Analisis Laporan Keuangan dengan Metode Perbandingan Di Bidang Jasa Perbankan



Laporan keuangan adalah dua daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan. kedua daftar itu adalah neraca atau daftra posisi keuangan dan daftar pendapatan atau daftar laba rugi. Pada waktu akhir-akhir ini sudah menjadi kebiasaan bagi perseroan-perseroan untuk menambahkan daftar ketiga yaitu daftar surplus atau daftar laba yang dibagikan (laba yang ditahan).(Munawir (2004:5))
Laporan keuangan (financial statement) merupakan daftar ringkasan akhir transaksi keuangan organisasi yang menunjukan kegiatan operasional organisasi dan akibatnya selama tahun buku yang bersangkutan. (Sugiyarso (2006:1))
Laporan keuangan merupakan media komunikasi yang digunakan untuk menghubungi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. pentingnya laporan keuangan juga diungkapkan Belkoui bahwa laporan keuangan merupakan sarana mempertanggung jawabkan apa yang telah dilakukan manajer atas sumber daya pemilik. (Lontoh dan Lindrawati (2004:1))
Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya karena ingin mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat resiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Analisis keuangan yang mencakup analisis rasio keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan di bidang financial akan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya di msa dating.
Laporan keuangan yang disusun secara baik dan akurat dapat memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu, keadaan inilah yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan. Apalagi informasi mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan sangat bermanfaat untuk berbagai pihak seperti investor, kreditur, pemerintah, bankers, pihak manajemen sendiri dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
Arti penting analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut:
1.    Bagi pihak manajemen : untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, kompensasi, pengembangan karier.
2.    Bagi pemegang saham : untuk mengetahui kinerja perusahaan, pendapatan, keamanan investasi.
3.    Bagi kreditor : untuk mengetahui kemampuan perusahaan melunasi utang beserta bunganya.
4.    Bagi pemerintah : pajak, persetujuan untuk go public.
5.    Bagi karyawan : penghasilan yang memadai, kualitas hidup, keamanan kerja.
  Pengertian Analisis Laporan Keuangan
Setelah laporan keuangan disusun berdasarkan data yang relevan, serta dilakukan dengan prosedur akuntansi dan penilaianyang benar, akan terlihat kondisi keuangan perusahaan yang sesungguhnya. Kondisi keuangan yang dimaksud adalah diketahuinya berapa jumlah harta (kekayaan), kewajiban (utang) serta modal (ekuitas) dalam neraca yang dimiliki. Kemudian, juga akan diketahui jumlah pendapatan yang diterima dan dan jumlah biaya yang dikeluarkkan selama periode tertentu. Dengan demikian, dapat diketaui bagaimana hasil usaha (laba atau rugi) yang diperoleh selam periode tertentu dari laporan laba rugi yang disajikan.
Agar lapora keuangan menjadi lebih berarti sehingga dapat dipahami dan dimengeerti oleh berbagai pihak, perlu dilakukan analisis laporan keuangan. Bagi pihak pemilik dan manajemen, tujuan utama analisis laporan keuangan adalah agar dapat mengetahui posisi keuangan perusahaan saat ini. Dengan mengatahui posisi keuangan, setelah dilakukan analisis laporan keuangan secara mendalam, akan terlihat apakah perusahaan dapat mencapai target yang telah direncanakan sebelumnya atau tidak.
Hasil analisis laporan keuangan juga akan memberikan informasi tentang kelemahan dan kekuatan yang dimiliki perusahaan. Dengan mengetahui kelemahan ini, manajemen akan dapat memperbaiki atau menutupi kelemahan tersebut. Kemudian, kekuatan yang dimiliki perusahaan harus dipertahankan atau bahkan ditingkatkan. Kekuatan ini dapat dijadikan modal atau selanjutnya ke depan. Dengan adanya kelemahan dan kekuatan yang dimiliki, akan tergambar kinerja manajemen saat ini.
Pada akhirnya bagi pihak pemilik dan manajemen, dengan mengetahui posisi keuangan dapat merencanakan dan mengambil keputusan yang tepat tentang apa yang harus dilakukan kedepan. Perencanaan ke depan dengan cara menutupi kelemahan yang ada, mempertahankan posisi yang sudah sesuai dengan yang diinginkan dan berupaya untuk meningkatkan lagi kekuatan yang sudah diperolehnya selama ini.
Analisi laporan keuangan perlu dilakukan secara cermat dengan menggunakan metode dan teknik analisis yang tepat sehingga hasil yang diharapkan benar-benar tepat pula. Kesalahan dalam memasukan angka atau rumus akan berakibat pada tidak akuratnya hasil yang hendak dicapai. Kemudian, hasil perhitungan tersebut, dianalisis dan diinterpretasikan sehingga diketahui posisi keuangan yang sesungguhnya. Kesemuanya ini harus dilakukan secara teliti, mendalam, dan jujur.
 Tujuan dan Manfaat Analisis
Kegiatan dalam analisis laporan keuangan dapat dilakukan dengan cara menentukan dan mengukur antara pos-pos yang ada dalam suatu laporan keuangan. Kemudian, analisis laporan keuangan juga dapat dilakukan dengan menganalisis laporan keuangan yang dimiliki dalam satu periode. Di samping itu analisis laporan keuangan dapat dilakukan pula antara beberapa periode (misalnya tiga tahun).
Analisis laporan keuangan yang dilakukan untuk beberapa periode adalah menganalisis antara pos-pos yang ada dalam satu laporan.atau dapat pula dilakukan antara satu laporan dengan laporan lainnya. Hal ini dilakukan agar lebih tepat dalam menilai kemajuan atau kinerja manajemen dari period eke periode selanjutnya.
Ada beberapa tujuan dan manfaat bagi berbagai pihak dengan adanya analisis laporan keuangan. Secara umum dikatakan bahwa tujuan dan manfaat analisis laporan keuangan adalah:
1.    Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam satu periode tertentu, baik harta, kewajiban, modal, maupun hasil usaha yang telah dicapai untuk beberapa periode;
2.    Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan apa saja yang menjadi kekurangan perusahaan;
3.    Untuk mengetahui kekuatan-kekuatan yang dimiliki;
4.    Untuk mengetahui langkah-langkah perbaikan apa saja yang perlu dilakukan kedepan yang berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan saat ini;
5.    Untuk melakukan penilaian kinerja manajemen kedepan apakah perlu penyegaran atau tidak karena sudah dianggap berhasil atau gagal;
6.    Dapat juga digunakan sebagai pembanding dengan perusahaan sejenis tentang hasil yang mereka capai.

