HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA INDONESIA (Artikel Lengkap)

HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA INDONESIA DENGAN UUD 45

Pada artikel Kali ini saya akan menjelaskan secara lengkap mengenai Hak dan Kewajiban Warga Negara. Kita sebagai warga negara Indonesia yang baik tentunya perlu mengetahui dan mengamalkan materi ini kepada sesama agar bermanfaat.

Poin penting artikel ini adalah Pengertian Hak dan Kewajiban dan Contoh Hak dan Kewajiban Warga Negara. Semua smateri saya kutip dari sumber terpercaya dan UUD 1945 lengkap dengan pasal-pasal terkait Hak dan Kewajiban Warga Negara.

hak dan kewajiban warga negara
Membayar Pajak merupakan kewajiban warga negara


Pengertian Hak dan Kewajiban Warga Negara menurut Prof. Dr. Notonagoro:

Hak ialah kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya diterima atau dilakukan melulu oleh pihak tertentu dan tidak dapat oleh pihak lain manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya..

Hak dan Kewajiban ialah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan, akan tetapi terjadi pertentangan karena hak dan kewajiban tidak seimbang. Bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk mendapatkan penghidupan yang layak, tetapi pada kenyataannya banyak warga negara yang belum merasakan kesejahteraan dalam menjalani kehidupannya. Semua itu terjadi karena pemerintah dan para pejabat tinggi lebih banyak mendahulukan hak daripada kewajiban. Padahal menjadi seorang pejabat itu tidak cukup hanya memiliki pangkat akan tetapi mereka berkewajiban untuk memikirkan diri sendiri. Jika keadaannya seperti ini, maka tidak ada keseimbangan antara hak dan kewajiban. Jika keseimbangan itu tidak ada akan terjadi kesenjangan sosial yang berkepanjangan.

Untuk mencapai keseimbangan antara hak dan kewajiban, yaitu dengan cara mengetahui posisi diri kita sendiri. Sebagai seorang warga negara harus tahu hak dan kewajibannya. Seorang pejabat atau pemerintah pun harus tahu akan hak dan kewajibannya. Seperti yang sudah tercantum dalam hukum dan aturan-aturan yang berlaku. Jika hak dan kewajiban seimbang dan terpenuhi, maka kehidupan masyarakat akan aman sejahtera. Hak dan kewajiban di Indonesia ini tidak akan pernah seimbang. Apabila masyarakat tidak bergerak untuk merubahnya. Karena para pejabat tidak akan pernah merubahnya, walaupun rakyat banyak menderita karena hal ini. Mereka lebih memikirkan bagaimana mendapatkan materi daripada memikirkan rakyat, sampai saat ini masih banyak rakyat yang belum mendapatkan haknya. Oleh karena itu, kita sebagai warga negara yang berdemokrasi harus bangun dari mimpi kita yang buruk ini dan merubahnya untuk mendapatkan hak-hak dan tak lupa melaksanakan kewajiban kita sebagai rakyat Indonesia.

Sebagaimana telah ditetapkan dalam UUD 1945 pada pasal 28, yang menetapkan bahwa hak warga negara dan penduduk untuk berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan maupun tulisan, dan sebagainya, syarat-syarat akan diatur dalam undang-undang. Pasal ini mencerminkan bahwa negara Indonesia bersifat demokrasi. Pada para pejabat dan pemerintah untuk bersiap-siap hidup setara dengan kita. Harus menjunjung bangsa Indonesia ini kepada kehidupan yang lebih baik dan maju. Yaitu dengan menjalankan hak-hak dan kewajiban dengan seimbang. Dengan memperhatikan rakyat-rakyat kecil yang selama ini kurang mendapat kepedulian dan tidak mendapatkan hak-haknya.

HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA :

  1. Wujud Hubungan Warga Negara dengan Negara Wujud hubungan warga negara dan negara pada umumnya berupa peranan (role).
  2. Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia Hak kewajiban warga negara Indonesia tercantum dalam pasal 27 sampai dengan pasal 34 UUD 1945.
hak dan kewajiban
Pendidikan merupakan Hak Warga Negara

Hak Warga Negara Indonesia :

  1. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak : “Tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan” (pasal 27 ayat 2).
  2. Hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan: “setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.”(pasal 28A).
  3. Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah (pasal 28B ayat 1).
  4. Hak atas kelangsungan hidup. “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan Berkembang”
  5. Hak untuk mengembangkan diri dan melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya dan berhak mendapat pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia. (pasal 28C ayat 1)
  6. Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya. (pasal 28C ayat 2).\
  7. Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di depan hukum.(pasal 28D ayat 1).
  8. Hak untuk mempunyai hak milik pribadi Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani,hak beragama, hak untuk tidak diperbudak,
  9. Hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut ialah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. (pasal 28I ayat 1).

Kewajiban Warga Negara Indonesia  :

  1. Kewajiban menaati hukum dan pemerintahan. Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 berbunyi : "segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya."
  2. Kewajiban untuk ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 menyatakan bahwa "setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”.
  3. Kewajiaban untuk menghormati hak asasi manusia orang lain. Pasal 28J ayat 1 mengatakan : Setiap orang wajib menghormati hak asai manusia orang lain.
  4. Kewajiban untuk tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang. Pasal 28J ayat 2 menyatakan : “Dalam menjalankan hak dan kebebasannya,setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.” 
  5. Kewajiban untuk ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Pasal 30 ayat (1) UUD 1945. menyatakan: “tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.”

Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam UUD 1945 

Hak dan Kewajiban telah dicantumkan dalam UUD 1945 pasal 26, 27, 28, dan 30, yaitu :

  • Pasal 26, ayat (1), yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. Dan pada ayat (2), syarat-syarat mengenai kewarganegaraan ditetapkan dengan undang-undang.
  • Pasal 27, ayat (1), segala warga negara bersamaan dengan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahannya, wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu. Pada ayat (2), taip-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
  • Pasal 28, kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan, dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.
  • Pasal 30, ayat (1), hak dan kewajiban warga negara untuk ikut serta dalam pembelaan negara. Dan ayat (2) menyatakan pengaturan lebih lanjut diatur dengan undang-undang.
Demikian penjelasan lengkap tentang Hak dan Kewajiban Warga Negara. Semoga bermanfaat bagi kalian semua.

20 Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia Bagian II (12-20)

Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia saat ini menjadi viral baik di media sosial maupun masyarakat. Hal ini adalah sebuah keprihatinan yang patut kita kupas tuntas kenapa hal semacam ini bisa menimbulkan polemik di masyarakat saat ini.

Contoh kasus Pelanggaran Ham sebenarnya sangat banyak terjadi di dunia ini. Baik pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat maupun Hak Asasi Manusia yang tergolong ringan. Kasus Pelanggaran HAM ini terjadi akibat ulah manusia yang lebih mementingkan kepentingan pribadi atau golongan.

Pada halaman sebelumnya tentang Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia yaitu


Berikut ini lanjutan contoh kasus pelanggaran HAM di Indonesia no 12 sampai 20

12. Pembantaian Dili

Pembantaian Dili adalah salah satu kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia. Pembantaian ini dilakukan oleh TNI dan anggota militer dengan cara yang kejam yaitu menembaki warga sipil yang tak bersalah. Kasus pembantaian Dili ini terjadi di pemakaman Santa Cruz (Timor Timur) pada tanggal 12 November 1991

Kronologi kejadian penembakan ini dialami oleh warga sipil yang tengah menghadiri pemakaman kala itu, Kebanyakan korban mengalami luka-luka namun ada juga yang meninggal karena tembakan dari TNI atau anggota militer. Banyak yang menilai dan beropini bahwa peristiwa penembakan ini adalah bentuk perang Indonesia dengan timor timur. Perlu kalian ketahui bahwa saat itu Timor Timur menyatakan ingin keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan membentuk Negara sendiri.

Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia
Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia

13. Pembantaian Rawagede

Pembantaian yang terjadi di Rawagede merupakan kasus pelanggaran Ham di Indonesia berupa penembakan yang disertai pembunuhan terhadap para penduduk kampung Rawagede, jawa barat yang dilakukan tentara Belanda tanggal 9 Desember 1947 silam. Peristiwa ini merupakan bentuk dari Agresi Militer Belanda I ke Indonesia setelah Indonesia merdeka. Pada masa itu puluhan warga dibunuh dengan alasan yang tidak jelas. Pengadilan di Den Haag memutuskan bahwa pemerintah belanda sepenuhnya bersalah dalam peristiwa ini dan pihak belanda harus bertanggung jawab dan mengganti segala kerugian kepada keluarga korban pembantaian rawagede.

14. Peristiwa Demonstrasi 27 Juli

Pada tanggal 27 julli 1996 pernah terjadi kasus pelanggaran Ham yang terjadi di jakarta, Yakni ketika massa pendukung megawati soekarno putri mengambil alih secara paksa kantor DPP PDIP di Jakarta pusat. Pada masa itu bentrok antara aparat TNI dan Polri dengan massa pendukung megawati tidak dapat dihindari. Aparat yang datang dengan kendaraan taktis terus dilempari batu oleh massa. Bentrokan yang terjadi akhirnya meluas hingga ke jalanan. Massa yang kala itu terbakar emosinya ulai bertindak anarkis, merusak bangunan dan sarana umum. Dalam pperistiwa ini setidaknya lima orang tewas dan korban luka baik dari massa dan aparat diperkirakan mencapai angka ratusan. Menurut komnas ham peristiwa ini termasuk dalam contoh pelanggaran Ham.

15. Kasus Dukun Santet di Banyuwangi

Kasusu pelanggaran Ham di Indonesia ini terjadi pada sekitar tahun 1998 di daerah banyuwangi. Pada kala itu sedang terkenal kasus praktek dukun santet di banyuwangi. Karena dianggap meresahkan warga akhirnya warga mulai melakukan tindakan kerusuhan dengan menangkap dan membunuh orang yang diangganya sebagai dukun santet. Sejumlah warga telah menjadi korban atas peristiwa ini. Pembunuhan dilakukan dengan berbagai cara yakni, dipenggal, digantung, di bacok dengan senjata tajam hingga dibakar hidup hidup. Polri, TNI, beserta abri tentunya tidak tinggal diam. Dengan sigap mereka dapat menyelamatkan orang-orang yang telah dituduh sebagai dukun santent dari amukan warga. Sangat jelas sekali bahwa pperistiwa ini termasuk dalam contoh kasus pelanggaran ham di indonesia yang patut ditindak lanjuti. Sebagai warga negara kita harus taat terhadap aturan hukum yang berlaku dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

16. Kasus Bulukumba

Kasus pelanggaran Ham ini terjadi pada sekitar tahun 2003 silam. Peristiwa yang dilatarbelakangi perluasan perkebunan oleh PT.London Sumatera ini tidak disetujui oleh warga desa sekitar. Ahirnya terjadi penembakan yang dilakukan oleh polisi pada warga bulukumba, Anggota kepolisian bulukumba dilaporkan telah menembak warga bonto biraeng kecamatan kajang pada bagian punggung hingga meninggal.

17. Peristiwa Abepura, Papua

Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh kasus penyeragan yang terjadi di Mapolsek Abupura pada tahun 2003 silam. Polisi menyisir kawasan Abupera secara membabi buta guna menangkap pelaku penyerangan. Komnas HAM menilai bahwa tindakan polisi ini telah melanggar Ham yang berlaku.

18. Kerusuhan Timor Timur dan Referendum

Kasus pelanggaran Ham ini terjadi pada tahun 1999 yang dilatarbelakangi Agrisi Militer. Akibat peristiwa ini puluhan warga sipil tewas dan banyak yang mengalami luka-luka.

Kasus pelanggaran Ham ini telah memakan setidaknya ratusan korban jiwa pada tahun 1974 hingga tahun 1999. Peristiwa ini diulai ketika terjadi Agresi Militer yang dilakukan oleh TNI terhadap pemerintah fretelin yang kala itu sah di daerah sekitar timor timur. Semenjak pengesahan tersebut, Timor timur sering menjadi daerah operasi dan rawan terjadi tindak kekerasan.

19. Kasus di Aceh (pra DOM)

Kasus ini bermula ketika Hassan D. Tito mendeklarasikan Gerakan Aceh Merdeka secara terang-terangan pada tahun 1976. Akibatnya TNI turun tangan dan terjadilah kerusuhan. Setidaknya ribuan nyawa telah melayang dalam peristiwa ini. Sejak saat itu aceh selalu mejadi taeget operasi militer dan rawan sekali terjadi tindak kekerasan.

Contoh Kasus Pelanggaran Ham Terbaru


Demikian pembahasan tentang 19 Contoh Kasus Pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia, semoga artikel pembahasan diatas dapat menambah pengetahuan kalian semua. Jika artikel ini bermanfaat silahkan share dan bagikan pengetahuan dari kami sehingga dapat menambah wawasan teman-teman.

Salam dari kami KlikPengetahuan, satu klik untuk kami seribu pengetahuan untuk kalian.

Sejarah Pemberontakan PRRI dan Permesta 1958

Sejarah pemberontakan PRRI dan Permesta merupakan salah satu dari 16 pemberontakan setelah Indonesia merdeka. Pemberontakan PRRI /Permesta disebabkan oleh adanya hubungan yang tidak harmonis antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.

Pemberontakan terjadi di Sumatra dan Sulawesi yaitu tentang otonomi daerah dan keuangan antara pusat dan daerah. Dari permasalah tersebut timbul sikap tidak puas yang mendapatkan dukungan dari para perwira militer.

prri dan permesta


Perwira militer tersebut kompak membentuk dewan daerah sebagai berikut :
  1. Dewan Banteng yang dibentuk di Sumatra Barat oleh Letnan Kolonel Ahmad Husein pada tanggal 20 Desember 1956.
  2. Dewan Gajah yang dibentuk di Sumatra Utara oleh Kolonel Maludin Simbolon pada tanggal 22 Desember 1956.
  3. Dewan Garuda yang dibentuk oleh Letnan Kolonel Barlian pada pertengahan bulan Januari 1957.
  4. Dewan Manguni yang dibentuk di Manado oleh Mayor Somba pada tanggal 17 Pebruari 1957 

Pemberontakan PRRI

Pemberontakan PRRI terjadi pada tanggal 9 Januari 1958. Pada tanggal tersebut tokoh-tokoh militer mengadakan pertemuan di Sumatra Barat tepatnya di Sungai Dareh. Mereka membahas tentang pembentukan pemerintahan baru dan hal-hal yang terkait dengan pemerintahan baru.

Letnan Kolonel Ahmad Husein memproklamasikan berdirinya Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Sang Letnan memproklamasikan bersama Perdana Menteri Syafruddin Prawiranegara pada tanggal 15 Pebruari 1958.

