakna dan lebih baik
Dapat memotivasi untuk mencoba hal baru yang lebih bermanfaat
Meningkatkan kemampuan berkreasi dalam diri seseorang
Membuat orang semakin percaya diri dalam menjalani kehidupan
Meningkatkan kemampuan seseorang dalam menyelesaikan suatu masalah

Setelah mengetahui manfaat yang bisa didapatkan dari berpikir perubahan, dapat disimpulkan bahwa berpikir perubahan itu perlu dilakukan karena dengan berpikir perubahan seseorang bisa melakukan banyak hal, mulai dari dapat mencoba hal-hal baru yang belum pernah dilakukan, dapat menyelamatkan nasib orang lain atau dapat digunakan untuk melihat seberapa besar kemampuan seseorang dalam melakukan sesuatu.
 
Perbedaan Pola Pikir Entrepreneur vs Non Entrepreneur:
  • Produktif versus Konsumtif
Konsumtif adalah kata sifat, berasal dari kata dasar “konsumsi” maka dengan demikian kata konsumtif berarti sifat mengkonsumsi, memakai, menggunakan, menghabiskan sesuatu. Sementara produktif adalah bentuk ajektif dari kata benda produksi. Arti produktif adalah “banyak hasilnya”, atau bisa kita artikan “terus menerus menghasilkan”. Bila kata konsumtif dan produktif kita kaitkan dengan kewirausahaan, pertama-tama yang harus diperhatikan adalah bahwa disadari atau tidak, selama ini ada saja perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari, yang bersifat konsumtif. Perilaku semacam itu harus dihilangkan, atau paling tidak dikurangi sampai batas seminimal mungkin. Pada situasi kehidupan yang normal, di bidang apa pun kita berkarir, sebenarnya pola konsumtif memang harus ditekan, apalagi pada masa krisis ekonomi. Terlebih lagi bila kita ingin memulai kehidupan sebagai wirausahawan.

  • Resources Utilization Versus Resources Disposal. (pemanfaatan sumber daya vs pembuangan sumber daya)
Enterprenenur berpikir bahwa ada kesempatan yang dapat dimanfaatkan dari ketersediaan sumber daya di sekitarnya. Orang biasa mungkin berpikir bahwa sesuatu yang sudah digunakan atau yang tidak penting lebih baik dibuang, tetapi beberapa orang yang berpikir sudut pandang lain, berpikir untuk memanfaatkannya, dan dijadikan sesuatu yang bisa dijadikan uang. Itulah orang yang memiliki jiwa kewirausahaan.

Asal pembentukan jiwa kewirausahaaan
  1. Jiwa kewiraushaan dibawa dari lahir, terutama terlihat pada keturunan ras tertentu, merupakan naluri.
  2. Jiwa kewirausahaan yang dipelajari dan dilatih. Berdasarkan pandangan ini maka seseorang dapat dilatih dan dididik sejak kecil agar menjadi enterpreneur.
Faktor faktor yang menentukan proses kewirausahaan
  • faktor pribadi :
  1. Kemampuan
  2. Pengambilan resiko
  3. Pendidikan
  4. Pengalaman
  5. Usia
  6. Komitmen
  7. Kehilangan pekerjaan
  8. Tanggung jawab
  • faktor sosiologi :
  1. Tanggung jawab keluarga
  2. Model peran dimana ada wirausaha yang sukses yang dapat menjadi contoh.
  3. Rasa optimistis dalam berusaha
  4. Budaya menghargai waktu.
  • Faktor Lingkungan :
  1. Lingkungan masyarakat yang menganggap kegiatan bisnis memperoleh penghargaan terhormat
  2. Wawasan bahwa di dunia ini tidak ada yang gratis bahkan suatu pemberian perlu dicatat untuk dibalas nanti disuatu waktu
  3. Lingkungan masa kanak - kanak dimana masyrakat pebisnis memperkenalkan dunia usaha semenjak kecil.
  4. Lingkungan ketika remaja/perguruan tinggi. Berada pada lingkungan masyarakat bisnis.
Model proses kewirausahaan
  • Inovasi
Adanya ide, gagasan, rencana dan disertai kelihatannya peluang usaha. Proses terbentuknya jiwa wirausaha dimulai dari adanya inovasi. Inovasi timbul dengan dukungan : nilai-nilai pribadi, pendidikan, pengalaman, peluang, model peran dan kreatifitas.