 Bentuk-bentuk dan Teknik Analisis
Untuk melakukan analisis laporan keuangan diperlukan metode dan teknik analisis yang tepat. Tujuan penentuan metode dan teknik analisis yang tepat adalah agar laporan keuangan tersebut dapat memberikan hasil yang maksimal. Selain itu, para pengguna hasil analisis tersebut dapat dengan mudah untuk menginterpretasikannya.
Sebelum melakukan analisis laporan keuangan, diperlukan langkah-langkah atau prosedur tertentu. Langkah atau prosedur ini diperlukan agar urutan proses analisis mudah untuk dilakukan.
Adapun langkah atau prosedur yang dilakukan dalama analisis keuangan adalah:
1.    Mengumpulkan data keuangan dan data pendukung yang diperlukan selengkap mungkin, baik untuk satu periode maupun beberapa periode;
2.    Melakukan pengukuran-pengukuran atau perhitungan-perhitungan dengan rumus-rumus tertentu, sesuai dengan standar yang biasa digubakan secara cermat dan teliti, sehingga hasil yang diperoleh benar-benara tepat;
3.    Melakukan perhitungan dengan memasukan angka-angkayang ada dalam laporan keuangan secara cermat;
4.    Memberikan interpretasi terhadap hasil perhitungan dan pengukuran yang telah dibuat;
5.    Membuat tentang posisi keuangan perusahaan;
6.    Memberikan rekomendasi yang dibutuhkan sehubungan dengan hasil analisa tersebut;
Dalam praktiknya, terdapat dua macam metode analisis laporan keuangan jyang biasa dipakai, yaitu sebagai berikut:
1.    Analisa Vertikal
Analisa vertikal merupakan analisa yang dilakukan terhadap hanya satu periode laporan keuangan saja. Analisis dilakukan antara pos-pos yang ada, dalam satu periode. Informasi yang diperoleh hanya untuk satu periode saja dan tidak dikuetahui perkembangan dari period eke periode tidak diketahui.
2.    Analisis Horizontal
Analisis horizontal merupakan analisis yang dilakukan dengan membandingkan laporan keuangan untuk beberapa periode. Dari hasil analisis ini akan terlihat perkembangan perusahaan dari periode-periode yang lain.
Kemudian disamping meode yang digunakan untuk menganalisis laporan keuangan, terdapat beberapa jenis-jenis teknik analisis laporan keuangan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
1.    Analisis perbandingan antara laporan keuangan;
2.    Analisis trend;
3.    Analisis persentase perkomponen;
4.    Analisis sumber dan penggunaan dana;
5.    Analisis sumber dan penggunaan kas;
6.    Analisis rasio;
7.    Analisis kredit;
8.    Analisis laba kotor;
9.    Analisis titik pulang pokok atau titik impas (break even point).

     Sekilas tentang bank BCA

Komponen laporan L/R
Tahun
Naik / (Turun)
Ratio
2011
2012
Rupiah
%
PENDAPATAN BUNGA DAN PENDAPATAN SYARIAH
20,691,796
22,704,515
2,012,719


BEBAN BUNGA DAN BEBAN SYARIAH
(7,495,982)
(7,245,524)
(250,458)


PENDAPATAN BUNGA DAN SYARIAH-NETO
13,195,814
15,458,991
2,263,177


PENDAPATAN OPERASIONAL-LAINNYA





Provisi dan komisi lainnya
2,656,767
3,155,496
498,729


Penerimaan kembali aset yang telah dihapusbukukan
1,710,844
2,038,182
327,338


Pendapatan premi asuransi
1,038,087
1,190,476
152,389


Keuantungan dari aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan
468,729
56,679
(411,750)


Keuntungan dari penjualan aset keuangan yang diklasifikasikan tersedia untuk dijual
951,483
1,134,158
182,675