Pemberontakan ini berhasil dihadapi oleh Pemerintah Indonesia pada Operasi 17 Agustus 1958. Operasi ini dipimpin oleh Letnan Kolonel Ahmad Yani. Operasi yang bertujuan untuk mengahancurkan kekuatan pemberontak dan campur tangan asing ini berhasil digagalkan dan dihancurkan.

Pemberontakan Permesta

Pemberontakan Permesta atau Piagam Perjuangan Rakyat Semesta terjadi di Sulawesi. Permesta dibentuk oleh Dewan Manguni dan tokoh-tokoh militer Sulawesi pada tahun 1958. Peristiwa ini dipelopori oleh Letnan Kolonel Ventje Sumual dan Panglima Wirabhuana dari tokoh militer.

Pemberontakan Permesta berhasil digagalkan dan dihancurkan oleh Pemerintah Indonesia melalui Operaso Merdeka. Operasi ini dipimpin oleh Letnan Kolonel Rukminto Hendraningrat. Peristiwa pemberontakan ini sangat sengit karena adanya campur tangan Negara Amerika Serikat yang mempersenjatai pemberontak.

Selain mempersenjatai pemberontak, Amerika Serikat memberikan bantuan militer berupa prajurit dan sejumlah pesawat udara. Namun Pesawat AUREV (Angkatan Udara Revolusioner) yang dikemudikan oleh prajurit Amerika Serikat berhasil dijatuhkan oleh Pasukan militer pemerintah pada tanggal 18 Mei 1958 di atas Kota Ambon.

Pemberontakan Permesta da PRRI berhasil ditumpas dan dihancurkan pemerintah RI pada Agustus 1958. Pada tahun 1961, pemerintah memberikan kesempatan bagi para anggota sisa permesta dan PRRI untuk bergabung kembali ke dalam pemerintah Republik Indonesia.

Demikian pembahasan mengenai Pemberontakan PRRI dan Permesta, Semoga menambah pengetahuan teman-teman semua sebagai warga Negara Indonesia.

Sejarah Lengkap Kerajaan Demak

Kerajaan Demak merupakan sebuah kerajaan islam pertama di pulau jawa. Kerajaan Demak mempunyai peran penting dalam perkembangan islam di tanah jawa. Letak Kerajaan Demak berada di wilayah Glagah atau Bintoro (bekas majapahit). Kerajaan Ini awalnya merupakan sebuah kadipaten atau kabupaten yang berada dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit.

kerajaan demak
Masjid Agung Demak

Pada masa Kerajaan Majapahit, Demak merupakan sebuah wilayah bernama Glagah atau Bintoro. Setelah Kerajaan Majapahit runtuh, Demak memisahkan diri dari ibukota Bintoro. Keruntuhan Majapahit ternyata menjadikan Kerajaan Demak menjadi pusat perdagangan dan penyebaran agama Islam di tanah jawa dan wilayah timur Indonesia. 

Latar Belakang Berdirinya Kerajaan Demak

Latar belakang berdirinya Kerajaan Demak bermula dari runtuhnya kerajaan Majapahit. Kemudian Glagah atau Bintoro berkembang menjadi sebuah pusat perdagangan dan penyebaran agama di Indonesia. Dua hal ini menjadi cikal bakal berdirinya Kerajaan Demak yang akhirnya menjadi sebuah kerajaan islam pertama di pulau jawa dan wilayah timur Indonesia.

Pendiri Kerajaan Demak

Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1478 sampai 1518. Hal ini dipengaruhi oleh kenaikan tahta Raden patah sehingga mendapatkan gelar Sultan Alam Akbar Al Fatah. Beliau berhasil membawa pengaruh besar pada wilayah bintoro dan sekitarnya. Demak Bintoro menjadi maju dan akhirnya Raden Patah mendirikan kerajaan Islam pertama di tanah jawa yaitu Kerajaan Demak.

Menurut Sejarah Pulau Jawa (babad tanah jawi) Raden Patah merupakan anak dari Raja terakhir Majapahit yaitu Brawijaya V. Putra dari hasil perkawinan dengan putri dari Campa pada masa pemerintahannya. Selain itu, Raden Patah merupakan salah satu murid dari Sunan Ampel di Provinsi Jawa Timur. Dari latar belakang Raden Patah sangat wajar jika Demak menjadi kerajaan yang berpengaruh di pulau jawa bahkan Indonesia.

Setelah Raden patah masuk islam dengan bantuan para walisongo demak menjadi kerajaan besar di tanah jawa. Raden Patah berhasil memberi pengaruh yang besar pada wilayah bekas kerajaan Majapahit. Hal ini membuat wilayah bekas majapahit tersebut menjadi daerah kekuasaan Kerajaan Demak. Hal ini menjadikan Demak semakin berkembang pesat dan menjadi kerajaan yang maju. Berikut ini adalah faktor-faktor pendorong kemajuan demak
  1. Letak Demak yang strategis, terletak di daerah pantai sehingga hubungan dan komunikasi dengan wilayah lain mudah.
  2. Pelabuhan Bergota di Semarang. Pelabuhan ini menjadi jembatan ekspor dan impor yang penting bagi Kerajaan Demak.
  3. Banyaknya Sungai Penghubung. Sungai merupakan sarana transportasi penghubung yang membantu pengangkutan hasil pertanian dan perdagangan di demak.
  4. Runtuhnya kerajaan majapahit dan bergabungnya wilayah bekas majapahit menjadi faktor utama berdirinya Demak.

Sejarah Kerajaan Demak

Demak tidak hanya berkembang sebagai kerajaan maju dalam bidang perdagangan hasil ekspor dan impor. Pada masa kejayaan Raden Patah, kerajaan ini berkembang menjadi kerajaan maritim, Raden Patah terus memperkuat angkatan laut dan terus memperluas wilayah kekuasaan. 

Pada saat itu Demak berusaha menyerang Portugis yang menguasai Malaka. Alasannya tentu kekuasaan, karena saat itu Malaka merupakan pusat perdagangan dunia di belahan bumi selatan. Raden Patah membantu Malaka keluar dari kekuasaan Portugis yang telah memonopoli perdagangan disana, Namun seperti yang kita ketahui serangan tersebut gagal dan Armada Raden Patah harus mundur dari Malaka.

Kemajuan Demak lainnya adalah di bidang Keagamaan. Kerajaan Islam Pertama di Jawa ini menjadi pusat penyebaran agama islam dengan bantuan Wali Sanga. Pada masa pemerintahan Raden Patah, beliau mendirikan sebuah masjid yang megah dan terkenal sampai sekarang yaitu Masjid Agung Demak.
Kerajaan Demak
Masjid Agung Demak Masa Lalu

Setelah masa pemerintahan Raden Patah, Kerajaan Demak dipimpin oleh beberapa raja hingga mencapai masa kejayaan dan keruntuhan. Berikut ini adalah raja-raja yang pernah memimpin Demak:
  1. Raden Patah (1478-1518)
  2. Pati Unus (1518-1521)
  3. Sultan Trenggono (1521-1546)
  4. Sunan Prawoto (-)
  5. Arya Penangsang (-)
  6. Jaka Tingkir (memindahkan kekuasaan menjadi Kerajaan Pajang)

Masa Kejayaan Kerajaan Demak

Kerajaan Demak mengalamai masa kejayaan tahun 1521 sampai 1526 pada masa pemerintahan Sultan Trenggono. Sultan Trenggono merupakan raja ketiga kerajaan demak setelah Pati Unus. Sultan Trenggono adalah anak dari Raden Patah yang merupakan adik kandung dari Pati Unus. 