  • Kejadian pemicu
Kejadian pemicu timbulnya wirausaha diantaranya adalah : kurang puas dengan pekerjaan sekarang, kehilangan pekerjaan, usia, komitmen, adanya kompetisi, sumber daya dan kebijakan pemerintah. Kejadian pemicu itu merupakan tantangan atau kejadian atau sesuatu hal yang menjadi pemicu seseorang untuk berusaha.

  • Implementasi
Tahapan implementasi ialah tahapan dilaksanakannya kegiatan wirausaha.

  • Pertumbuhan
Pada tahapan ini kegiatan wirausaha mengalami pertumbuhan

Mindset
Pola pikir / mindset adalah keseluruhan / kesatuan dari keyakinan yang kita miliki, nilai nilai yang kita anut, kriteria, harapan, sikap, kebiasaan, keputusan dan pendapat yang kita keluarkan dalam memandang diri kita sendiri, orang lain atau kehidupan ini.

Dengan demikian mindset adalah semacam filter yang kita bangun untuk menafsirkan apa saja yang kita lihat dan alami. Pola pikir memberitahu kita bagaimana hidup ini harus dimainkan, yang akhirnya akan menentukan apakah kita akan berhasil atau tidak.

Pentingnya perubahan dan peranan mindset (pola pikir).
Pola pikir manusia menentukan arah kemana manusia itu akan melangkah. Dipercaya atau tidak, segala yang kita capai itu dipengaruhi oleh pola pikir, yang mempengaruhi kebiasaan, itulah pentingnya memiliki mindset akan sesuatu. Tentunya berbeda pula langkah menjadi entrepreneur dari pada jadi orang biasa saja. Apabila menargetkan sasaran menjadi entrepreneur, harus berani mengubah mindset dan selanjutnya mengubah kebiasaan.

Apakah pola pikir bisa diubah??? .....

BISA,

Karena pola pikir merupakan hasil dari sebuah proses pembelajaran (learning), maka pola pikir juga bisa diubah (unlearning) dan dibentuk ulang (relearning). Tentu saja ada yang mudah dan ada yang sulit untuk diubah. Semua tergantung kepada diri masing masing.

Hambatan persepsi memulai usaha :
  1. Merasa sudah terlalu tua atau merasa terlalu muda
  2. Tidak berbakat
  3. Tidak punya modal (uang)
Setiap hari seorang manusia melakukan self-talk (berbicara sendiri) sebanyak 55.000 s/d 60.000 kali. Sayangnya 77% statement yang diucapkan bersifat negatif dan melemahkan diri kita.

“Saya kurang sukses”
“Saya sudah terlambat untuk berubah dan menjadi orang sukses”
“Saya sudah terlalu tua untuk sekolah lagi”
“Saya bodoh”
“Saya tidak berbakat bisnis”

Kata siapa ??? ...

Terlalu Tua
Ingat lah, Kolonel Sander pendiri KFC memulai bisnis pada umur 70 tahun
Tidak  Berbakat
Ingat lah, Brian si kaki satu memulai bisnis karena “kepepet” dan tidak bisa mencari kerja
Tidak Punya Modal
Ingat lah, Onasis memulai bisnis kapal angkut dengan OPM (Other People Money)

Lalu Apa Yang Diperlukan ??? ...
Untuk Memulai Bisnis, Hanya Perlu  3M :
  1. Motivasi, (membuat diri sendiri sebagai motivator untuk diri sendiri).
  2. Mindset
  3. Make it (Just Do IT)
Motivasi, mindset  dan  make it untuk merealisasikan. Dengan tekad bulat mewujudkan ide di pikiran ke dalam kenyataan. Tingkatkan hasrat berwirausaha anda, seperti saat anda berhasrat akan sesuatu. Berpikirlah tentang keberhasilan yang akan anda peroleh nanti, setelah perjuangan anda sekian jauh menjadi enterprenenur.

Sekali Lagi, Ingatlah:
Tingkatkan Hasrat Berwirausaha Anda sebagaimana Hasrat Anda Saat Jatuh Cinta Pertama.