Laba selisih kurs-neto
181,059
204,690
23,631


Lain-lain
594,506
666,132
71,626


TOTAL PENDAPATAN OPERASIAONAL LAINYA
7,601,475
8,445,813
844,338


PEMBENTUKAN PENYISIHAN KERUGIAN PENURUNAN NILAI
(2,240,704)
(2,524,677)
283,973


BEBAN OPERASIONAL LAINNYA





Gaji dan tunjangan
(5,042,161)
(5,577,867)
535,526


Umum dan administrasi
(3,380,422)
(3,920,571)
540,149


Underwriting asuransi
(910,485)
(934,124)
23,639


Beban promosi
(682,569)
(820,454)
137,885


Premi penjaminan
(369,322)
(463,507)
94,185


Lain-lain
(749,043)
(1,022,581)
273,538


TOTAL BEBAN OPERASIONAL LAINNYA
(11,134,002)
(12,739,104)
1,605,102


LABA OPERASIONAL
7,242,583
8,641,023
1,398,440


PENDAPATAN BUKAN OPERASIONAL-NETO
218,725
258,539
39,814


LABA SEBELUM BEBAN PAJAK
7,461,308
8,899,562
1,438,254


Beban pajak





Kini
(1,404,219)
(1,528,370)
124,151


Tangguhan
(248,871)
(322,830)
73,959


Total beban pajak
(1,653,090)
(1,851,200)
198,110


LABA TAHUN BERJALAN
5,808,218
7,048,362
1,240,144


PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN:





Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing
15,524
24,910
9,386


Bagian efektif atas perubahan nilai wajar instrumen derivatif
21,895
42,501
20,606


Perubahan nilai wajar efek-efek dan Obligasi Pemerintah tersedia untuk dijual-neto
(637,355)
(1,025,619)
388,264


Jumlah yang ditransfer ke laba rugi sehubungan dengan perubahan nilai wajar efek-efek dan Obligasi Pemerintah yang tersedia untuk dijual
831,027
1,134,158
303,131


Pajak penghasilan terkait dengan komponen pendapatan komprehensif lainnya
(48,165)
(21,708)
(26,457)


PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN TAHUN BERJALAN SETELAH PAJAK
182,926
154,242
(28,684)


TOTAL LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN
5,991,144
7,202,604
1,211,460


LABA TAHUN BERJALAN DIATRIBUSIKAN KEPADA:





Pemilik entitas induk
5,825,904
7,046,145
1,220,241


Kepentingan nonpengendali
(17,686)
2,217
19,903


TOTAL
5,808,218
7,048,362
1,240,144


LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN DIATRIBUSIKAN KEPADA:





Pemilik entitas induk
6,007,817
7,200,391
1,192,574


Kepentingan nonpengendali
(16,673)
2,213
18,886


TOTAL
5,991,144
7,202,604
1,211,460


LABA PER SAHAM DASAR DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK ENTITAS INDUK (DALAM RUPIAH PENUH)
312
378
66




Berdasarkan hasil perbandingan laporan laba rugi PT BANK NASIONAL INDONESIA Tbk, dapat kita ketahui bahwa adanya kenaikan pendapatan atau Rp2.012.719,- mengakibatkan bertambahnya pendapatan bunga-neto Rp2.263.177,-. Kenaikan ini mungkin disebabkan adanya penurunan beban bunga. Kenaikan pendapatan tersebut juga mengakibatkan menaiknya laba operasional perusahaan dari tahun 2011 ke 2012sebesar Rp1.398.440,-.

Komponen laporan L/R
Tahun
Naik / (Turun)
Ratio
2011
2012
Rupiah
%
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL


2,012,719


Pendapatan Bunga, Investasi dan Syariah


(250,458)


Bunga dan investasi
47.296.178
48.272.021
2,263,177


Pendapatan syariah
868.170
1.338.400



Total Pendapatan Bunga, Investasi dan
Syariah


498,729


Beban Bunga, Pembiayaan
Lainnya dan Syariah
1,710,844
2,038,182
327,338


Beban bunga dan pembiayaan
lainnya
1,038,087
1,190,476
152,389


Beban syariah
468,729
56,679
(411,750)


Total Beban Bunga, Pembiayaan Lainnya
dan Syariah
951,483
1,134,158
182,675


Pendapatan Bunga - neto
181,059
204,690
23,631


Lain-lain
594,506
666,132
71,626


Pendapatan Operasional Lainnya
7,601,475
8,445,813
844,338


Imbalan
(2,240,704)
(2,524,677)
283,973


Penerimaan kembali aset yang telah
dihapusbukukan





Keuntungan transaksi mata uang
asing - neto
(5,042,161)
(5,577,867)
535,526


Keuntungan dari penjualan efek-efek
dan Obligasi Rekapitalisasi
Pemerintah - neto
(3,380,422)
(3,920,571)
540,149


Provisi dan komisi lainnya
(910,485)
(934,124)
23,639


Keuntungan yang belum direalisasi
dari perubahan nilai wajar
efek-efek dan Obligasi
Rekapitalisasi Pemerintah - neto
(682,569)
(820,454)
137,885