Pada masa pemerintahan Sultan Trenggono, Demak berhasil menguasai Sunda Kelapa dan mengusir Portugis dari beberapa daerah. Portugis berhasil diusir atau dihalau oleh Sultan Trenggono di daerah Sunda Kelapa, Tuban, Surabaya, dan Pasuruan pada tahun 1527. Selain itu Portugis juga berhasil diusir di daerah Madiun (1529), Malang (1545), dan Blambangan (1546). 

Sultan Trenggono meninggal pada tahun 1546. Beliau meninggal dalam pertempuran di daerah Tuban pada tahun itu. Sepeninggal Sultan Trenggono, Kerajaan Demak mengalami kemunduran dan kehancuran dikarenakan perang saudara.

Kerajaan Demak
Peta Kerajaan Demak

Runtuhnya Kerajaan Demak

Keruntuhan Kerajaan Demak terjadi setelah Sultan Trenggono meninggal. Raja Ketiga Demak tersebut tidak mempunyai keturunan yang cukup untuk meneruskan kejayaan demak. Hal ini menyebabkan perebutan kekuasaan dan perang saudara yang menjadikan Kerajaan Demak hancur.

Meninggalnya Sultan Trenggono menyebabkan konflik perebutan kekuasaan antar saudara. Pengganti Sultan Trenggono, Pangeran Sido Lapen yang merupakan saudara Sultan Trenggono dibunuh oleh anak dari Sultan Trenggono yaitu Sunan Prawoto. Perebutan kekuasaan ini terus berkelanjutan dan menjadi konflik yang besar di Demak. Anak dari Pangeran Sido Lapen yaitu Arya Penangsang membunuh Sunan Prawoto dan berhasil menjadi raja Demak.

Pada masa pemerintahan Arya Penangsang ternyata membuat Demak menjadi kerajaan yang menyukai perang dan penjajahan. Beberapa kadipaten di serang dan Arya Penangsang terbunuh dalam peperang dengan kadipaten Pajang. Beliau dibunuh oleh Sutawijaya yang merupakan anak angkat Jaka Tingkir. 

Jaka Tingkir berhasil menguasai Demak Bintoro dan memindahkan kekuasaan ke Pajang. Kemudian Jaka tingkir membuat daerah Pajang menjadi sebuah kerajaan bernama Kerajaan Pajang. Begitulah Sejarah keruntuhan Kerajaan Demak dikarenakan perang saudara.

Demikian Penjelasan tentang Kerajaan Demak, Latar belakang berdirinya Demak, dan Sejarah-Sejarah Demak dari masa kejayaan hingga runtuh. Semoga bermanfaat bagi kalian semua. Silahkan lihat pengetahuan umum menarik lain di situs Klik Pengetahuan.

Sejarah Candi Borobudur dan Harga Tiket Masuk Beserta Foto Candi Borobudur

Sejarah Candi Borobudur - Candi Borobudur merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia yang berada di Indonesia. Candi Borobudur terletak di Provinsi Jawa tengah tepatnya dikota Magelang. Harga tiket masuk candi borobudur cukup terjangkau bagi kalian yang ingin berkunjung ke wisata internasional ini. Berikut Harga tiket masuk Candi Borobudur Terbaru:

Sejarah Candi Borobudur
Candi Borobudur

Harga Tiket Masuk Candi Borobudur


Umum *Rp. 30.000,00
Anak-Anak * Rp. 12.500,00
Wisatawan Asing *20 USD

Keterangan:
  1. Umum : Usia 6 tahun ke Atas
  2. Anak-Anak : Usia dibawah 6 tahun
  3. Wisatawan Asing : Pelancong dari Negara Asing atau Mancanegara
tiket masuk candi borobudur
Wisata Candi Borobudur

Sejarah Candi Borobudur

Candi Budha terbesar di dunia ini terkenal di seluruh dunia dan telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia.  Selain itu candi borobudur menjadi salah satu tempat wisata dunia yang terkenal dan menjadi wisata pengetahuan dan wisata religi saat ini.

Sejarah Candi Borobudur
Gambar Candi Borobudur

Candi Borobudur dikenal oleh dunia saat ditemukan oleh HC Cornelius pada tahun 1814 atas perintah dari Sir Thomas Stamford Raflles. Proses penemuan candi terbesar di dunia ini melalui proses penggalian karena tertimbun tanah ratusan tahun lamanya. Penggalian tersebut dilanjutkan oleh pemerintah belanda dibawah pimpinan Hotman dan menjadi pusat perhatian para arkeolog saat itu. Mereka berlomba-lomba mencari asal usul sejarah berdirinya candi borobudur.

Asal Usul Sejarah Candi Borobudur

Candi Borobudur merupakan bukti kekayaan sejarah bangsa Indonesia. Candi yang memiliki stupa tertua dan kompleks stupa terbesar di dunia ini didirikan pada masa Dinasti Syailendra. Candi ini didirikan pada masa pemerintahan Samaratungga dari kerajaan mataram kuno dan menghabiskan waktu sekitar 50 tahun. 

Candi terbesar di dunia ini selesai dibangun pada abab ke 8 Masehi. Pembangunan Candi Borobudur dimulai tahun 778 - 868 Masehi atau 300 tahun sebelum Candi Angkor Wat (Kamboja) dan 200 tahun sebelum Candi Notre Dame.
Nama asli Candi Borobudur sendiri masih menjadi misteri yang belum terkuak sampai saat ini. Tidak adanya sumber sejarah baik prasasti maupun buku yang menjelaskan nama asli Candi Borobudur. Berbagai pendapat bermunculan dalam menguak misteri nama Borobudur, Penting kalian ketahui bahwa pemberian nama Candi Borobudur merupakan Pemberian dari Sir Thomas Stamford Raffles.

Relief Candi Borobudur
Relief Candi Borobudur

Ada Pendapat yang mengatakan bahwa nama Borobudur berasal dari kata "Samara Budhara" yang memiliki arti gunung yang lerengnya terletak di teras. Pendapat lain mengatakan bahwa nama Borobudur berasal dari ucapan Buddha yang mengalami pergeseran kata yaitu bore (desa) dan budur (purba). 

Selain pendapat diatas nama "Borobudur" diprediksi berasal dari bahasa Sansekerta Vihara Buddha Ur yang artinya Kuil Buddha dari puncak gunung. Meskipun belum ada kepastian nama, namun kita wajib menghargai dan bangga terhadap warisan budaya ini. Mari kita jaga dan lestarikan agar Candi Borobudur tetap menjadi salah satu kekayaan budaya dunia.

Sejarah Candi Borobudur : Bentuk Bangunan dan Relief Candi Borobudur

Candi Borobudur memiliki bentuk piramida berundak yang terbagi menjadi 9 lapis atau lantai. Enam lapis lantai bagian bawah mempunyai bentuk bujur sangkar dan lingkaran luarnya merupakan galeri relief. Relief Candi Borobudur merupakan pusat atau gudang sejarah yang tersohor di dunia. Panjang relief Candi mencapai 2,5 km yang artinya hampir sama dengan Piramida Mesir.

Sejarah Candi Borobudur
Sejarah Candi Borobudur

Candi yang terletak di kota magelang ini awalnya mempunyai ketinggian 42 meter. Setelah beberapa renovasi yang dilakukan pemerintah tingginya berkurang menjadi sekitar 35 meter. Hingga saat ini Borobudur sudah direnovasi sebanyak 2 kali pada tahun 1905 sampai 1910, dan tahun 1973 sampai 1983.