Tips Praktis
Ada tips praktis berwirausaha yaitu :
  • Modal utama berwirausaha bukanlah uang, melainkan keyakinan untuk tumbuh dan menang.
  • Bersahabatlah dengan ketidakpastian.
  • Buka pikiran Anda, pelajari hal-hal baru
  • Be ready, persiapkan diri Anda dengan baik bangunlah network selagi muda, dan jagalah kepercayaan.
Gunakan visualisasi harian sesuai dengan tujuan, misalkan: imajinasikan nikmatnya mempunyai usaha yang waktunya tidak diatur oleh orang lain.
Gunakan teknik affirmasi harian dengan pemilihan kata yang menggugah kesadaran pikiran, dengan mengucapkan kalimat “saya semakin sukses” saat kondisi tubuh relaks bangun pagi.

"Kalau Anda menginginkan perubahan kecil dalam hidup, ubahlah perilaku Anda. Tetapi bila Anda menginginkan perubahan yang besar dan mendasar, ubahlah pola pikir Anda."
>>> Stephen Covey <<<
Berpikir adalah proses memanipulasi data, fakta dan informasi untuk membuat keputusan berperilaku. Lalu perubahan adalah esensi dari kemajuan yang berarti harus berpindah posisi semakin ke depan dari posisi semula. Sehingga dari pengertian berpikir dan perubahan di atas dapat disimpulkan bahwa berpikir perubahan adalah berpikir untuk berubah, mencoba hal yang baru untuk berpindah dari posisi awal ke posisi yang lebih maju ke depan. Salah satu contoh dari berpikir perubahan yaitu ada seorang pegawai kantoran yang dulunya sering disuruh-suruh bisa saja menjadi seorang entrepreneur yang sukses dengan adanya upaya untuk berpikir berubah yang bisa membuatnya dapat mengubah nasibnya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dalam berpikir perubahan, seseorang diharapkan memiliki pola pikir yang produktif karena pola pikir seperti inilah yang akan menciptakan ide-ide baru sekaligus dapat membuat seseorang bisa melangkah lebih jauh lagi dalam mengeksplorasi kemampuan yang dia miliki sehingga diharapkan seseorang tidak hanya terpaku pada apa yang sudah ada sekarang yang mungkin saja dapat membuatnya hancur melainkan pada perubahan apa yang bisa dia perbuat.

Untuk dapat membangun kebiasaan yang produktif menjadi suatu kenyataan diperlukan adanya kemampuan berpikir untuk mewujudkan kebiasaan yang harus diasah secara berkelanjutan dengan pengusaan ilmu pengetahuan, keterampilan dan keinginan hati yang akan menuntun kekuatan-kekuatan bersikap dan berperilaku yang terpola. Beralih ke manfaat berpikir perubahan, manfaat yang bisa didapatkan dari berpikir perubahan sangatlah banyak, diantaranya adalah:

Merubah kebiasaan yang mungkin dahulunya tidak baik, menjadi lebih bermakna dan lebih baik
Dapat memotivasi untuk mencoba hal baru yang lebih bermanfaat
Meningkatkan kemampuan berkreasi dalam diri seseorang
Membuat orang semakin percaya diri dalam menjalani kehidupan
Meningkatkan kemampuan seseorang dalam menyelesaikan suatu masalah

Setelah mengetahui manfaat yang bisa didapatkan dari berpikir perubahan, dapat disimpulkan bahwa berpikir perubahan itu perlu dilakukan karena dengan berpikir perubahan seseorang bisa melakukan banyak hal, mulai dari dapat mencoba hal-hal baru yang belum pernah dilakukan, dapat menyelamatkan nasib orang lain atau dapat digunakan untuk melihat seberapa besar kemampuan seseorang dalam melakukan sesuatu.
 