Lain-lain
(369,322)
(463,507)
94,185


Total Pendapatan Operasional Lainnya
(749,043)
(1,022,581)
273,538


Beban penyisihan kerugian penurunan
nilai atas aset keuangan - neto
(11,134,002)
(12,739,104)
1,605,102


(Beban) Pembalikan estimasi kerugian
komitmen dan kontinjensi - neto
7,242,583
8,641,023
1,398,440


Pembalikan cadangan (beban penyisihan)
kerugian penurunan nilai atas aset
non-keuangan - neto
218,725
258,539
39,814


Beban Operasional Lainnya
7,461,308
8,899,562
1,438,254


Tenaga kerja dan tunjangan





Umum dan administrasi
(1,404,219)
(1,528,370)
124,151


Premi program penjaminan Pemerintah
(248,871)
(322,830)
73,959


Lain-lain
(1,653,090)
(1,851,200)
198,110


Total Beban Operasional Lainnya
5,808,218
7,048,362
1,240,144


LABA OPERASIONAL





PENDAPATAN NON OPERASIONAL -
NETO
15,524
24,910
9,386


LABA SEBELUM BEBAN PAJAK
21,895
42,501
20,606


BEBAN PAJAK
(637,355)
(1,025,619)
388,264


LABA TAHUN BERJALAN
831,027
1,134,158
303,131


Pendapatan komprehensif lainnya:
(48,165)
(21,708)
(26,457)


Selisih kurs karena penjabaran laporan
keuangan dalam mata uang asing
182,926
154,242
(28,684)


Keuntungan (kerugian) yang belum
direalisasi atas efek-efek dan obligasi
rekapitalisasi pemerintah yang
tersedia untuk dijual - neto dengan
jumlah yang ditransfer ke laba rugi
sehubungan dengan perubahan nilai
wajar efek-efek dan obligasi
rekapitalisasi yang tersedia untuk dijual
5,991,144
7,202,604
1,211,460


Pajak penghasilan terkait dengan
komponen pendapatan komprehensif
lainnya





Pemilik entitas induk
5,825,904
7,046,145
1,220,241


Kepentingan nonpengendali
(17,686)
2,217
19,903


Penyesuaian atas transaksi kepentingan
non-pengendali
5,808,218
7,048,362
1,240,144


Pendapatan Komprehensif Lain





Tahun Berjalan Setelah Pajak
6,007,817
7,200,391
1,192,574


Kepentingan nonpengendali
(16,673)
2,213
18,886


TOTAL LABA KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN
5,991,144
7,202,604
1,211,460


LABA TAHUN BERJALAN YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
312
378
66


Pemilik entitas induk





Kepentingan non-pengendali





TOTAL





LABA KOMPREHENSIF TAHUN
BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:





Pemilik entitas induk





Kepentingan non-pengendali





TOTAL





LABA TAHUN BERJALAN PER SAHAM
DASAR YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA PEMILIK ENTITAS INDUK (dalam Rupiah penuh)









Komponen Laporan Arus Kas
Periode
Naik/Turun

Tahun 2012
Tahun 2011
Rupiah
%
Rasio
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI





Penerimaan bunga provisi dan komisi
22,759,737
20,202,546
2,557,191

12,66
1,13
Bungan dan pembiayaan lainnya yang dibayar
(7,259,227)
(7,466,580)
207,353

2,78
0,97
Pendapatan operasional lainnya
8,241,122
7,420,416
820,706

11,06
1,11
Beban operasional lainnya
(12,827,026)
(12,430,552)
(396,474)
3,19
1,03
Pendapatan bukan operasional – bersih
258,614
312,128
(53,514)
17,14
0,83
Pembayaran pajak penghasilan
(1,528,370)
(1,441,326)
(87,044)
6,04
1,06
Arus kas sebelum perubahan dalam asset dan liabilitas operasi
9,644,850
6,596,632
(3,048,218)
46,21
1,46
Perubahan dalam asset dan liabiliotas operasi penururnan/(kenaikan) aset operasi: penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia
13,580,209
(3,899,686)
(17,479,895)
448,24
3,48
Efek-efek dan Obligasi Pemerintah yang di ukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
(36,321)
191,624
(227,945)
118,95
0,19
Wesel ekspor dan tagihan lainnya
(970,146)
(986,283)
(16,137)
1,64
0,98
Tagihan akseptasi
(2,265,590)
(3,074,932)
809,342
26,32
0,74
Pinjaman yang diberikan
(37,208,882)
(27,176,464)
-10,032,418
36,92
1,37
Beban dibayar dimuka
(236,444)
(268,234)
31,790

11,85
0,88
Asset lain-lain
441,155
265,213
175,942
66,34
1,66
(kenaikan)/penurunan liabilitas operasi:





Liabilitas segera
564,398
824,883
-260,485
31,58
0,68
Simpanan nasabah
26,365,101
36,921,056
-10,555,955
28,59
0,71
Simpanan dari bank lain
(3,773,286)
3,692,778
-7,466,064
202,18
1,02
Beban yang masih harus dibayar
580,876
22,916
557,960
2434,80
25,34
Liabilitas akseptasi
145,459
1,981,686
-1,836,227
92,66
0,07
Utang pajak
128,750
(1,693)
130,443
7705,84
76,05
Imbalan kerja
14,419
127,385
-112,966
88,68
0,11
Liabilitas lain-lain
(26,089)
167,275
-193,364
115,60
0,16
Kas neto diperoleh dari kegiatan operasi
6,948,459
15,384,156
-8,435,697
54,83
0,45
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI





(Pembelian)/penjualan efek-efek yang tersedia untuk dijual dan dimiliki hingga jatuh tempo – neto
(2,351,395)
5,910,140
-8,261,535
139,78
0,40
Pembelian Obligasi Pemerintah yang tersedia untuk dijual dan dimiliki hingga jatuh tempo – neto
(3,297,682)
(4,809,394)
1,511,712
31,43
0,69
Penambahan aset tetap
(1,134,112)
(718,224)
-415,888
57,90
1,58
Hasil penjualan aset tetap
14,530
50,557
-36,027
71,26
0,29
Penjualan/(pembelian) efek yang dibeli dengan janji jual kembali
2,289,462
(2,289,462)
4,578,924
200
1
Kas neto (digunakan untuk)/diperoleh dari aktivitas investasi
(4,479,197)
(1,856,383)
-2,622,814

141,28
2,41
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN





Kenaikan/(penurunan) efek yang diterbitkan
4,504,188
(1,012,575)
5,516,763

544,82
4,45
Kenaikan pinjaman yang diterima
23,969
3,102,316
-3,078,347

99,23
0,01
Pembayaran dividen, program kemitraan dan bina lingkungan
(1,398,217)
(1,394,580)
-3,637

0,26
1,00
Transaksi dengan entitas nonpengendali
(62,862)
-
(62,862)
-
-
Kas neto diperolah dari/(digunakan untuk) dari kegiatan pendanaan
3,067,078
695,161
2,371,917

341,20
4,41
KENAIKAN NETO KAS DAN SETARA KAS
5,536,340
14,222,934
-8,686,594

61,07
0,39
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN
63,082,192
48,856,971
14,225,221

29,12
1,29
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing
-
2,287
-
-
-
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN
68,6168,532
63,082,192
623,086,340

987,74
10,88
KAS DAN SETARA KAS TERDIRI DARI:





Kas
7,969,378
6,197,731
1,771,647
28,58
1,29
Giro pada Bank Indonesia
22,422,083
18,895,328
3,526,755

18,66
1,19
Giro pada bank lain
5,844,375
2,130,270
3,714,105
174,35
2,74
Penempatan pada bank lain – jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehan
32,382,696
35,510,863
-3,128,167

8,81
0,91
Sertifikat Bank Indonesia – jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang sejak langgal perolehan
-
348,000
-
-
-

Keterangan:
1.    Dalam aktivitas operasi BNI mengalami penururnan yaitu sebesar Rp8,435,697 atau sekitar 54,83% dari pada aktivitas operasi pada tahun 2011.
2.    Untuk arus kas dalam kegiatan investasi, BNI mengalami peningkatan pembelian aset dan pembelian untuk investasi yang menyebabkan kas berkurang lebih besar dari pada tahun 2011 yaitu sebesar Rp2,622,814 atau sekitar 141,28%.
3.    Sedangkan dalam aktivitas pendanaan, BNI mengalami kenaikan yang cukup besar yaitu sekitar Rp2,371,917 atau sekitar 341,20% dari pada tahun 2011 yang hanya Rp695,161


PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAK
ARUS KAS PERBANDINGAN
Per 31 Desember 2011 dan 2012 (dalam jutaan)
Komponen laporan Arus Kas
Periode
Naik/Turun
Rasio
Tahun 2012
Tahun 2011
Rupiah
%

ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI





Penerimaan bunga, hasil investasi, provisi dan komisi serta pendapatan syariah
49,830,419
48,238,904
1,591,515
3.29

1.03
Pembayaran bungan, beban syariah dan pembiayaan lainnya
(13,147,390)
(13,684,909)
537,519
3.92
0.96
Penerimaan kembali asset yang telah dihapusbukukan
2,284,074
1,833,012
415,062
24.60

1.24
Pendapatan operasional lainnya
5,417,549
3,447,133
1,970,416
57.16

1.57
Beban operasional lainnya
(23,396,966)
(20,204,549)
(3,192,417)
15.80
1.15
Pendapatan non operasional – neto
1,162,898
1,161,176
1,722
0.14

1.00
Arus kas sebelum perubahan dalam aset dan liabilitas operasi
22,150,584
20,790,767
1,359,817
6.54

1.06
Perubahan dalam aset dan liabilitas operasi:





(kenaikan) penurunan aset operasi:





Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
(35,599,843)
753,698
(36,353,541)
4823.35

47.23
Efek-efek dan Obligasi Rekapitalisasi penempatan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
(2,987,198)
(4,422,876)
1,435,678
32.46
0.67
Tagihan wesel ekspor
(1,106,203)
(4,086,812)
2,980,609
72.93
0.27
Tagihan derivative
(11,032)
70,052
(81,084)
115,74
0.15
Kredit yang diberikan
(69,799,516)
(42,836,970)
(26,962,246)
62.94