Ukuran dan bentuk spesifik Candi Borobudur yaitu:
  • Lantai 1 sampai 6 berbentuk bujur sangkar.
  • Lantai 7 sampai 10 berbentuk lingkaran.
  • Lantai 10 mempunyai dimensi 123x123 m 

Candi Buddha terbesar di dunia ini terdiri dari 1460 panel yang masing-masing mempunyai lebar 2 meter. Luas seluruh dinding candi adalah 2500 meter persegi dan di luarnya tertempel relief-relief yang berjumlah 1212. Jumlah Stupa (Patung Buddha) yang berada si kompleks borobudur adalah 504. Sebanyak 72 Stupa mempunyai bentuk lonceng ajaib. Sementara Stuppa terbesar terletak di puncak Candi Borobudur.

Gambar Stupa Candi Borobudur
Stupa Candi Borobudur

Sejarah Candi Borobudur memang sampai saat ini masih menyimpan berbagi misteri yang belum terpecahkan. Saat para ilmuan menggambar denah candi borobudur, mereka menemukan pola-pola aneh yang mengarah pada fungsi borobudur. Berikut hasil penelitian sejarah pada bentuk dan bangunan fungsi Candi Borobudur:

Sebagai Jarum Jam yaitu jarum jam diilustrasikan bayangan stupa yang besar dan jatuh tepat di stupa lantai bawah. Namun menurut penelitian sejarah lain menghasilkan hasil lain bahwa jam pada candi ini menunjukan tanda kapan masa bercocok tanam atau masa panen rakyat di sekitar Candi Borobudur.

Demikian Penjelasan lengkap tentang Sejarah Candi Borobudur dan Harga Tiket Masuk Candi Borobudur. Semoga Setelah membaca artikel ini kita lebih menghargai warisan budaya Indonesia dan Bangga dengan bangunan-bangunan sejarah di Indonesia.

Klik Pengetahuan, Situs Pengetahuan Umum dan Materi Pelajaran Terlengkap

Baris dan Deret Matematika: Aritmatika dan Geometri

Barisan dan deret matematika banyak digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari, misalnya dalam mengukur kecepatan kendaraan pada speedometer. Dalam speedometer, terdapat angka - angka yang memiliki pola tertentu sehingga membentuk suatu barisan aritmatika.

baris dan deret matematika

A. Barisan dan Deret Aritmatika

  1. Barisan Aritmatika
    Barisan yang mempunyai beda tetap untuk suku yang berdekatan. berikut ini adalah simbol yang di gunakan dalam barisan aritmatika.
    U1, U2, U3, ... ,Un  Barisan Aritmatika U1 = a  Suku Pertama U2 - U1 =  U4 - U3 = U6 - U5 = b  Beda
  2. Deret Aritmatika
    Bentuk Deret Aritmatika
    Sn = U1 + U2 + U3 + ... + Un
    Rumus - rumus yang digunakan dalam Deret Aritmatika.
    Suku ke-n (Un) = a + (n - 1)b Jumlah Suku ke-n (Sn) = n/2 (a + UnSuku Tengah (Ut) = U1 + Un/Hubungan antara suku ke-n dan deret = Sn - Sn-1 Di antara dua bilangan disisipkan  k bilangan (bbaru) = blama/k + 1

B. Barisan dan Deret Geometri

  1. Barisan Geometri
    Barisan yang memiliki perbandingan/ rasio tetap. berikut rumus dan simbol yang sering digunakan dalam barisan geometri.
    U1, U2, U3, ... ,Un  Barisan GeometriU1 = a  Suku PertamaRasio (r) = U2/U1U3/U2Un/Un-1Suku ke-n (Un) = arn-1
  2. Deret Geometri
    Rumus - rumus yang digunakan dalam deret geometri.
    Jumlah suku ke-n (Sn) = a(1 - rn)/1 - r, r < 1Jumlah suku ke-n (Sn) = a(rn - 1)/r - 1, r > 1Suku Tengah (Ut) = U1 x UnDi antara dua bilangan disisipkan  k bilangan (rbaru) = k+1rlamaDeret Geometri tak terhingga
    S = a/1 - r
    Contoh :
    1. Sebuah bola sepak di jatuhkan dari sebuah meja dengna ketinggian H0, dan memantul kembali dengan ketinggian a/b maka lintasan bola sampai berhenti adalah..Jawab :
      Panjang Lintasan = b + a/b - a x H0
Demikian Penjelasan tentang Deret dan Baris Matematika Semoga bermanfaat.

90 Fakta Sejarah PKI di Indonesia Lengkap dengan Tanggal Kejadian

Sejarah Partai Komunis Indonesia (PKI) bisa dibilang sejarah terburuk yang pernah terjadi. Pada masa itu banyak orang tak berdosa dibantai secara masal. Meski sampai saat ini PKI masih menjadi perdebatan di masyarakat sampai saat ini, namun jangan pernah kalian melupakan sejarah!

Kejadian G30S/PKI merupakan kasus pelanggaran HAM berat yang pernah terjadi di Indonesia. Hal ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus ini. Akan tetapi yang terjadi saat ini seolah-olah kasus ini hilang ditelan masa.

Hasilnya dapat kita lihat sendiri kasus PKI seolah menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja. Bibit-bibit komunis mulai terdengar di masyarakat, bahkan tak sedikit siswa sekolah mengidolakan mereka. Ironis sekali bangsa ini, semoga kita berharap hal yang baik bisa terjadi untuk menyelesaikan pro kontra PKI ini.

sejarah PKI
Ironisnya banyak rakyat tak paham seberapa besar dosa PKI terhadap bangsa Indonesia

Sejarah Partai Komunis Indonesia

Pada materi kali ini saya akan memberikan informasi berupa fakta sejarah tentang perjalanan Partai Komunis Indonesia (PKI) berserta tanggal kejadiannya. Dari semua itu ada 3 peristiwa penting yang saya garis bawahi yaitu:

1. Sejarah PKI tanggal 17 September 1948 

Pada tanggal tersebut PKI menculik para Kyai Pesantren Takeran di Magetan Jawa Timur. KH Sulaiman Zuhdi Affandi diculik dan diperlakukan dengan keji oleh PKI serta dikubur hidup-hidup di sumur pembantaian Desa Koco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Di dalam bekas sumur tersebut ditemukan 108 kerangka jenazah korban manusia akibat ulah PKI. Tidak hanya itu,  ratusan orang ditangkap dan dibantai PKI di Pabrik Gula Gorang Gareng.

2. Sejarah PKI tanggal 8 – 11 September 1957

Pada tanggal 8-11 seluruh ulama di Indonesia mengadakan kongres penting dalam langkah penumpasan ideologi komunis. Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia dilaksanakan di Palembang, Sumatera Selatan yang membahas mengharamkan ideologi Komunis.

3. Tanggal 13 Januari 1965

Pada tanggal 13 Januari ada peristiwa penting yang menjadi bukti kedua organisasi PKI yaitu Pemuda Rakyat dan Barisan Tani Indonesia. Dua sayap PKI ini menyerang dan menyiksa peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri. Mereka juga melecehkan pelajar wanita, merampas Mush-haf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya.

Namun sungguh ironis masyarakat Indonesia saat ini, banyak orang sibuk dengan urusan masing-masing, demo ini demo itu seolah pemerintahan ini kacau. Padahal jika kita melihat sejarah seharusnya kita mengaca pada sejarah bahwa persatuan dan kesatuan NKRI lebih penting dari itu semua. (Terlepas dari isu agama akhir-akhir ini, hal itu berbeda topik dengan yang kita bahas).