Perbedaan Pola Pikir Entrepreneur vs Non Entrepreneur:
  • Produktif versus Konsumtif
Konsumtif adalah kata sifat, berasal dari kata dasar “konsumsi” maka dengan demikian kata konsumtif berarti sifat mengkonsumsi, memakai, menggunakan, menghabiskan sesuatu. Sementara produktif adalah bentuk ajektif dari kata benda produksi. Arti produktif adalah “banyak hasilnya”, atau bisa kita artikan “terus menerus menghasilkan”. Bila kata konsumtif dan produktif kita kaitkan dengan kewirausahaan, pertama-tama yang harus diperhatikan adalah bahwa disadari atau tidak, selama ini ada saja perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari, yang bersifat konsumtif. Perilaku semacam itu harus dihilangkan, atau paling tidak dikurangi sampai batas seminimal mungkin. Pada situasi kehidupan yang normal, di bidang apa pun kita berkarir, sebenarnya pola konsumtif memang harus ditekan, apalagi pada masa krisis ekonomi. Terlebih lagi bila kita ingin memulai kehidupan sebagai wirausahawan.

  • Resources Utilization Versus Resources Disposal. (pemanfaatan sumber daya vs pembuangan sumber daya)
Enterprenenur berpikir bahwa ada kesempatan yang dapat dimanfaatkan dari ketersediaan sumber daya di sekitarnya. Orang biasa mungkin berpikir bahwa sesuatu yang sudah digunakan atau yang tidak penting lebih baik dibuang, tetapi beberapa orang yang berpikir sudut pandang lain, berpikir untuk memanfaatkannya, dan dijadikan sesuatu yang bisa dijadikan uang. Itulah orang yang memiliki jiwa kewirausahaan.

Asal pembentukan jiwa kewirausahaaan
  1. Jiwa kewiraushaan dibawa dari lahir, terutama terlihat pada keturunan ras tertentu, merupakan naluri.
  2. Jiwa kewirausahaan yang dipelajari dan dilatih. Berdasarkan pandangan ini maka seseorang dapat dilatih dan dididik sejak kecil agar menjadi enterpreneur.
Faktor faktor yang menentukan proses kewirausahaan
  • faktor pribadi :
  1. Kemampuan
  2. Pengambilan resiko
  3. Pendidikan
  4. Pengalaman
  5. Usia
  6. Komitmen
  7. Kehilangan pekerjaan
  8. Tanggung jawab
  • faktor sosiologi :
  1. Tanggung jawab keluarga
  2. Model peran dimana ada wirausaha yang sukses yang dapat menjadi contoh.
  3. Rasa optimistis dalam berusaha
  4. Budaya menghargai waktu.
  • Faktor Lingkungan :
  1. Lingkungan masyarakat yang menganggap kegiatan bisnis memperoleh penghargaan terhormat
  2. Wawasan bahwa di dunia ini tidak ada yang gratis bahkan suatu pemberian perlu dicatat untuk dibalas nanti disuatu waktu
  3. Lingkungan masa kanak - kanak dimana masyrakat pebisnis memperkenalkan dunia usaha semenjak kecil.
  4. Lingkungan ketika remaja/perguruan tinggi. Berada pada lingkungan masyarakat bisnis.
Model proses kewirausahaan
  • Inovasi
Adanya ide, gagasan, rencana dan disertai kelihatannya peluang usaha. Proses terbentuknya jiwa wirausaha dimulai dari adanya inovasi. Inovasi timbul dengan dukungan : nilai-nilai pribadi, pendidikan, pengalaman, peluang, model peran dan kreatifitas.

  • Kejadian pemicu
Kejadian pemicu timbulnya wirausaha diantaranya adalah : kurang puas dengan pekerjaan sekarang, kehilangan pekerjaan, usia, komitmen, adanya kompetisi, sumber daya dan kebijakan pemerintah. Kejadian pemicu itu merupakan tantangan atau kejadian atau sesuatu hal yang menjadi pemicu seseorang untuk berusaha.

  • Implementasi
Tahapan implementasi ialah tahapan dilaksanakannya kegiatan wirausaha.

  • Pertumbuhan
Pada tahapan ini kegiatan wirausaha mengalami pertumbuhan

Mindset
Pola pikir / mindset adalah keseluruhan / kesatuan dari keyakinan yang kita miliki, nilai nilai yang kita anut, kriteria, harapan, sikap, kebiasaan, keputusan dan pendapat yang kita keluarkan dalam memandang diri kita sendiri, orang lain atau kehidupan ini.