1.62
Piutang dna pembiayaan syariah
(2,165,254)
(3,583,747)
1,418,493
39.58
0.60
Aset lain-lain
(4,014,473)
(1,541,889)
(2,472,584)
160.36

2.60
Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi:





Liabilitas segera
1,240,892
(167,523)
1,408,415
840.72

7.40
Simpanan:





Giro
3,140,314
(785,797)
3,926,111
499.63
3.99
Giro wadiah
155,971
200,050
(44,097)
22.03
0.77
Tabungan
29,838,227
27,445,941
2,392,286
8.71

1.08
Tabungan wadiah
301,754
648,497
(346,743)
53.46

0.46
Tabungan mudharabah
92,495
48,785
43,710
89.59
1.89

Deposito berjangka
31,260,256
19,697,395
11,562,861
58.70
1.58
Deposito berjangka mudharabah
1,113,021
3,357,077
(2,244,056)
66.84
0.33
Simpanan dari bank lain dan lembaga keuangan lainnya
(1,245,545)
(1,136,152)
(109,393)
9.62

1.09
Liabilitas derivative
(21,343)
91,735
(113,078)
123.26
0.22
Liabilitas lain-lain
3,559,568
1,125,851
2,433,717
216.16
3.16
Kas neto yang diperolah dari (digunakan untuk) kegiatan operasi
(24,097,325)
15,668,082
(39,765,407)
253.79
1.53
ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI






Hasil penjualan asset tetap
13,895
10,475
3,420
32.64

1.32
Penerimaan dividen
158
134
24
17.91

1.17
Hasil penjualan penyertaan saham
-
7,350
-
-
-
Penurunan (kenaikan) efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
(167,223)
(8,881,917)
8,714,694
98.11

0.01
Perolehan aset tetap
(1,445,290)
(601,339)
(843,951)
140.34

2.40
Penambahan efek-efek dan Obligasi Rekapitalisasi pemerintah yang tersedia untuk dijual dan dimiliki hingga jatuh tempo
(4,065,600)
(1,205,082)
(2,860,518)
237.37
3.37
Kas neto yang digunakan untuk kegiatan investasi
(5,664,060)
(10,670,379)
5,006,319

6.91
0.53

ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN






(Pembayaran) penerimaan pinjaman yang diterima
(2,209,161)
3,648,371
(5,857,532)

160.55

0.60
Penurunan efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali
(102,681)
(423,684)
321,003

75.76
0.24
Pembagian laba untuk dividend an PKBL
(3,619,905)
(2,753,372)
(866,533)

31.47
1.31
Kenaikan tambahan modal disetor dari eksekusi opsi saham
-
-
-
-
-
Kenaikan modal disetor dari eksekusi opsi saham
-
-
-
-
-
Pembayaran pinjaman subordinasi
(19,725)
-
-
-
-
Kas neto yang digunakan untuk kegiatan pendaan
(5,951,472)
466,315
(6,417,787)

1376.27

12.76
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA KAS
(35,712,857)
5,464,018
(41,176,875)

753.60
6.53
PENGARUH PERUBAHAN KURS MATA UANG ASING
428,800
35,523
393,277

1107.10

12.07
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN
133,022,240
127,522,699
5,499,541

4.31

1.04
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN
97,738,183
133,022,240
(35,284,057)

26.52
0.73
Kas dan setara kas akhir terdiri dari:





Kas
13,895,464
10,525,973
3,369,491

32.01
1.32
Giro pada Bank Indonesia
42,524,126
33,040,418
9,483,708

28.70

1.28
Giro pada bank lain
4,842,146
5,533,225
(691,079)

12.48
0.87
Penempatan pada bank lain – jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehan
30,392,467
73,346,039
(42,953,572)

58.56
0.41
Sertifikat Bank Indonesia – jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehan
30,392,467
10,576,585
19,815,882

187.35
2.87
Total Kas dan Setara kas
6,083,980
133,022,240
(126,938,260)

95.42
0.04


Keterangan:
1.    Pada tahun 2012 aktivitas operasi yang terjadi pada BRI terjadi penurunan yaitu sebesar Rp39,765,407 atau sekitar 253,79% dari pada tahun 2011.
2.    Sedangkan untuk kegiatan investasi sendiri mengalami penurunan dalam berinvestasi yang pada tahun 2011 sebesar Rp10,670,397 sedangkan pada tahun 2012 sebesar Rp5,664,060 atau selisih Rp5,006,319 atau dalam persen sebessar 6,91%.
3.    Arus kas pada kegiatan pendanaan yaitu mengalami penurunan dari tahun 2011 sebesar Rp126,938,260 atau 95,42%
Perbandingan antara BNI dengan BRI dalam laporan arus kas
a.    Dalam kegiatan operasi, sama-sama terjadi penurunan. Pada BNI penurunan sekitar 54,83% ini lebih baik dari pada BRI yang mengalami penurunan jauh lebih rendah yaitu sebesar 253,79% dari tahun 2011.
b.    Untuk investasi, BNI mengalami peningkatan dalam pembelian asset sehingga menyebabkan berkurangnya kas. Peningkatannya yaitu sebsar 141,28% dari tahu 2011. Sedangkan untuk BRI terjadi penurunan dalam berinvestasi yaitu sekitar 6,91%.
Perbedaan selanjutnya yaitu pada kegiatan pendanaan, pada BNI terjadi peningkatan yang cukup tinggi yaitu sekitar 341,20% sedangkan pada BRI terjadi penurunan sebesar 95,42% dari tahun sebelumnya.