Sejarah awal PKI berdiri sebagai sebuah partai di tahun 1948 dan 1965. Pada masa itu mereka mencoba merampas kedaulatan negara ini dengan cara yang brutal, membantai, menyembelih dan mengubur hidup-hidup siapa saja yang dianggap menghalangi upaya mengkomuniskan Indonesia. 

Mungkin saat ini yang kita ketahui gerakan PKI terjadi pada 30 September yang sering kita kenal dengan nama G30S/PKI. Namun pada saat itu ternyata dari awal berdiri mereka terus berusah merampas kedaulatan negara kita. Saya akan menjelaskan perjalanan PKI di Indonesia dari tanggal ke tanggal agar kalian lebih mengenal fakta sejarah tentang PKI di Indonesia.

Jas Merah, Jangan sekali-kali melupakan Sejarah! (Bung Karno)

Fakta Sejarah Kekejaman PKI Di Indonesia

  1. 8 Oktober 1945 (#FaktaPKI) : Gerakan Bawah Tanah PKI membentuk API (Angkatan Pemuda Indonesia) dan AMRI (Angkatan Muda Republik Indonesia).
  2. Pertengahan Oktober 1945 (#FaktaPKI) : AMRI Slawi pimpinan Sakirman dan AMRI Talang pimpinan Kutil menteror, menangkap dan membunuh sejumlah pejabat pemerintah di Tegal.
  3. 17 Oktober 1945 (#FaktaPKI) : Tokoh Komunis Banten Ce’ Mamat yang terpilih sebagai Ketua KNI (Komite Nasional Indonesia) membentuk DPRS (Dewan Pemerintahan Rakyat Serang) dan merebut pemerintahan Keresidenan Banten melalui teror dengan kekuatan massanya.
  4. 18 Oktober 1945 (#FaktaPKI) : Badan Direktorium Dewan Pusat yang dipimpin Tokoh Komunis Tangerang, Ahmad Khoirun, membentuk laskar yang diberi nama Ubel-Ubel dan mengambil alih kekuasaan pemerintahan Tangerang dari Bupati Agus Padmanegara.
  5. 21 Oktober 1945 (#FaktaPKI) : PKI dibangun kembali secara terbuka. 
    sejarah PKI
    Kongres PKI ke 5
  6. 4 November 1945 (#FaktaPKI) : API dan AMRI menyerbu Kantor Pemda Tegal dan Markas TKR, tapi gagal. Lalu membentuk Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah untuk merebut kekuasaan di Keresidenan Pekalongan yang meliputi Brebes, Tegal dan Pemalang.
  7. 9 Desember 1945 (#FaktaPKI) : PKI Banten pimpinan Ce’ Mamat menculik dan membunuh Bupati Lebak, R. Hardiwinangun, di Jembatan Sungai Cimancak.
  8. 12 Desember 1945 (#FaktaPKI) : Ubel-Ubel Mauk yang dinamakan Laskar Hitam di bawah pimpinan Usman membunuh Tokoh Nasional Oto Iskandar Dinata.
  9. 12 Februari 1946 (#FaktaPKI) : PKI Cirebon di bawah pimpinan Mr.Yoesoef dan Mr.Soeprapto membentuk Laskar Merah merebut kekuasaan Kota Cirebon dan melucuti TRI.
  10. 14 Februari 1946 (#FaktaPKI) : TRI merebut kembali Kota Cirebon dari PKI.
  11. 3 – 9 Maret 1946 (#FaktaPKI) : PKI Langkat – Sumatera di bawah pimpinan Usman Parinduri dan Marwan dengan gerakan massa atas nama revolusi sosial menyerbu Istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura dan membunuh Sultan bersama keluarganya serta menjarah harta kekayaannya.
  12. Tahun 1947 (#FaktaPKI): Kader PKI Amir Syarifuddin Harahap berhasil jadi PM Republik Indonesia dan membentuk kabinet.
  13. 17 Januari 1948 (#FaktaPKI) : PM Amir Syarifuddin Harahap menggelar Perjanjian Renville dengan Belanda.
  14. 23 Januari 1948 (#FaktaPKI): Presiden Soekarno membubarkan Kabinet PM Amir Syarifuddin Harahap dan menunjuk Wapres M Hatta untuk membentuk Kabinet baru.
  15. Januari 1948 (#FaktaPKI) : PKI membentuk FDR (Front Demokrasi Rakyat) yang dipimpin oleh Amir Syarifuddin untuk beroposisi terhadap Kabinet Hatta.
  16. 29 Mei 1948 (#FaktaPKI) : M. Hatta melakukan ReRa (Reorganisasi dan Rasionalisasi) terhadap TNI dan PNS untuk membersihkannya dari unsur-unsur PKI.
  17. Mei 1948 (#FaktaPKI) : Muso pulang kembali dari Moskow – Rusia setelah 12 (dua belas) tahun tinggal disana.
  18. 23 Juni – 18 Juli 1948 (#FaktaPKI) : PKI Klaten melalui SARBUPRI (Serikat Buruh Perkebunan Republik Indonesia) melakukan pemogokan massal untuk merongrong pemerintah RI.
  19. 11 Agustus 1948 (#FaktaPKI): Muso memimpin FDR / PKI dan merekonstruksi Politbiro PKI, termasuk DN. Aidit, MH Lukman dan Nyoto.
  20. 13 Agustus 1948 (#FaktaPKI) : Muso bertemu dengan Presiden Soekarno dan diminta untuk memperkuat Perjuangan Revolusi, namun dijawab bahwa dia pulang untuk menertibkan keadaan, yaitu untuk membangun dan memajukan FDR / PKI.
  21. 19 Agustus 1948 (#FaktaPKI) : PKI Surakarta membuat KERUSUHAN membakar pameran HUT RI ke-3 di Sriwedari – Surakarta, Jawa Tengah.
  22. 26 – 27 Agustus 1948 (#FaktaPKI) : Konferensi PKI .
  23. 31 Agustus 1948 (#FaktaPKI) : FDR dibubarkan, lalu Partai Buruh dan Partai Sosialis berfusi ke PKI.
  24. 5 September 1948 (#FaktaPKI) : Muso dan PKI nya menyerukan RI agar berkiblat ke UNI SOVIET.
  25. 10 September 1948 (#FaktaPKI): Gubernur Jawa Timur RM Ario Soerjo dan dua perwira polisi dicegat massa PKI di Kedunggalar – Ngawi dan dibunuh, serta jenazahnya dibuang di dalam hutan.
  26. Pertengahan September 1948 (#FaktaPKI) : Dr. Moewardi yang bertugas di Rumah Sakit Solo dan sering menentang PKI diculik dan dibunuh oleh PKI, begitu juga Kol. Marhadi diculik dan dibunuh oleh PKI di Madiun, kini namanya jadi nama Monumen di alun-alun Kota Madiun.
  27. 13 September 1948 (#FaktaPKI) : Bentrok antara TNI pro pemerintah dengan unsur TNI pro PKI di Solo.
  28. 17 September 1948 (#FaktaPKI) : PKI menculik para Kyai Pesantren Takeran di Magetan. KH Sulaiman Zuhdi Affandi digelandang secara keji oleh PKI dan dikubur hidup-hidup di sumur pembantaian Desa Koco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Di sumur tersebut ditemukan 108 (seratus delapan) kerangka jenazah korban kebiadaban PKI. Selain itu, ratusan orang ditangkap dan dibantai PKI di Pabrik Gula Gorang Gareng.
  29. 18 September 1948 (#FaktaPKI) : Kolonel Djokosujono dan Sumarsono mendeklarasikan "NEGARA REPUBLIK SOVIET INDONESIA" dengan Muso sebagai Presiden dan Amir Syarifoeddin Harahap sebagai Perdana Menteri.
  30. 19 September 1948 (#FaktaPKI) : Soekarno menyerukan rakyat Indonesia untuk memilih Muso atau Soekarno–Hatta. Akhirnya, Pecah perang di Madiun : Divisi I Siliwiangi pimpinan Kol. Soengkono menyerang PKI dari Timur dan Divisi II pimpinan Kol.Gatot Soebroto menyerang PKI dari Barat.
  31. 19 September 1948 (#FaktaPKI) : PKI merebut Madiun, lalu menguasai Magetan, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Ngawi, Purwantoro, Sukoharjo, Wonogiri, Purwodadi, Kudus, Pati, Blora, Rembang dan Cepu serta kota-kota lainnya.
  32. 20 September 1948 (#FaktaPKI) : PKI Madiun menangkap 20 orang polisi dan menyiksa serta membantainya.
  33. 21 September 1948 (#faktaPKI): PKI Blitar menculik dan menyembelih Bupati Blora Mr. Iskandar dan Camat Margorojo – Pati Oetoro, bersama tiga orang lainnya yaitu Dr.Susanto, Abu Umar dan Gunandar, lalu jenazahnya dibuang ke sumur di Dukuh Pohrendeng Desa Kedungringin Kecamatan Tujungan Kabupaten Blora.