Dengan demikian mindset adalah semacam filter yang kita bangun untuk menafsirkan apa saja yang kita lihat dan alami. Pola pikir memberitahu kita bagaimana hidup ini harus dimainkan, yang akhirnya akan menentukan apakah kita akan berhasil atau tidak.

Pentingnya perubahan dan peranan mindset (pola pikir).
Pola pikir manusia menentukan arah kemana manusia itu akan melangkah. Dipercaya atau tidak, segala yang kita capai itu dipengaruhi oleh pola pikir, yang mempengaruhi kebiasaan, itulah pentingnya memiliki mindset akan sesuatu. Tentunya berbeda pula langkah menjadi entrepreneur dari pada jadi orang biasa saja. Apabila menargetkan sasaran menjadi entrepreneur, harus berani mengubah mindset dan selanjutnya mengubah kebiasaan.

Apakah pola pikir bisa diubah??? .....

BISA,

Karena pola pikir merupakan hasil dari sebuah proses pembelajaran (learning), maka pola pikir juga bisa diubah (unlearning) dan dibentuk ulang (relearning). Tentu saja ada yang mudah dan ada yang sulit untuk diubah. Semua tergantung kepada diri masing masing.

Hambatan persepsi memulai usaha :
  1. Merasa sudah terlalu tua atau merasa terlalu muda
  2. Tidak berbakat
  3. Tidak punya modal (uang)
Setiap hari seorang manusia melakukan self-talk (berbicara sendiri) sebanyak 55.000 s/d 60.000 kali. Sayangnya 77% statement yang diucapkan bersifat negatif dan melemahkan diri kita.

“Saya kurang sukses”
“Saya sudah terlambat untuk berubah dan menjadi orang sukses”
“Saya sudah terlalu tua untuk sekolah lagi”
“Saya bodoh”
“Saya tidak berbakat bisnis”

Kata siapa ??? ...

Terlalu Tua
Ingat lah, Kolonel Sander pendiri KFC memulai bisnis pada umur 70 tahun
Tidak  Berbakat
Ingat lah, Brian si kaki satu memulai bisnis karena “kepepet” dan tidak bisa mencari kerja
Tidak Punya Modal
Ingat lah, Onasis memulai bisnis kapal angkut dengan OPM (Other People Money)

Lalu Apa Yang Diperlukan ??? ...
Untuk Memulai Bisnis, Hanya Perlu  3M :
  1. Motivasi, (membuat diri sendiri sebagai motivator untuk diri sendiri).
  2. Mindset
  3. Make it (Just Do IT)
Motivasi, mindset  dan  make it untuk merealisasikan. Dengan tekad bulat mewujudkan ide di pikiran ke dalam kenyataan. Tingkatkan hasrat berwirausaha anda, seperti saat anda berhasrat akan sesuatu. Berpikirlah tentang keberhasilan yang akan anda peroleh nanti, setelah perjuangan anda sekian jauh menjadi enterprenenur.

Sekali Lagi, Ingatlah:
Tingkatkan Hasrat Berwirausaha Anda sebagaimana Hasrat Anda Saat Jatuh Cinta Pertama.

Tips Praktis
Ada tips praktis berwirausaha yaitu :
  • Modal utama berwirausaha bukanlah uang, melainkan keyakinan untuk tumbuh dan menang.
  • Bersahabatlah dengan ketidakpastian.
  • Buka pikiran Anda, pelajari hal-hal baru
  • Be ready, persiapkan diri Anda dengan baik bangunlah network selagi muda, dan jagalah kepercayaan.
Gunakan visualisasi harian sesuai dengan tujuan, misalkan: imajinasikan nikmatnya mempunyai usaha yang waktunya tidak diatur oleh orang lain.
Gunakan teknik affirmasi harian dengan pemilihan kata yang menggugah kesadaran pikiran, dengan mengucapkan kalimat “saya semakin sukses” saat kondisi tubuh relaks bangun pagi.

"Kalau Anda menginginkan perubahan kecil dalam hidup, ubahlah perilaku Anda. Tetapi bila Anda menginginkan perubahan yang besar dan mendasar, ubahlah pola pikir Anda."
>>> Stephen Covey <<<

Related Posts

Berpikir Perubahan
4/ 5
Oleh

Contact Me

Name

Email *

Message *