Laporan keuangan adalah dua daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode untuk suatu perusahaan. kedua daftar itu adalah neraca atau daftra posisi keuangan dan daftar pendapatan atau daftar laba rugi. Pada waktu akhir-akhir ini sudah menjadi kebiasaan bagi perseroan-perseroan untuk menambahkan daftar ketiga yaitu daftar surplus atau daftar laba yang dibagikan (laba yang ditahan).(Munawir (2004:5))
Laporan keuangan (financial statement) merupakan daftar ringkasan akhir transaksi keuangan organisasi yang menunjukan kegiatan operasional organisasi dan akibatnya selama tahun buku yang bersangkutan. (Sugiyarso (2006:1))
Laporan keuangan merupakan media komunikasi yang digunakan untuk menghubungi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. pentingnya laporan keuangan juga diungkapkan Belkoui bahwa laporan keuangan merupakan sarana mempertanggung jawabkan apa yang telah dilakukan manajer atas sumber daya pemilik. (Lontoh dan Lindrawati (2004:1))
Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya karena ingin mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat resiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Analisis keuangan yang mencakup analisis rasio keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan di bidang financial akan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya di msa dating.
Laporan keuangan yang disusun secara baik dan akurat dapat memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu, keadaan inilah yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan. Apalagi informasi mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan sangat bermanfaat untuk berbagai pihak seperti investor, kreditur, pemerintah, bankers, pihak manajemen sendiri dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
Arti penting analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut:
1.    Bagi pihak manajemen : untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, kompensasi, pengembangan karier.
2.    Bagi pemegang saham : untuk mengetahui kinerja perusahaan, pendapatan, keamanan investasi.
3.    Bagi kreditor : untuk mengetahui kemampuan perusahaan melunasi utang beserta bunganya.
4.    Bagi pemerintah : pajak, persetujuan untuk go public.
5.    Bagi karyawan : penghasilan yang memadai, kualitas hidup, keamanan kerja.
  Pengertian Analisis Laporan Keuangan
Setelah laporan keuangan disusun berdasarkan data yang relevan, serta dilakukan dengan prosedur akuntansi dan penilaianyang benar, akan terlihat kondisi keuangan perusahaan yang sesungguhnya. Kondisi keuangan yang dimaksud adalah diketahuinya berapa jumlah harta (kekayaan), kewajiban (utang) serta modal (ekuitas) dalam neraca yang dimiliki. Kemudian, juga akan diketahui jumlah pendapatan yang diterima dan dan jumlah biaya yang dikeluarkkan selama periode tertentu. Dengan demikian, dapat diketaui bagaimana hasil usaha (laba atau rugi) yang diperoleh selam periode tertentu dari laporan laba rugi yang disajikan.
Agar lapora keuangan menjadi lebih berarti sehingga dapat dipahami dan dimengeerti oleh berbagai pihak, perlu dilakukan analisis laporan keuangan. Bagi pihak pemilik dan manajemen, tujuan utama analisis laporan keuangan adalah agar dapat mengetahui posisi keuangan perusahaan saat ini. Dengan mengatahui posisi keuangan, setelah dilakukan analisis laporan keuangan secara mendalam, akan terlihat apakah perusahaan dapat mencapai target yang telah direncanakan sebelumnya atau tidak.
Hasil analisis laporan keuangan juga akan memberikan informasi tentang kelemahan dan kekuatan yang dimiliki perusahaan. Dengan mengetahui kelemahan ini, manajemen akan dapat memperbaiki atau menutupi kelemahan tersebut. Kemudian, kekuatan yang dimiliki perusahaan harus dipertahankan atau bahkan ditingkatkan. Kekuatan ini dapat dijadikan modal atau selanjutnya ke depan. Dengan adanya kelemahan dan kekuatan yang dimiliki, akan tergambar kinerja manajemen saat ini.
Pada akhirnya bagi pihak pemilik dan manajemen, dengan mengetahui posisi keuangan dapat merencanakan dan mengambil keputusan yang tepat tentang apa yang harus dilakukan kedepan. Perencanaan ke depan dengan cara menutupi kelemahan yang ada, mempertahankan posisi yang sudah sesuai dengan yang diinginkan dan berupaya untuk meningkatkan lagi kekuatan yang sudah diperolehnya selama ini.
Analisi laporan keuangan perlu dilakukan secara cermat dengan menggunakan metode dan teknik analisis yang tepat sehingga hasil yang diharapkan benar-benar tepat pula. Kesalahan dalam memasukan angka atau rumus akan berakibat pada tidak akuratnya hasil yang hendak dicapai. Kemudian, hasil perhitungan tersebut, dianalisis dan diinterpretasikan sehingga diketahui posisi keuangan yang sesungguhnya. Kesemuanya ini harus dilakukan secara teliti, mendalam, dan jujur.
 Tujuan dan Manfaat Analisis
Kegiatan dalam analisis laporan keuangan dapat dilakukan dengan cara menentukan dan mengukur antara pos-pos yang ada dalam suatu laporan keuangan. Kemudian, analisis laporan keuangan juga dapat dilakukan dengan menganalisis laporan keuangan yang dimiliki dalam satu periode. Di samping itu analisis laporan keuangan dapat dilakukan pula antara beberapa periode (misalnya tiga tahun).
Analisis laporan keuangan yang dilakukan untuk beberapa periode adalah menganalisis antara pos-pos yang ada dalam satu laporan.atau dapat pula dilakukan antara satu laporan dengan laporan lainnya. Hal ini dilakukan agar lebih tepat dalam menilai kemajuan atau kinerja manajemen dari period eke periode selanjutnya.
Ada beberapa tujuan dan manfaat bagi berbagai pihak dengan adanya analisis laporan keuangan. Secara umum dikatakan bahwa tujuan dan manfaat analisis laporan keuangan adalah:
1.    Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam satu periode tertentu, baik harta, kewajiban, modal, maupun hasil usaha yang telah dicapai untuk beberapa periode;
2.    Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan apa saja yang menjadi kekurangan perusahaan;
3.    Untuk mengetahui kekuatan-kekuatan yang dimiliki;
4.    Untuk mengetahui langkah-langkah perbaikan apa saja yang perlu dilakukan kedepan yang berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan saat ini;
5.    Untuk melakukan penilaian kinerja manajemen kedepan apakah perlu penyegaran atau tidak karena sudah dianggap berhasil atau gagal;
6.    Dapat juga digunakan sebagai pembanding dengan perusahaan sejenis tentang hasil yang mereka capai.