  34. 18 – 21 September 1948 (#faktaPKI): PKI menciptakan 2 (Dua) Ladang Pembantaian / Killing Fields dan 7 (Tujuh) Sumur Neraka di MAGETAN untuk membuang semua jenazah korban yang mereka siksa dan bantai : a. Ladang Pembantaian Pabrik Gula Gorang Gareng di Desa Geni Langit. b. Ladang Pembantaian Alas Tuwa di Desa Geni Langit. c. Sumur Neraka Desa Dijenan Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Magetan. d. Sumur Neraka Desa Soco I Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan. e. Sumur Neraka Desa Soco II Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan. f. Sumur Neraka Desa Cigrok Kecamatan Kenongomulyo Kabupaten Magetan. g. Sumur Neraka Desa Pojok Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan. h. Sumur Neraka Desa Bogem Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan. i. Sumur Neraka Desa Batokan Kecamatan Banjarejo Kabupaten Magetan.
  35. 30 September 1948 (#faktaPKI): Panglima Besar Sudirman mengumumkan bahwa tentara pemerintah RI berhasil merebut dan menguasai kembali Madiun. Namun Tentara PKI yang lari dari Madiun memasuki Desa Kresek Kecamatan Wungu Kabupaten Dungus dan membantai semua tawanan yang terdiri dari TNI, Polisi, pejabat pemerintah, Tokoh Masyarakat dan Ulama serta Santri.
  36. 4 Oktober 1948 (#faktaPKI): PKI membantai sedikitnya 212 tawanan di ruangan bekas Laboratorium dan gudang dinamit di Tirtomulyo Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
  37. 30 Oktober 1948 (#faktaPKI): Para Pimpinan Pemberontakan PKI di Madiun ditangkap dan dihukum mati, seperti Muso, Amir Syarifuddin, Suripno, Djokosujono, Maruto Darusman, Sajogo, dan lainnya.
  38. 31 Oktober 1948 (#faktaPKI): Muso dieksekusi di Desa Niten Kecamatan Sumorejo Kabupaten Ponorogo. Sedang MH Lukman dan Nyoto pergi ke pengasingan di Republik Rakyat China (RRC).
  39. Akhir November 1948 (#faktaPKI): seluruh pimpinan PKI Muso berhasil dibunuh atau ditangkap, dan seluruh daerah yang semula dikuasai PKI berhasil direbut, antara lain: Ponorogo, Magetan, Pacitan, Purwodadi, Cepu, Blora, Pati, Kudus, dan lainnya.
  40. 19 Desember 1948 (#faktaPKI): Agresi Militer Belanda kedua ke Yogyakarta.
  41. Tahun 1949 (#faktaPKI): PKI tetap tidak dilarang, sehingga tahun 1949 dilakukan rekontruksi PKI dan tetap tumbuh berkembang hingga tahun 1965. 
    sejarah PKI
    Partai Komunis Indonesia
  42. Awal Januari 1950 (#faktaPKI): Pemerintah RI dengan disaksikan puluhan ribu masyarakat yang datang dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek, melakukan pembongkaran 7 (Tujuh) Sumur Neraka PKI dan mengidentifikasi para korban. Di Sumur Neraka Soco I ditemukan 108 kerangka mayat yang 68 dikenali dan 40 tidak dikenali, sedang di Sumur Neraka Soco II ditemukan 21 kerangka mayat yang semuanya berhasil diidentifikasi. Para korban berasal dari berbagai kalangan Ulama dan Umara serta Tokoh Masyarakat.
  43. Tahun 1950 (#faktaPKI): PKI memulai kembali kegiatan penerbitan Harian Rakyat dan Bintang Merah.
  44. 6 Agustus 1951 (#faktaPKI): Gerombolan Eteh dari PKI menyerbu Asrama Brimob di Tanjung Priok dan merampas semua senjata api yang ada.
  45. Tahun 1951 (#faktaPKI): Dipa Nusantara Aidit memimpin PKI sebagai Partai Nasionalis yang sepenuhnya mendukung Presiden Soekarno sehingga disukai Soekarno, lalu Lukman dan Nyoto pun kembali dari pengasingan untuk membantu DN Aidit membangun kembali PKI.
  46. Tahun 1955 (#faktaPKI): PKI ikut Pemilu pertama di Indonesia dan berhasil masuk empat Besar setelah MASYUMI, PNI dan NU.
  47. 8 – 11 September 1957 (#faktaPKI): Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia di Palembang – Sumatera Selatan mengharamkan ideologi Komunis dan mendesak Presiden Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Pelarangan PKI dan semua mantel organisasinya, tapi ditolak oleh Soekarno.
  48. Tahun 1958 (#faktaPKI): Kedekatan Soekarno dengan PKI mendorong Kelompok Anti PKI di Sumatera dan Sulawesi melakukan koreksi hingga melakukan pemberontakan terhadap Soekarno. Saat itu MASYUMI dituduh terlibat, karena Masyumi merupakan MUSUH BESAR PKI.
  49. 15 Februari 1958 (#faktaPKI): Para pemberontak di Sumatera dan Sulawesi mendeklarasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), namun pemberontakkan ini berhasil dikalahkan dan dipadamkan.
  50. 11 Juli 1958 (#faktaPKI): DN Aidit dan Rewang mewakili PKI ikut Kongres Partai Persatuan Sosialis Jerman di Berlin.
  51. Agustus 1959 (#faktaPKI): TNI berusaha menggagalkan Kongres PKI, namun kongres tersebut tetap berjalan karena ditangani sendiri oleh Presiden Soekarno.
  52. Tahun 1960 (#faktaPKI): Soekarno meluncurkan slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yang didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dengan demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.
  53. 17 Agustus 1960 (#faktaPKI): Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustuts 1960 tentang PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia) dengan dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM.
  54. Pertengahan Tahun 1960 (#faktaPKI): Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dengan keanggotaan mencapai 2 (dua) juta orang.
  55. Maret 1962 (#faktaPKI): PKI resmi masuk dalam pemerintahan Soekarno, DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat.
  56. April 1962 (#faktaPKI): Kongres PKI.
  57. Tahun 1963 (#faktaPKI): PKI memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dengan Malaysia, dan mengusulkan dibentuknya Angkatan Kelima yang terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara” melawan Malaysia.
  58. 10 Juli 1963 (#faktaPKI): Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 ter 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.
  59. Tahun 1963 (#faktaPKI): Atas desakan dan tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain (#faktaPKI): KH. Buya Hamka, KH.Yunan Helmi Nasution, KH. Isa Anshari, KH. Mukhtar Ghazali, KH. EZ. Muttaqien, KH. Soleh Iskandar, KH. Ghazali Sahlan dan KH. Dalari Umar.
  60. Desember 1964 (#faktaPKI): Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yang didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.
  61. 6 Januari 1965 (#faktaPKI): Atas desakan dan tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1 / KOTI / 1965 ter 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah memfitnah PKI.
  62. 13 Januari 1965 (#faktaPKI): Dua sayap PKI yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) menyerang dan menyiksa peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan pelajar wanitanya, dan juga merampas sejumlah Mush-haf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya.
  63. Awal Tahun 1965 (#faktaPKI): PKI dengan 3 juta anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI memiliki banyak Ormas, antara lain (#faktaPKI): SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat) dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).
  64. 14 Mei 1965 (#faktaPKI): Tiga sayap organisasi PKI yaitu PR, BTI dan GERWANI merebut perkebunan negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dengan menangkap dan menyiksa serta membunuh Pelda Sodjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.
  65. Juli 1965 (#faktaPKI): PKI menggelar pelatihan militer untuk 2000 anggotanya di Pangkalan Udara Halim dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara”, dan dibantu oleh unsur TNI Angkatan Udara.
  66. 21 September 1965 (#faktaPKI): Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 ter 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.
  67. 30 September 1965 Pagi (#faktaPKI): Ormas PKI Pemuda Rakjat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.
  68. 30 September 1965 Malam (#faktaPKI): Terjadi Gerakan G30S / PKI atau disebut juga GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh) (#faktaPKI):a. PKI menculik dan membunuh 6 (enam) Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayatnya ke dalam sumur di LUBANG BUAYA – Halim, mereka adalah (#faktaPKI): Jenderal Ahmad Yani, Letjen R.Suprapto, Letjen MT Haryono, Letjen S. Parman, Mayjen Panjaitan dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo. b. PKI juga menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution. c. PKI pun membunuh AIP KS Tubun seorang Ajun Inspektur Polisi yang sedang bertugas menjaga rumah kediaman Wakil PM Dr. J. Leimena yang bersebelahan dengan rumah Jenderal AH Nasution. d. PKI juga menembak putri bungsu Jenderal AH Nasution yang baru berusia 5 (lima) tahun, Ade Irma Suryani Nasution, yang berusaha menjadi perisai ayahandanya dari tembakan PKI, kemudian ia terluka tembak dan akhirnya wafat pada  6 Oktober 1965. e. G30S / PKI dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yang membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu (#faktaPKI): Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan Pasukan Pringgondani dipimpin Mayor Udara Sujono, serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi. f. Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah perwira ABRI / TNI dari berbagai angkatan, antara lain (#faktaPKI): – Angkatan Darat (#faktaPKI): Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo dan Kolonel Infantri A. Latief. – Angkatan Laut (#faktaPKI): Mayor KKO Pramuko Sudarno, Letkol Laut Ranu Sunardi dan Komodor Laut Soenardi. – Angakatan Udara (#faktaPKI): Men / Pangau Laksyda Udara Omar Dhani, Letkol Udara Heru Atmodjo dan Mayor Udara Sujono. – Kepolisian (#faktaPKI): Brigjen Pol. Soetarto, Kombes Pol. Imam Supoyo dan AKBP Anwas Tanuamidjaja. 
    sejarah PKI
    Demonstrasi G30S/PKI
  69. 1 Oktober 1965 (#faktaPKI): PKI di Yogyakarta juga membunuh Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono. Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuknya DEWAN REVOLUSI baru yang telah mengambil alih kekuasaan.
  70.  2 Oktober 1965 (#faktaPKI): Soeharto mnegambil alih kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut pangkalan udara Halim dari PKI.
  71.  6 Oktober 1965 (#faktaPKI): Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.
  72.  13 Oktober 1965 (#faktaPKI): Ormas Anshor NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di seluruh Jawa.
  73.  18 Oktober 1965 (#faktaPKI): PKI menyamar sebagai Anshor Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan Gambiran, lalu mengundang Anshor Kecamatan Muncar untuk pengajian. Saat Pemuda Anshor Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yang menyamar sebagai Fatayat NU, lalu mereka diracuni, setelah keracunan mereka dibantai oleh PKI dan jenazahnya dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa / Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshor yang dibantai, dan ada beberapa pemuda yang selamat dan melarikan diri, sehingga menjadi saksi mata peristiwa. Persitiwa tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.
  74.  19 Oktober 1965 (#faktaPKI): Anshor NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.
  75.  11 November 1965 (#faktaPKI): PNI dan PKI bentrok di Bali.
  76.  22 November 1965 (#faktaPKI): DN Aidit ditangkap dan diadili serta dihukum mati.
  77. Bulan Desember 1965 (#faktaPKI): Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI.
  78.  11 Maret 1965 (#faktaPKI): Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yang memberi wewenang penuh kepada Soeharto untuk mengambil langkah pengamanan Negara RI.
  79.  12 Maret 1965 (#faktaPKI): Soeharto melarang secara resmi PKI.
  80. Bulan April 1965 (#faktaPKI): Soeharto melarang Serikat Buruh Pro PKI yaitu SOBSI.
  81.  13 Februari 1966 (#faktaPKI): Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidatonya di muka Front Nasional di Senayan mengatakan (#faktaPKI): ”Di Indonesia ini tidak ada partai yang pengorbanannya terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI…”
  82.  5 Juli 1966 (#faktaPKI): Terbit TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS – RI Jenderal TNI AH Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.
  83. Bulan Desember 1966 (#faktaPKI): Sudisman mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi ditangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1967.
  84. Tahun 1967 (#faktaPKI): Sejumlah kader PKI seperti Rewang, Oloan Hutapea dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di di wilayah terpencil di Selatan Blitar bersama kaum Tani PKI.
  85. Bulan Maret 1968 (#faktaPKI): Kaum Tani PKI di Selatan Blitar menyerang para pemimpin dan kader NU, sehingga 60 (enam puluh) orang NU tewas dibunuh.
  86. Pertengahan 1968 (#faktaPKI): TNI menyerang Blitar dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI.
  87. Dari tahun 1968 s/d 1998 (#faktaPKI): Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasinya dilarang di seluruh Indonesia dengan dasar TAP MPRS No.XXV Tahun 1966.
  88. Dari tahun 1998 s/d 2015 (#faktaPKI): Pasca Reformasi 1998 Pimpinan dan Anggota PKI yang dibebaskan dari penjara, beserta keluarga dan simpatisannya yang masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS, justru menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini mereka meraja-lela melakukan aneka gerakan pemutar balikkan fakta sejarah dan memposisikan PKI sebagai PAHLAWAN pejuang kemerdekaan RI.
Demikian pembahasan kami mengenai Fakta Sejarah PKI di Indonesia, semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan Ingat jangan sekali-kali melupakan Sejarah!
Klik Pengetahuan, Situs Pengetahuan Umum dan Materi Pelajaran Terlengkap

Contact Me

Name

Email *

Message *