 Bentuk-bentuk dan Teknik Analisis
Untuk melakukan analisis laporan keuangan diperlukan metode dan teknik analisis yang tepat. Tujuan penentuan metode dan teknik analisis yang tepat adalah agar laporan keuangan tersebut dapat memberikan hasil yang maksimal. Selain itu, para pengguna hasil analisis tersebut dapat dengan mudah untuk menginterpretasikannya.
Sebelum melakukan analisis laporan keuangan, diperlukan langkah-langkah atau prosedur tertentu. Langkah atau prosedur ini diperlukan agar urutan proses analisis mudah untuk dilakukan.
Adapun langkah atau prosedur yang dilakukan dalama analisis keuangan adalah:
1.    Mengumpulkan data keuangan dan data pendukung yang diperlukan selengkap mungkin, baik untuk satu periode maupun beberapa periode;
2.    Melakukan pengukuran-pengukuran atau perhitungan-perhitungan dengan rumus-rumus tertentu, sesuai dengan standar yang biasa digubakan secara cermat dan teliti, sehingga hasil yang diperoleh benar-benara tepat;
3.    Melakukan perhitungan dengan memasukan angka-angkayang ada dalam laporan keuangan secara cermat;
4.    Memberikan interpretasi terhadap hasil perhitungan dan pengukuran yang telah dibuat;
5.    Membuat tentang posisi keuangan perusahaan;
6.    Memberikan rekomendasi yang dibutuhkan sehubungan dengan hasil analisa tersebut;
Dalam praktiknya, terdapat dua macam metode analisis laporan keuangan jyang biasa dipakai, yaitu sebagai berikut:
1.    Analisa Vertikal
Analisa vertikal merupakan analisa yang dilakukan terhadap hanya satu periode laporan keuangan saja. Analisis dilakukan antara pos-pos yang ada, dalam satu periode. Informasi yang diperoleh hanya untuk satu periode saja dan tidak dikuetahui perkembangan dari period eke periode tidak diketahui.
2.    Analisis Horizontal
Analisis horizontal merupakan analisis yang dilakukan dengan membandingkan laporan keuangan untuk beberapa periode. Dari hasil analisis ini akan terlihat perkembangan perusahaan dari periode-periode yang lain.
Kemudian disamping meode yang digunakan untuk menganalisis laporan keuangan, terdapat beberapa jenis-jenis teknik analisis laporan keuangan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
1.    Analisis perbandingan antara laporan keuangan;
2.    Analisis trend;
3.    Analisis persentase perkomponen;
4.    Analisis sumber dan penggunaan dana;
5.    Analisis sumber dan penggunaan kas;
6.    Analisis rasio;
7.    Analisis kredit;
8.    Analisis laba kotor;
9.    Analisis titik pulang pokok atau titik impas (break even point).

     Sekilas tentang bank BCA

Komponen laporan L/R
Tahun
Naik / (Turun)
Ratio
2011
2012
Rupiah
%
PENDAPATAN BUNGA DAN PENDAPATAN SYARIAH
20,691,796
22,704,515
2,012,719


BEBAN BUNGA DAN BEBAN SYARIAH
(7,495,982)
(7,245,524)
(250,458)


PENDAPATAN BUNGA DAN SYARIAH-NETO
13,195,814
15,458,991
2,263,177


PENDAPATAN OPERASIONAL-LAINNYA





Provisi dan komisi lainnya
2,656,767
3,155,496
498,729


Penerimaan kembali aset yang telah dihapusbukukan
1,710,844
2,038,182
327,338